
"Jawaban yang tepat.. Liamm".
___________________________________________
ia memiliki bentuk seekor lipan, namun jumlah kaki nya mungkin 100x lebih banyak dari lipan normal, dan kepala nya lebih mirip semut, dengan mulut yang berbentuk seperti capit, ia juga memiliki 4 mata.
"K..kau Ha..hanesh?". tanya ku grogi.
"ya benar, aku adalah Hannesh" ujar nya.
Secara perlahan, tubuh nya menyusut semakin kecil dan kecil, lalu ia berubah menjadi seorang Wanita yang menawan, ia berpakaian seperti layak nya wanita mesir kuno, dengan kulit berwarna sawo matang, dengan rambut panjang.
Bahkan ketika dia menatap mata ku dengan wujud manusia nya, aku di buat sedikit grogi dengan ke anggunan nya, berbanding terbalik jika mengingat wujud lipan nya.
Ia berjalan perlahan, dan duduk di sebrang meja, tepat di depan ku.
"Ku dengar Aira masih hidup, apa itu benar?". tanya nya.
"Tidak sepenuh nya hidup, namun aku menemukan arwah nya berada di Yumias". ujar ku.
"Yumias.. sebuah alam mysterius yang tepat berada di tengah-tengah antara alam Malakut dan Jabalut". ucap nya.
"kau tau mengenai alam Yumias?". tanya ku.
"tentu.. Yumias juga di sebut sebagai alam surga dan neraka, alam itu di bagi menjadi 2 wilayah, wilayah surga dan juga neraka". ucap nya.
"Maksud mu seperti apa?". tanya ku.
"setengah alam itu hanya berisikan salju dengan suhu yang sangat ekstrem, dan di sisi lain nya, alam itu seperti layak nya neraka, sangatlah panas, kau bahkan bisa menemukan 7 gunung berapi aktif berbaris di daerah neraka itu". jawab nya.
"Aku bertemu Aira di daerah bersalju saat itu". ucap ku.
"Tempat bersalju di alam itu juga di sebut sebagai daerah teraman di sana, biasa nya jin yang tersesat atau secara tidak sengaja memasuki alam itu, akan bersembunyi disana". ujar Hannesh.
"jadi menurut mu Aira tersesat disana? atau dia sedang bersem-- oh iya, dia memang sempat mengatakan bahwa dia memanggil ku sampai kesana, agar tidak diketahui.. namun entah oleh siapa yang dia maksud". ujar ku.
"Dasim.. Aira bersembunyi disana karna tidak ingin keberadaan nya ter endus oleh Dasim". jawab nya.
"Da..dasim? maksud mu iblis Domba itu?". tanya ku kaget.
"ohh kau sudah mengetahui tentang Domba itu, saat ini dia adalah salah satu iblis terkuat di seluruh alam, hanya beberapa iblis yang mampu menandingi nya.. namun itu pun jika hanya berbicara mengenai kekuatan bertarung nya, karna selain kuat, dia juga sangat amat pintar.. Bisa di simpulkan, saat ini dia adalah iblis terkuat yang bahkan sudah melebihi ifrit sekalipun...". ucap Hannesh.
"Lalu apa alasan Aira bersembunyi dari nya?". tanya ku.
"Aira pernah sekali menyebutkan nama nya dengan wajah yang di penuhi oleh ketakutan saat itu, aku bahkan sampai tidak menyangka, seorang dewi tanpa ekspresi seperti diri nya.. bisa memperlihatkan ekspresi ketakutan seperti itu". ujar nya.
"hmm apa ada sangkut paut nya dengan kematian nya". ujar ku.
"entah lah, tapi jujur saja... kematian nya saat itu memang sangat lah terlalu mendadak, namun aku sangat mengingat kalimat terakhir yang ia katakan kepada ku, tepat sebelum ia meninggal saat itu". ucap nya.
"Kalimat seperti apa?". tanya ku yang kian penasaran.
"(Aku tidak mungkin bisa saat ini, bahkan dengan seluruh kekuatan yang telah ku peroleh.. Aku akan pergi, namun tidak untuk waktu yang lama).. itu adalah yang ia katakan terakhir kepada ku". ucap hannesh.
