
<Belial, sebelumnya dikenal sebagai Satanael, adalah Raja Iblis Keangkuhan, juga dikenal sebagai Kesombongan, pemimpin Dosa Bidah dan mantan pemimpin Tujuh Dosa Fana.
Belial adalah wanita yang sangat menarik dan tegap, memiliki tubuh tinggi, dengan bokong gemuk dan besar, dan payudara yang luar biasa besar, lebih besar dari Asmodeus dan Sariel, hanya dilampaui oleh ukuran payudara Mammon.
Penampilan Belial mewujudkan ketidakseimbangan, dimulai dari matanya yang memiliki heterokromia, mata kanannya kuning dan mata kirinya merah. Rambut keperakan kebiruan sebahunya menutupi telinga kanannya dan memperlihatkan telinga kirinya. Dia memiliki dua tanduk yang melengkung ke atas di sisi kepalanya, tetapi rasionya tidak sama, karena tanduk kanannya sangat besar dan tanduk kirinya sangat kecil. Belial mengenakan pakaian yang sangat sedikit, mengenakan baju besi biru asimetris yang rumit di pundaknya dengan api yang menyembur darinya, yang menutupi putingnya. Dia memakai ****** ***** tanpa tali renda hitam yang menutupi selangkangannya dan pelindung lutut renda hitam serta stoking di kakinya. Dia memakai sepatu balet di kakinya (dengan sepatu kanannya berwarna merah muda dan sepatu kirinya berwarna merah) dan sarung tangan tanpa jari di tangannya (dengan sarung tangan kanannya berwarna hitam dan sarung tangan kirinya berwarna ungu).
Terakhir dia memakai kacamata perak berbingkai tipis yang cocok dengan warna rambutnya.
Dia pernah berkembang pesat untuk bersaing dengan Lucifer untuk kursi Raja Iblis Kebanggaan, yang diklaim Nyonya Belial dirampas darinya. Fakta bahwa satu-satunya kebanggaan yang dia miliki di dalam hatinya adalah dilahirkan dalam keluarga terkenal yang berasal dari iblis, rumah Byrndale, membuatnya menjadi Raja Iblis yang sedih.
Kebanggaannya berada di sebelah Lucifer, kemampuan tempurnya dekat dengan Satan, daya tarik seksnya menyaingi Asmodeus. Menjadi jack-of-all-trade dan master of none, dia biasanya menyerang Lucifer dengan kekuatannya yang luar biasa, tetapi karena usahanya akan selalu menjadi bumerang, dia mengalami kekalahan beruntun.
Setelah kehilangan baju besi pusaka dan gaunnya, tidak ada yang tersisa untuk dipakai, pelayannya Gnosis berubah menjadi baju besi hidup untuk menutupi titik-titik sensitif, tetapi ini masih menutupi dirinya dan berfungsi sebagai keuntungan besar bagi daya tarik seksnya. Karena pengabdiannya pada Gnostisisme, dia dapat terus menantang Lucifer setiap hari tanpa kehilangan keberaniannya.
Selain itu, dia, Astaroth, dan Mammon adalah satu-satunya Raja Iblis yang memiliki aksen unik dalam ucapan mereka.
Belial memiliki kemampuan untuk memanggil kekuatan Gnosis yang sudah dikenalnya dan memakainya sebagai pelindung di tubuhnya. Dia menunjukkan pikiran yang tajam dan strategis selama serangan Lucifer pada Raja Iblis, mampu melakukan tindakan bila diperlukan. Seperti Raja Iblis lainnya, dia mampu bergerak sangat cepat dan bahkan berteleportasi melintasi beberapa jarak. Dia terbukti bisa mengambil hati manusia setelah mengeluarkannya melalui mantra yang dia melakukan ini pada Lucifer saat terbaring tak berdaya dan tertidur di rumah sakit.
Belial tampaknya adalah yang tertua dari Raja Iblis.
