
Disisi lain, Belial dan Mammon tiba di tempat pertarungan Lucifer melawan Musa yang sedang berlangsung sengit. Disusul kedatangan Leviathan dan Astaroth di pertempuran itu. Namun pertarungan sengit yang sudah berlangsung lama, kini menemui babak akhir...
"Hu... hu... hu... ada banyak sekali, sepertinya saya sudah menemui ajalnya"
"Huahahaha, apa yang kau katakan kakek sial!? Bukannya sudah lama kau sudah mati!"
"Uh-uhuk....! agh....! Apa ini?! Saya... mana mungkin.... saya selemah ini... tapi... kerja bagus... Lucifer..."
"Hem... ini tidak seberapa"
"Aggghhhh.... selanjutnya... saya serahkan... ke kamu.... bocah Solomon.... selamat tinggal.... dan... selamat berjuang....!"
Musa menemui kehidupan akhirnya ditangan oleh Lucifer.
"Hemm... dari sekian lama, kamu Musa akhirnya tumbang juga"
Setelah kematian Musa, Raja Solomon turun dari singgasana nya menemui para Raja Iblis berada.
Cahaya terang benderang menyinari ruangan, menyambut atas kedatangan Raja Solomon.
"Yooo...Solomon, sudah lama kita tidak berjumpa"
"Iya Lucifer, sudah lama kita. Jadi apa yang kamu ingin kali ini, Lucifer?"
"Aku ingin kamu menyerahkan Dunia Manusia kepada aku, Solomon!"
"Aku tahu tujuan kamu, Lucifer. Tapi, iya itu adalah hal mustahil. Tuhan akan menghukum aku, bilamana mendengarkan permintaan kamu Lucifer"
"Diam lah, Solomon. Jangan bawa bawa nama Tuhan di hadapan aku, aku sudah muak mendengar dia atau hal itu"
"Baiklah, Lucifer. Mari kita bicarakan baik-baik, aku juga tidak mau bertarung. Kita berunding dan membuat kesepakatan yang menarik untuk menguntungkan kedua belah pihak"
"Jika itu mau kamu, Solomon. Aku menerima perundingan itu!"
__ADS_1
Lucifer dan Solomon pergi menuju ke ruang meja panjang, tempat di mana perundingan di selenggarakan. Raja Iblis lainnya juga ikuti mereka untuk melihat hasil perundingan. Pihak Raja Iblis di wakilkan oleh Raja Iblis Lucifer, sedangkan pihak Manusia di wakilkan oleh Raja Solomon si Manusia Bijak.
Apa yang terjadi di dalam tempat perundingan, membuat adanya sedikit kegaduhan di dalam. Yang mana Satan enggan mengikuti percekcokan gak jelas itu, menurut Satan adalah pilihan terbaik yaitu bertarung satu sama lain, maka dari itu Satan menolak semua hasil perundingan dan dia pergi dari ruang perundingan itu. Raja Iblis dan Pihak Manusia menghormati keputusan Satan, walau sedikit egois dan menyakitkan baik bagi untuk kedua belah pihak. Lucifer, membuka suara pertama atas mulainya perundingan ini...
"Jadi ! Apa yang akan kamu tawarkan kepada kami, Solomon?"
"Kalau, aku minta kamu menduduki sebagian wilayah Dunia Manusia dengan syarat tidak membunuh atau membantai dan atau menghasut manusia untuk menjadikan sebagai pengikut karena dosa mereka. Apakah kamu setuju dengan syarat itu, Lucifer?"
"Hum... hum... hum..."
Belial membuka suara kedua untuk Raja Iblis mengutarakan ketidak setuju....
"Aku keberatan dengan penawaran itu!"
Solomon membalas keberatan Belial perihal tersebut...
"Baiklah, aku ingin bertanya dengan kamu Belial. Apa kamu bersedia, Belial? Dan apakah boleh aku menjawab keberatan Belial, nah Lucifer?"
"Silahkan, Solomon! Jika itu memuaskan hati kamu"
"Terima kasih, Lucifer"
Sejenak Solomon memikirkan suatu siasat untuk mengelabui para Raja Iblis, dan juga untuk memenangkan perundingan ini....
"Kami, tentara neraka sedang kekurangan pengikut dan kekurangan pasukan. Kami dengan kekurangan itu, tidak bisa menahan gempuran tentara surga untuk gelombang kedua mereka nantinya. Penawaran yang kau berikan tidak mumpuni, justru merugikan kami"
"Baiklah, Belial. Aku terima keberatan kamu, jadi... bagaimana kalau begini, aku akan membentuk tentara sendiri dengan pihak manusia berada dibawah komando aku, tentara manusia akan membantu tentara neraka untuk melawan tentara surga yang akan datang untuk serangan gelombang kedua. Bagaimana menurut kamu, Belial? Juga Lucifer?"
