Phantasy The Animation

Phantasy The Animation
PETUALANGAN ANEH II "DUNIA 7 NEGARA 7 PENGUASA IBLIS"


__ADS_3

Amber dan Kiana berjalan menuju kota Mondstadt, tibalah mereka di depan gerbang kota, yang dijaga oleh 2 pengawal, menanyakan identitas Kiana.


"Salam Amber! Disampingmu siapa dia?"


"Yo! Dia Kiana, dia seorang petualang. Dia mau bertemu sama Katheryne, bisa kalian lewati aja?"


"Yah kalo dia sama Amber, kita izinkan"


"Ya, selamat datang di kota Mondstadt!"


"Ayo Kiana, kita masuk dan cari Katheryne"


"Terima kasih!"


Mereka diizinkan masuk oleh kedua pengawal kota, lalu sesampainya melewati pos pengawal, dirinya merasakan angin sepoi mengenang akan dirinya pernah datang ke tempat seperti ini. Melihat sekeliling seperti berada di dunia Raiden Ei berasal, lalu Kiana mencoba menanyakan tentang negeri Inazuma.


"Nah... Amber, apa kamu tahu negeri Inazuma?"


"Oh... maaf, aku tidak tahu. Yang ku tahu cuman negeri gurun pasir, karena ada temanku kini tinggal disana. Ah coba nanti kamu tanyakan kepada Lisa atau Katheryne mungkin mereka tahu tentang Inazuma"


"Terima kasih Amber, omong-omong teman kamu yang di gurun pasir itu, negeri apa itu?"


"Etto... Lisa menyebutnya sebagai negeri Akademiya, tapi orang-orang banyak mengenal dengan sebutan negeri Sumeru. Negeri yang memiliki gurun pasir dan tanah hijau, Ah kalau kamu mau pergi ke Sumeru, sebaiknya kamu bertanya ke Lisa dulu. Lisa ada di Perpustakaan Ksatria Favonius, bersama ketua Jean Ksatria Favonius tinggal."


"Oh... terima kasih banyak Amber, kamu sudah memberitahu banyak hal"


"Ya gak apa-apa, aku senang membantu orang lain. Jaa... karena kita sudah sampai, Katheryne dia Kiana ingin memperbaharui kartu lisensi petualangannya sepertinya juga hilang. Bisa kamu bikinkan baru Katheryne?"


"Oh... selamat datang di Adventurers Guild, Ad astra abyssosque! Tentu bisa kok, silahkan isi formulir berikut" dia menyerahkan formulir kepada Kiana, lalu Amber ingin meninggalkan dirinya bersama Katheryne.


<Adventurers Guild adalah tempat para mereka dengan bangga berkata bahwa mereka dengan berani menjelajahi "bintang-bintang di langit sampai jurang terdalam". Faktanya, pekerjaan mereka bervariasi dari mencari kucing sampai ke menelusuri Labirin dan Medan. Baik menatap langit ataupun neraka, mereka tetap harus serius dalam bekerja.>


"Nah... Kiana, aku ada sedikit urusan dan harus melapor kembali ke kantor Favonius. Jika ada masalah, silahkan tanyakan saja sama Katheryne, dia bisa membantu kamu kok. Ja... sampai jumpa lagi!"


Kiana pun selesai mengisi fomulir yang diberikan oleh Katheryne, dan mengembalikannya lagi.


"Nih, sudah ku isi formulirnya. Omong-omong, apa kamu kenal Raiden Ei?"


"Terima kasih sudah mengisi fomulir, baik akan kita proses segera. Mohon tunggu sebentar"


Katheryne membalikan badan, masuk ke ruangan dimana formulir itu diproses. Dan 1 jam kemudian, Katheryne kembali ke meja resepsionisnya.


"Terima kasih sudah menunggu, ini lisensi kamu sudah kami buat. Silahkan dicek kembali, apa sudah benar-benar dengan data-data yang kamu isi."


"Oh... ya semua sudah benar, terimakasih. Tadi kamu belum sempat menjawab pertanyaanku, sekaligus apa ada pekerjaan yang cocok untuk ku? Aku ingin mencobanya, setidaknya butuh duit buat makan hari ini"


"Silahkan cek papan pekerjaan samping kanan kamu, disitu semua tertera segala informasi mengenai pekerjaan kamu. Kita tidak memandang adanya peringkat, justru sanggup atau tidak sanggup, namun kalau gagal akan kita kenakan sanksi, kalau berhasil akan diberikan sedikit kompensasi sebagai tambahan. Terimakasih sudah mendaftar menjadi petualang, semoga karir kamu membaik! Ad Astra Abyssosque!"