Ukuran *********** adalah yang kedua setelah Mammon, tapi dia lebih besar dari Lucifer.
Dia dan Astaroth adalah Raja Iblis dari dosa fana sebelumnya Keangkuhan (Kesombongan) dan Melankolis, yang diabaikan dalam revisi kepercayaan selanjutnya.
Nama malaikatnya dinamai Satanael, malaikat dari tradisi Gnostik yang pernah melayani Demiurge tetapi memberontak setelah menyadari Demiurge bukanlah Tuhan yang sebenarnya dan memberikan pengetahuan kepada umat manusia untuk membebaskan diri dari Demiurge.>
Di padang gurun yang tandus dan gersang, angin mengilir dengan cepat, Belial berjumpa dengan Brunhilde dan Dalian yang sedang bertarung satu sama lain. Belial juga yang terkuat dibawah Lucifer dan terkadang diatas atau dibawah Satan, namun Belial enggan terlibat langsung konfrontasi pertarungan mereka. Dia hanya menonton sampai salah satu dari mereka terbunuh, lalu Belial berencana untuk membunuh yang masih bertahan hidup.
Usut punya usut, alasan mereka bertarung adalah karena Brunhilde menolak untuk membunuh Raja Iblis, dan ingin dia segera membunuh para dewa-dewi seperti dewa Zeus dan dewa Odin. Sedangkan Dalian tidak setuju hal itu, memicu kemarahan kedua belah pihak. Dalian adalah sosok pencipta Keseimbangan Dunia bersama Kaisar Agung, yang diperintahkan oleh Kaisar Agung untuk menjaga Keseimbangan Dunia. Semua pengetahuan dan segalanya tentang kehidupan serta berbagai banyak hal dan perihal, Dalian memilikinya di dalam otak kecil dia dan menuliskan ke dalam buku agar dapat dijadikan sebagai pedoman dan juga sebagai petunjuk aturan Keseimbangan Dunia. Maka dari itu, Dalian menentang prinsip Brunhilde yang sangat ingin membunuh dewa Zeus dan dewa Odin serta seluruh dewa-dewi.
"Mengapa kamu menghalangi jalanku untuk membunuh para dewa?"
"Ini demi menjaga Keseimbangan Dunia, tidak akan kubiarkan semena-mena Brunhilde!"
"Keseimbangan Dunia? Kehidupan tidak butuh itu!"
"Jangan bodoh, Brunhilde. Jika Keseimbangan Dunia runtuh! Maka semuanya akan menjadi BERAKHIR dan menjadi AKHIR SEGALANYA. Apa kamu menginginkan hal itu?"
"HAHAHA! Coba tanyakan kepada Dewi Eris! Apa dewi kamu sanggup melakukan hal itu? Bahkan aku juga akan membunuh dewi kamu, Dalian! Camkan itu!"
"Kurang ajar! Semoga Dewi Eris mengampuni dosa kamu! Rasakan ini!"
Dalian terbawa emosi lalu menyerang Brunhilde, dengan membuka gembok yang terkunci dengan kunci, yang berada di dadanya. Lalu muncul sebuah buku, membacakan mantra dengan mengeluarkan seribu burung walet yang membawakan kerikil kecil yang dipenuhi panas api yang melebihi suhu panas matahari. Mengudara mengarah ke Brunhidle berada, lalu dia mengeluarkan pedang dan memperbesarkan pedangnya, yang menghempaskan langsung seribu burung walet sekaligus.
Dalian tak mau diam saja, memunculkan buku lainnya yang memanggil Banjir Bandang yang dapat menenggelamkan dunia, langsung menerjang Brunhilde, akan tetapi dia menahan serangan Banjir Bandang itu dengan pedangnya menyerap semua air itu kemudian membuangnya ke dalam dimensi portal, membuang ke luar angkasa.
"Wow... kekuatan yang luar biasa, Dalian. Apa itu semua berasal dari buku-buku itu?"
"Diam kamu! Aku tidak akan memberitahu kamu!"
