Phantasy The Animation

Phantasy The Animation
ORANG ROMAWI TERAKHIR BAGIAN I


__ADS_3

Setelah kemenangan besar Kekaisaran Romawi Timur, Elaina membuka sihir Portal memanggil Minamiya Natsuki ke kota Konstaninopel. Natsuki bersama Elaina tiba di depan pintu Reruntuhan Kuil Persemakmuran, diikuti pasukan Kaisar Romawi, Valens.


Natsuki:" Baiklah, kita menelusuri seluruh ruangan, skema dan musuh monster yang ada di dalam Reruntuhan Kuil Persemakmuran"


Elaina:" Oke, saya akan berhati-hati"


Valens:" Hm... Saya dan pasukan Romawi akan berpencar dengan kalian berdua, harta karun yang ditemukan kita akan menjadi milik Kekaisaran Romawi Timur, apa kalian berdua setuju?"


Natsuki mewakili menjawab:" Senang mendengar, saya setuju. Oke sekarang Elaina bersama ku masuk ke dalam lebih dulu"


Lalu Natsuki dan Elaina masuk ke dalam Reruntuhan Kuil Persemakmuran, namun, sesaat Natsuki dan Elaina masuk kedalam, yang terjadi, mereka langsung terlempar ke Pollentia dan berakhir pada tahun 402 Masehi, mereka terlempar ke masa depan, maju 24 tahun lamanya.


Dan pada tahun 402 Masehi, di bawah kepemimpinan Raja Alaric, Visigoth terus menginvasi pedalaman Kekaisaran Romawi Barat. Segera setelah itu, mereka mengepung kota penting Milan, tempat tinggal Kaisar Honorius. Di bawah tekanan besar, Honorius segera memerintahkan Stilicho, komandan militernya yang sedang tidak ada di utara pada saat itu untuk memimpin pasukannya ke selatan dan mempertahankan kekaisaran.


Kedatangan komandan Stilicho dalam upaya untuk mengepung Hasta, orang barbar mundur ke barat Pollentia. Meskipun beberapa prajuritnya ingin melanjutkan untuk mundur, Raja Alaric tetap bertekad untuk memaksakan masalah tersebut, dan bersiap untuk pertempuran sengit dengan tentara Romawi. Mengingat komandan Stilicho ini, berharap untuk mengejutkan Raja Alaric, memilih untuk menyerang pada Minggu Paskah, 6 April 402, ketika Arian Gotik akan disibukkan dengan perayaan keagamaan. Raja Alaric mengumpulkan pasukannya yang tidak siap dengan keterampilan dan keberanian untuk menghadapi serangan Romawi, dan bahkan berhasil mengalahkan kavaleri pembantu Romawi dari Alani, yang Raja nya gugur dalam pertempuran. Namun, orang Gotik akhirnya diusir dari lapangan dengan pembantaian, dan kamp mereka diserbu dan dijarah oleh orang Romawi yang menang. Komandan Stilicho menawarkan untuk mengembalikan para tahanan dengan imbalan orang Visigoth kembali ke Illyricum, tetapi setelah mencapai Verona, Raja Alaric menghentikan penarikan pasukan dan berusaha merebut kota Verona.


Pertempuran ini dinamakan Pertempuran Pollentia, Natsuki dan Elaina terjebak dalam dimensi waktu yang membawa mereka, untuk berjuang dan bertempur memihak Kekaisaran Romawi Barat. Pertempuran Pollentia terjadi pada tanggal 6 April 402, hari Paskah, antara Romawi Barat di bawah pimpinan komandan Stilicho dan Visigoth di bawah pimpinan Raja Alaric I, selama invasi Gotik pertama ke Italia (401-403). Bangsa Romawi menang dengan mudah dengan bantuan Natsuki dan Elaina, dan memaksa Raja Alaric mundur, meskipun Raja Alaric bangkit untuk bertarung lagi di tahun berikutnya pada Pertempuran Verona, dimana Raja Alaric kembali dikalahkan. Setelah itu, Raja Alaric mundur dari Italia, meninggalkan provinsi dengan damai sampai invasi keduanya pada tahun 409, setelah kematian komandan Stilicho.


Selama 7 tahun terjebak di dimensi waktu dalam Peristiwa Pollentia, Natsuki dan Elaina menilai selanjutnya akan terjadi pertempuran besar lagi di Roma. Kini Natsuki dan Elaina bergabung bersama orang Visigoth demi mencari jalan keluar dari labirin dimensi waktu, Natsuki bertemu dengan Raja Alaric membicarakan Serangan Roma.


