Pesugihan Keluarga Ku

Pesugihan Keluarga Ku
Asmodeus & Segel


__ADS_3

"Hentilan kalian berdua.....". ucap mahkluk yang baru saja datang.


Mahkluk yang baru saja datang berbentuk begitu mengerikan, memiliki 3 kepala, kepala pertama adalah kepala manusia yang tidak memiliki rambut, dan juga terlihat seperti orang tua.. lalu kepala kedua adalah kepala banteng, dan yang ketiga adalah kepala ular.


ia memiliki tubuh buncit, dan kaki nya, kaki nya seperti domba dan memiliki sayap seperti kelelawar, di tambah dengan buntut bersisik seperti ular.


Aku beluk pernah melihat mahkluk mengerikan seperti itu sebelum nya.


"Asmodeus... itu adalah asmodeus". ujar Adofo sembari mencoba berdiri.


"maksud mu asmodeus yang sering muncul dalam cerita-cerita?". tanya ku.


"Aku tidak tau cerita apa yang kau maksud.. tapi mahkluk itu adalah asmodeus". ujar nya kembali.


Lalu terlihat Asmodeus turun perlahan menghampiri azazel dan juga Dasim.


"Hentikan pertarungan bodoh ini". ucap asmo.


"asmo.. untuk apa kau kemari? kau juga ingij mati?". ujar azazel.


"aku mungkin yang terlemah di antara kita bertiga, tapi aku tidak akan diam jika kalian ingin mengulangi peperangan mengerikan itu sekarang". ujar asmo sembari mendekat.


"dengarkan lah orang tua ini azz". satu Dasim.


"lagi pula tidak biasa nya aku melihat mu seperti ini azz.. turun tangan sendiri hanya untuk membunuh manusia, dan semua itu kau lakukan hanya untuk budak mu". ujar Asmo.


"ohh kamuzu mu yang menginginkan charless dan Liam mati? jika orang lain mungkin aku tidak perduli, tapi jika orang-orang ku, aku tidak akan diam". saut kembali dasim.


"Kau juga Dasim... aku tidak tau apa yang sedang kau rencana kan, tapi berhentilah memanas-manasi azazel". ujar Asmos mennatap dasim.


*Paaaakkkkk*


Tiba-tiba saja Asmo menepuk kedua tangan nya, dan munculah sebuah lingkaran besar di atas nya, perlahan lingkaran itu menutupi mereka bertiga.


"kau ingin membawa ku dengan paksa?". tanya Azazel.


"Mari kita bicara di tempat lain azz". saut Asmo.


"yoo liam.. sampai jumpa". ujar Dasim sembari melambaikan tangan ke arah ku.


Setelah lingkarang besar itu menelan mereka bertiga, lingkaran tersebut pun ikut menghilang bersama nya. Ternyata itu adalah sebuah gerbang.


.


.


Setelah itu aku memutuskan untuk meninggalkan mobil ku di pinggir jalan, dan menelfon taksi untuk pulang, karna kaki dan tangan ku begitu lemas setelah kejadian barusan.

__ADS_1


Sesampai nya di rumah, aku langsung merebahkan badan di kasur..


"Betapa beruntung nya diri mu liam, dapat melihat 3 Raja sekaligus". ujar Dagon.


"hahh? kau bilang itu beruntung? aku hampir mati karna nya". saut ku


"yang terpenting sekarang kau baik-baik saja". saut dagon kembali.


"hahhh........ ngomong-ngomong apa itu 3 raja yang tadi kau sebutkan?". tanya ku.


"sesuai nama nya.. mereka adalah Raja iblis saat ini, biasa nya posisi raja akan terus berganti seiring waktu karna perebutan kekuasaan ... namun mereka bertiga belum pernah tergantikan lebih dari 3000 tahun lama nya". saut nya.


"memang nya apa keuntungan nya menjadi raja?". tanya ku.


"ada sebuah tempat di Alam Jabalut, yang di kenal sebagai Kediaman Empusa, jika kau menjadi raja kau dapat mengakses tempat itu sesuka mu, aku tidak tau pasti apa yang berada di dalam sana... namun aku pernah mendengar, terdapat banyak sekali Siren dan Manticore yang menjaga nya". ujar Dagon.


"ohhh... lalu mengapa kau tidak mencoba untuk menjadi raja iblis?". tanya ku.


"kau tadi melihat nya sendiri tadi, hanya dengan hembusan angin dari tepisan tangan azazel saja.. sudah hampir menghancurkan setengah badan ku...". saut Dagon.


"benar juga... melihat kekuatan nya saja aku merasa dia sudah berada di level yang berbeda, berarti seperti kata Dasim, bahwa Azazel lah iblis terkuat saat ini?". tanya ku.


"untuk saat ini iya... namun dulu pernah di katakan ada iblis yang mampu mengimbangi nya dalam pertarungan 1 vs 1". ujar Dagon.


"oyaa? siapa? lalu dimana keberadaan nya sekarang". tanya ku penasaran.


Ketika sedang mengobrol dengan Dagon, aku tiba-tiba teringat benda yang ku minta bawakan oleh Tetua, aku pun langsung mengajak mereka untuk ke tempat Ratu Kenjeran, karna di sana kami bisa mengobril dengan bebas tanpa sepengetahuan Bile.


.


.


"untung saja kau selamat Liam". ujar Ratu yang ikut bergabung dalam perbincangan.


