Pesugihan Keluarga Ku

Pesugihan Keluarga Ku
Beribadah


__ADS_3

"Lihat ini liam.. ini adalah pemberian dari salah satu teman ku". ucap nya sembari memeberiku sebuah batu berwarna merah muda.


"wohhh... indah sekali, boleh aku memiliki nya?". tanya ku.


"tidak.. tapi aku akan memberikan mu yang lain". ucap nya dengan senyum.


"ahh benarkah? baiklah aku juga akan memberikan mu sesuatu ketika aku datang lagi kesini". ucap ku dengan senyum lebar.


"ngomong-ngomong Liam.. bisa kah kau jelaskan lebih rinci tentang pertemuan mu dengan nenek mu?". tanya nya.


Kini aku sekarang berada di sebuah kerajaan Ghaib, tepat nya di kediaman Putri Kenjeran, karna aku sudah bisa melepaskan raga ku sendiri tanpa bantuan orang lain, aku jadi bisa datang kesini kapan pun ku mau.


Aku juga memberitau Ratu, tentang pertemuan ku dengan Aira, ia pun begitu bahagia mendengar sahabat nya ternyata belum lah mati sepenuh nya.


"Alam Yumias.. aneh, mengapa aku tidak mengetahui alam itu". ucap Ratu yang duduk di samping ku.


"Aku juga merasa aneh.. Karna pertama kali aku mendengar nya, tapi nenek mengatakan bahwa itu adalah Alam rahasia... maksud ku Jin seperti Ratu sampai tidak tau tentang itu, lalu bagaiamana cara nya nenek bisa kesana?". ucap ku.


Sebelum aku kesini untuk berbicara dengan Ratu, aku memaksa seluruh khadam ku terkecuali Dagon dan Tetua untuk tidak ikut dengan ku, karna aku tidak ingin keberadaan Nenek di ketahui oleh Bile dan apa lagi oleh (DIA).


"Aku memang pernah mendengar Alam Ghaib memiliki beberapa tingkatan, dan juga tentang sebuah Alam yang berada di tengah-tengah antara Malakut dan Jabalut..". jawab Ratu.


"Lalu bagaimana dengan mu Dagon?". tanya ku.


"Tidak.. aku tidak pernah mendengar nya, dan jujur saja.. hanya mengetahui fakta bahwa Aira masih ada sampai saat ini saja, sudah membuat darah ku mendidih". ucap Dagon yang berdiri di samping ku.


"Lalu apakah kalian berdua pernah memasuki Alam Jabalut? aku cukup penasaran dengan Alam itu". tanya ku kembali.


"Tidak.. tidak mungkin jin seperti ku dapat ke sana Liam, tidak seperti manusia yang jika memiliki kemampuan khusus seperti mu dapat pergi ke alam ghaib seperti ini, Jabalut adalah alam bagi para sang maha kuasa... Tempat para malaikat dan juga Iblis terkuat berada, bahkan seorang teman ku yang ahli agama mengatakan, bahwa tuhan sengaja menciptakan 2 alam pemisah di alam ghaib, agar tidak terjadi bencana di sini dan juga alam manusia". Jelas Ratu.


"Aku juga tidak pernah kesana... namun aku pernah mendengar, bahwa iblis buaya yang kita temui di gunung kawi waktu itu berasal dari alam Jabalut, namun aku tidak tau apa alasan nya dia sampai datang ke alam ini". ucap Dagon.


"ohh yang kau maksud adalah acabra? jika itu benar, maka itu akan menjelaskan mengapa dia memeiliki kekuatan yang sungguh luar biasa besar, namun kita akan menanyakan nya langsung ketika dia menepati janji nya untuk datang dan menjadi pengikut ku nanti". jawab ku.


Aku juga tidak lupa memberitau sekaligus bertanya kepada Ratu tentang pesan Nenek yang mengatakan untuk membawa serta Kalung pemeberian nya, namun dia juga tidak tau menahu tentang masalah itu.


