
Setelah pertemuan rapat pada Partisi Meja Bundar. Minamiya Natsuki, Maple, dan Raiden Mei bergegas pergi mencari Kiana Kaslana dalam Dunia Teyvat.
"Apa kamu sudah siap Mei?"
"Ya aku tentu sudah siap, Natsuki"
"Gimana dengan kamu, Maple?"
"Yups! Semua sudah siap!"
"Baiklah, aku akan membuka portal Dimensi Dunia. Mohon berjaga di belakang aku"
Natsuki membuat sihir Dimensi Dunia mengarah ke dunia dimana Kiana Kaslana berada. Mereka bertiga memasuki portal tersebut.... disisi lain, Zhongli yang sedang berada di Mt. Hulao merasakan akan kedatangan mereka, yang mana membuat celah dimensi waktu pada Dunia Teyvat semakin rusak.
"Hmm... Mereka sudah mulai bergerak, beruntung Hu Tao tidak mendeteksi mereka. Kalau sempat tahu hal ini, bisa kacau hubungan mereka dengan Hu Tao. Ini tidak boleh terjadi!"
Zhongli langsung pergi ke arah sinyal itu berada, Zhongli memperkirakan mereka akan tiba sekitaran di Chasm.... Dan muncul sebuah portal Dimensi Dunia, di dalam goa yang gelap sekitaran di Chasm. Satu per satu keluar dari portal, Minamiya Natsuki, Maple, dan Raiden Mei.
"Kita sudah sampai Mei, apa kamu ingat sesuatu?"
"Yah... bukan begitu, hanya saja mengapa kita tiba di dalam goa gelap begini. Ini saja membuat aku penasaran"
"Hahahaha, kamu tenang saja Mei. Apa yang dilakukan oleh Natsuki pasti berjalan lancar kok"
Balas dengan tawa senang oleh Maple, mencairkan rasa penasaran Raiden Mei.
"UmU... terima kasih Maple"
"Ya, kamu ada benar nya juga Maple"
Mereka berjalan keluar dari goa, secara mendadak sebongkah batu besar muncul dari langit... yang mana akan semakin jatuh menghantam ke arah mereka berada.
"Natsuki! Maple! Serahkan padaku!"
"Baik Mei!"
Sontak Natsuki dan Maple mundur dan diam, lalu Mei menyerang sebongkah batu itu dengan pedangnya menyambarkan aliran kilatan menghancurkan menjadi kepingan kecil.
"Luar biasa Mei!"
Teriak Maple memuji Mei, lalu Natsuki meminta...
"Ayo kita lanjut, sepertinya kita berada di daerah bagian pertambangan. Mungkin ada tempat bagi seorang penambang untuk berjaga"
Dan mereka bertiga melanjutkan perjalanan mereka. Mereka mengarah ke tempat istirahat para penambang, tak selang berlama kemudian. Hanya beberapa meter saja mereka berjalan, mereka bertemu dengan seorang pria muda berparas tampan. Raiden Mei mengetahui pria itu lalu memberitahu kepada Natsuki.
__ADS_1
"Hei Natsuki, aku kenal dia. Kalau gak salah dia namanya Zhongli, si penguasa Tanah dari Liyue. Orang yang memiliki banyak akal, mungkin dia bisa membantu kita cari informasi keberadaan Kiana"
"Oh... baiklah, coba kamu tanyakan ke dia"
"Oke Natsuki"
Lalu Raiden Mei mencoba bertanya ke pria muda itu...
"Hai, selamat malam. Apakah anda bernama Zhongli?"
Dan si pria muda itu menyilangkan kedua tangannya dan membalasnya...
"Ho... jadi kamu tahu namaku yah, dengan siapa aku berbicara?"
"Ah... namaku adalah Raiden Mei, dia Minamiya Natsuki dan Maple..."
Si Zhongli mengedipkan mata sembari menganggukkan kepalanya...
"Jadi, apa yang ingin kamu lakukan kemari? Sebagai anggota penambang baru kayaknya bukan... jadi?"
Si Zhongli merasa aneh dengan penampilan mereka bertiga, mungkin saja dirinya merasa kalau mereka adalah pelancong.
"Bukan... kami bukan anggota penambang, kami disini ingin mencari seseorang"
"Hmm... jadi, seseorang itu siapakah dia?"
"Tahu ataupun tidak tahu, aku merasa yakin untuk tidak memberitahu ke kalian. Jadi... apa itu saja?"
"Apa maksud kamu? Yasudah kalau kamu tidak tahu, kami pamit undur diri dulu. Kami mau pergi ke Pelabuhan Liyue. Mungkin para Qingxin tahu hal ini, mungkin juga tentara Milelith tahu ini"
"Kalau itu tidak bisa, kalian tidak boleh masuk ke dalam Pelabuhan Liyue"
"Hmmm... ada apa emangnya? Apa sesuatu sedang terjadi?"
