Phantasy The Animation

Phantasy The Animation
PETUALANGAN ANEH II "DUKUN TERKUAT DAN PENJAGA ROH DUNIA"


__ADS_3

Ada tiga orang perampok di ujung tebing, dua orang lainnya merangkul busur panah, terlihat ada ketua pemimpin di sana memakai penutup mata, yang memerintahkan pasukan perampok untuk menyerang kereta-kereta kuda kerajaan.


"Kita meleset! Regu Topas, seranglah nomor enam!"


Ketua perampok memberikan arahan untuk menyerang kereta lainnya.


"Regu Korundum, kereta nomor delapan! Sisanya serang orang yang di atap!"


Aku yang berdiri di atas atap kereta kuda, dibidik oleh banyak pemanah perampok.


"Panah, ya? Kalau begitu ini saja sudah cukup"


Sambil mengeluarkan tongkat sihirku dan kertas ajian ku, membuat rapalan untuk menyerang mereka. Sesaat aku sedang merapalkan ajian, terdengar suara *duar* dari dalam kereta kuda, pintu kereta melayang menghantam pohon di depan. Terlihat seorang gadis yang tadi pingsan itu membawa kapaknya, membuat kuda-kuda untuk menyerang.


"A-apa...!?"


Lalu dia menyerang para perampok, melemparkan kapaknya secara berputar-putar ke mereka. Menewaskan tiga orang dari mereka, sisa nya mundur.


"Fu... jadi kamu sudah bangun ya?"


Teriak Putri Kerajaan untuk menghentikan gadis itu.


"Hentikan! Jangan bunuh mereka!"


Lalu si gadis itu berhenti menyerang, dengan menarik kembali kapaknya yang terlempar.


"Seika, aku ingin menangkap mereka semua. Apa kamu bisa lakukan?"


"Saya mengerti Yang Mulia, saya coba"


Aku merapalkan ajianku lagi untuk mencoba menangkap mereka semua.


"Elemen Pohon: Teknik Tanaman Pengikat"


Keluar akar-akar pohon yang mengikat semua musuh.


"A-apa ini?"


Dan akar pohon mendepak mereka bertiga yang di tebing, terjatuh dan menangkap mereka.


"Bagaimana? Dengan begini, semuanya sudah tertangkap"


"Terima kasih, Seika"


Yang Mulia memberikan senyuman dan rasa terima kasih kepada ku.


"Omong-omong, bagaimana kondisi kamu?"


"Um... aku? Aku baik-baik saja, tidak menyangka aku langsung berada disini dengan adanya pertempuran"


Si gadis pingsan menjawabku, dan dia sudah mulai memahami situasinya.


"Apa kamu salah satu dari ras Iblis? Yang mencoba untuk membunuh Pahlawan"


"Iblis? Kenapa begitu? Aku juga tidak tahu apa yang terjadi"


"Jadi kamu bukan ras Iblis ya? Bagaimana dengan tanduk itu?"


"Ah tanduk ku ternyata, iya aku Penjaga Roh Dunia, Roh Ifrit. Namaku Itsuka Kotori"


Dia memulai membaik, memperkenalkan dirinya dan tampaknya dia tidak berbahaya tapi aura yang dia keluarkan sangat luar biasa.


"Oh... Aku Seika Lamprogue. Kalau bukan ras Iblis, kamu berasal darimana?"


"Aku berasal dari Kekaisaran Dantalian Raya, nampaknya aku berada di dunia lain lagi. Sebelumnya aku berada di dunia Gaebrande, bersama Risarte dan Ryuugunin Seiya"


"Ternyata begitu, kamu dari dunia lain"


Aku mencoba memahami omongan Kotori itu.


"Dunia lain, ku rasa dia bukan reinkarnasi mungkin transmigrasi"

__ADS_1


Putri Kerajaan memperkenalkan dirinya kepada Kotori, sembari memberi salam ala Tuan Putri.


"Hai perkenalkan namaku, Fiona Urd Alegreif. Apa kamu baik-baik saja? Tadi kamu pingsan cukup lama setelah kita membawa kamu"


"Iya aku baik-baik saja, terima kasih. Sepertinya aku terjebak lagi di dunia lain, apa nama dunia di sini?"


