
<Lucifer adalah Raja Iblis Kebanggaan dan pemimpin dari Tujuh Dosa Fana, yang dikenal menantang Tuhan.
Lucifer memiliki penampilan seorang wanita yang sangat menarik, memiliki payudara yang besar dan bulat serta bokong yang besar dan montok. Lucifer memiliki rambut pirang panjang sebahu yang diikat ekor kuda dan dua tanduk melingkar di kedua sisi kepalanya. Dia mengenakan tiara logam di kepalanya dan korset putih dengan rok kain pinggang biru tembus pandang sepanjang betis di tubuhnya. Dia memiliki bros logam berornamen di pangkal tenggorokannya, lengan kembung bergabung di leher dengan manset logam berornamen di lengannya, sarung tangan putih di lengan kanannya dan sarung tangan hitam di lengan kirinya. Dia juga mengenakan rok biru berujung enam kerah bulu putih yang rumit dan berornamen dengan sabuk bertali x dan dua sayap putih di bagian depan. Dia memiliki sepatu bot bertumit tinggi setinggi paha dari logam. Senjatanya adalah tombak besar dengan hiasan, desain naga ular berkepala tengkorak di atasnya, dan tanduk runcing adalah dua ujung senjatanya.
Dahulu, Lucifer yang pertama dari Malaikat Surga dan pemimpin Tujuh Kebajikan Surgawi, Lucifer dikecam dan diusir dari Surga karena pemberontakannya melawan kehendak TUHAN, yang mencari penghancuran tidak hanya Neraka tetapi juga seluruh umat manusia karena sifat dasar mereka. (tetapi tak terhindarkan) korupsi, tidak peduli berapa banyak orang yang tidak bersalah dan baik hati yang ada di dalam populasi.
Lucifer tahu bahwa ini bukan masalah semua atau tidak sama sekali dan masih ada kebaikan dalam kemanusiaan, yang terutama dia ketahui dari Maria, yang doa dan pembicaraannya dengannya akan selalu dia dengar.
Dengan demikian, kebanggaan mantan malaikat agung adalah karena benar bahwa TUHAN salah melakukan apa yang mereka inginkan, dan panteon salah karena sejalan dengan itu. Meski begitu, Lucifer menjadi Raja Iblis terhebat di Neraka, dan sifat kebaikannya hanya diperlihatkan kepada Maria.
Ketika dia tidak berbicara, kecantikannya benar-benar ilahi, tetapi ketika dia membuka mulutnya, muncul badai kebanggaan. Sementara dia telah menunjukkan saat-saat naif, Lucifer sering diketahui mengatakan "Ya tidak tahu itu?" ketika orang lain salah, dan ini membuat dirinya banyak bertengkar.
Lucifer telah terbukti menjadi petarung yang sangat mahir, dan sementara harga dirinya yang sangat besar menjadi penyebab kejatuhannya dari Surga, itu juga terbukti menjadi senjata terkuatnya melawan predasi Tujuh Dosa Fana dan kekuatan TUHAN. Ini, bersama dengan sifatnya yang arogan, membentuk rasa tekad yang hanya memperbesar dalam mendorongnya untuk mengatasi PAKAIAN PENGHUKUMAN terkutuk yang telah ditempatkan oleh saingannya Belial padanya di Cocytus.
Ini, bersama dengan mengetahui apa yang Tuhan ingin lakukan salah, memaksanya untuk menjadi lebih kuat, dan akhirnya mendapatkan bantuan dari Raja Iblis lainnya. Pada akhirnya, Belial dikalahkan dan Lucifer membuangnya ke Bumi, mengambil posisi terdepan di Neraka darinya. Tapi itu bukanlah akhir dari ancaman, karena Michael berusaha untuk menghancurkan Neraka dan umat manusia di Bumi atas nama Tuhan, untuk menjerumuskan semuanya ke dalam Kekacauan dan dari upaya semacam itu untuk menciptakan Orde baru.
