Phantasy The Animation

Phantasy The Animation
PETUALANGAN ANEH I "KEMUNCULAN JENDERAL IBLIS"


__ADS_3

Mereka bertiga kembali ke Edona, suasana sedikit berbeda dari pertama kali mereka datang. Asap mengudara dimana-mana, api menjalar seperti kesatuan pasukan berbaris, tanda 'Selamat Datang Di Kota Edona' menjadi gosong terbakar... mereka melewati nya, dan mendengar suara teriakan penduduk kota yang tertampak, mereka sedang disandera.


"Oya oya oya, selamat datang! Oh Pahlawan yang dipilih oleh Dewi. Aku Chaos Machina, salah satu dari empat jenderal pasukan Raja Iblis"


Sungguh tragedi yang sangat tragis menimpa para penduduk kota Edona, mereka dijadikan sandera oleh Jenderal Iblis Chaos Machina. Risarte merasa terkejut dan merinding mengetahui Jenderal Iblis berada di kota aman, yang jauh dari kastil Raja Iblis berada.


"Terkejut? Raja Iblis melihat tanda-tanda bahwa Pahlawan akan dipanggil sebelum kamu tiba. Dia tampaknya tidak bisa memprediksi dengan tepat dimana kamu akan muncul. Tapi, tapi, tapi jika kamu akan memanggil Pahlawan, kamu ingin dia memulai di tempat di mana monster lemah, kan? Itu sebabnya saya memutuskan untuk menyelidiki secara acak desa-desa dan kota-kota seperti itu sampai saya menemukan jejak orang yang tidak dikenal... dan disinilah aku!"


Gaebrande adalah dunia peringkat-S! Apapun yang dianggap masuk akal di dunia peringkat bawah tidak akan berlaku disini!


"Raja Iblis tidak peduli denganmu, tapi mungkin saja dia bereaksi berlebihan, kan? Tapi, tapi, tetapi sebenarnya bertemu denganmu, aku tahu. Kamu memiliki potensi untuk menjadi sangat kuat. Tidak, tidak, tidak, tidak. Kita tidak bisa memilikinya! Kamu harus berurusan dengan saya sseeegggeeerrraaa!"


Chaos Machina dengan bercanda menyodok lidahnya, lalu mengayunkan pedang besarnya.


Benar-benar situasi buruk! Dia serius tentang ini!


Risarte menggunakan Pindai untuk memeriksa statistiknya dan... yah... kita akan menemui ajal.


______________________________________


Chaos Machina


______________________________________


Lv.66


______________________________________


HP:            MP:


3.877         108


______________________________________


ATK:     DEF:    SPD:    MAG:    GRW:


887      845     951      444       653


______________________________________


Resistensi: Angin, Air


______________________________________


Spesifik Kemampuan: Sihir Pedang (LV.15


______________________________________


Keterampilan: Kutukan Setan


______________________________________


Kepribadian: Kejam


Statistik musuh yang benar-benar bukan untuk kota Pemula seperti Seiya!


"S-Seiya....!"


Meskipun kekuatan Chaos Machina terdeteksi, namun masih tetap Itsuka Kotori dengan tenang menanggapinya.


"Jadi, ini yang namanya ras Iblis.... Pertama kali aku berjumpa, salam kenal Chaos Machina. Bisa kita mulai pertarungannya?"


Chaos Machina dengan heran:"Hah?! Siapa kau!? Apakah kamu bercanda?! Ayo kita mulai!"


Chaos Machina melancarkan serangan Sihir Pedang nya menusuk-nusuk, namun berhasil dihalau sama Kapak Camael milik kotori.


"Camael! Megiddo! Tembak!"


Kapaknya berubah menjadi Senjata Meriam menembakan panas api menerjang Chaos Machina, membuat dirinya dipaksa mundur sembari menangkis serangannya.


"Oya?! Serangan yang lumayan bagi seenggok Pahlawan! Hahahaha.... terima ini! Cursed Slash!"


