Phantasy The Animation

Phantasy The Animation
SI PENYIHIR PUTIH ANGGUN DAN SANG UTUSAN


__ADS_3

Di dalam istana Bizantium, seorang penganut Kristen bernama Dzu Tsa'laban berhasil meloloskan diri dan meminta pertolongan kepada Justinus I, kaisar kerajaan Bizantium yang merupakan penguasa dan pelindung agama Kristen terbesar.


Dzu Tsa'laban bersujud dihadapan sang Kaisar:


"Yang Mulia Agung, hamba meminta belas kasih dari Yang Mulia Agung. Hamba berhasil lolos dari kejaran orang-orang jahanam Himyar. Rombongan hamba dibunuh oleh orang jahanam Himyar, hamba hanyalah seorang pedagang yang menganut kekristenan. Tolong hamba, Yang Mulia Agung."


Kaisar Justinus I memandang Dzu dengan mata membara karena mendengar cerita dari dia, bahwa Kerajaan Himyar perlu dihancurkan segera. Lalu Kaisar Justinus I bertitah:


"Baiklah! Angkat kepala kau dan sebut nama Kau !!"


Dzu Tsa'laban mengangkat kepalanya lalu berucap:


"Hamba, adalah Dzu Tsa'laban"


Kemudian sang Kaisar melanjutkan titahnya:


"Dengan ini Aku nyatakan! Kekaisaran Bizantium akan bertempur melawan Kerajaan Himyar! Aku perintahkan Negus Kaleb untuk segera menghancurkan Kerajaan Himyar!"


Maka kaisar Justinus kemudian meminta sekutunya Negus Kaleb, raja kerajaan Aksum, yang lokasinya paling dekat ke Arab Selatan, untuk melakukan serangan ke kerajaan Himyar. Maka Negus Kaleb pun mengirimkan sekitar 70.000 pasukan melintasi Laut Merah untuk menyerang Himyar.


Namun setelah serangan pertama di bawah pimpinan jendral Aryat gagal, maka dalam serangan kedua yang dipimpin Abrahah mereka berhasil mengalahkan kerajaan Himyar. Sang Kaisar Justinus I senang mendengar hal ini, maka Abrahah pun menjadi gubernur koloni Aksum di wilayah Himyar, Arab Selatan.


Setelah pendudukan wilayah Himyar dan Abrahah menjadi gubernur, namun tidak lama menjadi gubernur di Himyar, Negus Kaleb kembali mengirim jendral Aryat untuk menjatuhkan Abrahah karena ia telah menahan upeti yang seharusnya dikirimkan ke kerajaan Aksum. Namun Abrahah berhasil mengalahkan jendral Aryat dan memproklamirkan diri sebagai raja Himyar yang independen.


Pengangkatan Abrahah menjadi raja Himyar membuat sedikit ada gejolak diantara Kekaisaran Bizantium dengan Kerajaan Aksum. Namun hal itu tidak memengaruhi karena mereka sesama umat Kristen.


Sebagai seorang raja, Abrahah menjadi tokoh penting dalam penyebaran agama Kristen di wilayah Arab Selatan, selain juga menekan keberadaan para pengikut Yahudi. Sebuah katedral bernama al-Qulays dibangun di atas reruntuhan kota Ma'arib kuno pada masa pemerintahannya, dan menjadi gereja terbesar. Selain itu, Abrahah membuat katedral serupa di Najran, Gereja Allah di Ta'if, serta Gereja Yareem dan Gereja Ghamdan di Yaman.


< Tahun Gajah >


Di dalam kota Mekkah, Elaina dan Ahmad bersinggah di tenda tempat untuk peristirahatan beserta rombongan nya setelah melakukan perjalanan jauh atas perdagangan nya.


"Hu... Hu... Hu..."


Elaina merasa kelelahan karena di kota Mekkah sangat lah panas. Lalu Ahmad mencoba menawarkan sesuatu kepada Elaina...


"Apa kamu baik-baik saja, Elaina? Ini aku ada air untuk kamu, minumlah agar kamu tidak jatuh pingsan"


Elaina menerima tawaran tersebut yaitu berupa kantong yang berisi air bersih untuk diminum.


"Uh... terima kasih banyak Ahmad, aku merasa kelelahan dan kepanasan disini"


Lalu Elaina meminum air itu *glek... glek... glek... glek...* sampai memuaskan rasa dahaga nya. Kemudian menyiramkan sisa air itu ke wajah Elaina, yang mana membuat wajah Elaina kembali menjadi cerah dan semakin sangat cantik. Bisa saja membuat Ahmad jatuh cinta kepada Elaina, namun....


"Terima kasih Ahmad! Aku kembali segar, mungkin aku akan mencari udara segar disini. Aku akan jalan-jalan sendirian, sampai jumpa lagi Ahmad"


Hendak Elaina mau pergi, Ahmad mencoba untuk menghentikan nya.... akan tetapi....


"Tu-tunggu Elaina!"


Elaina menoleh lalu berhenti sejenak...


"Ada apa Ahmad?"


"Datanglah kembali ke sini pada malam hari, jangan engkau tidur di luar sana sendirian"


"Um... baiklah, aku akan datang! Dadah!"


Elaina berjalan sambil melambaikan tangan kepada Ahmad, begitu pula dengan Ahmad juga melambaikan tangan nya.


