
Kasus hilang nya Kurome, adik komandan tertinggi pertama Akame, membuat jajaran agung Dantalian mengambil keputusan untuk berlindung di kastil Agung, yang berlokasi di kota Dalian.
Hilangnya dia, tidak membuat Akame sedih melainkan membuat perutnya keroncongan setiap hari dan harus makan banyak.
<Kurome adalah mantan anggota Jaegers, dan adik dari Akame. Dijual oleh orang tuanya ke Kekaisaran bersama dengan Akame, para suster dilatih sebagai pembunuh. Dia direkrut menjadi kelompok pembunuh yang berbeda dari saudara perempuannya dan saudara kandungnya berpisah.
Kurome terlihat sangat mirip dengan kakaknya. Dia memiliki rambut hitam pendek dengan gaya twintail dan mata hitam. Dia mengenakan seragam pelaut hitam dan memakai ikat pinggang merah yang memiliki penutup rok samping berwarna merah seperti milik Akame, dengan kaus kaki dan sepatu hitam panjang. Bajunya sedikit terlalu pendek karena tidak menutupi pusarnya. Dia juga memakai sarung tangan merah seperti Akame. Dia menjaga Teigu-nya bersamanya setiap saat.
Meskipun dia berbagi beberapa sifat dengan saudara perempuannya, seperti kecanggungan sosial dan nafsu makannya yang besar, Kurome jauh lebih menyendiri dan tampaknya menunjukkan sisi gelap dari kepribadiannya ketika harus membunuh musuhnya. Dia dingin dan kejam dalam pertempuran, biasanya mengakhiri hidup musuhnya seperti yang diharapkan dari seorang pembunuh berpengalaman.
Diam-diam, dia sangat takut terlihat lemah, mengetahui bahwa, di Divisi Pembunuhan, jika dia menjadi sangat berat, dia akan dibawa keluar untuk tetap diam. Ini memiliki efek yang bertahan lama dari asuhannya, karena dia hampir mengalami nasib ini, jika bukan karena terapi obat yang kemudian dia jalani.
Sebelum kehancuran Teigu-nya, Yatsufusa, dia menunjukkan keterikatan mental yang tidak stabil pada rekan-rekannya yang telah gugur saat dia menyimpan mereka sebagai boneka mayatnya, seperti yang ditunjukkan pada Run. Ketika dia terluka parah dan akan mati, dia menyatakan bahwa itu memungkinkan mereka untuk "bersama selamanya", dan dia bermaksud menambahkan saudara perempuannya ke koleksi ini. Ketika dia mengungkapkan keinginan untuk menambahkan Akame ke koleksinya, Kurome mengatakan bahwa mereka "bisa bersama lagi seperti dulu". Dapat dilihat sebagai rasa manis dan kehati-hatian yang persuasif, atau kesombongan dan keyakinan bahwa dia pasti akan menang.
Dia juga tampaknya bermain dengan mayat orang-orang yang telah dia bunuh, serta menyimpan yang kuat untuk digunakan dalam koleksi permanennya, yang jumlahnya terbatas delapan.
bahwa sebagian besar aspek negatif Kurome adalah karena cuci otak ekstensif dan pengondisian mental yang telah dilakukan Kekaisaran padanya untuk memastikan kepatuhannya yang berkelanjutan sejak masa kecilnya yang semakin diperkuat karena kecanduan dan ketergantungannya pada kecanduan doping obatnya. yang akan menyebabkan dia mengalami kejang dan kejang yang menyakitkan jika dia tidak menelannya secara teratur.
Ini, dikombinasikan dengan banyak kehilangan teman dan rekannya, hanya akan semakin memperkuat kesetiaan Kurome kepada Kekaisaran karena dia percaya bahwa dia harus memastikan kematian dan pengorbanan mereka selama misi mereka berharga.
Menyusul akhir perang, Kurome terbukti telah terpengaruh oleh PTSD dan penyesalan emosional yang mendalam dan rasa bersalah atas tindakan masa lalunya selama menjadi pembunuh karena efek dari kondisi mental, cuci otak, dan ketergantungan obatnya sekarang telah dihilangkan. Dia terbukti jauh lebih pendiam dan bergantung pada orang lain, terutama Wave dan Akame, untuk membantu mengatasi empati barunya, yang terakhir dia sekarang benar-benar peduli dan cintai. Kadang-kadang, dia berhalusinasi melihat mantan boneka mayatnya dan banyak korbannya, dengan penuh dendam mendekatinya, yang sangat dia sesali.>
Pada masa lalunya dia sangatlah kacau kehidupannya, Kurome diselamatkan bersama Akame oleh Kaisar Agung dan Anna Kushina, ketika mereka sedang berkelahi yang ingin membunuh satu sama lain. Namun kehidupan dia di Kekaisaran Dantalian Raya, sedikit mengubah kepribadiannya menjadi lebih baik dan terbuka, bahkan sering berlomba makan besar dengan Kakaknya Akame.