Chaos Machina melompat menerjang ke arah Kotori berada, mengayunkan pedang dengan balutan kabut hitamnya membuat Kotori mengubah senjatanya menjadi Kapak lagi dan menangkisnya untuk beberapa kali tebasan.


"Camael! Pemanggil Api Ifrit! Super Api Neraka!"


Setelah menangkis, Kotori melompat tinggi dan mengayunkan menjatuhkan Kapaknya menyerang Chaos Machina seperti membelah tanah, namun berhasil dihindari nya.


"ups... kamu meleset! Tapi kamu memiliki kekuatan yang luar biasa! Mengapa kamu menjadi penjilat Pahlawan dan Dewi Busuk itu?!"


Kotori tidak menggubrisnya, menyerang lagi dengan mengubah senjatanya ke mode meriam, menembakan panas api yang sangat besar menerjang ke arah Chaos Machina.

__ADS_1


"Makan itu! Tuanku Yang Agung, Ialah Sosok Segala Dari Segalanya. Kaisar Agung dari Kekaisaran Dantalian Raya, yang berhasil menyatukan wilayah yang sangat luas, menciptakan perdamaian abadi, dan menjaga keseimbangan pondasi dunia! Tidak sudih menjadi Iblis murahan, yang tak punya sejarah!"


Chaos Machina merasa terhina:"Hah?! Apa maksudmu?! Berani-berani nya kamu menghinaku sebagai iblis murahan!"


Mengeluarkan sihir magis, Chaos Machina melakukan serangan jarak jauh nya dengan menembakan bola-bola hitam kecil secara beruntun mengarah Kotori. Tapi beberapa berhasil dihindarinya, dan menangkis 2 bola hitam kecil itu.


"Tujuh Dosa Besar adalah Raja-Raja Iblis yang memiliki sejarah dan berkuasa atas Tujuh Dosa Besar Yang Mematikan! Dipimpin oleh Lucifer dengan menyandang Dosa Besar, Pride (Kesombongan). Dan kekuatan nya lebih dahsyat dan tak tertandingi, yang bahkan berani menentang Tuhan dan menghakimi Tuhan! Lucifer juga tunduk dengan Kaisar Agung! Kau?! Iblis kelas murahan dengan kekuatan secetek air got saja menyandang Jenderal Iblis.... hahahahah... sungguh memalukan!"


Pertarungan terjadi secara sengit, Risarte hanya terdiam dan tak berkutik kaki nya lemas dan kencing di ****** ***** putihnya. Sedangkan Seiya, sang Pahlawan sudah lari duluan. Pergi menjauh dari pertarungan tak masuk akal ini!


Sandera yang ditawan berhasil kabur, saat pertarungan sengit berlangsung, para penduduk kota Edona berlari berhamburan meninggalkan kotanya. Kini Kota Edona menjadi ajang pertarungan sengit antar Itsuka Kotori dengan Chaos Machina, meluluhlantakan seluruh bangunan yang ada di kota.


Tak lama kemudian, Seiya kembali lagi. Tapi mengajak Risarte untuk kabur juga!


"Hei, Dewi Tak Berguna! Kita mundur. Cepat dan buka gerbang ke dunia roh yang bersatu atau apapun itu! Cepat!"


"H-Heeeeee, baiklah ide bagus! Baik!"


Berlari secepat mungkin, Risarte mengucapkan mantranya, menciptakan gerbang beberapa puluh meter di depan. Kami berlari sampai hanya tinggal beberapa sentimeter, tetapi suara pertarungan sengit bergema dari belakang....


"A-pa kita tidak apa-apa meninggalkan Kotori sendirian bertarung? Ne... Seiya, kita juga harus membantunya, kita pasti bisa membunuhnya"


"Bodoh! Benar-benar Dewi Tak Berguna! Kau sudah membuktikan nya lewat mulut kau! Biarkan dia sendirian bertarung, kita akan jadi tumbal jika ikut campur! Biarkan iblis melawan iblis!" Balas Seiya dengan mencaci Risarte karena kebodohannya.