"Entah saya tidak paham maksudmu"


"Apa disini ada sihir?"


"Oh iya ada sihir, hampir semua orang mempunyai sihir dan hanya diperoleh dari bakat saat lahir"


Aku mencoba masuk ke dalam percakapan mereka.


"Apa yang akan kamu lakukan selanjutnya? Kita bahkan pertama kalinya mengetahui ada seseorang hidup dari dunia lain"


"Benar juga, dari perkataan mu ada kemungkinan tidak ada sihir untuk memulangkan ku"


"Iya, apa kamu mau ikut bersama kita? Setidaknya kamu akan aman bersama kita, dan masuk ke Akademi Sihir kita"


"Sementara waktu itu cukup menarik, aku menerima tawaran itu. Terima kasih, Seika"


"Nah berarti sudah ditentukan, ayo kita lanjut lagi perjalanan kita"


Kita semua masuk lagi ke dalam kereta kuda, dan melanjutkan perjalanan lagi mengantarkan aku dan teman-teman ku serta Itsuka Kotori ke Akademi Sihir. Mungkin alasanku mengajak dia agar dia tidak menghancurkan dunia ini, melihat dari tanduknya itu ku rasa dia cocok dijadikan sebagai peliharaan ku apalagi kekuatannya juga luar biasa.


Disisi lain, bangsa Iblis sudah mulai bergerak untuk mencari dan membunuh Pahlawan. Bangsa Iblis memulai perburuan dengan membunuh manusia terdekat, dan pergi mengarah ke Ibukota Kerajaan. Bahkan beberapa desa sudah dihancurkan oleh Bangsa Iblis, ribuan orang sudah dibunuh oleh mereka. Dan kini mereka dengan hanya jarak dari beberapa minggu lagi, mereka akan mencapai Ibukota untuk melenyapkan manusia. Dan berita itu belum sampai ke telinga Seika, yang tahu hanyalah Fiona, Putri Kerajaan, karena memiliki kekuatan untuk melihat masa depan. Dan Itsuka Kotori tidak tahu hal itu juga, baik itu kekuatan ataupun dunia dan bangsa Iblis.


Beberapa jam kemudian, kereta kuda yang mengantarkan kita akhirnya tiba di depan gerbang perbatasan kota. Dan kita menyampaikan salam perpisahan dengan Fiona, karena mereka akan pergi menuju ke Ibukota Kerajaan.


"Sungguh sangat disayangkan. Seandainya aku bisa mengundang kalian datang ke istana Kerajaan"


"Aku sungguh ingin melihatnya, pasti akan jadi kebanggan seumur hidupku"


Amyu dengan perasaan leganya menyambut perkataan Fiona.


"Sudahlah, Amyu"


"Aku ingin ke sana karena bisa tinggal di penginapan mewah"


"Maybell juga"


Efa juga membalas ocehan si Maybell, dan Fiona tertawa kecil mendengar ocehan mereka.


"Aku jarang berbicara dengan orang yang seumuran denganku. Menyenangkan sekali"


Amyu, Maybell, dan Efa memberikan senyum manis mereka merasa senang mendengar perkataan Fiona.


"Sungguh. Aku yakin pasti, ada kesempatan untuk mengundangmu"


"Ya, aku sangat menantikannya lagi"


Amyu membalasnya dengan senyuman manisnya yang imut.


Dan teriakan abangku memanggil Fiona.


"Hei, Yang Mulia, sudah waktunya kita masuk!"


"Baiklah, aku harus pergi"


Abangku menyampaikan salam perpisahan juga kepadaku.


"Sampai nanti, Seika"


"Ya, jaga dirimu, bang Gray"


"Tunggu sebentar, Fiona. Aku ikut dengan kamu"


Kotori menghampiri Fiona, membisikan akan ada serangan lagi di pertengahan perjalanan mereka.


"Fiona, aku ikut kamu. Aku merasakan aura darimu, kalau kamu menjadi sasaran serangan monster dalam perjalanan kamu ke Ibukota. Biarkan aku melindungi kamu"

__ADS_1


"Sungguh?"


Fiona terkejut mendengar hal itu, karena juga dari ramalan masa depan dia memprediksi akan ada serangan dari Bangsa Iblis selama perjalanan.


