
<Beelzebub adalah Raja Iblis Kerakusan, iblis yang dikenal terlalu memanjakan.
Beelzebub memiliki satu tanduk spiral di tengah dahinya yang mengingatkan pada alicorn, serta sayap hitam kecil yang tumbuh dari bahunya, yang dapat ditariknya untuk disembunyikan. Dia memiliki mata hijau dan rambut panjang biru kehitaman dengan kuncir dua pinggul dan poni sepanjang dagu. Dia mengenakan kerah logam perak di lehernya yang memiliki tali rantai logam panjang melilit tubuhnya sampai ke kakinya. Dia juga mengenakan blus hitam dan hijau dengan jendela dada dan rok peri hijau dengan celemek pelayan putih di atasnya, stoking putih setinggi paha, dan sarung tangan serta sepatu hitam-hijau yang serasi. Dia biasanya ditampilkan memegang dan memakan paha daging besar.
Lady Beelzebub adalah Raja Iblis yang disimpan Lucifer di sisinya seperti hewan peliharaan, hampir seperti BDSM, dan Lucifer adalah satu-satunya makhluk yang dapat memberikan perintah padanya. Jika dia memiliki minat selain makan, maka hanya dia yang tahu jawabannya. Lebih dari ini, Beelzebub hampir tidak jahat, seperti yang dia katakan kepada Lucifer saat di rumah sakit bahwa dia suka makan bukan karena makan dianggap dosa, tetapi karena itu seharusnya membawa kegembiraan dan kebahagiaan bagi orang-orang. Karena itu, inilah mengapa dia mengadakan pesta besar untuk mengumpulkan pengikut, untuk memberi orang-orang itu kebahagiaan melalui makan. Faktanya, Beelzebub adalah Raja Iblis yang paling baik dan penyayang, terlihat sebagai contoh setelah Leviathan dikalahkan dalam perang melawan Satan. Menemukannya di dasar laut, Beelzebub menyelamatkan Leviathan sendirian, dan menggunakan mantra memungkinkannya melepaskan semua kekuatan potensial Leviathan, sehingga membawanya kembali ke pertarungan.
Saat ini, hanya Lucifer yang mengetahui kemampuannya. Diisyaratkan dia memiliki tingkat stamina yang cukup mengesankan, mampu bertahan lebih lama dari Lucifer dalam kontes makan sebelum keduanya dibawa ke rumah sakit.>
Buddha dan Beelzebub, mereka berdua pergi ke istana, dimana Raja Solomon tinggal. Buddha sangat sayang dan baik kepada Beelzebub, karena keimutan doi selalu membuat suasana semakin ceria. Sedangkan dipikiran nya Beelzebub hanyalah makanan, terutama berupa Daging.
"Nah Beel, apa kamu mau makan selain daging? Contoh nya sayuran berkuah seperti capcay"
"Apa itu enak?"
"Oh tentu saja enak, paman bisa membuat capcay. Apa Beel mau coba?"
"Asik...asik...asik... Beel mau makan capcay"
Kegirangan Beelzebub, lompat-lompat diri, kalau nanti mau makan capcay.
"Oke! Nanti kita sampai di sana, langsung kita pergi ke dapur"
"Asyik... ayo!"
Buddha senang melihat kemanisan Beelzebub. Tak lama kemudian, mereka tiba di istana dan langsung ke bagian dapur, sesuai janji Buddha untuk membuat capcay.
"Beel, apa kamu suka makan udang?"
"Ya paman, Beel suka"
"Oke, tolong kamu ambilkan bawang putih, jahe, dan saus tiram yang ada di rak sebelah sana"
"Siap paman!"
Lalu Buddha menyiapkan bahan-bahan untuk capcay seperti jagung muda, wortel, daun bawang, brokoli, kembang kol, udang sedang, tepung maizen, air, dan minyak goreng.
"Ini paman! Bawang putih, jahe, dan saus tiramnya"
"Oh... terima kasih Beel. Selanjutnya aku panaskan minyak goreng dulu, tunggu ya"
"Oke paman"
Buddha sudah menyiapkan semua bahan-bahan capcay, sekarang dia memulai hidangan capcay dengan memanaskan minyak goreng, tumis bawang putih dan jahe...
"Capcay, capcay, capcay..."
Lantunan Beelzebub dengan senyumannya menunggu capcay ini.
"Setelah ku tumiskan bawang putih dan jahe, lalu masukkan udang dan saus tiram, aduklah dengan rata"
Buddha memulai mengaduk-aduk, sedangkan Beelzebub masih bernyanyi 'capcay'.
"Tambahkan garam, merica, dan minyak wijen kemudian aduk rata lagi"
"Oh..."