Belial dan Lucifer mendengarkan penawaran itu cukup mengesankan, menarik bagi mereka tapi ada sedikit celah jikalau manusia pasti berkhianat dan bergabung dengan tentara surga melawan balik menyerang tentara neraka... Astaroth yang cukup dibilang dia mahir dalam tawar menawar, Astaroth mencoba membuka suara agar penawaran berlanjut...
"Anooo..."
Lucifer, Belial, dan Solomon mendengar suara Astaroth seperti akan mengutarakan sesuatu... lalu mereka membalasnya...
__ADS_1
"Iya, silahkan Astaroth. Ada apa? Apa kamu punya sesuatu yang dipikirkan?"
"I-iya, aku... aku punya sesuatu. Aku menolak tawaran usulan Solomon untuk membentuk tentara manusia, tidak jaminan mereka patuh atau tidak berkhianat... justru dengan peluang tinggi mereka akan berkhianat kepada tentara neraka..."
Solomon mempertegas pernyataan Astaroth ada kemungkinan keliru namun Solomon juga ada maksud melakukan hal itu.
"Tidak ! Astaroth ! Aku menjanjikan mereka akan patuh, tidak mungkin hasil perundingan akan hancur begitu saja. Itu namanya tidak menghormati perjanjian untuk kedua belah pihak"
"Ta-tapi.... tapi! Kami meminta jaminan perihal itu ! Apa yang akan kamu berikan kepada kami sebagai jaminan?"
Lucifer dan Belial terkejut mendengar pernyataan Astaroth, memberikan aura setuju mendukung suara Astaroth. Namun Solomon mengasah otaknya, memberikan jawaban seperti...
"Baiklah, jaminan kah? Sepertinya menarik juga untuk menghilangkan rasa kesalahpahaman, bagaimana dengan kepala dan nyawa aku sebagai jaminan nya? Apa kalian puas dengan jaminan ini?"
Lucifer dan Belial memikirkan isi jaminan itu, mengingat Solomon adalah Manusia Bijak dan juga umat manusia sangat menghormati Solomon sekaligus nabi para umat manusia... namun Astaroth tanpa pikir panjang dia menilai kalau jaminan itu tidak menguntungkan, justru membawa dampak keburukan disaat terjadi peperangan melawan tentara surga. Lalu Astaroth membuka suara untuk penolakannya...
"Sepertinya! Ini akan menjadi jalan buntu, mengingat kami... kami menginvasi Dunia Manusia untuk menambah kekuatan dan jumlah tentara neraka. Wa-walau pun jaminan tersebut cukup luar biasa, tetapi... tapi! Tidak ada peluang untuk semua berjalan lancar.... aku... aku melihat hal itu, akan membawa pengkhianatan mereka dengan dalih nabi... nabi mereka dijadikan sebagai sandera oleh pihak neraka, ini malah membuat para tentara yakin untuk menghabisi tentara neraka. Wa-walau pihak surga menginginkan pemusnahan manusia juga, aku masih mempercayai kalau Tuhan Maha Pemurah. Oleh sebab itu lah, aku menolak keras tawaran tentang usulan membentuk tentara manusia !"
Solomon terkejut, benar-benar terkejut melihat kelihaian Astaroth menangani tawar menawar dalam perundingan ini.... Lucifer dan Belial juga mengangguk mendukung omongan Astaroth...
"Ba-baiklah, kamu benar Astaroth... kamu benar... Bagaimana dengan ini.... Aku menawarkan kalian 80 persen umat manusia dijadikan sebagai tentara neraka, sedangkan 20 persen adalah manusia yang akan dibimbing dibawah arahan aku, 20 persen ini tidak diperbolehkan atau disentuh oleh kalian lagi! Bagaimana tanggapan kalian bertiga?"
Solomon kehilangan kesabaran karena semua siasat dia digagalkan semua. Astaroth melihat keuntungan sudah ada di depan mata, bagi bangsa Iblis... dia langsung menyimpulkan...
"O-okelah! Aku, aku setuju. Aku menerima tawaran itu, gimana Lucifer? Gimana Belial?"
Lucifer dan Belial mendapati perihal itu sungguh ide yang cemerlang...
"Aku, Lucifer juga menerima kesepakatan ini"
"Aku, Belial juga mendukung penuh tawaran itu"
Dengan Astaroth, Lucifer, dan Belial satu suara untuk sepakat menerima tawaran dari Solomon... membuat perundingan berakhir secara damai. Dalian mendengar perundingan berakhir secara damai, tapi mengecam pihak neraka dan pihak Solomon atas isi perjanjian itu, yang menurut Dalian kalau isi tersebut merugikan kedudukan populasi Manusia. Padahal Tuhan hanya ingin memusnahkan manusia sekitar 35 persen, Dalian mendapat informasi hal itu karena atas karunia Dewi Eris. Yang mana Dewi Eris berunding dengan Tuhan Allah untuk mengurungkan Akhir Dunia.
__ADS_1