Pesugihan Keluarga Ku

Pesugihan Keluarga Ku
Desa Bunga Mawar Merah Part 3


__ADS_3

Kami pun kembali ke tempat sebelum nya, di atas air terjun, dimana kami bertemu dengan Sukawati dan 1 jin wanita. Namun aku tidak dapat menemukan mereka di sana, atau mungkin lebih baik aku langsung pergi ke bukit tempat dimana kami di harus kan menanam bunga lotus ini.


Setelah berunding dengan Afif, kami memutuskan untuk berjalan menuju barat, kami menyusuri alur sungai yang cukup panjang, di tengah perjalanan, kami melihat cukup banyak mawar tumbuh di pinggir sungai, bahkan ada juga yang tumbuh di dahan pohon, sungguh fenomena yang aneh.


Kami melihat ada sebuah cahay kuning di depan kami, dan kami juga mendengar ada suara kuda, lalu tiba-tiba saja kami melihat ada kereta kuda melintas di depan kami, dia keluar dari hutan di sebelah kanan lalu menyebrangi sungai dan kembali memasuki hutan di sebelah kiri kami.


Aku melihat ada seorang kusir pria dan seorang wanita berpakaian serba merah duduk di belakang nya, mereka berpakaian ala barat era abad 19, wanita itu sempat menengok ke arah ku untuk sesaat, namun ia kembali memalingkan pandangan nya. bahkan rupa mereka pun seperti layak nya orang yang berasal dari eropa.


Kami berdua pun bertanya-tanya siapa mereka, beberapa saat kemudian aku melihat Sukawati melayang dari atas hutan dan turun menghampiri kami.


"maaf membuat kalian menunggu, apa kalian berhasil mendapatkan Lotus Merah?". tanya nya.


"i..ia kami mendapatkan nya... oia apakah kau mengenali siapa atau apa yang menaiki kereta kuda yang baru saja melintas?". tanya ku.


"ohh dia kah... dia memang terkadang muncul hanya sekedar untuk menyebrang, dia sudah mendapatkan izin dari ku untuk melewati wilayab ku..". ujar sukawati.


"ia maksud ku adalah, apakah kau mengenal sosok nya?". tanya ku kembali.


"tentu.. dia adalah penguasa pelintas di tengah jawa, ia suka menghabiskan waktu di sini untuk sekedar melihat mawar merah di taman dekat sini" ujar sukawati.


Lalu sebelum menuju bukit, Sukawati mengajak ku berjalan-jalan ke desa nya, tempat nya seperti desa-desa ghaib yang lain nya, seluruh rumah terbuat dari kayu dengan obor sebagai penerangan.


"Sebelum nya aku harus meminta maaf atas ketidak sopanan jin wanita tadi, tidak seperti biasa nya dia seperti itu.. Dia memang kutugaskan untuk menjadi perantara antara manusia dengan ku, untuk melakukan pesugihan. Mungkin dia hanya merasa bersalah dan marah karna tempat yang ia jaga di berantaki oleh manusia". ujar nya sembari berjalan di depan ku.


"Di berantaki? ku kira mereka hanya tersesat dan tidak sampai melakukan hal lain seperti itu". ujar afif.


"Entah apa yang di fikirkan oleh manusia itu, ketika jin ku tiba di sana, ia melihat 5 orang manusia sedang bercanda-canda di tempat Ritual kami, dan beberapa dari mereka mengutak atik nya". ucap Sukawati.


"ohh Sukawati.. aku ingin menanyakan sesuatu kepada mu, tentang kaitan mu dengan bunga lotus ini, sebenarnya aku sudah mendengar sedikit banyak dari Singursana tadi". tanya ku.


"Cerita nya cukup panjang nak... jika Singur menceritakan hubungan ku dengan seorang pria Hindu, itu benar ada nya... Mungkin aku melakukan ini hanya agar rasa rindu ku kepada nya sedikit berkurang". ucap Sukawati dengan senyum tipis.


