
Dennis Adabra dan Surya melanjutkan perjalanan mereka menuju ke kota Orbit A22, setelah mereka menyantap daging sapi panggang mereka. Selama dalam perjalanan mereka berdua, Dennis Adabra selalu mengalahkan para monster yang mendekati mereka, sekaligus melindungi Surya dari marabahaya. Monster-monster yang sering menyerang mereka seperti monster Goblin, Babi Hutan, Slime, dan monster lainnya.
Disisi lain, Jibril dan Stephanie Dola berjumpa dengan Minamiya Natsuki yang sedang berada di dalam Dungeon, wilayah kota Orbit A55. Mereka menyelidiki kejanggalan tentang pergerakan para monster yang semakin hari semakin aneh, serta memiliki pertumbuhan atau kenaikan level yang sangat tinggi.
"Gimana menurut kamu, Natsuki?"
Jibril membuka suara untuk Minamiya Natsuki....
"Hmmmm..."
Akan tetapi, Minamiya Natsuki masih tetap berpikir, untuk mencari suatu pemecahan masalah.
"Sebaiknya kita tidak mengganggu Natsuki, Jibril"
"Ya kamu benar, Dola"
Lalu Minamiya Natsuki membuka suara...
"Kalian berdua, ayo kita masuk lebih dalam lagi. Aku punya perasaan buruk akan hal ini..."
"Baik, Natsuki!"
"Oke Natsuki!"
Jibril dan Stephanie Dola mengikuti Minamiya Natsuki untuk masuk lebih dalam lagi, ke lantai paling dasar Dungeon. Di dalam lantai dasar Dungeon, terlihat banyak gerombolan monster Green Goblin, Orc General, Bear Brand, Angry Raccoon Noise, White Wolf, dan King Ghidorah sebagai bos dari gerombolan monster. Gerombolan tersebut ada lebih dari 500 monster berkumpul, membuat 3 Pilar Agung sangat yakin akan ada Keburukan yang akan terjadi pada kemudian hari.
Kembali kepada Dennis Adabra dan Surya, mereka kini sudah tiba di kota Orbit A22 yang dikelilingi gerbang serta tembok beton, yang mana dibentuk mirip seperti benteng berkastil. Di kota Orbit A22 ini, dihuni banyak penduduk lokal dunia SDA Baru serta para tentara Kekaisaran Dantalian Raya. Kota ini dijaga oleh anggota dari Kesatuan Militer, Night Raid. Yaitu Komandan Mine, seorang gadis muda berambut panjang berkepang dua berwarna Pink. Dia sosok yang anggun dan pemberani, yang selalu jadi pembeda dibawah naungan Komandan Agung Akame.
Dennis Adabra menceritakan sedikit tentang kota ini dan dunia SDA Baru kepada Surya. Lalu mereka berdua menuju ke tempat Guild berada, yaitu Guild Vonole yang ada di tengah kota. Sesampainya, mereka masuk ke dalam Guild Vonole namun Dennis Adabra terbentang melihat gadis....
"Sial! Dia sangat montok, pengin ku karungin, pasti sedap itu gadis"
Seorang gadis berdada besar sebesar dua buah semangka, berpaha empuk seperti paha ayam. Adalah seorang gadis muda yang cantik dengan mata berwarna merah tua, penampilan tegas dan lembut, dan rambut hitam panjang diikat menjadi dua ekor kembar dengan pita yang terletak di pundaknya. Selain lebih tinggi, dengan anggota tubuh yang lebih panjang dan tubuh yang lebih montok dan berotot. Gadis itu memakai jubah hitam dan bertudung, dia menggunakan tongkat perak dan menyimpan pedang pendek yang menyarungkan pinggangnya. Di bawah jubahnya, dia mengenakan blus berpotongan rendah, dan rok mini merah muda ultra-pendek serta sepasang stoking merah muda kencang dan sepatu bot coklat, dia memakai pakaian terbuka.
Gadis itu meninggalkan tempat resepsionis, pergi mengarah pintu keluar Guild Vonole....
"Eh tunggu... itu gadis menuju kesini...."
Dan Gadis itu berpapasan dengan Dennis Adabra, lalu pandangan mata Dennis Adabra melirik kedua buah semangka si Gadis itu kemudian melewati nya begitu saja....
"Eh gila, besar juga itu hehe...."
__ADS_1
Dan mereka berdua sampai di tempat resepsionis, lalu Dennis Adabra menyerahkan surat misi khusus atas keberhasilan Penaklukan Dungeon di daerah Orbit A1. Gadis Resepsionis menyapa sambil tersenyum...
"Selamat datang di Guild Vonole! Baik, akan saya konfirmasikan misi ini untukmu. Mohon tunggu sebentar"
Dan Dennis Adabra membalas dengan bertingkah kaku...
"Y-ya!"