Sehabis Buddha memasukkan garam, merica dan minyak wijen dan mengaduknya. Selanjutnya Buddha memasukkan air...
"Sudah belum paman?"
"Yah... bentar ya Beel, paman masukkan air dulu terus masak hingga mendidih"
"Hee... jangan lama ya paman"
"Iya Beel, ah hampir lupa aku.... Masukkan dulu tepung maizena yang sudah dilarutkan dan kentalkan air ini"
Sesudah dikentalkan, Buddha memasukkan jagung, wortel, daun bawang, brokoli, dan kembang kol.
"Paman hebat, paman hebat bisa masak! Hore!"
"Hehe terima kasih Beel"
"Masih belum ya, paman?"
"Oh... hanya dimasak sebentar lagi Beel, lalu angkat dan sajikan secara hangat. Bisa kamu siapkan piring yang ada di sana bawa kesini, Beel?"
"Oke paman!"
__ADS_1
Beelzebub mengambil 2 piring untuk tempat capcay mereka, lalu Buddha mengangkat capcay itu...
"Oke! Capcay sudah siap saji, ayo kita makan selagi masih hangat"
"Hore...!"
Kegirangan Beelzebub terlihat lagi, Buddha menyajikan 'Capcay Sederhana Aneka Sayuran' diatas piring.
"Sudah siap, Beel. Ayo kita makan"
"Hore, capcay! Paman hebat!"
"Hehe, terima kasih Beel"
*nyam*
"Wuih... aroma nya harum juga, tekstur wortel ini juga empuk, brokoli nya juga ada rasa asin garam gitu. Enak sekali ini, paman!"
"Hahaha... tentu, coba kamu makan udang itu"
"Oke..."
*krenyes*
"Wah... udang ini menjadi terasa lembut dan ada rasa saus tiram, rasanya sangat cocok paman!"
"Baguslah Beel, senang mendengarnya"
"Oh ya paman, bisa kita masak lagi seperti masak daging"
"Hm... sebenarnya paman tidak banyak makan daging, tapi kalau Beel mau paman buatkan, tenang"
"Hehe terima kasih, paman"
"Sama-sama... oh! Gimana capcay ini juga kita hidangkan sama daging, nasi, sup, gorengan, gulai, sate, dan rebusan. Gimana menurut mu, Beel?"
Mata berbinar-binar terlihat dari Beelzebub imut ini, mendengar makanan itu.
"Aku mau, paman!"
"Haha berarti sudah ditentukan! Paman buat dulu sup dan rebusan, kita simpan dulu capcay yang banyak ini di penghangat sana Beel"
"Oke paman!"
"Wuih... ada daging! Daging ayam! Asyik...!"
"Haha... pertama-tama kita masak air sampai mendidih, lalu masukkan bawang bombay yang sudah dipotong menjadi dadu, 1 ruas jahe, 8 siung bawang putih, 1 batang daun seledri, wortel kita potong jadi dadu, 1 sendok makan garam, setengah sendok teh merica bubuk dan 1 batang daun bawang, terakhir tentu kita aduk merata"
"Terus ayam nya gimana?"
"Oh... kita tunggu olahan tadi sampai mendidih.... ah barulah kita rebus ayam nya dan kita harus nunggu sampai 45 menit, Beel"
"Wah lama juga ya, paman. Beel jadi gak sabar nunggu"
Buddha tersenyum lalu menyiapkan bahan-bahan hidangan sup, selagi menunggu hidangan rebusan matang. Ada 3 butir telur, 1 bungkus rumput laut, setengah butir bawang bombay, 1 bawang putih, 1 lembar daun bawang, dan Kaldu jamur.
"Beel, ambilkan mangkuk besar dulu. Paman lagi meniriskan daging ayam ini"
"Asik... ini mangkuk nya paman"
"Bagus, paman sajikan ayam rebus ke dalam mangkuk, lalu kita taburkan daun seledri untuk menambah aroma"
"Wuih... iya paman, aroma nya lezat. Huehuehue..."
"Iya... Ayam Rebus Bumbu sudah siap nih, Beel. Tolong taruh rebusan ini ke penghangat sana ya, paman mau bikin sup dulu"
"Aye paman!"
Setelah semua bahan sudah ada untuk hidangan sup, Buddha memulai mengocok telur secara lepas.
"Paman, paman lagi ngapain? Kok bising kali"
"Oh... ini paman lagi kocok telur, Beel"
"Oh... habis itu?"
"Iya... telur nya sudah siap dikocok, paman tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum, lalu masukkan air"
__ADS_1
"Oh gitu ya"
"Ya Beel, kita tunggu sampai mendidih. Terus masukkan telur yang paman kocok tadi, sambil kita aduk-aduk"
"Beel siapkan mangkuk besar lagi oke, paman mau ngasih setengah sendok teh garam, merica, dan kaldu ayam... oke pas mantap rasanya cocok!"