"ya Dasim menyelamatkan ku di detik-detik terakhir". jawab ku.


Aku, Ratu, Dagon, Adofo dan Tetua sedang duduk bersama di kamar Ratu kenjeran.


"maksud mu Dasim si iblis domba itu? ba..bagaimana bisa?". tanya Ratu terkejut.


"dia sempat mengatakan kalau aku adalah aktor utama dalam rencana nya, aku sendiri tidak mengerti maksud nya... lalu yang aku yakini juga, sebenarnya dialah yang menjadi junjungan pesugihan keluarga ku selama ini". jawab ku.


"hmm.... berarti, Aira selama ini bersembunyi dari sosok nya?". tanya Ratu kembali.


"Bisa jadi... Melihat sosok Dasim yang berani menantang Azazel membuat ku merinding, lalu apa alasan Aira bersembunyi dari nya?". saut adofo.


"itu yang masih aku fikirkan... ngomong-ngomong tentang 3 Raja tadi, apakah mereka bertiga adalah yang terkuat sekarang?". tanya ku melihat Dagon.

__ADS_1


"aku sangat yakin iya...". jawab Dagon


"di alam jabalut banyak sekali iblis kuat saling bersekutu, untuk mengumpulkan kekuatan... contoh nya adalah Haridra dia termasuk dalam sekte 12 iblis penguasa laut dalam, dan tidak sedikit juga para iblis yang memilih untuk bergabung dengan salah satu dari ketiga Raja...


biasa nya posisi kekuatan di jabalut akan terus berotasi, namun seperti yang di katakan oleh dagon sebelum nya, ke 3 raja itu terlalu mendominasi karna sudah berkuasa lebih dari 3000 tahun.". jawab Adofo.


"Ohh ya.. aku sedikit di buat penasaran tentang perang surga yang mereka katakan sebelum nya, perang apa itu?". tanya ku kembali.


"Aku tidak begitu tau, begitu juga Dagon... karna kami berdua tidak ikut berpartisipasi di dalam nya, Hanesh adalah iblis yang tepat untuk kau tanyakan, karna dia ikut di dalam perang itu". jawab Adofo.


"Hanesh kah.. aku harap aku bisa bertemu lagi dengan nya". saut ku.


Lalu terlihat Tetua mengeluarkan sebuah batu berbentuk bulat, berwarna putih susu dengan ukuran cukup kecil.


"Liam.. ini mustika yang kau minta". ujar Tetua sembari menyodorkan mustika tersebut.


"ohh terimakasih". jawab ku.


"ohh itu kah barang yang selama ini kau suruh Tetua cari? seperti nya aku pernah melihat nya". ucap Dagon.


"ya ini adalah Rijalul Ghaib, salah satu mustika pelindung terbaik, akan ku jadikan mustika ini sebagai penghias cincin". saut ku


"cincin? bukan kah kau tidak suka memakai aksesoris semacam itu?". tanya dagon kembali.


"Bukan untuk ku, tapi untuk Ai.. karna semakin kesini, aku merasa bahaya terus mengintai ku, takut nya.. orang-orang terdekat ku malah akan terkena imbas nya, terutama Ai yang tidak tau apa-apa, jadi aku akan memberikan ini kepada nya sebagai pelindung untuk jaga-jaga". jawab ku menerangkan.


"lalu apa rencana mu untuk kedepannya Liam?". tanya Dagon.


"hal yang pertama ingin aku lakukan tentu nya membokar rahasia kalung ini, kalung pemberian Aira... untuk itu, aku masih harus bersabar dan menungggu kabar selanjutnya dari Jessica... selain kalung ini, aku juga masih di buat pusing mengenak sebuah segel yang pernah aku ceritakan kepada kalian". saut ku.


"ohhh ya.. jin di dalam mimpu memberitau kau hanya memiliki waktu hingga 7 tahun". jawab Dagon.


"ya itu". saut ku.


"Liam.. apa mungkin, segel yang di maksud oleh jin di dalam mimpimu itu ada hubungan nya dengan Kalung pemberian Aira". ujar Adofo.


"Hubungan nya? ahh... ya aku baru saja terfikirkan, kalian pasti ingat pertarungan ku dengan Alundra bukan? ada moment dimana aku seperti kesurupan, dan setelah itu aku tidak sadarkan diri...


Karna setelah kejadian itu, muncul retakan kecil pada kalung ini, apa mungkin benar kalau segel yang Sezen maksud adalah Kalung ini, namun dia tidak berani mengatakan nya karna di ancam?


Maksud ku, jika saja aku tidak berhasil memecahkan segel dalam waktu 7 tahun, Sezen berkata kalau dia yang akan menguasai ku, dan sebalik nya, jika aku berhasil membuka segel tersebut sebelum 7 tahun, maka aku yang akan berhasil menguasai nya..


Tapi aku tidak tau, siapa atau apa yang berada di dalam kalung ini". ujar ku panjang lebar.


"masuk akal bukan... Aku ingat saat ada aura merah memaksa masuk kedalam tubuh mu, dan kebetulan kalung tersebur juga berwarna merah.. Tapi kalau di tanya mahkluk apa yang sebenarnya mengisi kalung tersebut, kita belum bisa memastikan nya". jawab Adofo.


"hahhhh.... aku harap Jessica dapat memberitauku informasi sedikit lebih cepat". eluh ku sembari merebahkan badan di meja.

__ADS_1


__ADS_2