Dan Gadis Resepsionis kembali dengan membawa sekantong tebal yang berisi uang keping emas...
"Baik, Pejuang Dantalian Dennis Adabra! Selamat atas penyelesaian misi Penaklukan Dungeon, ini hadiah yang bisa anda terima! Silahkan diambil..."
"E-eh... y-ya... te-terima kasih, eeheheehe..."
Gadis Resepsionis tersenyum melihat tingkah laku Dennis Adabra macam bertingkah seperti patung Jizou.
Dan mereka berdua langsung meninggalkan Guild Vonole, lalu mencoba mencari penginapan berada.
"Surya, kamu tadi tengok gadis berjubah hitam itu kan?"
"Iya, aku lihat. Kenapa emang nya, Dennis?"
"Yaaahhhh... Gila bener tubuh gadis itu bro, pengin ku pegang, ku remas, ku pijat huehuehuehue...."
"Apa kamu tidak merasakan ketegangan listrik dari dia, bro?"
"Hmmm... mungkin aku juga merasakan nya, kalau semisal kamu dapetin dia. Jangan lupa berbagi sama aku lah, kita gas berdua di hotel hahahaha...."
"Santai, sudah pasti itu hahaha......"
Gelak tawa mereka berdua, membahas tentang Gadis Berjubah Hitam itu. Disisi lain, jauh di dalam Dungeon.... Terjadi pertempuran dahsyat dengan 3 Pilar Agung melawan gerombolan monster.
"Jibril! Apa kamu baik-baik saja?"
Stephanie Dola mengkhawatirkan si Jibril...
"Aku baik-baik saja, hei Natsuki! Kita harus bagaimana lagi ini?"
"Tenang, King Ghidorah dari bos mereka sedang tidak ada disini. Kita serang dengan serangan bertubi-tubi! Serang mereka!"
"Oke Natsuki!"
__ADS_1
Jibril memulai serangan sihir skala besar....
"Heavenly Smite"
Tujuh tombak Surgawi turun dari portal, menjatuhkan tombak Surgawi untuk menghujani banyak monster. Dan dari serangan ini, banyak monster berhasil dibunuh oleh Jibril. Lalu Stephanie Dola enggan berdiam diri, langsung menyerang gerombolan dengan senapan dan bom, meledakkan banyak monster hingga terbunuh.
"Serangan kalian sangat bagus! Ayo kita selesaikan secara bersamaan! Jibril, keluarkan sihir besar kamu! Dola, bantu kami dan alihkan perhatian musuh segera!"
"Baik Natsuki!"
Mereka berdua menyiapkan serangan akhir, Stephanie Dola langsung maju untuk mengalihkan perhatian para monster....
"Heavenly Smite"
"Last Destination: Time Wheel Chain!"
Jibril membuka portal untuk tujuh tombak Surgawi, kemudian Minamiya Natsuki membuka portal untuk mengaitkan tombak itu dengan Time Wheel Chain. Lalu Minamiya Natsuki mengontrol tombak Surgawi, menyerang langsung semua monster hingga berhasil membunuh 500 monster.
Dan pertempuran pun berakhir begitu saja...
"Sangat bagus! Kombinasi yang sempurna!"
Minamiya Natsuki memuji serangan kombinasi yang cemerlang, sehingga para monster berhasil dikalahkan.
"Kamu benar Natsuki! Serangan yang hebat!"
Teriak Stephanie Dola atas kemenangan yang luar biasa....
"Huff... huff... huff.... dua kali aku mengeluarkan sihir besar, kita benar-benar dikacaukan oleh mereka.... huff...."
"Hmmm... ada benar nya juga kamu, Jibril. Tapi aku harap dengan ini, dunia SDA Baru tidak terjadi hal buruk..."
"Huff... huff... yah Natsuki..."
Mereka segera keluar dari lantai dasar Dungeon, tiba di depan pintu masuk Dungeon. Minamiya Natsuki memberikan suatu tugas kepada Stephanie Dola dan Jibril...
"Kalian berdua, aku mau kalian pergi ke Pegunungan Hilir. Beritahu kejadian aneh ini kepada Tetua Naga"
"Siap Natsuki!"
"Bagus, aku akan kembali ke Istana Agung. Melaporkan kejadian ini kepada Ratu Agung"
__ADS_1
Minamiya Natsuki membuka portal Ruang dan Waktu untuk kembali ke Istana Agung. Setelah berpamitan dengan Minamiya Natsuki, Stephanie Dola dan Jibril bergegas pergi menuju ke Pegunungan Hilir berada.
Disisi lain, Dennis Adabra dan Surya tiba di penginapan. Dennis Adabra meminta Surya untuk tinggal di penginapan untuk sementara waktu. Dennis Adabra ada rencana untuk membuntuti Gadis Berjubah Hitam itu, dan hal ini si Surya tidak tahu.