Dengan demikian, malaikat agung diserang oleh semua Raja Iblis sebelum pertempuran dibawa ke Bumi oleh Lucifer. Setelah ditusuk oleh Tombak Longinus, Lucifer musnah, begitu pula Raja Iblis lainnya melalui hubungan mereka dengannya. Sebelum Michael dapat meninggalkan daerah itu dan melakukan penghancuran umat manusia, Maria mengorbankan dirinya untuk menghidupkan kembali Lucifer. Pada gilirannya, Raja Iblis lainnya dibangkitkan, dan tindakan keajaiban ini melalui semua penyesalan dan kebencian diri karena tampaknya kehilangan Maria membuat Lucifer mengalahkan Michael dengan tombaknya. Umat manusia pada akhirnya diselamatkan dari kehancuran, dan Lucifer menyatakan kepada malaikat agung yang kalah dan mundur serta Kebajikan lainnya bahwa dia akan mengejar mereka semua dan juga TUHAN. Air mata darah Lucifer kemudian membawa Maria kembali dari kematian, dan merupakan tindakan terakhir dari sifat baik dari Raja Iblis Kebanggaan, karena darah malaikat terakhirnya hilang dari tubuhnya. Dengan ini, Lucifer meninggalkan Bumi dan mengambil tempat yang selayaknya di singgasananya di Kastil Pandemona. Meskipun begitu, Lucifer masih berinteraksi dengan Maria serta Belial & Astaroth.>
Para penguasa neraka berhasil menahan invasi tentara surgawi, yang dimenangkan oleh tentara neraka dibawah pimpinan Raja Iblis Lucifer. Namun mereka tidak tahu kekuatan yang tersembunyi oleh para manusia, dimana berdiri suatu negara yang wilayahnya sangatlah luas bernama Kekaisaran Dantalian Raya. Lucifer membuat pertemuan dengan 6 dosa besar lainnya di dalam kastil Pandemona, membahas 'Invasi Dunia Manusia' yang mana untuk merebut Kota Suci yang dijaga oleh Raja Solomon.
"Pengikut Neraka sekarang semakin kecil, kita butuh penyebaran dosa-dosa kedalam umat manusia. Saya menyarankan untuk menyerang Kota Suci, membuat langkah pertama untuk mencegah Surga menghancurkan kita"
*hoam...* suara uapan Belphegor memutus keheningan.
"Tapi, itu sangat merepotkan. Aku lewat saja, akan menyenangkan aku bermain game di sini"
"Ayolah Belphegor! Apa kamu mau Tuhan seenak jidat membunuh kamu?"
"Ya tentu gak, bodoh apa"
"Bagaimana caranya kita menguasai Dunia Manusia? Tentara kita juga sedikit, kita sudah kehilangan banyak saat peperangan melawan tentara surgawi" Belial membuka suara atas ocehan mereka.
"Kita tak perlu rencana apapun, cukup membunuh Solomon akan membuka jalan invasi kita ke Dunia Manusia"
"Aku setuju!" Teriak Satan dengan omongan Lucifer.
"Hadeh.... apa kamu pikir itu mudah? Tidak Lucifer, itu sama saja bunuh diri" Mammon membalas rencana Lucifer yang buruk sekali.
"Terus mau gimana lagi coba?"
"Menggoda Solomon ke dalam nafsu birahi ah... sungguh nikmat meranjangi dia" Pecah suara ******* Asmodeus menanggapi Lucifer.
"Heee... ada yang lain?"
"Tidak ada Kakanda, aku ikut Kakanda aja" balas Leviathan mendukung Lucifer.
*nyam... nyam... nyam...*
"Apa di sana ada daging, Lucifer?" Timpal Beelzebub yang sedang menyantap daging sapi besar, menanyakan tentang makanan di Dunia Manusia.
"Tentu saja ada, Belbo. Kita akan merayakan pesta kemenangan nan megah di sana. Dipenuhi dengan daging-daging segar yang akan memenuhi nafsu makan kamu, Belbo"
"Jaa... aku ikut! Daging!"
"Bagaimana denganmu, Astaroth?"
"Ikh... aku... ano... i-ikut"
"Bagus semuanya sudah setuju, penyerangan akan dilakukan pada hari ketujuh. Semuanya persiapkan kondisi kalian, kita membunuh Solomon tanpa tentara neraka. 7 Dosa Besar dan 2 Mantan Dosa Besar yang akan langsung melawan Solomon!"
"..."
Tibalah hari ketujuh, yang mana penyerangan dilakukan di hari itu. Lucifer membuka gerbang ke Dunia Manusia, membawa bersama 8 Dosa Besar lainnya memasuki gerbang.
Terik matahari nan panas menyinari permukaan yang tandus akan gurun, para angin meniup dengan kencang membawa butiran debu mengudara, dan tibalah 9 Raja Iblis di Dunia Manusia, tepat di depan gerbang masuk ke Kota Suci. Tanpa basa-basi lagi, Satan dengan kapaknya yang diselimuti bara api neraka mendobrak 'duar' gerbang kota.
