Pesugihan Keluarga Ku

Pesugihan Keluarga Ku
Tujuan Samar


__ADS_3

"Hei..Dagon". panggil ku sembari rebahan di kasur.


"hmm?". jawab nya.


"Kadang aku bertanya-tanya, sebenarnya apa tujuan ku untuk mengumpulkan 8 iblis Aira seperti kalian.. Apakah aku ingin menjadi seperti Aira, atau aku hanya ingin memenuhi Ego ku yang sekedar menginginkan kekuatan". ujar ku.


"untuk pertanyaan itu, lebih baik aku tidak mengatakan apa pun, karna itu adalah tugas mu sendiri untuk mencari tau...". ujar nya.


"Terkadang aku merasa.. semakin kesini, semakin ku merasa, aku mulai mengikuti jejak ayah.. apa itu hal buruk untuk kalian?". tanya ku kembali.


"tidak.. Aku adalah Iblis Liam, kami tidak perduli seberapa buruk atau sebanyak apa pun kau membunuh manusia, kami akan terus mengikuti mu". ujar Dagon.


"benar juga ya... ngomong-ngomong tentang Iblis bernama RA, yang sempat di singgung oleh Ratu kenjeran kemarin.. apakah kau pernah melihat sosok nya?". tanya ku kembali.


"tidak.. Mungkin karna aku tidak pernah memasuki Alam Jabalut". jawab nya.


"Aku menjadi sedikit penasaran bagaimana sosok nya, aku harap aku memiliki kesempatan untuk melihat nya". ujar ku.


Setelah aku mengatak hal itu, tiba-tiba saja aku merasakan sedikit getaran dari kalung pemberian Aira, yanng sedang ku kenakan.


"Energi apa itu?". tanya tetua yang tiba-tiba saja muncul.


"ah.. aku merasakan sedikit getaran pada kalung ini, apa pelepasan sekejap energi tadi, karna ulah kalung ini?". ujar ku.


"entah.. baru kali ini aku melihat kalung itu merespon". ujar dagon.


Semakin kesini, aku merasa semakin banyak misteri yang menunggu untuk di pecahkan, namun untuk sekarang, seperti aku nya harus bersabar, karna aku masih belum memiliki akses untuk bebas berpergian kemana pun aku mau, tidak seperti Aira dulu.


Handphone ku mendapatkan panggilan dari nomor yang tidak ku kenal.


"helo?". ujar ku.


"ohh ini liam ya?


"ini aku clara.. teman nya afif, yang waktu itu kita ketemu di cafe bahas kalung kamu". ujar nya.


"ohh ia ia... kenapa ra?". tanya ku.


"ini ada profesor ku mau ngomong, kamu bisa bahasa inggris kan?". tanya nya.


"oh ia bisa kok". saut ku.


Kami pun mengobrol singkat tentang ketertarikan profesor tersebut terhadap kalung ku, lalu dia ingin menemui ku sore nanti, karna saat ini dia sedang di indonesia, aku pun meng ia kan ajakan nya.


.


.


Waktu menunjukan pukul 4 sore, dan aku sedang dalam perjalanan menuju sebuah cafe di daerah jakarta pusat, tempat dimana clara dan profesor nya sedang menunggu ku.


Setelah memakirkan mobil, aku pun langsung naik ke lantai 2 untuk mencari clara, dan benar saja.. ada sesosok pria menemani nya, berumur sekitar 50an, dengan rambut blonde nya.


Aku pun langsung menghampiri mereka dan bersalaman, sekaligus memperkenalkan diri, tanpa basa basi, aku pun langsung memberikan kalung ku.


*semua percakapan akan menggunakan bahasa inggris, namun saya akan menerjemahkan nya agar pembaca nyaman*


"Setelah mendengar keberadaan kalung ini dari clara, saya langsung berangkat dari inggris kemarin, karna tidak sabar untuk meilhat nya" ucap prof Adolf.

__ADS_1


Lalu terlihat dia membaca sebuah teropong kecil dan alat pemeriksa diamond.