Natsuki:" Raja Alaric, saya penyihir yang menguasai dan mengendalikan waktu, saya ingin menawarkan menjadi komandan pasukan untuk Penyerangan Roma, bersediakah Yang Mulia?"


Alaric:" Saya tahu kamu sudah pernah berperang melawan kami, apa pengkhianat seperti kalian bisa ku percaya untuk memerintahkan pasukan Visigoth? Hahahaha.... itu mustahil!"


Natsuki:" Tidak Yang Mulia, saya datang dari masa depan melalui dimensi waktu, sedang mencari Kepingan Yang Hilang adalah tujuanku, itu alasan saya membantu Romawi Barat untuk menemukan informasi nya, namun sayang, informasi tidak lah cukup, saya mohon Yang Mulia"


Alaric:" Jika kau datang dari masa depan, apa yang terjadi pada Penyerangan Roma, apakah kita menang? Bagaimana nasib orang-orang Visigoth? Apakah mereka damai dan tentram?"


Elaina dengan cerdik menjawab:" Yang Mulia, perkenalkan nama hamba Elaina, teman penyihir Minamiya Natsuki, pertama-tama hamba ingin meminta maaf jikalau hati Yang Mulai gelisah mendengar pernyataan dan kenyataan yang terjadi"


Alaric:" Oh... Jadi apa yang ingin kau katakan, Elaina?"


Elaina tersenyum:" Yang Mulia, pada masa depan, Penyerangan Roma akan menjadi kekalahan terbesar bangsa Visigoth yang akan menjadi akhir dari bangsa Visigoth, Yang Mulia juga terbunuh oleh pasukan pimpinan Kaisar Romawi Barat, Honorius"


Lalu Elaina melanjutkan cerita nya:" Jika Yang Mulia mengizinkan kita bergabung melawan Romawi, kita dapat mengubah sejarah bangsa Visigoth adalah bangsa yang hebat, dan akan mempengaruhi reaksi dunia dan membawa perubahan"


Alaric:" Baiklah... Bangsa Visigoth menyambut kedua penyihir, kalian akan diberikan 200 orang, masing-masing Natsuki memimpin 100 orang, dan Elaina 100 orang"

__ADS_1


Pada tahun 410 Masehi, Raja Alaric diserang oleh pasukan Romawi di tempat pertemuan yang disepakati dengan Honorius. Sebagai tanggapan, Raja Alaric memutuskan untuk meninggalkan negosiasi dengan Kekaisaran Romawi Barat dan sekali lagi mengepung Roma. Kota Abadi tampak goyah setelah dikepung berulang kali. Raja Alaric langsung memerintahkan Natsuki mengepung Roma, sedangkan Elaina ditugaskan untuk menerobos Roma selatan. Natsuki melancarkan serangan sihir waktu nya Proyeksi Rantai, mampu membuat rantai magis menyerang legiun veteran Romawi, berhasil membunuh 1000 pasukan yang menghadang, lalu Natsuki mengeluarkan sihir nya lagi Memanggil Penjaga: Hujan Emas diperintahkan menghabisi sisa pasukan Romawi.


Pasukan Raja Alaric bergegas melanjutkan mobilisasi pasukan kavaleri dan infanteri Visigoth, ini adalah pertama kalinya dalam hampir 800 tahun Roma jatuh ke tangan musuh asing, dan penjarahan itu merupakan kejutan besar bagi orang-orang sezaman, teman dan musuh Kekaisaran. Setelah tiga hari menjarah dan merampas, Raja Alaric segera meninggalkan Roma dan menuju Italia selatan. Pasukan Visigoth membawa serta kekayaan kota dan sandera yang berharga, Galla Placidia, saudari perempuan kaisar Honorius. Elaina bersama pasukan Visigoth menghancurkan Campania, Lucania, dan Calabria. Natsuki bersama Raja Alaric menjarah Nola dan Capua, dan Visigoth mengancam akan menyerang Sisilia dan Afrika. Namun, walau tidak dapat menyeberangi Selat Messina karena kapal yang dikumpulkan hancur oleh badai, Natsuki menggunakan sihir Ruang Henti Waktu mencoba untuk menyebrangi Selat Messina dengan sisa kapal yang ada. Akan tetapi Raja Alaric meninggal lebih dulu karena sakit di Consentia pada akhir tahun 410, hanya beberapa bulan setelah penjarahan. Natsuki dan Elaina meminta para Visigoth untik memakamkan Raja Alaric bersama hartanya di dasar sungai Busento. Dan para budak kemudian dibunuh untuk menyembunyikan lokasi pemakaman Raja Alaric.