"............"
Tanah bergetar, terjadi ledakan di luar desa yang lumayan sedikit jauh, menjulang asap ke langit.
Seorang gadis muda berambut pirang, membawa tombak dengan baju besinya, memiliki kedua sayap di punggungnya, dia tergesa-gesa menghampiri Kepala Desa.
"Kepala Desa! Grappler Bear dan Bloody Viper sedang bertarung di utara!"
"Bear dan Viper... beruang melawan ular?" si Kades membayangkan seekor beruang dan ular dibenaknya.
Tanah bergetar lagi, buah-buahan berjatuhan, mereka berdua juga ikutan bergoyang.
"Pertarungan mereka bisa menyebabkan gempa sebesar ini?"
"Kita harus bagaimana?"
Si Kades sejenak memikirkan sesuatu di kepalanya, untuk mencari jalan keluar.
"Beruang dan ular..."
"Kalau terus begini, bisa menyebabkan kerusakan di desa. Tapi bahaya juga kalau berurusan dengan mereka sembarangan"
"Benar juga. Apakah mereka... bisa dimakan?" Sambil memalingkan wajahnya ke gadis bersayap itu, seolah-olah bertanya akan tentang makanan. Lalu si gadis sedikit terkejut mendengarnya...
"Hah?"
Tak lama kemudian, si gadis bersayap membawa Kadesnya terbang mengudara melintasi hutan mengarah pertarungan itu.
"Yah.... Kudengar pemburu tidak makan beruang, aku jadi penasaran dengan rasanya"
"Hoh... Disana!"
Terlihat beruang dengan tubuh raksasa sedang bertarung melawan ular yang juga ukuran nya sama-sama besar. Si monster beruang dan ular mengaum secara bersamaan, seperti menyiapkan kuda-kuda untuk menyerang.
"Besar juga" lalu kedua monster menengok ke arah kades dan gadis bersayap yang menghampiri pertarungan mereka.
"Kita butuh pasukan!"
"Tidak usah, turunkan aku saja"
"Hah... Baiklah"
Si gadis bersayap melayang dengan cepat sambil membawa Kades, yang memegang erat sabit panjangnya. Menerjang ke arah kedua monster 'tebas' lalu kedua monster dikalahkan begitu saja sama sabit si Kades, yang tergeletak tak berdaya di tanah lalu mereka turun yang ditemani seekor serigala hitam bertanduk juga ikut tercengang.
"Sudah lama tidak dapat tangkapan besar"
Beruang besar itu ditarik oleh banyak suku Lizardmen.
"Tarik! Tarik!"
Si Kades menoleh ke arah tiga gadis bersayap yang merasa penasaran akan kekuatan si Kades.
"Ada apa?"
"Kalau bisa mengalahkan monster sekelas itu dengan satu serangan?"
"Tidak mungkin!"
"Pastinya"
"Kepala desa memang hebat"
"Sip... selesai. Kalau dilihat-lihat lagi, ukurannya besar juga"
"Kalau mau memasak mereka... Bagaimana caranya?"
Si kades memikirkan lagi akan resep yang cocok untuk daging monster itu.
"Benar juga"
Mereka pun memulai masak di dalam ruangan dapurnya, si Kades menjadi tukang masaknya, mengajari kedua gadis pelayan dibelakangnya.
"Masukkan bumbu dan rempah. Tambahkan sedikit anggur ke dalam campuran..." sambil mengaduk-aduk sup nya, dan kedua gadis pelayan kaget mendengar resepnya itu.
"Pakai anggur kita yang berharga?"
"Ada juga masakan yang memakai anggur"
Beberapa saat kemudian, jadilah masakannya dengan semangkuk 'Rebusan Anggur Grappler Bear' ditaruh di atas meja.
"Jadi ini adalah Rebusan Anggur Grappler Bear"
Dan si Kades menyantap hidangan rebusan itu, yang ditemani kedua gadis yang satunya berambut pirang pendek, dan satunya gadis berambut putih dengan kepang dua bertelinga panjang mengenakan gaun gotik, memandang si Kades menyantap hidangan dengan rasa penuh penasaran.
"Rasanya daging banget"
Kedua gadis di belakang Kades merasa kecewa akan anggurnya itu dijadikan resep.
__ADS_1
"Anggur berharga kita..."
