
*Dalam Part ini masih memakai sudut pandang Dilan/Gafi"
"A..apa ini aku?". gumam ku.
Aku begitu terkejut melihat bayangan ku sendiri di dalam cermin, aku sampai harus menyentuh beberapa bagian tubuh ku untuk memastikan nya.
"ahh ini benar aku".
Aku pun langsung kembali terduduk lemas di kasur.
"oia.. dimana Ibu? dan yang lain nya?".
Aku pun pergi keluar kamar, dan aku melihat banyak anak kecil seumuran dengan ku, sebagian dari mereka terlihat sedang sibuk bersih-bersih, dan ada yang sibuk membaca buku.
"gafi sudah bangun... cuci muka dulu ya, baru bantu kita". ujar seorang wanita dewasa kepada ku.
"Gafi?? ka..kau bicara pada ku?". tanya ku.
"ya tentu.. memang nya kepada siapa lagi?". ujar wanita itu kembali.
"Nama ku adalah Dilan.. mengapa kau memanggil ku Gafi? dan dimana ibu dan keluarga ku yang lain? lalu dimana ini?". ucap ku yang terus bertanya.
Wanita itu terlihat terkejut setelah mendengar berbagai pertanyaan ku, lalu ia perlahan mendekati ku dan memeluk ku.
"Gafi...".
Hanya satu kata itu yang keluar dari mulut nya.
Tiba-tiba saja aku melihat bayangan hitam yang dulu pernah aku lihat.
"Ka..kau... dimana ini?". tanya ku kepada bayangan tersebut.
"Aku akan membantu mu untuk mengingat apa yang terjadi selama 7 tahun ini". jawab bayangan tersebut.
.....
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA"
....
Tiba-tiba saja kepala ku begitu sakit seperti mau meledak, pandangan ku pun perlahan menjadi gelap, terlihat wanita tadi terus memanggil-manggil nama ku, sampai akhir nya aku kehilangan kesadaran.
"Ini ruang tamu rumah ku". ujar ku.
"Mulai dari sekarang, apapun yang kau lihat adalah masa lalu mu". ujar mahkluk hitam tersebut yang berada di samping ku.
Aku melihat seluruh keluarga ku sedang merayakan acara ulan tahun ku yang ke 5, terlihat Ibu, Lesti dan juga kakak-kakak ku di penuhi oleh kehangatan, dan aku sedang berada di tengah-tengah mereka.
"ulan tahun ku yang ke 5". gumam ku setelah melihat bentuk angka 5 di kue ulan tahun.
Lalu setelah pandangan ku menjadi kabur, seperti aku sedang di bawa berpindah tempat.
"ini... taman belakang rumah ku". gumam ku.
__ADS_1
Aku melihat diri ku sendiri sedang bermain dengan ibu, aku sedang bermain lempar bola bersama nya, entah apa alasan ku sampai aku merasa iri kepada diri ku sendiri saat itu.
"Persiapkan lah mental mu, karna setelah ini.. kau akan mengetahui apa yang terjadi kepada keluarga mu". ujar ku.
"Apa maksu--"
Belum selesai aku berbicara, pandangan ku menjadi kembali begitu kabur, seperti nya ia kembali memindah kan ku ke waktu lain.
Aku sekarang berada di teras depan rumah, ku ada 2 mobil hitam parkir di depan, dan tidak lama setelah nya, aku melihat banyak Pria keluar dari mobil tersebut.
Lalu mereka memaksa memasuki rumah dengan menggunakan Tang berukuran besar untuk membuka paksa Gembok di pagar, aku melihat pembantu ku mencoba untuk menghentikan mereka, namun...
*DOOOORRRRRR*
Salah satu dari mereka menembak pembantu tersebut tepat di kepala nya menggunakan sebuah pistol yang menggunakan peredam suara.
Lalu mereka masuk ke dalam rumah, aku pun segera mengikuti mereka, dan aku melihat mereka memperlakukan keluarga ku begitu kejam, bahkan ibu dan kedua kakak perempuan ku di perkosa oleh mereka.
Aku begitu terkejut dan seperti tidak percaya apa yang sedang aku lihat, aku mencoba untuk menghentikan mereka, namun percuma, tangan malah menembus badan mereka.
Sampai tibalah giliran mereka akan membunuh ku, aku di bariskan ke samping dengan kak Nando dan Kakek ku. Dan terlihat mereka sedang menodongkan senjata ke arah ku terlebih dulu.
*clekk .... clekkk ... clekkk*
"Boss senjata nya macet nih". ujar salah satu dari mereka.
"alahhhh biar aku saja". ujar seorang pria yang seperti nya adalah boss mereka.
Pria tersebut mengeluarkan senjata dan langsung menembak kakek ku tepat di kepala, yang di ikuti oleh kak Nando setelah nya, mereka berdua pun tewas di tempat dengan lubang di kepala.
"ahhhh kenapa ini senjata, tadi normal aja". ucap pria itu sembari memukul-mukul senjata nya.
Lalu pria itu merebut senjata miliki bawahan nya yang lain dan kembali mencoba menembak ku.
*Clekkk... clekkkk... clekkk*
"B*NGSAT.... KENAPA SEMUA NYA MACET HAH?". Teriak pria itu memarahi anak buah nya.
.