Kiana merasa kesal pertanyaan tentang Raiden Ei diabaikan gitu aja, dia mengeluarkan dual pistol nya menodong ke leher Katheryne.


"Jadi, kamu kenal Raiden Ei gak? Pistolku melesat lebih cepat daripada teriakan kamu atau pengawal kota, silahkan pilih!"


"Hu.... baik, iya saya tahu sedikit tentangnya. Dia penguasa iblis negeri Inazuma, memiliki visi mencari keabadian yang membuat dia tidak pernah nampak di permukaan, dia penguasa elemen petir yang membuat negeri Inazuma terisolasi dan memutus hubungan kerja sama dan perdagangan juga Adventurers Guild di Inazuma tidak bisa dihubungi. Apa ini sudah cukup? Yang ku tahu cuman ini, kamu bisa bertanya kepada Jean atau Lisa atau Lelaki dari Liyue atau Pengamen Jalanan"


Lalu Kiana sedikit lega mengetahuinya, menurunkan pistolnya dan menyembunyikannya. Mengambil secarik kertas yang berisi pekerjaan, dengan bayaran 50ribu Mora. Pekerjaan untuk membasmi monster Hilichurls di daerah Wolvendom, provinsi Windwail Highland.


Kiana sedikit tahu tentang dunia ini, karena Raiden Mei pernah menceritakannya kepada Kiana tentang keluarga Raiden.


Sedangkan disisi lain, Minamiya Natsuki dan Maple tiba di dunia Morgiana berada.


"Akhirnya kita sampai, semoga kita segera menemukannya"


"Ya harus itu, hehe tapi Morgiana adalah orang yang sangat kuat. Jadi dia pasti baik-baik saja."


"Ku harap begitu, Maple. Semoga dia baik-baik saja"


Mereka berdua tiba di kota Midgar, mencari keberadaan Morgiana sambil mengisi perut mereka di Toko Kue yang pernah Morgiana dkk makan disitu.


"..."


Kiana pergi ke Wolvendom, membasmi monster-monster terkutuk yang sukanya joget hula-hula gak jelas. Dengan rasa kesalnya, dia kembali ke tempat guild di kota Mondstadt sambil menyerahkan rincian pekerjaannya sudah selesai kepada Katheryne.


"Nah... sudah selesai ku basmi, silahkan konfirmasikan!"


"Oke... tunggu sebentar" Katheryne menganalisa rincian itu dan mengkonfirmasikan selesai.


"Baik, kerja bagus Kiana! Kamu hebat! Silahkan ambil hadiah pekerjaan dan hadiah tambahan dari guild. Kami mengharapkan sepak terjang kamu Kiana! Semoga Tuan Barsibatos memberkatimu!"


"Ya, lumayan banyak tapi terima kasih"


"Barsibatos? Bukannya Barbatos ya!? Aneh...!" Memikirkan perkataan Katheryne yang menganggap agak keliru atau berbeda dari yang pernah diceritakan.


Kembali dirinya, mencari sebuah penginapan terdekat namun justru mendengar suara lantunan yang sedikit menyejukan angin malam di bawah patung Penguasa Mondstadt. Kiana menghampiri pemusik itu, sambil menyapa dia.


"Hai! Musik kamu lumayan juga, belajar darimana?"


"Hm... oh! Ya aku sangat suka sekali musik, tapi musik ku ini sembari membawakan Puisi yang artinya Puisi Musik. Bukan hanya sekedar puisi ataupun sekedar musik, tehe..."


"Nama mu siapa? Perkenalkan namaku Kiana Kaslana!"

__ADS_1


"Hehe salam kenal Kiana! Aku, Venti"


"Salam kenal juga! Kurasa Ventilasi lebih cocok untukmu hahaha...."


"Heeee... hahaha, bisa aja kamu ini"


Canda tawa mereka berdua mencairkan suasana malam semakin sejuk.


"Ohya, aku sedang cari tempat penginapan. Apa kamu tahu dimana lokasinya?"


"Hm... yang ku tahu cuman tempat bar tehe..."


"Lah... kamu suka minum bir dan minuman keras ya? Berarti pemabok kamu itu"


"Tehe... jadi ketahuan, tehe..."


"Bisa kamu diam mengunakan tehe?! Rasanya terdengar menjijikan di telingaku!"


"Loh?! Hahahaha... ini ciri khas karakteristik ku, jadi gak mungkin ku buang tehe..."