"Memang ada juga yang begini"
Di atas meja terpampang sepiring 'Bloody Viper Goreng' yang dimasak tadi.
"Sedangkan ini adalah Bloody Viper Goreng" sambil menyantap hidangannya, terlihat ekspresi puas akan makanannya disantap.
Ketiga gadis bersayap juga ikut menyantap gorengan itu dengan garpu makan.
"Ini namanya daging goreng!"
*nyam... nyam... nyam...*
"Lezat!"
"Rasanya tidak biasa"
*kunyah... kunyah... kunyah...*
"Rasanya kayak dada ayam. Jadi ingin menambahkan sesuatu di sini"
Kades berjalan keluar dari ruang makan, menuju ke arah 'Laboratorium Flora' dan memasuki untuk berjumpa dengannya.
"Wah... Hari ini ada keperluan apa?"
"Aku sedang mencari disinfektan di sini"
"Disinfektan?"
"Iya, aku membutuhkan itu untuk membuat bumbu baru. Apakah ada semacam obat untuk membunuh mikroba berbahaya?"
"Mikroba! Yang kamu bahas waktu itu, ya?"
"Yah, kamu benar. Untuk mencegah sakit perut dan penyakit lain"
"Begitu rupanya. Serahkan padaku!"
Flora berjalan mengarah rak botol yang berisi obat-obatan.
"Bagaimana kalau ini?" Mengambil botol obat warna pink dan menawarkan ke Kades.
"Ini bisa meledakkan mereka ke tepi pegunungan!"
"Aku mau yang lebih damai"
Menawarkan lagi botol obat warna biru cerah ke Kades.
"Bagaimana kalau yang ini?" Memberikannya ke Kades botol biru itu.
"Obat yang bisa digunakan untuk makanan"
"Ini sangat membantu. Terima kasih"
"Sama-sama" Flora memperlihatkan senyum manisnya nan indah.
"Omong-omong, bagaimana sup misonya?"
"Eh... sebenarnya tidak berjalan lancar... Padahal aku merasa sudah mengikuti instruksinya... Setelah menunggu lama, ternyata tidak terfermentasi"
Percobaan Flora yang dulu dilakukan sering gagal dan terjadi ledakan beberapa kali, sehingga membuat tempatnya roboh.
"Aku sampai harus membangun kembali pondok di percobaan ketiga"
"Masa sampai sebegitunya? Yah, tinggal dicoba lagi saja"
"Boleh nih?" Flora kembali semangat mendengarnya.
"Aku akan mengurangi penggunaan ledakan!" Dengan senyum manisnya menunjukan kembali semangat.
"Lebih baik tidak usah pakai sekalian"
"...."
Keesokan harinya dengan pagi yang cerah, ayam berkokok menyambut hari kehidupan desa.
Kades pergi ke kandang ayam untuk mengambil telur yang dilahirkan.
"Oke, seharusnya sudah cukup"
Kades pergi ke tempat Flora untuk membuat hidangan dengan telurnya.
"Pertama... kocok telurnya, lalu tambah garam dan cuka" Kades memberikan gambaran resep 'Garam-Cuka-Apel' buat Flora.
"Aku membuat cuka dari apel"
"Itu juga termasuk fermentasi, ya?"
"Kemudian aduk sambil ditambahkan minyak... nah, ini namanya mayones" memperlihatkan mayones yang sudah siap, Flora dengan wajah 'wow' melihat mayones itu.
"Hidangan daging gorengnya jadi sempurna kalau ditambahkan ini!"
Flora pun mencicipi mayonesnya.
"Ternyata bisa langsung dimakan!"
"Mending jangan, nanti kamu sakit perut"
Selanjutnya Kades menyiapkan beberapa bahan untuk sup miso.
"Nah, sekarang membuat sup miso"
Merebus kedelai dalam air pada dendeng di atas pengapian.
"Pertama, rebus kacang kedelai dalam air"
Kades mengaduk-aduk dengan manghancurkan kedelai yang sudah direbus ke dalam mangkuk.
"Kemudian dihancurkan"
Flora mengamati Kades yang sedang menepuk-nepuk kedelai yang hancur.
__ADS_1
"Kasih, kasih, ragi..."
Dan Flora mencatat ke dalam memonya, apa yang dikerjakan si Kades.
"Ragi, ragi, ragi... gitu ya"
"Tidak usah dicatat segala..."
"Sel raginya diolah sendiri sama alatnya"
Kades dan Flora mengulung-gulungkan kedelai itu membentuk sebuah bola.
"Tambahkan garam dan ragi, lalu menggulungnya..."