Visigoth memilih Ataulf, saudara ipar Alaric, sebagai raja baru Visigoth. Para Visigoth kemudian bergerak ke utara, menuju Gaul. Ataulf menikah dengan Galla Placidia pada tahun 414, tetapi dia meninggal satu tahun kemudian. Visigoth mendirikan Kerajaan Visigoth di Gaul barat daya tahun 418, Natsuki dan Elaina memiliki kontra dengan raja baru Visigoth. Ataulf menyingkirkan Natsuki dan Elaina dan mengusir mereka keluar dari wilayah Kerajaan Visigoth.


Natsuki:" Sungguh bodoh orang Visigoth ini, mereka tidak tahu diri, sangat kurang ajar. Kita sudah membantu mereka dari Penyerangan Roma sampai mendirikan Kerajaan Visigoth, usulan pendirian Kerajaan Visigoth adalah ide saya"


Elaina:" Ya kamu benar, Natsuki... tetapi kita benar-benar terpukul, kita kehilangan raja Visigoth yang hebat, Raja Alaric"


Natsuki:" Tentu saja Elaina, kita juga kehilangan informasi berharga untuk reruntuhan. Sebaiknya kita memilih antara tiga negara ini, Kerajaan Vandal atau Kerajaan Suebi, atau Kekaisaran Romawi Barat untuk melanjutkan pencarian Kepingan Dantalian"


Elaina:" um... saya menyarankan kita harus berpencar lagi dan menghindari aksi kampanye militer, kita sudah cukup melakukan hal itu"


Natsuki:" Betul juga Elaina, oke kita akan berpencar, sekarang saya akan mencoba pergi ke kota Konstaninopel"


Elaina:" Oke Natsuki, saya akan menuju ke Semenanjung Iberia dan mengamati situasi disana, ada kemungkinan lokasi reruntuhan, walaupun Kekaisaran Dantalian Raya tidak pernah menguasai wilayah Semenanjung Iberia"


Minamiya Natsuki menggunakan sihir Percepatan Waktu Gerak menuju ke kota Konstaninopel, sedangkan Elaina menunggangi sapu terbang nya melayang ke Semenanjung Iberia. Tidak lama kemudian Elaina mengamati situasi di Semenanjung Iberia, yang terjadi pada tahun 419 Masehi, Pertempuran Pegunungan Nervasos terjadi antara koalisi Suebi, yang dipimpin oleh Raja Hermerik bersama dengan pasukan sekutu Kekaisaran Romawi Barat yang ditempatkan di Provinsi Hispania, melawan pasukan gabungan dari Vandal dan Alan yang dipimpin oleh Raja Gunderic. Pertempuran ini terjadi dalam konteks invasi Jerman kontemporer ke Semenanjung Iberia. Selama invasi tanah Vandal, Raja Hermerik dan pasukannya dikepung di Pegunungan Nervasos oleh pasukan Raja Gunderic, hanya diselamatkan dari kekalahan telak oleh intervensi Romawi secara tepat waktu.


Orang Romawi tiba dengan sang  Menjeru Hispaniarum Asterius, sebagai pemimpin pasukan Romawi yang kuat, mengangkat pengepungan Suebi dan memaksa Vandal untuk mundur. Kampanye Romawi berlanjut dan komandan Asterius memaksa Vandal untuk mundur ke selatan Bracara Augusta, dimana telah mengatur gerakan menjepit sebelumnya bersama Vikariusnya, Maurocellus, yang memimpin pasukan Romawi yang cukup besar. Mencegat Hasdingi Vandals dan mengarahkan mereka. Setelah dikalahkan, Raja Gunderic memimpin sukunya untuk mencari pemukiman baru di Hispania Baetica.


Elaina bersama pengawal Vandal memasuki ruangan Raja Gunderic:" Yang Mulia, selamat atas kemenangan Vandal melawan Romawi"


Gunderic:" oh... terima kasih, ada gerangan apa engkau kemari?"


Elaina tersenyum:" Yang Mulia, hamba ingin menyarankan Yang Mulia untuk membangun armada laut, untuk mendominasi angkatan laut, dipastikan kita dapat menaklukan sebagian besar Spanyol tenggara"


Seru Raja Gunderic:" Hoho... saya suka saran engkau, baiklah saya menerima saran engkau, namun apa kamu tertarik menjadi Pekerja *** atau bersediakah menikah dengan ku?"