"Gila.. sesuai dugaan para ilmuwan, kalung ini terbuat dari Red Diamond asli". ujar prof.


"ah? mana mungkin? Red diamond asalah buatan manusia zaman modern, dan itu harus di buat di dalam laboratorium". ucap clara yang langsung mengecek nya sendiri dan setelah ia cek, benar ada nya.


"Dan bagaimana bisa, peradaban kuno mesir, mengukir gambar-gambar ini di sebuah diamond, yang keras nya bukan main.. dan jika di paksakan pun malah akan hancur". ujar prof.


"pertanyaan itu sama seperti, bagaimana peradaban kuno mereka dapat membuat Piramida disana,dan butuh ratusan tahun untuk kita hanya untuk mengetahui bagaimana cara mereka membuat nya". ujar clara.


"wahh.. aku sama sekali tidak menyesal membuang hari libur ku untuk datang kesini hahaha". tawa prof.


"Lalu bagimana tentang ukiran nya? apakah kamu sudah mendapatkan informasi baru clara?". tanya ku.


"itu akan di jelaskan sendiri oleh profesor". ujar clara.


"di sini ada 6 ukiran di setiap sisi kalung nya, yaitu...


-Banteng


*(chapter 34)


-Ular di belakang Burung


*(chapter 34)


-Kelinci


*(chapter 34)


-Burung Belibis


-Kumbang Scarab


*Bagi bangsa mesir, kumbang kotoran ini adalah pelambangan Dewa Fajar Kehpri


-Buaya Nil


*Di anggap sebagai Dewi persalinan dan kesuburan terawet, karna sifat ke ibuan nya.


Seperti yang sudah ku jelaskan, setiap binatang yang di ukir disini memiliki sebuah maksud tersendiri, teman ku ada yang mengatakan ini seperti sebuah kode atau kunci untuk masuk ke ruang harta tersembunyi, ada juga yang bilang, ini adalah kutukan dari alcandra.. namun semua masih random, kita akan membutuhkan bertahun-tahun untuk meneliti ini". ujar prof.


"Memang nya ada tempat yang belum terjamah di mesir? sampai ada yang mengatakan kalau ada ruang rahasia?". tanya ku.


"tentu saja liam.. di dalam piramid, memiliki banyak sekali tempat maupun jebakan rahasia, tidak sedikit bagian yang belum terjamah oleh tangan manusia modern, selain di karnakan sulit tapi di takutkan malah akan merusak peninggalan sejarah". Ujar prof.


"oia prof.. kata nya ada yang mau di sampaikan ke liam?". tanya Clara.


"ohh ia ya... Liam, kalung ini biar kami beli". ujar prof.


"ah maaf prof.. ini adalah kalung peninggalan nenek saya satu-satu nya, jadi tidak mungkin saya jual". saut ku.


"ohh begitu kah... padahal kami akan membeli ini dengan harga berapa pun yang kau minta... tapi aku sangat mengerti alasan mu". ujar prof dengan senyum.


Setelah itu, profesor adolf mengambil foto kalung ku, untuk kembali melakukan penelitian, dan berharap ada sebuah rahasia di balik semua ukiran nya.


Lalu mereka berdua pun pergi dan prof adolf, akan kembali ke inggris ke esokan nya, sedangkan clara akan terbang ke china, karna dia mengatakan baru saja para peneliti di sana, berhasil menemukan reruntuhan dari zaman Dinasty Tang.

__ADS_1


Awal nya ku kira, mereka datang dengan jawaban yang aku harapkan, namun ternyata, prof adolf hanya ingin memastikan terlebih dahulu, apakah kalung yang ku miliki ini adalah asli atau tidak nya. Namun tetap, aku mengapresiasi kedatangan nya yang jauh-jauh dari inggris hanya untuk melihat kalung ini.


.


.


"beb.. bengong aja". ujar Ai.


"ah.. gpp lagi nyaman". saut ku.


"dasar". jawab nya.