Kades memasukan olahan tadi ke dalam tong dan ditutupi sehelai kain.
"Kemudian masukkan ke dalam tong"
"Oh, begitu. Jadi kita butuh yang namanya (kasih, kasih, ragi), ya?"
"Yah, bisa jadi"
Dan mereka membawa olahannya di ruang bawah.
"Simpan di ruang bawah tanah untuk difermentasi. Ini butuh beberapa bulan, jadi kita harus bersabar"
"Selama itu?"
"Iya, ini akan membuat rasanya makin kuat"
"Ternyata sama-sama butuh ketekunan, seperti di penelitian"
"Iya"
Datang kakak nya si Flora, si gadis kepang dua itu ke ruang bawah tanah, mencari si Kades.
"Ternyata ada di sana. Ada tamu"
"Tamu?"
Lalu Kades pergi meninggalkan ruang bawah tanah, menuju ruang tamu. Terlihat seorang gadis berambut hitam pendek, duduk di ruang tamu, sambil membawa pedangnya yang ditaruh di pangkuannya, yang mana kedua tangannya memegang roti sambil mengunyahnya.
"Perempuan lagi? Tapi kali ini cantik dan aura nya sungguh menyeramkan"
"Yah... ada apa, ya?"
*glek...*
"Ini roti enak juga, bisa minta satu lagi?"
"Hooo... boleh, silahkan" memanggil gadis pelayan untuk membawa roti ke ruang tamu.
"Terima kasih, namaku Kurome. Apa kamu yang jadi Kepala Desa disini?"
"Iya, itu aku. Machio Hiraku"
"Begitu, sebenarnya aku tersesat. Aku cuman berjalan-jalan dan menemukan desa ini. Apa kamu tahu Kekaisaran Dantalian Raya?"
"Kekaisaran?" Perasaan Hiraku menjadi heran karena medengarnya.
"Tidak, aku kurang paham daerah sini. Rurushi, apa kamu tahu?"
"Sama aku juga gak tahu"
"Tia?"
"Ya aku juga, apa kamu berasal dari negeri yang jauh?"
"Aku? Aku dan kakak ku Akame dari Kekaisaran Dantalian Raya, aku tidak tahu kalau jaraknya jauh. Hanya saja aku tadi sebelum kesini, sempat dari dalam goa lalu keluar masuk ke hutan"
"Kok bisa gitu?"
"Aku juga gak tahu itu kenapa"
Tia, Rurushi dan Hiraku berdiskusi sendiri mengenai pernyataan Kurome.
"Apa kamu bukan dari dunia ini?"
"Ha... apa maksud kamu?"
"Ano... bisa kamu jelaskan sebelum kamu ada di goa?"
"Um... ya aku sebelum di goa, aku lagi ada misi di wilayah Ukraina. Ah aku ingat, ada lubang hitam membawaku masuk ke dalam dan tiba aku di goa"
"Itu, aneh. Seperti yang ku duga, kamu bukan berasal dari dunia ini"
"Hem... jadi aku gak bisa pulang lagi, ha... makanan di sana sungguh nikmat sekali"
"Kalau kamu mau tinggal disini sementara, kita ada ruangan untukmu. Gimana Kurome?"
"Boleh nih?"
"Tentu boleh, kamu bisa masak?"
"Tidak, aku hanya bisa makan dan membunuh. Aku sempat membunuh 10 beruang besar dan 20 ular besar, 5 babi besar dan 7 kelinci saat berjalan ke sini. Tapi mayatnya kutinggalkan begitu saja"
Tia dan Rurushi kaget akan kekuatan Kurome, sedangkan Hiraku dengan muka kalem merasa biasa saja.
"Ja-jangan-jangan itu Bloody Viper dan Grappler Bear. Cepat, ayo kita ambil bahan makanan itu"
"Ya benar, kekuatan mu luar biasa Kurome"
"Oh.... panggil suku Lizardmen buat angkut itu"
Beranjak mereka berempat keluar dari pondok, memanggil suku Lizardmen sembari membawa gerobak untuk mengangkut daging-daging itu.
"Malam ini kita akan berpesta, ditambah anggur kita juga banyak. Apa kamu suka anggur Kurome?"
"Tidak, hanya makanan yang ku suka"
Sesampainya mereka disana lalu mengangkut satu per satu bahan makanan itu dibawa gunakan gerobak, membawa kembali ke desa. Yang mana orang yang tinggal di desa menyiapkan tempat-tempat untuk perayaan pesta pada malam hari, karena mendapatkan bahan makanan yang berlimpah terutama berupa daging, yang sangat cocok dimulut para gadis Elf telinga panjang.
__ADS_1