Setelah cukup panjang perbincangan kami, aku pun pamit untuk pulang kepada Ratu, seperti biasa, dia akan mengantarkan ku sampai pintu masuk kerajaan nya.

__ADS_1


.


.


.


Setelah kembali ke alam manusia, aku hanya menghabiskan waktu ku dengan telfonan dengan Ai di dalam kamar, dan sesekali menonton film di tv.


Sore ini aku memiliki Janji untuk menghadiri acara Yatim piatu yang di adakan oleh peruasahaan ayah, karn ayah tidak akan mau datang, jadi mau tidak mau harus aku lah yang datang dan mewakili nya.


Biasa nya Perusahaan ayah memang mengadakan acara amal 2 hingga 3 kali dalam setahun, sekedar untuk menunjukan rasa peduli kami, dan tentu nya untuk memberikan gambaran baik terhadap wajah perusahaan.


Sekarang menunjukan pukul 4 sore dan acara akan di mulai pukul 5 sore, aku pun bersiap dengan memakai pakaian rapih namun tidak terlalu formal, hanya mengenakan kaus putih dan jeans. Aku pun lekas ke bawah, karna pak Dede sudah menunggu di mobil untuk mengantarkan ku ke acara tersebut.


Sekitar 45 menit perjalanan, kami pun sampai di tempat acara yang di adakan di pekarangan depan salah satu kantor milik ayah, aku pun langsung menghampiri para anak yatim yang memang sudah menunggu kehadiran ku, dengan senyum di wajah, aku menyapa dan beberapa kalo aku juga memeluk mereka.


Rata-rata mereka masih berudia antara 6-12 tahun, mereka tinggal di rumah panti asuhan yang juga masih di bawah naungan yayasan ayah. Setelah menyapa mereka, aku pun menaiki panggung dan sekali lagi memberikan salam kepada mereka, dan memberikan sedikit banyak pidato yang memang sudah di siapkan pada secarcik kertas, yang tinggal aku baca.


Setelah nya, aku mempersilahkan para Ustadz yang memang sengaja kami undang untuk menyampaikan ceramah nya dan juga akan menjadi imam ketika shalat mahgrib dan isya nanti. Lalu aku pun hanya duduk di samping panggung sembari memerhatikan acara.


"mas liam.. di panggil pak yanto". bisik seorang polisi berseragam.


"pak yanto udah lama ga ketemu kaya nya... kalo boleh tau ada urusan apa pak?". tanya ku sembari memeluk nya.


"begini mas liam.. tolong sampai kan ke ayah mu, orang yang kemarin sudah kami tangkap.. lalu apa yang harus di lakukan selanjut nya? apa mau di sidang aja atau mau di lakukan seperti biasa" ujar pak yanto.


"ohh kalau urusan itu kenapa ga bapak tanya kan sendiri ke ayah saya". jawab ku.


"sudah saya kirim pesan dan telfon juga mas, cuma ga ada balesan.. biasa nya kalau ayah mu begini, berarti karna dia sedang lagi bad mood, cuma masalah nya, orang ini sudah dekat dengan hari sidang, nanti malah repot". ucap nya.


"ohh okok.. nanti di rumah saya coba sampaikan ya pak". jawab ku.


Setelah berbincang singkat dengan pak yanto, aku pun kembali duduk di samping panggung, namun jujur saja aku ada rasa sedikit penasaran tentang apa yang sedang pak yanto dan ayah lakukan.


Ketika aku sedang berfikir dalam diam, terdengar suara adzan mahgrib berkumandang, lalu terlihat pak ustadz mengajak para anak-anak untuk masuk ke dalam masjid yang terletak di belakang masjid untuk melaksanakan Shalat.