"lalu mengapa harus kami, mengapa kau tidak kesana sendiri? karna setelah aku bertemu dengan sosok Singursana, dia terlihat seperti Jin penguasa yang begitu bijaksana.. ia bahkan mengatakan, jika kau sendiri yang datang kesana, maka dia akan memberikan nya". ujar ku.


"Aku tau itu nak, dia adalah sosok yang begitu bijaksana dan taat kepada agama nya... namun aku hanya tidak bisa, karna dulu sekali terakhir kali aku bertemu dengan nya, aku mengatakan... Jika kita bertemu lagi, maka itu pasti ada di Medan Perang, dan aku akan membunuh nya". ujar Sukawati dengan senyum.


Ternyata tidak hanya manusia yang memiliki Ego begitu besar di kepala mereka, padahal masalah dapat di selesaikan drngan begitu mudah, namun dia lebih memilih menuruti ego dan harga diri nya untuk memilih jalan yang paling sulit.

__ADS_1


"Aku juga tidak menyangka kalau bawahan ku akan meminta bunga itu sebagai alat penukaran.. mungkin dia hanya tidak tega melihat ku, betapa menyedihkan nya seorang Ratu seperti ku..". ujar nya


"Ku rasa bukan karna ia melihat sisi menyedihkan mu... tapi dia lebih ingin untuk mengabulkan keinginan Ratu yang sangat di sayangi nya". ujar ku dengan senyum.


"ku rasa kau benar". balas nya dengan senyum.


Kami tiba di sebuah lubang berukuran kurang lebih berdiameter 1 meter, dengan keadalaman yang tidak bisa aku lihat dasar nya, Sukawati meminta kami untuk menunggu sebentar, sedangkan ia melompat ke bawah lubang itu.


Sekitar 5 menit menunggu, Sukawati kembali muncul dari dalam lubang tadi, dan membawa kan ku sebuah roti putih berbentuk bulat, bentuk nya mirip sekali seperti Bakpau. Namun aku dapat melihat energi hitam seperti berkobar-kobar layak nya api menyelimuti Roti itu.


"Makan lah nak". ujar nya sembarikan rotu tersebut kepada ku


"Apa ini?". tanya ku bingung.


"Ini adalah perminta maaf ku kepada mu dan juga rasa terimakasih ku atas Bunga yang kau bawa". ujar nya.


"bukan bukan.. bukan itu maksud ku, apakah aku akan mati setelah memakan nya? melihat nya saja sudah membuat ku merinding". ucap ku.


"hahaha.. tidak perlu khawatir nak, makanan ini bernama Angsa". ujar nya.


"angsa? maksud mu dari hewan angsa?". tanya ku kembali.


"ohh.. ayam hitam? mungkin maksud nya ayam cemani". uap afif.


Karna aku tidak ingin memembuat nya kecewa dengan menolak makanan nya, aku pun tampa fikir dua kali langsung memakan nya dalam 1 lahap dan menelan nya sekuat tenaga. Sesasi makanan nya begitu pahit, dan ketika sudah berada di dalam tenggorokan, makanan itu seolah menghilang. Sama seperti saat aku menelan kertas kontrak dengan Dagon.


"Itu akan membuat mu kebal terhadap gangguan ghaib, terutama santet.. sama hal nya seperti pagar ghaib yang tidak akan pernah menghilang". ucap nya.


"ohh begitu kah.. terimkasih banyak". jawab ku.


"Namun ada pantangan nya... Jangan pernah memakan daging mentah, itu akan membatalkan efek nya". ujar nya.


Aku yang memang tidak suka dengan makanan daging mentah pun menyanggupi pantangan nya. Namun aku baru menyadari satu hal, sedari tadi Sukawati tidak pernah menatap afif, bahkan dia hanya menawarkan makanan tadi hanya kepada ku.