Elaina tetap tersenyum dengan menolak tawaran Raja Gunderic:" Yang Mulia, hamba hanya seorang penjelajah, hamba mohon maaf untuk menolak tawaran Yang Mulia"


Kemudian Raja Gunderic merasa diremehkan:" Prajurit! Angkat senjata kalian, tangkap wanita ****** ini, kita akan berpesta *** ramai-ramai dengan wanita ini!"


Prajurit Vandal menyerang dan menyergap Elaina, namun Elaina langsung mengeluarkan sapu terbangnya melayang ke atas, lalu menghancurkan atap ruangan dengan sihir api Serangan Panah, Elaina berhasil lolos dari sergapan para Vandal. 7 hari kemudian, Raja Gunderic teringat sama saran Elaina untuk membangun armada laut, lalu keesokan harinya Raja Gunderic memerintahkan rakyat Vandal untuk membangun armada besar, yang akan gunakan untuk mendapatkan dominasi angkatan laut di wilayah pemukiman Vandal, lalu para Vandal memulai menaklukan sebagian besar Spanyol tenggara, menjarah kota Kartago Nova dan Hispalis antara lain.


Raja Gunderic menyesali perbuatan nya karena sudah kehilangan sosok orang yang hebat, Elaina si Putri Putih Yang Anggun, Raja Gunderic memberikan julukan kepada nya. Pada tahun 428 Masehi, sesudah kesuksesan Raja Gunderic, sang Raja meninggal.

__ADS_1


Tahkta digantikan oleh saudara tirinya Genseric, yang memutuskan bahwa tempat terbaik bagi rakyatnya untuk menetap adalah Afrika Utara, yang dirusak oleh perselisihan internal yang akan meniadakan perlawanan Romawi.


Raja Genseric memulai persiapan untuk menyeberangi Selat Gibraltar dengan lebih dari 80.000 orang, 15.000 diantarnya adalah prajurit, namun Raja Genseric diserang dari belakang oleh pasukan besar Suebi dibawah komando Heremigarius yang berhasil merebut Lusitania. Tentara Suebi ini dikalahkan di dekat Mérida dan pemimpinnya Hermigario tenggelam di Sungai Guadiana saat melarikan diri. Tahun berikutnya, Vandal turun di Ceuta, yang dalam beberapa tahun Vandal akan menguasai seluruh Afrika Utara Romawi.


Elaina tiba di kota Roma, memulihkan sihir nya selama beberapa hari, Valentinian III mendapat laporan dari prajurit Romawinya, bahwa ada seorang penjelajah yang memiliki sihir sedang menetap di kota Roma, lalu kaisar Romawi, Valentinian III memerintahkan pengawal untuk menjenguk dan membawa nya untuk menghadap sang Kaisar. Sehari kemudian, Elaina berjumpa dengan pengawal Romawi:" Apakah anda si Penyihir itu? Jika benar, tolong ikut bersama kami, sang Kaisar memanggil anda untuk menghadap" seru pengawal Romawi


Elaina berpikir sejenak, lalu merencanakan sesuatu:" Baiklah, saya akan ikut dengan kalian"


Lalu para pengawal membawa Elaina memasuki kemegahan dan kemewahan ruangan sang Kaisar dan menghadap:" Yang Mulia, kita sudah membawa si Penyihir menghadap Yang Mulia" seru pengawal Romawi


Valentinian III:" Bagus! Apakah kamu si Penyihir yang pernah menyelamatkan Romawi dan pengkhianat Romawi? Hahaha saya tidak percaya kalau kamu bisa berumur panjang"


Elaina mendesah:" Yang Mulia, ya benar hamba adalah Penyihir itu, namun hamba tidak pernah berkhianat kepada Kekaisaran Romawi, Yang Mulia, Hamba dijadikan Sandera oleh para Visigoth"


Lalu kaisar Valentinian III menyambut:" Baiklah... Saya akan menganggap kamu sebagai Penyihir Romawi, sekarang saya ingin kamu pergi ke Kartago, hentikan si bajingan Genseric, para tikus Vandal menduduki kota-kota Afrika Utara Romawi!"