Rasa kesal dirasakan Risarte:"Tidak tahu diri kamu! Saya ini Dewi, hormatilah aku woi Seiya! Oke kita mundur dan kembali lagi membantu Kotori!"


Mereka berdua masuk ke gerbang dan meninggalkan pertarungan sengit, menuju ke dunia roh, tempat Risarte dan Seiya berjumpa.


Di dalam dunia roh, waktu bergerak sangat lah lambat daripada waktu bergerak di dunia nyata atau dunia Gaebrande. Seiya memanfaatkan hal ini untuk melatih diri, dengan latihan olahraga ringan, seperti melakukan Sit Up, Push Up dan sebagainya. Sedangkan Risarte merasa kesal sama kelakuan Seiya karena latihan nya cuman itu-itu saja, dan pergi menjumpai Dewi Anggun berambut pendek berwarna merah muda gelap, namun sayang Dewi Anggun tersebut tidak ada di dunia roh.


Disisi lain pertarungan sengit menemui jalan akhir, Kapak Kotori berhasil memotong kepala Chaos Machina lalu mencabik-cabik seperti mengiris bawang secara kecil-kecil. Lalu kepala Kotori menatap ke arah langit dengan diiringi hujan deras membasahi wajahnya, sekaligus menyirami memadamkan api-api yang berkobar di sekelilingnya:"Ini pertarungan yang menyenangkan, kekuatan Jenderal Iblis tidak bisa diabaikan. Akan menarik jika aku menemui Raja Iblis, dan membawa kepalanya ke Risarte akan terkejut melihatnya"


Tak lama kemudian Risarte kembali ke ruang latihan Seiya, dengan tatapan jauh nya, dia sudah bergerak. Dia melepas perlengkapan latihannya dan melengkapi baju besi baja.


"A-apa yang kamu lakukan?"


"Seperti apa bentuknya?"


"T-tunggu.... Jangan bilang k-kamu...."


Risarte menggunakan Pindai dan mengintip statusnya.


_______________________________________


_______________________________________


Lv. 21


_______________________________________


HP:       MP:


4.412    2.367


_______________________________________


ATK:     DEF:     SPD:     MAG:    GRW:


932      990      993      666       475


_______________________________________


Resistensi: Api, Es, Angin, Air, Listrik, Tanah, Paralysis, Tidur, Kutukan, Kematian Instan


_______________________________________


Kemampuan Khusus: Sihir Api (Lv. 18), Penambah EXP (Lv.6), Pindai (Lv.8)


_______________________________________


Keahlian: Atomic Split Slash, Hellfire


_______________________________________


Kepribadian: Waspada Akut


B-Bagaimana dia bisa sekuat ini dalam waktu sesingkat itu?! Statistiknya bahkan melampaui Jenderal Iblis Chaos Machina....!


Seorang lelaki yang bakatnya satu dalam satu miliar---- Seiya Ryugunin, mengenakan baju besi baja, menatap ku dengan tajam.


"Aku benar-benar siap"

__ADS_1


Lalu mereka berdua membuka gerbang nya, kembali ke kota Edona. Terlihat Itsuka Kotori berdiri memandang langit yang cerah, sekejap hujan deras berhenti seketika.


"Kotori! Apa kamu baik-baik saja? Bagaimana dengan Chaos Machina? Dimana dia sekarang?"


Kotori menoleh mengarah ke suara itu datang, memandang mereka berdua seolah-olah bersiap untuk bertarung, sayangnya pertarungan sengit sudah berakhir dengan kemenangan Kotori diraihnya.


"Kalian berdua terlambat, Lihat! Chaos Machina sudah ku cabik-cabik, mati begitu saja"


Risarte dan Seiya terkejut mendengarnya, tapi ekspresi mereka lega mengungkapkan semua sudah berakhir baik.


