Pesugihan Keluarga Ku

Pesugihan Keluarga Ku
Gunung Kawi Part 2


__ADS_3

Setelah penjelasan dari paman, kami pun melanjutkan perjalanan kami, dan menuju sebuah Goa yang belum ku tau lokasinnya dimana.


Kami kembali ke jalan setapak sebelum nya, dan berjalan berlawanan arah dari kuil. Semakin jauh kami berjalan, semakin menanjak juga jalan yang kami telusuri, sampai dimana kami meninggalkan hutan dan terlihat pemandangan yang begitu indah, kami ternyata sedang berada di atas bukit. Aku hampir di buat lupa kalau aku sekarang berada di dunia Ghaib, bahkan aku melihat ada nya burung berterbangan di langit sore.


"Goa nya di bawah sana.. ayo". ajak paman.


Lalu kami berdua secara perlahan menuruni bukit, karna tidak ada nya jalan setapak untuk turun, kami sangat berhati-hati dalam melangkah ketika turun.


Sesampai nya di bawah, aku melihat sebuah Goa yang di dalam nya terdapat banyak sekali obor api..


"Sebelum masuk.. pasang pagar ghaib". ucap paman.


Aku pun menuruti nya dan segera memasang pagar ghaib, setelah itu secara perlahan dan berhati-hati kami langkahkan kaki ke dalam goa, suasana begitu hening, aku bahkan bisa mendengar dengan jelas tetesan-tetesan air yang jatuh dari langit-langit goa, ketika kami sudah cukup dalam, kami melihat ada sebuah tangga turun ke bawah dan obor yang menerangi di sepanjang tangga, aku pun mengikuti paman yang turun ke bawah tangga.


Aku mendengar suara tawa seorang pria dan beberapa anak kecil secara samar-samar, semakin kami turun ke bawah, suara tawa tersebut semakin jelas terdengar, dan sampai lah kami di ujung tangga.


Aku melihat ada sebuah pintu kayu dengan obor di 2 sisi nya, baru paman ingin membuka nya, tiba-tiba saja pintu terbuka sendiri...


"ohh.. ada tamu... selamat datang". terdengar suara pria yang suara nya agak berdengung berat.


Ketika kami memasuki pintu, aku di buat terkejut dengan pemandangan yang ku lihat saat ini, aku melihat Jin berukuran Raksasa dengan gigi nya yang begitu tajam dan besar, dan hanya memiliki 1 mata. Namun bukan itu membuat ku kaget, melainkan aku melihat seekor babi berkepala bayi manusia, yang terus saja tertawa, tidak hanya satu melainkan ada lebih dari 10.


"Salam... dan perkenalkan aku adala--"


"firman... kau kesini mencari benih bukan?". ujar nya yang memotong ucapan paman.


"ohh.. kau sudah mengenalku, benar.. aku sedang mencari Bening berlian terakhir, berwarna kuning". jawab paman dengan senyum.


"kau sangat terkenal di sini, karna kejadian pemberontakan itu.... dan tentang berlian, mengapa kau menginginkan nya?".


tanya mahkluk itu sembari berdiri, saking tinggi nya dia harus membungkuk saat berdiri, karna langit-langit Goa yang tidak cukup tinggi. Mungkin tinggi mahkluk itu mencapai 7-8 meter.


"ohhhh terimkasih atas pujian nya... aku ingin membangkitkan Iblis yang terperangkap di dalam nya". ucap paman.


"ohh sebentar.. seperti nya aku mengenali Aura kenalan ku pada mu nak". ucap nya sembari menengok ke arah ku.


"kenalan mu? siapa itu?". tanya ku kembali.


"Dagon... " ucap nya.


Lalu secara tiba-tiba Dagon pun muncul di samping ku.


"sudah lama.. Baba". ucap Dagon.


"DAGON..... aku sudah sangat lama ingin bertemu lagi dengan mu, mungkin sudah 2000 tahun terakhir kali kita bertemu... sekarang kau mulai tertarik kepada manusia?". ucap nya dengan senyum lebar.

__ADS_1


"ya begitulah... kau semakin bertembah kuat dari terakhir aku melihat mu" Ujar dagon.


"hahaha.. tentu saja, aku mendapatkan banyak sekali tumbal, lihat lah anak-anak babi ke sayangan ku ini... " ucap nya.