"Oh jadi gitu..."
Brunhilde mengecilkan pedangnya, langsung menerjang ke arah Dalian berada, Dalian membuat sebuah penghalang Shield Protective melalui pemanggilan bukunya.
"Oh... kuat juga perisai ini"
Lalu Dalian membuka lembar bukunya, memunculkan seribu rudal nuklir Tsar Bomba menyerang Brundhilde.
"Oi oi oi! Apa kamu ingin menghancurkan dunia ini?"
"Diam kau!"
__ADS_1
Brunhilde dengan pedang kecilnya menebas tebas tebas dan tebas sampai seribu tebasan, berhasil menghancurkan seribu Tsar Bomba.
"Hu... sangat melelahkan ini, bisa kita minta waktu istirahat?"
"Tidak ada waktu bagimu, Brunhilde! Jika kamu masih menyimpan prinsip merusak Keseimbangan Dunia"
"Ya sudah, terserah padamu!"
Kali ini giliran Brunhilde untuk menyerang, menyiapkan kuda-kuda, kedua tangannya memegang pedang dengan erat, mengangkatnya pedang ke atas, lalu mengayunkan pedangnya ke arah Dalian berada, memunculkan tebasan yang diselimuti angin, sesaat mau turun, dia memperbesar pedangnya lalu menurunkan dengan cepat agar Dalian dapat terbelah menjadi dua bagian.
"Kamu sudah mulai serius ternyata, Brunhilde"
Dalian memanggil buku, dengan menggandakan Shield Protective nya, tebasan angin berhasil dihalau, namun pedang besar Brunhilde masih mengayun, akan tetapi Dalian hanya berdiam diri saja, seolah-olah dia menunggu ajalnya tiba, lalu muncul mendadak Dewi Eris di depan Dalian, lalu menahan ayunan pedangnya sekaligus menghancurkan pedang Brunhilde, dengan Tangan Suci yang muncul dari dimensi portal di belakang Dewi Eris. Brunhilde terkejut karena pedangnya hancur begitu saja, padahal pedangnya itu tidak akan bisa dihancurkan bahkan dengan kekuatan dewa Zeus dan dewa Odin.
"Eh!? Mustahil! Pedangku hancur, kau SIAPA!?"
Dengan menutup mataNya, Dewi Eris bersabda:
"Jadi, siapa yang mencoba membunuh Aku?"
Lalu Dewi Eris membuka mataNya secara perlahan, melihat ke arah Brunhilde berada.
"HAHAHAHA"
Brunhilde ketawa terbahak-bahak seperti orang sakit jiwa, karena Brunhilde menyadari kalau Ia adalah Dewi Eris. Lalu Dewi Eris kembali bersabda:
"Apakah kamu sudah puas?"
"Hahahaha... tentu ini akan menyenangkan! Membunuh dewa dewi adalah Kehidupanku!"
Dan Dewi Eris bersabda:
"Jikalau itu keinginan kamu, akan Aku kabulkan permintaan kamu"
Brunhilde membuat kuda-kuda, menyerang ke arah Dewi Eris dan Dalian berada, dengan mengepalkan tangan kanannya yang dibalut energi angin.... akan tetapi, mendadak muncul dewa Zeus yang langsung menendang perut Brunhilde. Membuat dia terhempaskan sejauh 12 meter, lalu Brunhilde mengarahkan padangannya kesana, terlihat sosok dewa Zeus dan dewa Odin yang berdiri di depan Dalian dan di samping kanan kiri Dewi Eris. Karena tendangan dewa Zeus sangat keras, membuat Brunhilde kehilangan pita suara nya sementara waktu.
"Zeus! Odin! Sialan! Pita suara aku rusak, kurang ajar mereka!"
Terhela-hela pernapasan Brunhilde, dan suara dia untuk bicara atau ngomong kini hilang. Dewa Zeus meminta Dewi Eris untuk tetap diam, dan dewa Odin meminta maaf atas kelakuan Brunhilde yang menjadi pendosa.