Setelah itu Sukawati membawa kami pergi menuju Bukit, tempat di mana kami akan menanam kan Bunga Lotus ini. Sebelum sampai ke sana, kami harus berjalan melewati hutan dan taman bunga mawar merah, tempat pertama kali kami datangi tadi.


Ketika kami sampai di taman bunga mawar, aku melihat wanita yang berada di kereta kuda tadi, dia sedang berdiri sembari memandang ke arah bunga, ia sempat menatap ke arah ku sesaat, namun ia kembali membuang tatapan nya.

__ADS_1


Tanpa begitu memperdulikan nya, kami meneruskan perjalanan kami ke bukit, sebelum sampai di atas bukit, sukawati meminta bunga Lotus merah yang sedari tadi aku bawa, aku pun memberikan nya.


Sesampai nya di atas bukit yang ternyata jauh lebih tinggi dari yang kira ini, aku bisa melihat seluruh pemandangan malam di alam ini, begitu gelap, aku bahkan bisa melihat Desa tempat kami berada tadi, karna hanya dari sana cahaya yang dapat ku lihat dari sini.


Setelah itu Sukawati mengetukan tongkat nya ke tanah, tiba-tiba saja sebuah lubang kecil tercipta begitu saja, lalu ia langsung menanamkan Bunga tersebut.


Mengingat pesan dari Singursana untuk terlebih dahulu mendoakan bunga ini, aku pun meminta izin kepada Sukawati untuk membiarkan afif mendoakan Bungan tersebut terlebih dahulu.


Ia pun mundur beberapa langkah dan membiarkan afif melantunkan ayat dari Doa yang sedang ia panjat kan, yang ternyata Doa tersebut cukup panjang dan memakan waktu cukup lama.


*WUUUUSSSSSSSS*


Tepat sesaat afif selesai membacakan doa, aku merasakan tiupan angin yang begitu kuat.


"Liat bunga itu liam". ujar afif sembari menunjuk ke arah bunga lotus.


Bunga lotus yang baru saja kami tanam, tiba-tiba saja berubah warna menjadi biru langit dan bercahaya begitu terang, saking terangnya sampai membuat mata ku silau dan tidak bisa melihat untuk sesaat.


"fenomena apa ini?". tanya ku bingung.


Setelah cahaya itu kembali meredup, kami di suguhkan pemandangan yang begitu indah, Bunga lotus itu menyala seperti sebuah lampu berwarna biru langit. Tidak hanya itu, aku juga melihat butir-butir emas berterbangan di sekitar bunga itu.


Tiba-tiba saja Sukawati terlihat begitu lemas dan langsung duduk dengan lutut kaki terlipat ke belakang, ia menatap bunga itu dengan tangisan.


* AAAAAAAAAAAAAAA..!!!! *


Teriakan sukawati yang begitu nyaring dan sangat kencang, sampai-sampai aku merasakan ledakan energi terpusat dari nya


Setelah teriakan sukawati, aku mendengar suara kuntilanak tertawa, auman singa, lolongan serigala dan teriakan lain nya yang entah dari mana sumber nya, mereka seolah saling menyaut, seperti sedang membagi kesedihan yang sedang di alami sukawati, aku bahkan di buat kembali merinding mendengar suara nya, begitu mengerikan.


Sukawati hanya terdiam tanpa mengatakan apa-apa sembari menatap ke arah bunga tersebut, afif menarik-narik lengan ku dan mengajak ku untuk pergi meninggal nya sendirian, aku pun menuruti nya dan meninggalkan Sukawati sendiri di atas bukit.


"Lalu kita mau kemana? dan tentang 5 manusia itu bagaimana sekarang?". tanya ku.


"ahhh.. aku hampir lupa tentang menyelematkan mereka hahaha". saut afif.


Tiba-tiba saja Jin wanita yang pertama kali kami lihat tadi, yang pertama meminta kami untuk mengambilkan bunga lotus muncul di belakang kami.

__ADS_1


"Ikuti aku". yang langsung membalikan badan dan berjalan.


__ADS_2