
"SIAPA YANG BERANI MENGINJAK-INJAK MAKAM SAYA, AKAN MATI".
Teriak wanita tersebut dengan suara mengerikan.Suhu dan murid terlihat memegangi murid wanita yang sedang kesurupan itu.
...
*Beberapa saat sebelum nya*
...
Ada banyak kuntilanak mengikuti group kami semenjak dari Villa tadi, seperti nya mereka memang sedang mengincar salah satu dari kami, namun aku tidak mengetahui nya.
"mau apa kalian?". tanya ku dalam hati kepada mereka.
"ka..kau... ma..maaf kan ketidak sopanan kami, kami hanya ingin memberi pelajaran terhadap wanita itu yang telah bermain - main di makam kami". ujar salah satu dari mereka.
"Makam kalian? jangan bohong". gumam ku dalam hati sembari berlari santai bersama Leo dan Bima.
"bukan makam milik kami, melainkan petapa di gunung ini.. yang telah lama tiada". jawab nya.
"hmmm...Lakukan sesuka kalian". ujar ku.
...
*Kembali di saat wanita tersebut kesurupan*
...
"Kamu tidak menolong nya am?". bisik bima.
"tidak". jawab ku singkat.
Wanita itu terus berguling-guling sembari mencoba untuk melepaskan baju nya, walaupun sudah di pegangi oleh 7 orang, itu tidak lah cukup.
Aku adalah orang yang tidak ingin mencampuri urusan orang lain, karna seperti nya wanita itu telah berbuat kesalahan sehingga membuat penghuni di Villa tadi marah pada nya.
Karna aku sudah hidup lama di dua dunia, hanya karna kami adalah sesama manusia, aku harus membela nya? tidak.. Jin atau manusia memiliki kesetaraan di mata ku. Selama aku tidak mengenal nya, meskipun dia mati sekalipun, aku tidak akan memperdulikan nya.
__ADS_1
Salah satu murid yang telah memanggil bantuan ke Pos 2 sebelum nya telah kembali dengan beberapa Suhu, mereka terlihat sibuk untuk menyembuhkan nya dengan membaca kan ayat-ayat alquran.
Namun percuma, karna yang merasuki nya adalah jin yang memiliki ilmu yang cukup tinggi, bahkan saat Seorang suhu membacakan ayat-ayat, wanita tersebut malah mengikuti nya dengan mata melotot dan senyum mengerikan.
"memang nya di mana makam yang kalian jaga tersebut?". tanya ku dalam hati.
Lalu salah satu kuntilanak yang melihati kami sedari tadi, turun dan berdiri di samping ku.
"Di be..belakang tempat kalian menginap". jawab nya.
"santai saja, aku berjanji tidak akan menganggu kalian.. namun, memang apa yang telah di lakukan oleh wanita itu?". tanya ku kembali.
"dia berhubungan intim dengan manusia yang kalian sebut suhu itu". ujar nya sembari menunjuk salah satu suhu.
"ohhh begitu kah? pantas kalian begitu marah". saut ku dengan senyum.
Suhu yang dia sebut itu adalah Suhu indra, aku baru melihat nya saat acara ini, jadi aku tidak begitu mengenal nya, hanya mengetahui nama nya. Terlihat suhu indra sibuk memegangi tubuh murid wanita tersebut yang kita sebut saja Sila.
"Lalu apakah ada cara agar kalian mau memaafkan nya?". tanya ku dalam hati.
"bu..bukankah kau mengatakan sebelum nya tidak ingin ikut campur?". tanya jin itu.
Kini bukan lagi para kuntilanak yang sedang mengerubungi kami, tapi banyak jin dari pegunungan ini mulai berdatangan satu persatu, hal-hal seperti ini memang akan mengundang para Jin untuk datang.
Jika saja aku meninggalkan mereka sekarang, mungkin saja akan terjadi kesurupan masal, karna sampai saat ini, mereka tidak berani mendekat karna tidak ingin mencari masalah dengan ku.
"Minta wanita dan pria yang kalian sebut suhu itu untuk datang ke belakang villa, tepat di dua batu besar, untuk bersujud dan mengakui perbuatan mereka lalu meminta maaf.... maka kami berjanji tidak akan menganggu nya lagi, karna jika tidak... kami akan mengikuti nya sama mereka mati". saut kuntilanak itu.
"hahhh merepotkan". gumam ku dalam hati.
Tidak lama setelah nya, suhu-suhu lain nya mulai berdatangan untuk menolong, termasuk suhu fajar.
Sekedar memberi tau bahwa sebenarnya Suhu fajar mengetahui fakta bahwa keluarga ku memiliki sebuah pegangan, aku memang belum pernah memberitau nya secara langsung, namun seharus nya dia sudah menyadari nya saat beberapa kali kami latih tanding, karna setiap pukulan nya sama sekali tidak pernah membuat ku merasakan sakit.