"ke..kenapa senjata mereka selalu macet saat ingin menembak ku?". tanya ku kepada mahkluk di samping ku.
"Itu adalah bantuan dari tangan kanan ku, dia tidak bisa ikut campur lebih dari itu". jawab nya.
"Lalu kenapa dia tidak menyelamatkan keluarga ku juga?". tanya ku kembali.
"Jangan salah sangka Kamuzu... aku di sini bukanlah untuk melindungi keluarga mu, aku tidak perduli apa pun yang terjadi kepada keluarga mu, karna yang terpenting bagi ku adalah kau tetap hidup". ujar mahklik tersebut yang membuat langsung naik darah.
Entah mengapa aku tidak terkejut mendengar jawaban nya, seperti yang memang sudah ku tebak sebelum nya, mahkluk hitam ini hanya menginginkan kekuatan ku, meskipun aku belum tau pasti kekuatan apa yang ku miliki, namun yang aku tau, kekuatan ku berasal dari mata di belakang kepala ku.
.
Mereka masih mencoba untuk terus menembak ku, namun senjata mereka selalu macet, sampai tiba-tiba Ibu ku keluar dari kamar tempat ia di bawa sebelum, dengan baju compang camping dan setengah telanjang, ia menodong kan pistol ke arah mereka.
__ADS_1
Lalu ibu meminta mereka melepaskan ku, dan tanpa perlawanan mereka pun mengangkat tangan mereka dan melepaskan ku, seperti nya mereka masih berfikir tidak dapat melawan ibu ku saat itu, karna senjata mereka sedang macet.
Dan ibu membawa ku ke lantai 2, dan memasuki kamar nenek dan kakek, lalu mengunci pintu, dengan cepat ibu mengubrak abrik isi lemari dan mengambil seluruh simpanan uang dan juga perhiasan yang di simpan oleh nenek dan memasukan nya ke koper.
Mereka yang tidak ingin begitu saja melepaska kami, mencoba untuk mendobrak pintu, namun ibu dengan cepat menggendong ku dan membawa ku keluar jendela, lalu ibu yang masih menggendong ku memilih untuk melompat dari lantai 2.
Ia langsung memegangi kaki nya setelah melompat, tanpa pernah sedetik pun melonggarkan gendongan nya pada ku. Aku sampai di buat begitu hancur melihat nya, dan yang membuat ku lebih hancur adalah aku tidak bisa berbuat apa-apa.
Setelah itu pandangan ku menjadi kembali kabur, dan mahkluk itu kembali memindahkan ku.
"Ibu..dan.. siapa pria itu?". tanya ku.
Aku melihat ibu sedang merokok sembari berbicara kepada seorang pria muda di kamar hotel.
Tidak lama setelah nya aku yang sedari tidur di kasur terlihat bangun.
*Mati lah Tina... matilah untuk anak mu* ucap pria muda tersebut.
"HAHHHH???? Apa maksud mu menyuruh ibu ku mati? bukankah kau kemari untuk menyelamat kan kami?". ujar ku terkejut yang tidak bisa mereka dengar.
*Bisa kah kau menyelamatkan ku juga?* tanya ibu.
*Tidak... tidak mungkin* jawab pria tersebut.
Aku menjadi begitu murka, sampai-sampai aku tidak mendengar sisa ucapan pria itu.
Tidak lama setelah nya Pria itu membawa ku pergi dan meninggalkan Ibu sendirian di kamar.
"IBU PERGILAH..... TIDAK USAH BERKORBAN UNTUK ANAK BODOH INI". Teriak ku di samping ju.
Sekitar 15 menit kemudian, ada 5 orang memasuki kamar ibu, seperti nya mereka memiliki kartu akses untuk masuk ke dalam kamar, dan mereka adalah orang yang sebelum nya membantai seluruh keluarga ku.
Ibu ku hanya diam sembari merokok dan duduk memandangi mereka.
"yoo Tina....". ujar Boss mereka sembari menjambak rambut Ibu.
"yooo... sudah lelah mencari ku". jawab Ibu tanpa sedikit pun rasa takut di wajah nya.
"P*lacur ini... baiklah kalau itu mau mu, aku akan bersenang-senang sebelum membunuh mu". ujar pria itu sembari mengambil gergaji kecil di kantung nya.
Lalu ia menyuruh anak buah nya untuk menutup mulut Ibu dengan kain yang di tambahkan dengan Lakban hitam.
Dan setelah nya.... Aku benar-benar tidak bisa menggambarkan apa yang dia lakukan terhadap ibu ku, sampai pada akhirnya ibu ku mati kehabisan darah, lalu mereka mengumpulkan bagian-bagian tubuh ibu ku dan memasukan nya keadalam plastik hitam dan menyembunyikan nya ke dalam sebuah Koper besar.
"BRR****NGGSEEEEEKKKKKKKKKKK" ujar ku.
Setelah itu mereka pergi dengan membawa koper hitam yang berisi kan mayat Ibu ku.
"Siapa.... siapa nama pria itu?". tanya ku kepada mahkluk di samping ku.
"Charles". jawab nya.
"Lalu siapa pria yang membawa ku tadi?". tanya ku kembali.
__ADS_1
"Liam". jawab nya.
"CHARLESS... LIAMM.... AKU AKAN MEMBUNUH MEREKA". ujar ku yang telah di penuhi kemurkaan.