"Ada apa itu!?" Teriak salah satu penjaga gerbang.
Guntur kilatan dari tombak Lucifer keluar dengan cepat menyerang para penjaga gerbang, dan tentara manusia mati terpanggang akan sengatan tombak Lucifer. Secara bersamaan, Leviathan mengangkat air laut yang dipanggil dari lautan neraka, menenggelamkan daratan. Memaksa para Raja Iblis mengudara dan terbang ke arah dimana Raja Solomon berada.
__ADS_1
Namun sebelum mereka sampai, Manu si Manusia Kebajikan Pertama membuat penghalang dengan sihirnya. Terjadilah pertarungan 9 Raja Iblis melawan Manu. Satan melemparkan kapaknya ke arah Manu, berhasil ditangkisnya dengan tongkatnya lalu mengeluarkan sihir angin yang membawa kembali kapak Satan ke arah nya, dan Satan terlempar sejauh 10 meter dari serangan balik itu. Beelzebub dan Belphegor enggan bertarung, memutuskan meninggalkan lainnya dan maju ke depan.
"Apa kamu baik-baik saja? Tidak ku sangka, ada seorang manusia yang memiliki kekuatan hebat"
"Ini tidak seberapa, bisa kamu serahkan dia kepada ku Lucifer?"
"Tapi... kita tak boleh sembarangan melawan, dia juga cukup kuat. Sebaiknya kita serbu secara bersamaan"
"Tidak usah khawatir, prioritas kita adalah membunuh Solomon"
"Ya kamu benar, baiklah. Jangan sampai mati!"
"Hm...!"
Lucifer memanggil lainnya untuk meninggalkan Satan sendirian melawan Manu, dan segera mereka untuk menyusul Beelzebub dan Belphegor yang sudah ada di depan.
"Aku, Raja Iblis Satan, Sang Penguasa Dosa Amarah, Penguasa Neraka. Kau!?"
"Jadi mereka meninggalkan mu ya, begitu ya. Tak masalah bagiku, yang lainnya juga akan menghalangi mereka"
"Kau!!! Berani-berani nya mengabaikan ku! Siapa kau!? Tidak ada manusia sekuat diri kau!"
"Tenangkan dirimu, wahai makhluk malang. Aku adalah Manu, Si Manusia Kebajikan Pertama. Apa kita melanjutkan pertarungan nya?"
"Oh...! Bersiaplah kau! Mati kau!"
Satan mengangkat kapaknya maju berlari menyerang Manu, begitu juga dengan Manu bersama tongkat sihirnya membentuk sebilah pedang maju menyerang Satan.
Di sisi lain, Beelzebub berpencar dengan Belphegor. Dia mencium bau asap daging yang menyengat, membuat perutnya keroncongan, mengikuti bau sedap itu dan terlihat seorang lelaki berparas tampan, berbaju yang bertulisan 'Aku Suka Kelinci Kecil', di mulutnya mengulum permen loli, yang mana lelaki itu sedang memanggang daging untuk disantap.
"Wah..." dengan mata berbinar-binar, Beelzebub melihat panggangan daging itu.
"Sungguh lezat... *glek* bolehkah aku mencicipinya?"
"Hmm.... siapa? Ah... tentu boleh kok, tunggu matang ya gadis mungil"
"Hehe, asyik ada daging! Daging! Terima kasih, paman ganteng" Beelzebub berjingkrak-jingkrak kegirangan karena akan mendapatkan daging itu, layaknya anak kecil.
"Oh ya, aku Beelzebub. Kalau paman siapa?"
"Nama yang cukup unik buatmu, haahaha... aku, Buddha. Salam kenal, Beel"
"Oh jadi paman adalah Buddha, salam kenal juga paman Buddha. Omong-omong kapan daging ini matang?"
"Paling 5 menit lagi matang kok, ah kamu mau permen loli ini?"
"Boleh nih?"
"Sa... silahkan dimakan"
Beelzebub mengulum-ngulum permen loli itu, membuat gerakan maju-mundur di mulutnya, membikin dirinya terlihat sungguh erotis, yang mana air ludah nya membanjiri membalut permen lolinya. Untung nya si Buddha Yang Bajik tidak terpengaruh sama sekali, berkat semedi nya dilakukan sepanjang hari membuang segala dosa-dosa.
"Nah Beel, daging nya sudah matang. Bisa tolong kamu siapkan piring kita? Mau ku potong dulu, kamu mau yang banyak gak? Kalau aku cuman makan sedikit"
"Wah... daging! Mantap! Oke paman!"