"Ini paman mangkuk nya lagi"
"Terima kasih Beel, eh tunggu dulu... matikan api dulu, masukkan rumput laut lalu aduk pelan. Dan angkat ke dalam mangkuk"
"Hehe... paman hebat!"
"Seperti biasa Beel, taruh hidangan 'Sup Telur Rumput Laut' ke sana ya"
"Oke paman, selanjutnya mau masak apa kita?"
"Mungkin gulai dan sate kita hidangkan"
"Asik.... pasti itu daging! Ayo, semangat paman!"
Beelzebub pergi menaruh hidangan sup itu, sedangkan Buddha dengan semangat tinggi menyiapkan bahan untuk hidangan gulai.
"Hm... seingatku yang cocok, ah mungkin resep gulai yang ini bahannya..."
Buddha mengeluarkan semua bahan gulai diatas meja, ada 1 setengah kilogram ikan tuna yang sudah dipotong, 1 ruas lengkuas yang memarkan, 5 lembar daun jeruk, 1 batang serai yang memarkan, 1 sendok makan air asam jawa, 1 liter santan, 1 sendok teh Garam-gula-kaldu bubuk, 11 cabai rawit, 3 buah jeruk nipis.
"Ikan! Asik... paman masak ikan!"
"Hahaha... pertama-tama kita haluskan dulu semua bumbunya yaitu, 12 buah bawang merah, 5 buah bawang putih, 7 buah cabai merah keriting, 11 cabai rawit, 1 sendok teh ketumbar, setengah sendok teh merica, 3 kemiri, 1 ruas kunyit dan jahe"
"Terus apa lagi paman?"
"Eh... paman dikit lupa, mungkin habis haluskan bumbunya... kita lumuri ikan dengan air jeruk nipis dan garam. Diamkan 10 menit lalu goreng jangan terlalu kering. Sisihkan"
" hehe... Beel jadi gak sabar, sudah lama gak makan daging ikan"
"Oh sungguh? Pasti ini akan menjadi masakan paling lezat untuk mu Beel, hahaha..."
Canda tawa Buddha, lalu dia tumis bumbu halus dan masukkan daun kunyit, serai, daun jeruk. Tumis sampai harum dan matang.
"Semua masakan paman selalu aroma nya ada, bikin perut keroncongan"
"Ho... hahahaha.... oke oke Beel, tunggu ya. Karena kita harus tuang santan dan air asam. Aduk rata. Masukkan garam, gula dan kaldu bubuk. Sesekali aduk supaya santan tidak pecah, Beel"
*glek...*
"Kita tunggu sampai mendidih dulu, Beel"
Buddha langsung tes rasa dan rasa sudah sesuai, masukkan ikan dan cabai rawit. Masak hingga matang dan bumbu meresap.
"Nah paman, mangkuk lagi kan?"
"Wah sudah tahu ya kamu, Beel. Makasih, biasa ya. Angkat dan sajikan 'Gulai Ikan Tuna' di sana"
Selanjutnya Buddha menyiapkan bahan untuk hidangan sate. Ada 500 gram kerang, tusuk sate. Lalu Buddha menghaluskan semua bumbu untuk satenya diantaranya, 6 siung bawang merah, 3 siung bawang putih, 8 buah cabai keriting merah, 6 buah cabai rawit merah.
"Asik ada kerang!"
"Yups... kita tumis bumbu halus sampai harum, lalu masukan lengkuas, jahe, sereh, dan daun Jeruk. Setelah bumbu matang dan sudah tidak bau langu, kita masukkan kerang, tambahkan sedikit air. Jangan lupa kita tambahkan gula Jawa, air asam, kecap, garam, dan kaldu bubuk. Terus kita tutup..."
"Loh kok ditutup, paman?"
"Iya agar matangnya merata, diamkan sampai air menyusut. Setelah itu angkat dan dinginkan, Beel"
"Eh.... tapi terlihat mempesona"
"Hahaha... mungkin, terakhir kita tusuk kerang menjadi sate dan hidangkan 'Sate Kerang Pedas' ke sana ya Beel"
Lanjut lagi Buddha menyiapkan bahan-bahan untuk....
"Paman, ayo kita makan! Beel sudah lapar nih, sudah dulu lah masak nya. Kapan lagi ini kita makan"
"Hahaha.... ayolah kita makan!"
"Selamat makan, paman!
"Selamat makan, Beel!"
__ADS_1
Disisi lain, Leviathan akhirnya sampai dimana kekuatan aneh itu berada. Ternyata kekuatan itu berasal dari...