"Hohoho, Dewi Eris! Aku akan melempar DIA masuk ke dalam penjara Tartaros! Odin sudah setuju akan hal ini"
"Hmmm.... kita akan buat dia menjadi tersiksa, dan merasakan penyiksaan mendalam sampai pada zaman akhir untuk Ragnarok tiba"
"Hohoho... gimana Dewi Eris? Apa kamu setuju?"
Lalu Dewi Eris menutup pandanganNya, dan bersabda kepada dewa Zeus dan Odin:
"Aku akan menyerahkan keputusan dan penghakiman terhadap kalian, Aku harap kalian tidak mencoba memberi dia benih kehidupan dari kalian berdua! Selamat tinggal, Dalian Ku tersayang!"
Cahaya menyilaukan menyinari seluruh angkasa langit, lalu menghilang begitu saja dan Dewi Eris sudah kembali ke adnan. Dewa Zeus dan dewa Odin membawa Brunhilde yang sekarat, tak berdaya dan kehilangan suaranya, membawa dia ke dalam penjara Tartaros. Sedangkan Raja Iblis, Belial menonton dan menyaksikan peristiwa tersebut, membuat dia bersembunyi. Namun tak lama kemudian, Dalian menemukan Belial yang sedang bersembunyi di balik bangunan pondok bebatuan.
"Kamu beruntung yah, bisa selamat dari peristiwa kemunculan 2 dewa dan 1 dewi barusan"
"Hem... tidak ada yang mustahil bagiku, aku bisa saja melawan mereka semua, termasuk dirimu Dalian!"
"Apa perlu kita bertarung, Belial?"
"Entah, tergantung dari situasi dan alasan tertentu"
"Oh begitu, kamu masih ingin membunuh Solomon?"
__ADS_1
"Itu keputusan musyawarah mufakat, tidak bisa diganggu gugat lagi. Keputusan mutlak!"
"Baiklah, aku tidak akan mengganggu kamu dan atau menghalangi Raja Iblis lainnya. Tapi ingat! Jangan pernah merusak Keseimbangan Dunia! Aku akan terus mengawasi kalian! Ku panjatkan doa kepada kalian, semoga berhasil! Dan selamat tinggal!"
"Tung..."
Dalian menghilang, pergi meninggalkan Belial. Dalian pergi ke istana Solomon, menyatakan kepada Raja Solomon, bahwa dirinya akan keluar dari tim manusia. Setelah pertemuan dengan Raja Solomon, lalu menyerahkan surat pengunduran diri, Dalian berjumpa dengan Raja Iblis Lucifer saat dalam perjalanan menjauh dari kota Tanah Suci. Nuwa yang sedang mengawasi pergerakan para Raja Iblis, dia tidak menyadari akan ada serangan. Raja Iblis Belial, melihat Nuwa dengan banyak celah, Belial mengeluarkan rantainya lalu melemparkan menyerang ke arah Nuwa, melilit ke lehernya dan mengikat secara erat.
"Agh.... apa apaan ini?!"
Nuwa mencoba melepaskan rantai ini, tapi Belial lebih dulu menarik dengan kencang, yang mana membuat kepala Nuwa terpotong, lalu mati begitu saja. Belial, langsung mengambil mayat Nuwa untuk menjadi koleksi dirinya, yang biasa dipakai oleh Belial untuk kesenangan dirinya seperti mengawetkan tubuh manusia, bermain-main dengan mayat, bahkan jika mayat itu lelaki tangguh, dia Belial tak ragu-ragu bermain keranjang dengan mayat lelaki.
Berita kematian Nuwa belum sampai ke telinga Raja Solomon, akan tetapi Dalian lebih tahu dulu kalau Nuwa akan mati mengenaskan di tangan Belial.
"Kenapa kamu menghalangiku, Lucifer?"
"Yaa, sudah lama kita tidak berjumpa, Dalian. Bagaimana kabar kamu?"