Lagi lagi canda tawa mereka mencairkan suasana, yang akhirnya si Venti membawa Kiana ke tempat Bar dengan nama 'Angel's Share' yang dimaksudkan untuk mencari informasi adalah pilihan yang tepat mungkin.


<Angel's Share adalah Kedai anggur bersejarah ini dibangun dengan sponsor dari Dawn Winery. Dari penjelasan Charles si bartender, di ruang bawah tanah, anggur di dalam tong kayu akan berkurang sedikit karena mengalami penguapan lalu merembes ke papan tong kayu. Para pembuat anggur kemudian menyebutnya "telah diambil oleh para malaikat". Anggur yang tersisa pun disebut sebagai: Angel's Share.>


"Sa... saa.. saa, silahkan duduk Kiana. Kita sampai di Bar, apa yang kamu ingin pesan?"


"Aku... tidak dulu, mungkin secangkir kopi caffe late "


"Master! Wind Cocktail dan Kopi caffe late"


"Haiyo... ditunggu sebentar!" Master Bar menyiapkan minuman untuk Venti dan Kiana.


"Tehe... aku mau konser kecil dulu disini, biasa aku kan gak bawa Mora. Jadi harus konser kecil sambil menunggu minuman siap, tehe..."


"Hah?! Dasar Pengamen Jalanan!"


Venti pun memulai Puisi Musik nya, menjelaskan dan menceritakan tentang 'Pertemuan Rahasia sang Angin'.


...*Setelah melewati pembangunan 1.600 tahun lamanya, (kebebasan) Mondstadt telah tenggelam ke titik terendah hingga tak terlihat lagi. Barbatos pergi karena dia tidak ingin menjadi seorang tiran. Dia tidak pernah membayangkan bahwa orang-orang yang diberi kebebasan malah akan menjadi tiran....


...Mondtsadt diperintah oleh orang-orang yang kejam, membawa perbudakan ke negeri ini dan mengabaikan tangisan kaum tertindas....


...Setelah 1.600 tahun kemudian, Penguasa Angin kembali ke kota kebebasan ini. Dia mendengar teriakan budak Vanessa, dan bersama-sama dengannya membangun pemberontakan yang menggulingkan pemerintahan.*...


Gemuruh tepuk tangan menghiasi ruangan Bar, dan membuat Puisi Musik semakin bagus. Namun Kiana mencoba meminta Venti untuk menceritakan Raiden Shogun.


"Bagus sekali! Bisa kamu ceritakan tentang Raiden Shogun?"


Venti memulai lagi Puisi Musiknya menceritakan tentang 'Narukami Ogosho, Penguasa Keabadian dan Inazuma'.


...*Sejak lahir, orang memiliki visi dan rasa keingintahuan yang kuat terhadap dunia. Ini merupakan dasar dari rasionalitas dan pengetahuan orang akan dunia....


...Hal ini pula yang terdapat di dalam dunia orang-orang Inazuma. Angin, hujan, guntur dan kilat, langit dan laut, juga "RAIDEN SHOGUN"... semuanya sudah ada di Inazuma sedari dulu....


...Anak laki-laki mendengarkan kisah sebelum tidur, kisah yang diceritakan oleh ibunya tentang sang Shogun yang mengalahkan dewa dengan cara memenggalnya....


...Gadis muda berjalan ke seluruh penjuru pulau dan dilihatnyalah ngarai yang terbentuk dari tebasan guntur, beserta tulang ular pucat yang tertancap tegak di dalam hutan....


...Prajurit bergegas maju ke garis pertempuran, sembari meneriakkan "Demi kemuliaan Shogun dan pemerintahannya yang kekal."...


...Orang-orang hidup dan bekerja dalam situasi yang aman dan tentram, dan hal yang senantiasa melekat di dalam hati mereka adalah Shogun dan Tri-Commission yang selalu setia yang berada di bawahnya....


...Reputasi "RAIDEN SHOGUN" telah lama melampaui belenggu kehidupan, dan telah menjelma sebagai kepercayaan yang dianut oleh Inazuma selamanya....


...Di bawah reputasi dan kekuatan ini, masuk akal bagi orang-orang untuk mempercayai bahwa keturunan mereka nantinya juga dapat menyaksikan pemandangan yang sama, membangun dunia dengan keyakinan yang sama di dalam hati mereka, dan seterusnya melanjutkan warisan ini....


...Inilah... tanah keabadian yang dijanjikan oleh sang Shogun.*...