"Oh itu tidak... hanya saja aku melarang kalian masuk!"
"Apa maksud kamu, Zhongli? Kami bukanlah orang jahat"
"Oh... ini bukan menyangkut orang jahat ataupun orang baik, melainkan menyangkut pada diri kalian..."
"Ha...?"
Minamiya Natsuki merasa janggal dari perkataan si Zhongli, Maple pun juga merasakannya, lalu membuat mereka menjadi waspada...
"Nee... Mei, dia sepertinya... ada yang tidak beres, sebaiknya kita tidak membuat dia marah"
__ADS_1
"Iya, ini aneh. Kamu benar Natsuki"
Setelah Natsuki berbisik dengan Mei, lalu si Mei mencoba mencairkan suasana...
"Baiklah Zhongli, kami akan menjauh dari sini. Kami juga tidak akan masuk ke dalam Pelahuban Liyue. Kami pergi dulu"
Sesaat mereka bertiga hendak berpaling serta meninggalkan si Zhongli, si Zhongli mencoba menghentikan mereka...
"Tu--"
Lalu Zhongli mengeluarkan bongkahan batu besar dari angkasa langit, yang mana menjatuhkan ke arah mereka bertiga, bertujuan untuk menyerang mereka...
"Cih! Terima ini!"
Bongkahan batu itu terus mengarah ke mereka, dan Mei memalingkan pandangannya lalu mencoba untuk menghancurkan bongkahan batu itu dengan pedang bilahnya...
"Heee...? Natsuki! Maple! Biarkan aku saja yang mengurus ini, aku akan menghancurkan bongkahan batu itu!"
"Baik Mei!"
Natsuki dan Maple menyetujuinya lalu menyingkir sebentar, kemudian Mei dengan kuda-kudanya... lalu menghunuskan pedangnya ke arah laju batu itu, kemudian membelahnya dengan dialiri elemen petir yang dari menyelimuti pedangnya, dan batu itu pun terbelah menjadi dua bagian.
"Oh... sudah kuduga, kalian bukan orang biasa. Mungkin saja... kalian adalah pembawa Malapetaka bagi warga Liyue, ini tidak akan aku biarkan begitu saja. Rasakan ini! 7 Planet Befall !!!"
("Bintang jatuh menghukum para pelaku yang berbuat curang dan tidak adil")
Keluar 7 bongkahan meteor dari angkasa langit, lalu menjatuhkan ke arah mereka bertiga berada.
"Maple! Natsuki! Ini serangan terlalu banyak, tolong bantuan nya!"
"Oh oke Mei, serahkan padaku!"
Maple dengan percaya diri menawarkan diri...
"Baiklah Mei, kamu serang aja dia. Biarkan aku dan Maple mengurus 7 meteor itu"
"Bagus, aku serahkan kepada kalian!"
Lalu Natsuki dan Maple mencoba menghalangi 7 meteor itu yang masih mengudara, kemudian Maple melancarkan serangannya "Perubahan Satu Lengan Kanan:Serangan Penuh !!! Tembak !!!" lengannya berubah menjadi sebuah meriam dan menembakkan dengan panas api membara ditujukan ke arah laju meteor....
*boommm....*
7 meteor dihancurkan begitu saja, akan tetapi pecahan kepingan meteor juga mengarah ke mereka. Yang mana membuat Natsuki melancarkan sihir ruang dan waktu "Extra Chain Time Destruction" keluar banyak rantai yang sudah terikat pada semua pecahan kepingan tersebut, lalu membentukkan rantai itu menjadi sebuah karung dan kemudian mengarungi sebuah pecahan kepingan itu, Natsuki membuka sihir portal "Dimension Translocate" yang mana membuang karung berisi pecahan kepingan itu, dibuang pada dalam inti Matahari.
"Wow, luar biasa Natsuki! Hehehehe terima kasih!"
__ADS_1
"Ini hanya masalah kecil, Maple"
Disisi lain, Raiden Mei dan Zhongli beradu ketangkasan dengan Mei menggunakan pedangnya sedangkan Zhongli menggunakan tombaknya. Adu pedang antar tombak, berlangsung secara sangat sengit. Natsuki dan Maple hanya bisa menonton, bahkan bisa jadi hanya bengong saja atas pertarungan mereka berdua. 7 meteor itu juga dirasakan oleh Hu Tao, namun dia enggan mendalami permasalahan itu. Karena mungkin dia mengira, itu sudah pasti kerjaan si Zhongli.