"Apa ini sekedar basa-basi? Ya aku baik-baik saja, tapi maaf aku harus segera kembali ke dunia Dantalian. Tidak ada waktu berbincang dengan kamu, Lucifer"
"Oh begitu yah, sampaikan salamku kepada Kaisar Agung"
"Lebih baik kamu menyampaikan sendiri, dan meminta maaf!"
Perjumpaan Lucifer dengan Dalian, membawa hasil damai, tidak ada pertarungan terjadi. Jikalau pertarungan terjadi antara Dalian dengan Lucifer, maka akhir dunia sudah pasti sangat dekat. Disisi lain, Izanami bermain game bersama Raja Iblis Belphegor. Mereka bermain game yang dikenal oleh banyak kalangan bau bawang. Sedangkan Mammon bertemu sama Belial...
"Apa Nuwa sudah kamu bunuh, Belial?"
"Hemm... ya sudah ku bunuh, kenapa emangnya hah?"
"Kamu ini aneh semenjak kalah dari Lucifer, hobi kamu malahan mengoleksi mayat-mayat manusia"
"Oh... ya mungkin, tapi semenjak itu... koleksi mayat manusia beneran menyenangkan sekali, bisa dijadikan sebagai tentara neraka, bahkan Astaroth mendukung aku"
"Uh... ya Astaroth mendukung kamu, justru bukan hanya dia saja, melainkan dosa fana lainnya setuju dan ikut mendukung kelakuan aneh kamu Belial. Kamu mungkin tidak tahu, Lucifer malahan senyum gembira melihat kamu"
"Ho... terima kasih, kalau begitu. Apa perlu kita pergi ke istana Solomon? Ku rasa Lucifer sudah ada di sana, bahkan bersama Beelzebub"
"Iya benar juga, mereka sudah ada di sana. Sebaiknya kita juga segera menyusul, yang aku khawatirkan Beelzebub"
"Ya! Ayolah! Aku juga ingin mengoleksi mayat Solomon"
"Hadeh..."
Mereka berdua pergi ke istana Solomon berada, Leviathan dan Astaroth yang sedang membantu Satan kini mereka istirahat sampai tenaga mereka pulih.
"Omong-omong, Mammon. Apa kamu mengadopsi seorang anak manusia?"
"Uh... iya, bagaimana kamu tahu?"
"Sesudah aku membunuh Nuwa, aku mempunyai kekuatan yang dapat membaca semua memori yang orang ku bunuh. Kalau gak salah namanya, Eva kan? Bagaimana menurut kamu?"
"Uh... ya namanya Eva, aku menjadi suka sama Eva. Makanya aku menjadi mamah nya, sangat disayangkan mamah kandung Eva mati karena terkena serangan gelombang si Levy"
"Oh... lihat! Kamu juga punya hobi yang aneh, kamu diam-diam mengoleksi anak-anak kecil yang usianya masih dibawah 12 tahun. Tidak peduli anak-anak kecil itu yatim piatu atau bukan, tetap kamu menculik mereka semua dan dijadikan sebagai anak kandung"
"Uh... mau gimana lagi, semenjak aku menyusui, aku jadi ketagihan buat menyusui lagi. Tuhan melarangku untuk hamil, dan Lucifer pernah berkata kalau aku bisa hamil dengan berhubungan sama salah satu anak yang ku adopsi. Bahkan Asmodeus si dosa Nafsu, dia bisa hamil juga, kenapa aku gak bisa kan aneh"
"Ya, lakukan lah sesuka hati kamu. Aku tidak merasakan keberadaan Asmodeus, kemana dia?"
"Iya aku juga, sempat terakhir kali dia bersama Lucifer"
__ADS_1
Mammon dan Belial menuju pintu Istana Solomon, sementara Asmodeus berjumpa sama Pandora. Nasib Pandora di tangan Asmodeus sangat lah tragis, sama seperti nasib Morgiana.