Seruan tepuk tangan akan cerita tentang Raiden Shogun, membuat suasana di dalam Bar semakin meriah berkat Puisi Musik si Venti Pengamen Jalanan.


Kiana sedikit memaklumi cerita tersebut, karena pernah merasa mendengar cerita itu seperti cerita umat kristiani yang menceritakan Tanah Yang Dijanjikan oleh Tuhan untuk Yahudi. Namun tetap memuji si Pengamen Jalanan atas performanya, yang akhirnya pesanan minuman mereka selesai dibuat.


"Oii Pengamen Jalanan, minuman kamu dah siap ini!"


"Oya...? Oke aku kesitu, terima kasih semuanya sudah mendengarkan syairan ku, tehe..."


Venti menghampiri tempat duduk si Kiana, yang tersedia segelas minuman Wind Cocktail nya.


"Jadi gimana menurutmu? Mengapa kamu ingin tahu tentang Raiden Shogun? Sebenarnya aku kurang paham tentang dirinya, dan jarang sekali bertemu dengannya. Hehe... mungkin pustakawan Lisa tahu tentang dia, karena Lisa juga gadis muda nan montok, cerdas dalam sejarahwan. Mungkin kamu akan menemukan sesuatu, jika kamu berjumpa"


"Hm... nanti coba ku tanyakan ke Amber"


"Ah... kalau kamu masih mencari penginapan, kamu dapat pergi ke barat kota. Melewati gerbang utama yang dijaga oleh dua pengawal, melewati penempa besi, dan berbelok sedikit ke kanan, dan disitu kamu akan menemukan penginapan"


Venti teringat akan penginapan dulunya, memberitahukan ke Kiana, yang mana keadaan dirinya semakin mabuk gak karuan dan cegukan *hiks... hiks... hiks...* setiap dia bicara.


"Terimakasih, aku kesana sekarang. Sampai jumpa lagi!" Meninggalkan beberapa koin Mora untuk bayar pesanan minuman mereka berdua, beranjak mengarah ke barat kota mencari penginapan itu berada.


Tidak mau ambil pusing, Kiana meminta pengawal gerbang untuk menemaninya menuju penginapan itu berada.

__ADS_1


"Terima kasih! Ini ku kasih tip untukmu"


"Oh! Tak perlu, kita sebagai Ksatria Favonius senang membantu orang lain" si pengawal menolak tip itu sembari melemparkan senyumannya, lalu balik ke pos dia berada. Dan Kiana bermalam di penginapan yang disarankan oleh Venti.


Keesokan harinya, Kiana ingin berjumpa dengan pustakawan Lisa yang katanya ada di kantor Ksatria Favonius. Mengarah ke utara dari penginapan Kiana bermalam, dan berjumpa dengan di depan pintu kantor terlihat dua pengawal.


<Ksatria Favonius adalah Organisasi yang terbentuk dengan mengemban dua tugas utama, yaitu melindungi rakyat Mondstadt, dan melindungi ajaran "Kebebasan" oleh Penguasa Angin yang juga merupakan fondasi Mondstadt. Meskipun setiap anggotanya disebut "Ksatria", tetapi gelar tersebut bukan diberikan oleh pihak kerajaan, melainkan diperoleh dengan menjalankan tugas mulia mereka dengan sepenuh hati.>


"Halo... aku ingin berjumpa dengan pustakawan Lisa, apa dia ada di dalam?"


"Ada kakanda Lisa di dalam ruang perpustakaan, bisa kamu unjukan kartu identitas kamu?"


Sambil menunjukannya kartu lisensi petualang ke mereka.


"Tentu, silahkan... gimana?"


"Oh, kamu seorang petualang ya. Silahkan masuk, pintu perpustakaan sebelah kanan. Kakanda Lisa di meja resepsionisnya"


Kiana masuk ke dalam kantor Ksatria Favonius, terlihat satu pengawal di depan pintu perpustakaan, yang katanya ada disebelah kanan.


"Halo, apa disini perpustakaannya? Apa Pustakawan Lisa ada di dalam?"


"Oh... ya kakanda Lisa ada di dalam, silahkan masuk... dan kakanda di resepsionisnya"


"Oke terimakasih"


Kiana membuka pintunya, berjalan pelan menengok ke kanan, terlihat gadis montok dengan mengenakan topi penyihir di kepalanya.


"Hai... apa kamu Pustakawan Lisa?"


"Oh... apa kamu ingin meminjam buku atau mengembalikan?"