Elaina mengangguk sambil tersenyum:" Baik Yang Mulia, hamba akan mempertahankan kota Kartago"


Elaina segera meninggalkan ruangan kaisar Romawi, terbang dengan sapu terbangnya menuju Carthago. Tibalah Elaina di Kartago, mendapat laporan dari regu pengintai, bahwa Gaiserik akan melakukan Pengepungan Hippo Regius. Elaina langsung membawa 1000 orang menuju Hippo Regius, pada Mei 430, pengepungan hippo regius dimulai, yang dilakukan oleh kaum Vandal di bawah komando Raja Genseric, sekitar 15.000-20.000 petarung pria melawan para pembela Romawi di bawah komando Bonifasius, Pangeran Afrika dengan kurang dari 20.000 orang. Memiliki komando laut, Boniface mampu menjaga persediaan kota dengan baik dan, setelah 14 bulan, Genseric kekurangan persediaan. Para Vandal mengangkat pengepungan, menjadikan cobaan itu sebagai kemenangan teknis Romawi. Namun, Boniface dengan cepat meninggalkan kota melalui laut untuk bertemu dengan bala bantuan dari Kekaisaran Timur dan Elaina.


Pasukan gabungan dengan bala bantuan Romawi, menyerang balik melawan Vandal, Elaina melancarkan sihir Badai Angin menghempaskan pasukan Vandal, namun pasukan Kekaisaran Romawi Timur dipukul mundur, sedangkan pasukan Boniface melarikan diri dari pertempuran. Serangan semakin sengit dilancarkan oleh Vandal, menyebabkan banyak kematian kepada pasukan Kekaisaran Romawi Timur, Elaina pun terjebak dan hanya menyisakan sedikit mana. Para Vandal berhasil menangkap Elaina, dan melucuti pakaian Elaina dengan menyisakan pakaian dalamnya.


Lalu datang Raja Genseric:" Salam!  Penyihir si Putri Putih Yang Anggun, Apa kabar? Berkat saran dari kamu, kaum Vandal berhasil menaklukan Afrika Utara Romawi, hahaha....."


Raja Genseric sambil menatap tubuh Elaina yang putih mulus:" Sungguh luar biasa, kamu benar-benar memiliki tubuh yang indah, saya punya tawaran dengan kamu"


Elaina berdesik:" Apa tawaran Yang Mulia itu?"


Genseric:" Ada dua pilihan, pertama kamu menjadi Budak *** dan melakukan Pesta *** bersama seluruh orang Vandal, kedua kamu menyerang sendirian tanpa pasukan dan harus berhasil menaklukan kota Kartago jika tidak kamu akan menjadi Budak ***, bagaimana Elaina?"


Elaina menjawab dengan diberikan pakaian baru:" Baik Yang Mulia, hamba akan menyerang kota Kartago sendirian"


Pengepungan Hippo Regius berakhir dengan ketidakberhasilan bagi kaum Vandal, namun selama pengepungan itu membuat St. Agustinus tewas. Perdamaian pun dibuat pada 30 Januari 435 antara kaisar Valentinian III dan Gaiserik. Kaisar Romawi akan mempertahankan Kartago dan provinsi prokonsuler yang kecil tapi kaya, sementara Hippo dan enam provinsi Afrika lainnya ditinggalkan untuk kaum Vandal. Pada tahun 439 Masehi, Raja Gaiseric memimpin pasukannya melintasi Selat Gibraltar, menduduki sebagian besar wilayah Kekaisaran Romawi Barat selama 8 tahun. Setelah hampir lima tahun berdamai dengan Kekaisaran Romawi Barat, Raja Gaiseric mengarahkan pandangannya ke Kartago lagi, kota terbesar ketiga di Kekaisaran Romawi, Raja Gaiseric mengamati perjanjian ini sampai tidak lagi sesuai dengan tujuannya.


Pada tanggal 19 Oktober 439, tanpa pernyataan perang apapun, tiba-tiba Raja Gaiseric memerintahkan Elaina menyerang Kartago, untuk pertama kalinya Elaina menggunakan sihir tingkat atasnya Manipulasi Unsur: Memaksimalkan Badai Angin Lebih Besar, membunuh semua penduduk kota Kartago beserta pasukan Romawi Barat, dan berhasil merebut kota Kartago tanpa kehilangan pasukan Vandal. Pendudukan Vandal di kota besar ini, yang ketiga di antara kota-kota Kekaisaran Romawi, berlangsung selama 94 tahun.


Raja Gaiseric tampak lelah dan sedikit kecewa sama Elaina:" wow kerja bagus, sungguh luar biasa, namun kamu tampak kelelahan hahaha...."

__ADS_1


Elaina merintih:" Terima kasih Yang Mulia, sekarang saya akan pergi menjauh, selamat tinggal!"


Elaina dengan sapu terbangnya, melayang melintasi lautan menuju Chalons.


__ADS_2