Lalu dia mengambil salah satu Babi berkepala Bayi itu dan menelan nya bulat-bulat, aku yang melihat nya langsung di buat mual.


"Kau mau Dagon? ini akan meningkatkan Kanuragan mu". ucap nya sembari mengulurkan tangan yang berisi babi yang lain nya.


"Tidak.. kau seharus nya masih mengingat bahwa aku tidak menyukai pertumbalan... Aku akan bertambah kuat dengan cara ku sendiri". ucapnya menolak.


"hahaha tentu aku ingat... aku hanya menawarkan". ucap nya ya sembari menelan babi lain nya.


"Lalu bagaimana dengan Benih, kau memiliki nya?". tanya paman menyela obrolan mereka.


Lalu Raksasa bernama Baba itu menggeser sebuah batu yang sangat besar, yang terdapat di pinggir pojok Goa, dan terlihatlah cahaya kuning yang berasal dari Berlian yang di inginkan Paman.


"Ambillah.. aku sudah tidak membutuhkan nya, lagi pula aku sudah sangat senang karna bisa bertemu lagi dengan teman lama ku hahaha". ucap nya dengan tawa di akhir.


"Lucky". gumam paman.


"Aku pernah sekali melihat sosok iblis apa yang tersegel di benih itu, hanya dengan melihat nya dari kejauhan saja, sudah membuat ku begitu takut dan tidak berani mendekati nya... bahkan Aku dan Dagon hanyalah seperti seekor belalang jika di bandingkan dengan nya". ucap baba.


"Aku tau.. aku membutuhkan kekuatan nya untuk mengimbangi Prabu Kamesan, iblis berwujud manusia itu... ku dengar mereka sudah bertarung selama ribuan tahun sebelum nya, dan karna sang Prabu sudah menyegelnya, aku tidak bisa membayangkan seberapa besar rasa dendam nya setelah ku bangkitkan nanti". ujar paman dengan senyum licik.


"mengimbangi? jangan buat aku tertawa... mungkin kalian mendengar cerita yang berbeda atau tidak mungkin lengkap, asal kalian tau... Prabu itu di bantu oleh ratusan jin peliharaan nya, hanya untuk mengimbangi Iblis yang tersegel itu..". ucap Baba dengan wajah serius.


"3 mahkluk terkuat di gunung ini memiliki Hak yang sama untuk menjaga benih ini... awal nya batu berwarna Merah berada di tangan prabu, namun... Ratu kera itu mencuri nya, dan sempat terjadi peperangan antara mereka berdua... Lalu dia menyembunyikan Benih itu di suatu tempat agar tidak di temukan oleh Prabu.. Karna ketiga benih ini selain untuk melepas segel, benih ini juga memiliki energi sendiri-sendiri seperti Merah untuk Patigaman, Hijau untuk Asyifa dan Kuning untuk At-Thufa.... Dan pemilik nya akan di karuniai oleh Berkah benih itu". ujar nya panjang lebar.


"Lalu mengapa kau memberikan nya semudah ini kepada kami?" tanya ku kembali.


"Aku sudah tidak begitu mempedulikan kekuasaan, aku hanya ingin hidup tenang di dalam gua ini... dan hanya memanfaatkan tumbal-tumbal ku untuk menambah energi". ucap nya.


"Satu lagi...lalu bagaiamana caranya kita bisa melepaskan segel ini?" tanya paman.


"Pergilah ke barat dari sini... maka kau akan menemukan sebuah pohon dengan tulisan Sansekerta yang begitu banyak terukir di pohon itu... Tanamkan ketiga benih itu di dekat pohon tersebut, lalu sebutkan nama iblis itu sebanyak 77x, selain itu kalian membutuh kan 3 tumbal...". ucap nya.


"3 tumbal? apakah ada pesyaratan khusus mengenai tumbal nya? seperti anak kecil, pria, wanita atau?" tanya paman kembali.


"tumbal nya bukan lah manusia.... melainkan Jin". ucap nya.


"hah? aku baru tau jin bisa di tumbal kan, atau jin bisa mati". tanya ku penasaran.


"jin bisa mati nak... hanya Iblis lah yang dapat hidup selama nya, menurut kenalan ku.. Iblis memiliki umur yang memang di tangguh kan sampai hari kiamat nanti, sedangkan Jin dapat mati sebelum hari kiamat". ucap nya.