"Ah. Tidak tidak, perkenalkan namaku Kiana Kaslana. Aku ingin mencari informasi tentang Raiden Shogun, atau Raiden Ei ataupun Raiden Makoto."


"Hm.... kenapa? Hm..."


"Eh... bisa kamu beritahu aku tentang Raiden?"


"Ya boleh saja, tapi kenapa? Itu saja alasanku"


"Oke, baiklah. Sebenarnya, aku ini salah satu kawan mereka yang pernah hidup bersama mereka."


"Ha?! Sungguh? Jangan bodoh, usia manusia tidak bisa hidup lebih dari 500 tahun lebih, haha."


"Ya aku tahu, makanya aku salah satu dari mereka"


"Baik aku paham, akan ku jelaskan tentang Raiden Ei oke, yang lain kamu bisa menanyakan kepada Pengamen Jalanan atau Kakek Tua dari Liyue"


"Terimakasih Lisa"


"Jadi... etto... Raiden Ei yah, yah dia gadis muda nan cantik yang memiliki ambisius seperti kakak nya Makoto. Dia mengurung diri di tempat entah itu namanya apa, aku juga kurang tahu, yang jelas mengurung diri untuk mencari sesuatu Keabadian Sejati"


"Um... lalu?"


"Itu saja, tidak ada catatan resmi tentang nya. Mungkin Pengamen Jalanan tahu akan Kisah Raiden Ei"


"Baiklah, terimakasih" menghela nafasnya karena sedikit mendapatkan informasi tentangnya, dan mencoba kembali mencari si Pengamen.


Kiana meninggalkan kantor Favonius, balik ke penginapan dan mencoba menunggu malam hari tiba. Karena si Pengamen hanya nongol di Bar pada jam malam.


Pada Malam hari jam 8:11 Kiana kembali ke Bar, membuka pintunya lalu mendengar Puisi Musik si Venti menceritakan tentang Mondstadt. Lalu dirinya duduk dan memesan kopi seperti kemarin, teriak ke Venti meminta menceritakan kisah Raiden Ei.


"Oii Venti! Ceritakan ke kita tentang Raiden Ei!"


"Oh... selamat datang Kiana! Raiden Ei!?"


"Sepertinya Kiana buntu mencari informasi tentang Raiden di perpustakaan"


"Oke, aku kan cerita kisah tentang Raiden Ei"


Lalu Pengamen Jalanan memulai Puisi Musiknya, menceritakan 'Baal sang Penguasa Kilat'.


...*"RAIDEN EI", itulah nama asli dari RAIDEN SHOGUN....


...Masa lalu yang begitu panjang telah dia lewati, besarnya harga yang harus dibayar untuk kemajuan Inazuma selama ribuan tahun sudah dia saksikan dan dia alami sendiri....


...Tahun-tahun yang paling bahagia telah berlalu, teman di masa lampau pun kini menjelma sebagai musuh. Hingga akhirnya, bahkan tiada lagi alasan untuk menggenggam pedang....


..."Kehilangan adalah sesuatu yang tak terhindarkan ketika bergerak maju adalah sesuatu yang kita mau."...


...Ei yakin bahwa ini adalah hukum alam yang berlaku di seluruh dunia di dalam dimensi ruang dan waktu....


...Kerajaan termakmur dapat porak-poranda dalam waktu semalam saja, Pelabuhan Liyue yang kuno dan bersejarah pun pada akhirnya harus mengucapkan selamat tinggal kepada Penguasa Tanah nya. Angin perpisahan bertiup dari sisi waktu yang lainnya, menjemput siapa saja 'tuk berpisah....


...Reputasi "RAIDEN SHOGUN" belumlah pudar, namun jika sekiranya ratusan, atau bahkan ribuan tahun itu akhirnya datang menghampiri... pasti itulah saatnya di mana Inazuma tidak akan lagi perlindungan dari Dewinya....


...Sebagai seorang samurai, dia tidak lengah kepada semua musuhnya. Bahkan jika musuh tersebut adalah bahaya yang tidak berwujud seperti waktu, dia tetap bergerak cepat dan tidak tinggal diam dalam mencari senjata yang dapat dia gunakan untuk melakukan serangan balik sebelum hari itu tiba....


...Dia menemukan bahwa jawaban atas permasalahan itu adalah "Keabadian". Hanya "Keabadian" itulah yang dapat menghentikan segalanya dan mempertahankan Inazuma tetap abadi....

__ADS_1


..."Marilah kita tuju Keabadian. Selagi segala sesuatunya indah dan sempurna."*...


__ADS_2