Lalu Beelzebub membawa dua piring kepada Buddha.
"Ini piringnya paman, kalau boleh aku yang porsinya banyak paman. Bolehkah?"
"Terima kasih, boleh kok. Ini daging nya, porsi besar untuk Beel yang imut dan lucu"
"Wuuuaaahhh... Daging! Terima kasih paman, paman sungguh baik. Selamat makan!"
Buddha memberikan senyumannya "Sama-sama, silahkan dimakan. Selamat makan"
*nyam... nyam... nyam...*
*kunyah... kunyah... kunyah...*
__ADS_1
"Eh tunggu bentar Beel, aku lupa sesuatu. Kamu mau kecap atau saus?"
"Wah paman punya itu juga, coba aku cicip yang kecap dulu. Mau tahu rasanya kayak gimana"
"Gimana? Nikmat yah?"
"Wuih... lezat! Paman pakai saus ya? Boleh ku coba?"
"Ambil aja, senang aku melihat wajahmu makan dengan puas"
Beelzebub dan Buddha menikmati makan bersama.
"Omong-omong, aku dengar ada serangan iblis. Apa kamu baik-baik saja Beel?"
"Iya aku baik-baik saja, kalau paman gimana? Apa gak mengungsi?"
"Enggak, keburu lapar makanya aku memanggang daging. Ternyata Beel gadis pemberani ya, tapi itu beneran tanduk dan sayap ya Beel?"
Buddha mulai penasaran melihat penampilan Beelzebub, terlihat mirip Iblis.
"Ah maaf, mungkin paman salah lihat itu. Mana ada aku punya tanduk dan sayap, hehehe..."
Beelzebub menghilangkan tanduk dan sayapnya menggunakan sihir ilusinya, mencoba untuk menyembunyikan dirinya dari Buddha.
"Hahaha benar juga, aku salah lihat hahahah...."
"Iya paman ada-ada aja, hahaha"
Canda tawa mereka mencairkan suasana dari kesalahpahaman itu.
"Sebenarnya, aku ini dipanggil kesini oleh kawanku. Namanya Solomon, kata dia akan ada penyerangan para Iblis. Dan aku tiba disini, hahaha..."
"Eh iyakah? Wah paman hebat juga, Raja Solomon kan Raja Bijak yang berkuasa di tanah Kota Suci. Ternyata paman berteman sama Raja Solomon. Paman sungguh hebat! paman terbaik! Apa di istana sana ada makanan enak?"
"Ho... kamu tahu juga, aku jadi malu lagi deh hahaha.... tentu ada banyak makanan enak"
"Daging! Apa ada daging!? Paman ajak aku dong, aku pengin makan masakan orang-orang istana"
Kegirangan Beelzebub semakin memuncak mendengar perkataan Buddha.
"Ayo! Ikut aku Beel! Kita pergi ke istana"
"Baik paman!"
Buddha mengajak Beelzebub ke istana, namun dilihatnya mereka oleh Lucifer.
"Bukannya lelaki itu, Buddha? Kenapa dia bersama Belbo?"
Mencoba membuat kuda-kuda untuk menyerang Buddha dengan tombak yang sudah dilapisi guntur.
"Apa mungkin, sebaiknya aku abaikan aja. Karena mereka tampak tidak bertarung, lebih baik aku menerobos gerbang istana"
Lucifer mengurungkan niatnya untuk menyerang Buddha, lalu pergi ke arah gerbang istana berada.
"Kakanda darimana saja tadi, Levy mencari kakanda tahu! Hm...!"
"Diam kau! Oya coba kamu buat gelombang besar dan pergi ke arah timur. Aku merasakan kekuatan luar biasa dari arah sana, bisa kamu pergi cek dan mengatasi itu?"
"Moh.... okelah kakanda, tapi sehabis perang ini, beri Levy hadiah malam hari ya. Levy pengin tidur bareng kakanda di satu kasur, boleh ya?"
"Heeee.... aku mengerti, ya boleh saja. Jangan sampai kamu terbunuh!"
"Baik kakanda! Levy akan hati-hati"
Leviathan menghampiri Lucifer lalu *kecup* mencium pipinya.
"Hadeh..."
"Hehe... Levy pergi dulu kakanda, Levy sayang kakanda!"
__ADS_1
Dan Leviathan pun berpisah dengan Lucifer lalu pergi mengarah ke kekuatan aneh itu berasal.