"Heeeeeeee.... tidak terduga, kamu benar-benar membunuhnya, musuh sekelas Jenderal Iblis yang sekaligus bawahan Raja Iblis. Terima kasih Kotori, kamu luar biasa!"


"Aku ada permintaan untuk kalian berdua, aku ingin menjumpai Dewi Ishtar yang berada di dunia roh kalian" balas Kotori dengan ekspresi yang serius, meminta permintaan untuk membawanya.


"Ya boleh saja, tapi Aku dan Seiya harus mengalahkan Raja Iblis dan menyelamatkan dunia Gaebrande. Untuk itu tidak bisa bolak-balik sembarangan"


"Tidak perlu kamu khawatir, Ristarte. Semua akan baik-baik saja, serahkan padaku dan bawalah aku ke tempat Dewi Ishtar berada"


"Baik.... oke, baiklah.... hanya kali ini saja"


Dan Ristarte membuka gerbang nya lagi, mereka bertiga kembali masuk. Tibalah mereka disana, Kotori meminta untuk segera membawanya menemui Dewi Ishtar. Mereka pun berjalan-jalan menyusuri jalan setapak, mengarah Dewi Ishtar berada. Menyapa satu per satu para Dewa-Dewi yang lalu lalang, aneh nya kali ini Seiya nurut mengikutinya menuju Dewi Ishtar, membuat hati Ristarte gundah.


Sesampainya mereka didepan pintu, dengan pondok kecil dengan atap berjerami, mereka mengetuk pintu 'tok... tok... tok...' sambil ucapkan 'Permisi, Dewi Ishtar. Aku Ristarte, Seiya dan Itsuka Kotori ingin bertemu dengan Anda'


"Masuk! Kalian bertiga...!"


Pintu terbuka, mereka masuk melihat Dewi Ishtar sedang duduk di kursi kayu goyang sambil menjahit seutas kain.


"Ada apa Ristarte dan kalian datang?"


"Gini Dewi Ishtar, Itsuka Kotori ingin bertemu dengan Anda. Ada yang ingin dia sampaikan kepada Anda"


"Oya? Silahkan... apa itu?"


Lalu Kotori maju ke depan, sebaris dengan Ristarte disampingnya.


"Bisakah kamu membuka gerbang langsung menuju Raja Iblis bersemayam? Aku ingin segera membunuh nya"


Mereka bertiga pun terkejut, dengan Dewi Ishtar ketawa sedikit.


"Oya ha... ha... ha... Tapi apa kamu sanggup? Yang ditugaskan untuk menyelamatkan dunia S-Gaebrande bukan kamu, melainkan Pahlawan yang dipanggil oleh Ristarte. Mengapa kamu ingin membunuhnya?"


"Ya! Aku menemukan petunjuk bahwa aku bisa kembali ke dunia asalku jika aku memusnahkan Raja Iblis, aku ingin segera kembali ke tanah Dantalian, dunia dimana Kedamaian Abadi berada. Mungkin Dewi sekelas kamu sedikit tahu tentang dunia Dantalian"


Dewi Ishtar dengan senyum, memejamkan matanya lalu menghela napas nya.


"Oh... Ya aku menyandang sebagai Dewi Ishtar, tentu saya tahu sedikit tentang Dantalian karena Dewi Ishtar yang bukan diriku, juga berada di Dantalian dengan namanya yang sama. Tentu saja mereka berbagi satu sama lain memorinya kepadaku juga. Baiklah, aku mengizinkan kamu untuk membuka gerbang dimana Raja Iblis berada, tapi aku hanya membuka gerbang untukmu di depan kastil Raja Iblis, bukan di Singgasananya"


"Itu sudah lebih dari cukup, terima kasih"


Gerbang dibuka dihadapan mereka bertiga, lalu Kotori melangkahkan kakinya dengan diikuti Ristarte dan Seiya.


Dan tiba mereka bertiga di depan kastil Raja Iblis.