Aku sedang mampir ke rumah Ai, dan kami sedang berada di taman belakang rumah nya, di samping kolam renang dan duduk di gazebo. Dan yang membuat ku nyaman adalah, sekarang aku sedang menyenderkan kepala ku di bahu nya, entah mengapa.. hanya karna ini, aku seperti dapat mengistirahatkan fikiran ku sejenak, karna Ai sudah ku anggap seperti rumah ke 2 ku.


Sedang asik-asik nya berduaan dengan Ai, tiba-tiba kristin datang menghampiri kami, dan duduk di samping ku.


"aku mau pulang". ujar Kristin tiba-tiba.


"eh? ada angin apaan ini?". tanya ku.


"aku mau pulang untuk minta di biayain kuliah di amrik". ucap kristin.


Kata-kata yang tidak ku sangka akan keluar dari mulut seorang kristin, aku memang tidaklah begitu dekat dengan dia sebelum nya, namun yang aku tau pasti, wanita ini memiliki ego yang besar dalam masalah prinsip.


Aku pun harus menunggu kristin memasukan kembali pakaian dan peraltan nya ke dalam koper, sementara aku hanya mengobrol bersama Ai di samping kolam renang.


Setelah selesai, tidak lupa kami berpamitan kepada bu Yahiko, sayang nya pak Gumelar sedang tidak berada di rumah. Kami pun langsung masuk ke mobil dan menuju ke rumah.


"boleh aku tau alasan nya kak?". tanya ku sembari menyetir mobil di samping nya


"hmm untuk sekarang, kakak ga bisa ngasih alesan nya". ujar nya tanpa memandang ke arah ku.


Sesampai nya di rumah, Kamar kristin yang sebelum nya sudah di tempati oleh Merry, aku pun meminta merry untuk menggunakan kamar tamu yang berada di lantai 1, dekat dengan ruang tamu.


Sebenarnya kristin tidak masalah jika harus membagi kamar nya dengan Merry, namun malah aku yang merasa tidak enak jika seperti itu, karna bagaimana pun Merry adalah tanggung jawab ku, dan aku tidak ingin merry merepotkan Kristin, dan Merry pun sama sekali tidak merasa kerepotan.


Sekitar pukul 8 malam, aku melihat ayah pulang dengan di temani teman nya yang terlihat mabuk berat, dan mereka duduk di ruang tamu. Ayah ku sebenarnya suka minum-minum juga, bahkan kami mempunya 1 rak lemari kaca besar di lantai 1, yang seluruh isi nya adalah minuman keras. Namun tidak pernah sekali pun aku melihat ayah sampai mabuk.


Aku yang sedang berada di dapur, melihat teman nya seperti mengulurkan sebuah amplop coklat sembari menepuk-nepuk pundak ayah. Dan aku melihat senyuman mengerikan yang kembali di tujunjukan oleh ayah, dan untuk teman nya.. dia adalah Pak Yulius, seorang pejabtan dengan jabatan tinggi.


(pernah muncul di chapter 20)


Tidak lama setelah nya, ada seorang pria masuk dan membopong pak Yulius untuk keluar, dan seperti nya pria itu adalah supir milik nya.


Setelah ayah sendirian sembari membaca dokumen dari amplop coklat tadi, aku pun menghampiri nya hanya sekedar untuk mengatakan bahwa Kristin sudah pulang, namun dia sama sekali tidak menggubris ucapan ku dan tetap fokus membaca dokumen di depan nya, dengan tangan kanan memberikan isyarat untuk menyuruh ku pergi meninggal kan nya.


Sebelum aku pergi, aku sempat membaca judul surat tersebut, ada sebuah tulisan ;


*RAHASIA NEGARA*


Dan di tengah-tengah nya aku melihat banyak sekali daftar nama yang tidak bisa ku baca, karna aku hanya melihat nya sekilas.


"tunggu liam". ujar nya menghentikan langkah ku.


"iya pah?". tanya ku.


"besok ga usah masuk sekolah... jam 8 pagi, firman akan datang kesini, temani dia..". ujar nya.

__ADS_1


"oh ia pah". saut ku.


Aku tidak menanyakan kemana paman ku akan mengajak ku, aku hanya akan menunggu haris esok untuk menunggu jawaban nya


__ADS_2