__ADS_1
"Jadi menurut mu Aira memang sengaja mengumpulkan kalian, para iblis dengan kekuatan luar biasa... apa mungkin tujuan Aira adalah untuk mengalahkan Dasim? tapi aku masih di buat bingung dengan hubungan antara mereka berdua". saut ku dengan wajah serius.
"Aku juga belum bisa menemukan alasan Aira begitu takut dengan Dasim, dan apa hubungan antara mereka berdua". jawab nya.
"Seperti nya.. ia memang tidak pernah menceritakannya ke siapa pun". ucap ku.
Terlihat Hannesh mengambil gelas dan meminum nya sampai habis, lalu ia menatap ku dengan tajam.
"lalu liam... mengapa kau juga ingin mengumpulkan para iblis yang sebelum nya pernah bersama dengan Aira?". tanya nya.
"Aku.... sebelum nya aku juga merasa di bingungkan oleh perasaan ku sendiri, mengapa aku ingin mengumpulkan kalian lagi, dan tujuan apa yang sebenarnya ingin ku capai dengan semua kekuatan yang ku miliki.. Namun akhir-akhir ini, aku....aku kembali melihat tujuan ku yang sebelum nya hilang, kini... aku ingin mewujud kan impian Aira, yang sebenarnya aku masih belum tau tujuan apa yang Aira miliki sebenarnya. Tapi.. Aku pasti akan segera menemukan nya". ujar ku membalas tatapan nya.
"Aku adalah iblis pertama yang menjadj pengikut Aira, 15 tahun telah aku menemani nya, namun tidak sekalipun dia pernah berbicara tentang apa yang sebenarnya dia ingin kan.. tapi, dia sempat menyinggung tentang mu saat itu". ucap nya dengan senyum tipis.
"tu-tunggu.. tentang ku? bagaimana bisa, aku bahkan belum ada saat itu". saut ku terkejut.
"dia mengatakan, ( Akan ada pria dari keturunan ku yang akan menyelesaikan perjuangan ku saat ini) ". ujar Hannesh.
Aku menjadi terdiam dan di buat bingung, Aku jadi teringat saat aku bertemu dengan Aira saat itu, dia memang mengatakan hanya aku lah yang bisa membantu nya.
"Tapi maaf liam... seperti nya aku tidak bisa mengikuti mu". ucap nya.
"boleh aku mengetahui alasan nya?". tanya ku.
"Meskipun sahabat ku Dagon sudah mengajak ku, aku tidak bisa... Aku sudah tidak begitu tertarik dengan tujuan Aira semenjam ia pergi meninggalkan kami begitu saja.. Mungkin aku sudah di buat sakit hati karna nya, dan untuk menerus kan perjuangan? aku sudah tidak memiliki minat". jawab nya.
"lalu untuk apa kau memanggil ku kesini?". tanya ku.
"Aku memiliki sedikit harapan bahwa kau bisa menarik minat ku kembali dan bergabung dengan mu.. tapi, seperti nya tidak". ucap nya sembari berdiri.
"apa itu?" tanya nya dengan wajah bingung.
Aku membungkuk kan badan ke arah nya dan mengatakan..
"Terimaksih sudah mau menemani nenek ku yang seperti nya begitu egois itu, dan aku mewakili Aira, sebagai cucu nya untuk meminta maaf atas nama nya". ujar ku dengan kepala tertunduk.
"du..duduk lah dulu, a..aku menjadi meras aneh jika kau melakukan itu". ucap nya dengan grogi.
Aku cukup di kejutkan dengan perubahan sikap nya, padahal sebelumnnya aura intimidasi dari nya begitu kuat ku rasakan, sekarang ia terlihat begitu malu. Lalu aku pun duduk mengikuti permintaan nya.
"Temukan lah..". ujar nya yang enggan melihat ku.
"temukan apa?". tanya ku.
ia melihat ke arah ku sesaat dan langsung membuang wajah nya kembali, seperti seorang gadis pemalu.
"Te..temukan tujuan Aira, dan aku berjanji akan mempertimbangkan untuk mengikuti mu". ucap nya.
"Hmm baiklah, aku akan kembali kesini jika aku sudah menemukan jawaban nya.. kalau begitu aku akan pamit". ucap ku sembari berdiri dari kursi.
"eh mau langsung pulang?". ujar nya.