"Dia tahu akan ada sergapan lagi, apa dia tahu tentang bangsa Iblis yang akan menyerang aku?"


"Baiklah, Kotori. Ayo ikut denganku"


Fiona akhirnya mengajak Kotori ikut bersama mereka ke Ibukota.


"Baiklah, Yang Mulia juga sehat selalu. Suatu kehormatan bisa berteman dengan Anda"


"Wah, teman, ya? Kukira kita sudah seperti sahabat"


Akupun melontarkan senyumanku


"Kalau begitu, anggap saja seperti itu"


"Tuan Seika, Aku berpihak padamu"


Aku terkejut, Fiona mengatakan itu. Lalu dia diam sejenak setelah itu dia...


"Mohon untuk tidak melupakan itu"


Aku bengong mendengar hal itu, terdiam seribu bahasa.


Dan Fiona bersama Kotori melangkahkan kakinya ke arah abangku dan dua pelayan kerajaan yang sedang menunggu.


"..."


Malam hari yang cerah, dengan hutan yang gundul, bulan menerangi permukaan hutan. Bangsa Iblis berlarian di dalam hutan gundul, mengarah Ibukota Kerajaan.


"Tempat yang dituju sudah dekat. Akhir dari perjalanan ini... akan menjadi akhir yang berat"


Lima bangsa Iblis yang memiliki kekuatan dahysat sedang berlari di hutan gundul.


"Ini sungguh keberuntungan, karena aku bisa sampai di sini tanpa harus kehilangan seorang pun"


Bangsa Iblis terus menerus berlari...


"Kami harus mencapai tujuan dari perjalanan kami di depan sana. Mereka sudah siap menghadapi lebih banyak kesulitan daripada sebelumnya. Kami tidak akan puas jika belum membunuh si Pahlawan. Karena perjalanan ini sudah dipertaruhkan sampai kami mati, tapi..."


Ketua kelompok Bangsa Iblis terus berlari sambil membangkitkan semangat rekan-rekannya.


"Dengar! Demi masa depan bangsa Iblis, kita harus membunuh si Pahlawan! Ketika tujuan itu sudah tercapai, mari kita pulang ke kampung halaman utama bersama-sama !"


Iblis berwarna merah sedang berlari, membawa tongkat besi berduri, dengan tanduk kecil dan rambut warna putih.


"Kukira kamu akan mengatakan sesuatu yang lain, ternyata memang rencana kita sejak awal!"


Iblis gadis muda, dengan cadar di mulutnya, tato di kening kepala, memiliki kekuatan yang membuat dia melayangkan tubuhnya.


"Aku ingin tidur nyenyak di kasur"


Iblis berbadan kelinci, mengikuti lajuan lari lainnya, juga mengutarakan curahannya.


"Aku ingin membawa pulang benih sayur dan buah. Agar bisa dimakan oleh orang-orang di desa"


Iblis dengan tanduk seperti kambing, berkulit keras berwarna hitam keabu-abuan, berwarna mata merah, dan memiliki rambut di kepalanya.


"Aku ingin menceritakan kisah keberanian dari perjalananku ini. Aku akan bercerita bahwa dendam abangku sudah kubalas"


Iblis berwujud lelaki manusia, dengan memiliki telinga panjang, warna mata hitam, kulit putih, juga sebagai ketua kelompok.


"Pasti keadilan akan tercipta di tangan kita!"


Dan 5 bangsa Iblis berhenti sejenak di ujung tebing, yang terlihat dari kejauhan nampak Ibukota Kerajaan dan Istana Raja.


"Demi masa depan kita dan bangsa Iblis!"


"..."

__ADS_1


Minamiya Natsuki, Maple, dan Morgiana akhirnya mereka kembali ke dunia Kekaisaran Dantalian Raya berada, dari dunia Shadow Garden yang menjebak Morgiana serta membuat pengalaman buruk baginya. Kini mereka akan membuka rapat Partisi Meja Bundar lagi, yang akan diikuti oleh Dalian, Anna Kushina, Minamiya Natsuki, Maple, Morgiana, Bronya Zaychik, dan Raiden Mei.


__ADS_2