"Mengapa kalian berdua ikut bersamaku? Bukannya level Seiya, kekuatannya masih belum cukup untuk mengalahkan Raja Iblis? Aku tidak ingin bertanggung jawab jika kalian terbunuh sama Raja Iblis!"


"Tidak perlu kamu khawatir, Kotori. Aku sebagai Dewi Penyembuh, tidak akan membuat siapapun mati. Juga Seiya kekuatannya sudah cukup untuk mendukung kamu Kotori"


"Oke... Setidaknya jangan menjadi beban atau menghalangi saat aku bertarung melawan Raja Iblis"


Tak lama kemudian, Itsuka Kotori menghilang masuk ke dalam singgasana Raja Iblis pun terkejut, dengan sigap melancarkan sihir api hitam menyerang Kotori.


"Sungguh tidak sopan! Masuk secara tiba-tiba"


Kotori pun memanggil 'Camael', keluar Kapaknya menghalangi sihir api hitamnya.


"Um.... Tidak usah basa-basi lagi, Camael! Megiddo! Ultra Api Ifrit! Tembak!"


Kapaknya berubah menjadi meriam, menyiapkan panas api Ifrit dengan skala yang sangat besar, meluncur melesat menghantam kursi singgasana Raja Iblis terbakar hangus, atap-atap kastil mulai koyak. Raja Iblis mengeluarkan Pedang Kehancuran, menerjang ke arah Kotori lalu Meriamnya berubah menjadi Kapak, mencoba menghunuskannya. Akan tetapi Raja Iblis menghilang mendadak, dan muncul dibelakang Kotori mengayunkan Pedang Kehancuran mengarah lehernya.


Secara refleksi menjatuhkan bilah Kapaknya, menyerang dengan ujung tongkat belakangnya menangkis ayunan Pedang nya. Lalu tangan Raja Iblis mengeluarkan percikan api hitam, berbentuk bola dengan melemparkan ke Kotori sembari melompat mundur. Tapi bola api hitam itu tidak melukai Kotori, lalu Kapaknya mengeluarkan api Ifrit mengayunkan memutar-mutar ditempat lalu memutar-mutar maju menerjang ke arah Raja Iblis terkena serangan yang menghempaskannya ke arah dinding kastil, menjatuhkan atap kastil menjadi berlobang.


"Argh....!!! Aku terkena serangan, sialan kau!"


Dengan amarah Raja Iblis memuncak, mengeluarkan aura-aura hitam dan melahap seluruh tubuhnya berubah menjadi Monster Raksasa Mengerikan seperti kelabang dengan berkepala tengkorak yang mengerikan. Mengeluarkan sinar laser dari mulutnya, mengarah melesat ke arah Kotori, lalu memasang posisi bertahan. Itsuka Kotori terkena serangannya, membuat gaun yang dia kenakan poncang-pancing, terlihat dadanya menutupi dengan lengannya. Luka-luka terlihat sekujur badannya karena menahan sinar laser itu, menguras tenaganya dan mengeluarkan banyak darah.


"Ugh... ugh... ugh..."


Kotori membuka mantra, mengubah dirinya menjadi Demon Mode. Memulihkan luka-lukanya dan tenaganya, seluruh tubuhnya mengeluarkan api-api Ifrit dengan selendang sepoi-sepoi mengikat dilehernya, penampilan berubah menjadi Menyeramkan, tanduknya semakin memanjang, gaun yang dia pakai semakin elok dan terlihat erotis dimata.


Dengan satu tangannya, melahap Kapak Camael. Memanggil senjatanya Satan, keluar Bilah Pedang Panjang Besar berlapisi api Neraka, mengayunkan apinya melayang ke arah kepala tengkorak monster itu. Pertarungan kedua belah pihak menjadi sangat Sengit, kedua nya tidak mau saling mengalah dengan mengeluarkan serangan-serangan mematikannya.

__ADS_1


__ADS_2