"eh? memang nya ada apa lagi?". tanya ku bingung.
__ADS_1
"ahh ya..yaudah, aku akan menunggu jawaban mu nanti". ujar nya yang enggan menatap ku.
Setelah perbincangan panjang dengan Hannesh, aku pun pergi dengan sedikit rasa kecewa karna aku tidak bisa membuat nya bergabung dengan ku, setidak nya untuk saat ini.
Sebenarnya aku di buat penasaran dengan perubahan sikap nya tadi, entah apa yang membuat nya seperti itu.
Aku pun keluar kuil dengan mengikuti jalan saat aku kesini tadi, dan segera menemui Dagon yang sudab menunggu ku tepat di pintu keluar komplek kuil ini.
"jangan terlalu di fikirkan". ujar dagon sembari berjalan di samping ku.
"eh.. maksud mu?". tanya ku.
"Hannesh menolak untuk mu bukan? ". ujar dagon.
"ya memang.. tapi dia akan mempertimbangkan nya kembali setelah aku berhasil menemukan tujuan Aira yang sebenarnya". jawab ku.
"apa? kau serius? dia mau mempertimbangkan nya? kau yakin yang kau temui tadi adalah hannesh bukan?". tanya dagon yang terlihat begitu penasaran.
"y..ya tentu aku yakin dia hannesh, ada apa dengan mu? kau seperti begitu terkejut". ucap ku.
"HAHAHAHA... Aku tidak tau bahwa iblis seperti hannesh bisa berubah". ujar nya dengan tawa lebar.
"Selain itu, beberapa saat sebelum aku pergi, tiba-tiba saja sikap nya berubah drastis, seperti seorang gadis pemalu, dia bahkan tidak berani menatap wajah ku lagi.". ucap ku bingung.
"Li..liam... k..kau yakin kan yang kau temui itu hannesh? bukan jin/iblis lain". tanya dagon.
"Ada apa dengan mu sebenarnya, kau begitu aneh... berapa kali aku harus katakan, aku yakin itu adalah hannesh, iblis berbentuk lipan yang merubah tampilan nya menjadi wanita". jawab ku.
Setelah aku mengatakan itu, Dagon hanya menunjukan ekspresi bingung di sepanjang jalan kami untuk pulang, dan sesekali ia kembali memastikan bahwa yang kutemui tadi apakah benar hannesh, aku sampai kesal di buat nya dan memutus kan untuk mendiamkan nya.
.
.
"padahal ga ngapa-ngapain di sana, kenapa pegel banget ya". ujar ku sembari meregangkan badan di atas kasur.
"mungkin karna dalam sebulan ini kau terus bulak-balik ke alam sana Liam". ucap Ketua.
Lalu Dagon kembali muncul dan menanyakan hal yang sudah dia tanyakan puluhan kali.
"Liam apa ka--". ujar dagon terpotong.
"IAAA DAAGONNNNN... kenapa kau tidak bertemu dengan nya untuk memastikan nya". saut ku kesal.
Tiba-tiba saja Adolfo juga ikut muncul dan menanyakan apa yang terjadi, lalu aku menceritakan kepada nya tentang apa saja yang aku bicarakan dengan Hannesh.
"Li..liam.. A...apa kau yakin itu hannesh?". tanya adolfo yang juga penasaran.
"mending kalian bubar deh, dari pada aku pingsan nahan kesel". ujar ku yang muak dengan pertanyaan yang sama.
"tapi ini adalah Hannesh... mengapa aku tidak bisa mempercayai nya, dia adalah iblis yang begitu dingin, aku bahkan selalu di omeli oleh nya jika berbuat aneh dulu...". ujar Adolfo.
"Benarkan? sebelum datang kesana, dia sudah mengatakan kepada ku akan menolak ajakan mu nanti nya... tapi mengapa dia berubah fikiran, dia adalah sahabat ku selama ribuan tahun, aku tidak pernah melihat nya seperti yang kau bicarakan". ujar Dagon.
__ADS_1
Aku yang semakin kesal lebih memilih meninggal kan mereka semua di kamar dan pergi ke taman belakang untuk merebahkan badan di gazebo.
Namun ketika sampai di taman belakang, aku melihat Julian sedang duduk sendirian di gazebo, aku pun menghampiri dan menyapa nya.