Sedang kan aku, aku mencoba untuk memisahkan diri dari rombongan, namun salah satu anak laki-laki berusia 6 tahun menggenggam tangan kiri ku begitu erat, aku pun mencoba untuk mencari alasan untuk tidak ikut shalat dengan mereka.

__ADS_1


"dek.. maaf ya, kak liam mau pergi dulu". ucap ku dengan senyum.


"ayo kak liam.. shalat bateng kita". ucap anak itu.


Lalu anak-anak lain juga ikut memperhatikan ku, dan aku pun yang tidak ingin terlihat buruk di depan anak-anak, akhirnya dengan terpaksa mengikuti mereka ke mushola.


Sesampai nya di mushola, aku melepaskan sepatu dan pergi mengambil wudhu, namun aku baru menyadari satu hal penting, bahwa aku tidak tau bagaimana cara nya berwudhu.


"kak liam ga ambil wudhu?". tanya anak tadi.


"ahhh kak liam kan nunggu kamu wudhu duluan". saut ku dengan senyum.


Lalu aku secara perlahan memeperhatikan satu per satu gerakan wudhu yang sedang di praketan anak berusia 6 tahun di samping ku, aku pun hanya mengikuti nya. Namun di akhir wudhu, aku melihat nya melakukan Doa, aku pun kembali mengikuti nya tanpa tau Doa apa yang harus aku baca.


Setelah itu kami pun langsung masuk ke dalam masjid, terlihat banyak pria sedang menyusun syaf di bagian depan, dan salah satu karyawan ku melihat ku datang, lalu dia mempersilahkan ku untuk shalat di depan dan memberikan syaf milik nya, aku pun hanya meng ia kan nya.


Kini aku berada paling depan, dan tepat berada di belakang imam yang akan memimpin shalat. Setelah iqomah selesai di kumandang kan, kami pun memulai shalat.


"mampus.. baca apaan ini". gumam ku dalam hati.


Aku pun kebingungan dan hanya mengikuti gerakan orang di samping ku, bahkan aku tidak menghafal surat al-fatihah atau pun surat lain nya, jadi nya aku hanya diam dengan mengikuti gerakan mereka.


Dan akhir nya sampailah kami pada gerakan terakhir, yaitu salam. Aku pun hanya menggerakan kepala ku ke kiri dan ke kanan dengan menggumam kan mulut ku, tanpa tau apa yang sedang aku ucapkan.


Setelah shalat selesai, ustadz pun memberikan tausiah nya yang cukup panjang, karna akan menyambung ke shalat isya. Aku yang tidak ingin mengikuti shalat isya, langsung berdiri dan pamit dengan membuat alasan terburu-buru dan pergi meninggalkan masjid.


Lalu aku hanya duduk di dalam mobil ku sembari merokok.


"Malu juga". gumam ku.


kalau menurut KTP ku, aku adalah seorang muslim, begitu juga dengan ayah dan ibu, namun tidak satu pun dari kami yang pernah mengerjakan shalat sekali pun seumur hidup kami, bahkan tadi adalah shalat pertama ku sebagai seorang muslim.


Dari kecil aku memang tidak pernah di ajarkan apa pun tentang agama, namun aku sangat mengerti pengkajian al-quran dan juga hadis-hadis nya, bahkan aku sudah menghafal al-quran jika tanpa tulisan arab ya, melainkan hanya terjemahan nya saja.


Aku membaca setiap kitab-kitab agama apa pun, karna di dalam nya mengandung banyak sekali ilmu yang dapat ku pelajari, namun untuk mengikuti ajaran nya, aku sama sekali tidak tertarik, setidak nya untuk saat ini.


"yaudah yuk pak, kita pulang". ucap ku kepada pak dede.

__ADS_1


"baik mas". balas nya.


Lalu kami pun pulang ke rumah, dan sesampai nya di rumah, tidak lupa aku menyampaikan pesan pak yanto kepada ayah, setelah itu aku hanya bermain game sampai waktu istirahat tiba.


__ADS_2