Aku berinisiatif memanggil suhu fajar untuk berbicara 4 mata dengan nya. Dan menceritakan tentang apa yang terjadi, lalu apa yang harus mereka lakukan agar mereka mau melepaskan Sila.
"Gila memang indra, ini bukan pertama kalinya sebenar nya dia melakukan hal kaya gini ke murid, cuma memang ga pernah sampai ke kuping guru besar aja dari dulu". saut fajar.
__ADS_1
"ya untuk itu sih saya serahin ke suhu saja mau di apakan, karna seperti yang saya sudah bilang, saya ga mau ikut campur". jawab ku.
"oh ia gpp liam.. makasih banyak udah mau kasih tau ini". ucap Fajar.
Dengan wajah kesal, Fajar berjalan ke arah indra, dan langsung menarik nya sekuat tenaga sampai-sampai membuat suhu indra terjatuh, murid dan suhu lain yang melihat pun di buat bingung.
Namun suhu fajar memilih untuk menarik suhu indra untuk menjauh dan membicarakan nya secara 4 mata.
Mereka berdua terlihat cekcok satu sama lain, dan sama sekali tidak terlihat wajah penyesalan pada Indra, fajar yang seperti nya sudah tidak bisa menahan emosi nya langsung memukul wajah indra sekuat tenaga, indra yang tidak mau mengalah, langsung berdiri dan terjadi lah perkelahian antara mereka.
Suasana menjadi begitu riuh, dengan Sila yang masih terus berteriak dan meronta-ronta di tambah dengan perkelahian Fajar dan Indra. Terlihat 2 suhu mencoba untuk memishkan perkelahian mereka, namun mereka yang sudah membabi buta tidak memperdulikan nya.
Sampai Guru Besar datang dan langsung menghajar mereka berdua tanpa berkata apa pun terlebih dulu, lalu mereka di mintai penjelasan oleh Guru besar alasan mengapa mereka sampai bisa berkelahi.
Fajar pun menceritakan tentang Indra yang berhubungan intim di belakang Villa bersama dengan Sila, namun indra tidak mau mengakui nya dan tetep kekeh dengan pendirian nya.
Namun hal aneh terjadi... Tiba-tiba saja Guru besar itu melihat ke arah ku dan tersenyum tipis, lalu ia menarik baju indra dengan paksa dan menyuruh 2 panitia untuk memegangi nya.
Lalu Guru besar itu mendekati Sila yang masih kesurupan, ia langsung membekap wajah Sila sembari merapalkan sesuatu yang tidak dapat ku dengar, lalu tidak lama kemudian, Sila pun berhenti meronta dan pingsan.
Dari situ aku menyadari, bahwa orang itu sama seperti ku, ia juga memiliki suatu pegangan atau khadam penjaga, sampai-sampai dengan mudah nya memaksa jin tersebut keluar dari tubuh Sila.
Karna hal ini, acara mendaki bukit kami pun di batalkan, dan seluruh murid di wajib kan kembali ke Villa secepat mungkin.
.
.
Setelah seluruh murid kembali ke Vila dan di beri pengarahan oleh panitia untuk langsung menuju ruangan masing-masing, terjadi kehebohan antara murid tentang apa yang terjadi sebelum nya, ternyata kabar indra yang berhubungan intim dengan sila di belakang Villa pun bocor sampai ke murid, walaupun para suhu mencoba untuk menyembunyikan fakta tersebut.
Keesokan pagi nya, seluruh murid di pulangkan, karna tidak mungkin lagi melanjutkan acara setelah apa yang terjadi, kabar nya Suhu indra langsung di keluarkan dari perguruan secara tidak hormat, dan di ketahui bahwa sebenarnya ini adalah ke 4 kali nya dia pernah berhubungan intim dengan murid yang berbeda-beda.
Indra tidak bisa di polisikan, karna dalam kasus nya adalah mereka sama-sama saling suka dan tidak ada unsur paksaan, dan perempuan nya bukan di bawah umur.
Seluruh biaya acara yang telah di bayarkan oleh para murid, di janjikan akan di kembalikan secepatnya.
Beberapa hari setelah acara, Sila keluar dari perguruan, dan sekitar 2 minggu setelah nya, Sila di temukan meninggal dengan meminum racun di dalam kamar nya, karna ternyata dia sudah hamil 3 bulan, di tambah orang tua nya tidak mau anak nya menikahi indra.
__ADS_1
indra sendiri masih bebas berkeliaran sampai saat ini, tidak ada dakwaan atau tuntutan lebih lanjut dari orang tua Sila, karna mereka sudah meng ikhlaskan kepergian Sila.
ya walaupun sebenarnya aku mengirimkan sesuatu ke indra, sebagai hadiah pertemanan :-)