Aku pun cukup terkejut mendengar ucapan nya, karna yang ku tau selama ini, Jin itu tidak akan bisa mati sampai akhir kiamat datang.

__ADS_1


Tidak ingin membuang banyak waktu, kami pun izin pergi untuk melanjutkan perjalanan, dan tidak lupa paman menanyakan nama lengkap iblis yang tersegel ini sebelum kami pergi kepada nya.


"lalu dimana kita akan mencari tumbal nya?" tanya ku.


"hmmm aku ingin menggunakan khadam kita, tapi akan di sayan---... tunggu... aku tau dimana harus menemukan nya" ucap paman dengan ciri khas senyum licik nya.


Lalu kami pun berjalan menaiki bukit dan kembali ke jalan setapak tadi.


"ini bukan nya arah ke kuil ratu kera tadi?" tanya ku.


"memang iya". jawab paman.


"heh??". saut ku bingung


Sampailah kami di depan Kuil, dan terlihat Ratu dan wanit tadi masih berada di posisi sebelum nya, lalu Paman meminta ku untuk memanggil Dagon dan membawa mereka berdua dan 1 Kera yang sempat terpental akibat pukulan Dagon sebelum nya.


Lalu dagon memanggul Kera besar itu dan menyeret kepala Ratu dan Adik perempuan nya untuk kami tumbalkan.


"om.. ini ga keterlaluan?" tanya ku ragu.


"ketika kamu sudah menentukan tujuan mu, maka rasa ragu atau perasaan setengah-setengah hanya akan menghambat mu liam". ucap paman sembari merangkul ku.


Setelah itu kami pun berjalan ke arah barat, dimana untuk menemukan pohon yang tadi raksasa itu katakan, kami pun menyusuri lebat nya hutan cukup lama. Di tengah perjalanan aku beberapa kali melihat Kuntilanak duduk di atas ranting pohon, dan juga beberapa jin berbentuk aneh lain nya, mereka hanya melihat ke arah kami dan tidak melakukan apa pun.


Dan tibahlah kami di depan pohon yang sedang kami cari, dan benar kata raksasa itu, aku melihat banyak sekali tulisan sansekerta terukir di seluruh kulit pohon, dan warna daun nya... aku baru menyadari, di dalam hutan ini, hanya pohon ini lah yang daun nya berwarna abu-abu.. bukan coklat atau pun hijau.


Lalu aku pun mengubur ketiga batu tepat di bawah pohon, namun baru saja aku selesai menaruh batu itu, tiba-tiba saja angin kencang datang, seperti memperingati kami bahwa sesuatu akan terjadi... Lalu Paman meminta Dagon untuk melemparkan ketiga Tumbal yang dia bawa ke dekat pohon.


Di mulai lah ritual pemanggilan nya, Paman duduk bersila dan membacakan nama Iblis yang tersegel di pohon ini sebanyak 77x dan tidak lupa memberitau tentang pengorbanan ketiga jin untuk di tumbalkan...


Paman membaca nama nya cukup keras, setiap kali nama itu di sebutkan, seolah semakin kencang angin yang menerjang kami, dan ketika sudah melebihi 50 kali sebutan, kami mulai merasakan gempa bumi, namun tidak begitu kuat... Lalu ketika sebutan nya sudah mencapai 70 kali, gempa nya semakin kencang dan kencang, lalu aku mendengar suara Auman yang begitu melengking di kuping ku, namun aku tidak tau suara apa ini.. bukan harimau atau pun sejenis nya, aku baru kali ini mendengar nya...


Paman ku begitu fokus dan sama sekali tidak memperdulikan tentang apa yang terjadi di sekitar nya, sampai... paman selesai menyebutkan nama nya sebanyak 77x...


Tiba-tiba seluruh kejadian aneh tadi berhenti secara serentak, angin dan gempa yang sebelum nya seperti membabi buta, sekarang seperti tidak terjadi apa-apa, bahkan lengkingan suara yang tadi ku dengar pun ikut berhenti.... Dan suasana begitu hening untuk beberapa saat.....


Sampai aku melihat sebuah tangan berwarna hitam keluar dari tanah... tempat dimana aku mengubur ketiga benih tadi...


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2