Dan mereka berpisah sementara waktu....

__ADS_1


Di lain sisi, di dalam istana kerajaan Himyar. Abrahah membuat sesuatu perjamuan untuk mengundang orang-orang Arab ke Istana, usut punya usut Abrahah hendak ingin membantai orang Arab yang datang ke perjamuan nya. Dan salah satu pengawal Raja berbicara saat mereka berjalan dalam lorong istana mereka:


"Yang Mulia Raja Abrahah, apakah Yang Mulia yakin melakukan hal ini? Jika kita melakukan nya, kita akan bermusuhan dengan orang-orang Quraisy. Jika terjadi, kita juga akan bermusuhan dengan orang Persia, karena mungkin orang Quraisy meminta bantuan ke orang Persia"


"Diam kau! Tidak perlu ragu lagi, semua rencana ku selalu berjalan lancar! Kau ikuti saja apa perintah dan rencana ku!"


"Baiklah Yang Mulia!"


Malam hari pun tiba, banyak orang Arab datang ke undangan perjamuan itu. Lalu Raja Abrahah muncul dari lorong istana, dan berdiri di Balkoni untuk menyapa para tamu undangan. Akan tetapi...


"Selamat Malam para hadirin sekalian! Selamat datang pada malam terakhir kalian !!!"


Tiba-tiba, terdengar suara teriakan yang mana membuat salah satu tamu tersebut terbunuh. Lalu muncul serdadu pasukan kerajaan berbaris, menghunuskan senjata mereka ke arah orang Arab. Dan pembantaian pun terjadi, teriakan histeris baik dari wanita ataupun pria. Semua tamu orang Arab yang datang ke perjamuan sekisar 200 orang terbunuh begitu saja, rencana Abrahah pun berhasil dilaksanakan.  Akan tetapi...


"Sudah saat nya! Kita menyerang dan menghancurkan Ka'bah! Kirim semua pasukan yang kita punya! Segera jalankan menuju Mekkah!"


Dan kemudian, pasukan bergajah yang berjumlah lebih dari 50ribu pasukan berangkat dari Kerajaan Himyar menuju ke kota Mekkah. Pembantaian yang dilakukan oleh Abrahah, menyulut perhatian dari orang Quraisy dan orang Persia.


Tetua orang Quraisy dalam perkemahan mereka membahas perihal pembantaian tersebut.


"Apa yang dilakukan oleh Raja Abrahah sungguh sangat tidak manusiawi! Abrahah adalah perwujudan dari setan ! Kita harus menyingkirkan setan ini dari muka bumi ini!"


Orang Quraisy murka atas peristiwa itu, sedangkan pada malam hari yang sama. Ahmad terbangun dari tidurnya, karena mengalami mimpi buruk yaitu mimpi buruk kejadian pembantaian yang dilakukan oleh Abrahah. Dan Ahmad juga bermimpi bahwa 50ribu pasukan bergajah sudah mulai bergerak menuju ke Mekkah, yang mana membuat Ka'bah akan hancur begitu saja jikalau tidak segera dihentikan. Dengan keringat mengucur atas mimpi buruk itu, Ahmad merasa sangat cemas dan bingung harus berbuat apa. Akan tetapi, Elaina yang melihat tingkah Ahmad yang sedikit berbeda membuat Elaina mencoba menenangkan dirinya.


"Ada apa Ahmad? Apa kamu baik-baik saja?"


Ahmad terkejut, Ahmad sama sekali tidak menyadari kalau Elaina ada di sekitar nya. Lalu Ahmad membalas perkataan Elaina dengan kekhawatiran mendalam.


"El-Elaina..."


"Yah... kenapa Ahmad?"


"Elaina, 50 ribu pasukan bergajah akan menghancurkan Mekkah. Mereka adalah pasukan Kerajaan Himyar dibawah pimpinan langsung oleh Raja Abrahah. Apa yang harus kita lakukan? Kita tidak mungkin membuat penduduk Mekkah menjadi panik ataupun menjadi korban. Tolong beritahu aku Elaina, mengapa aku bisa melihat mimpi ini? Apa ini...?"


Elaina menggunakan sihir "Calmness" kepada Ahmad, dan Ahmad sekarang menjadi tenang.


"Elaina... apa yang sudah kamu lakukan kepada ku?"


"Itu rahasia Ahmad, tapi sekarang kamu baik-baik saja kan? Kamu sekarang merasa tenang kan?"


"Hmmm... yah, aku merasa tenang sekarang. Terima kasih Elaina, jadi apa yang harus kita lakukan?"


"Gini Ahmad, sebaiknya kamu rahasiakan mimpi kamu dari penduduk Mekkah. Kamu harus segera mengungsi, jangan khawatir aku akan bersama kamu Ahmad"


Elaina tersenyum...


"Tapi Elaina... itu tidak bisa aku lakukan! Aku harus memberitahu hal ini kepada penduduk Mekkah!"


"Apa kamu yakin Ahmad?"


"Ya aku yakin!"


"Baiklah Ahmad, akan aku bantu. Tapi sementara ini, kita sebaiknya lanjut tidur lagi. Besok pagi kita beritahu kepada mereka"


"Yah... Elaina terima kasih, Selamat malam"


"Selamat malam"


Dan mereka melanjutkan tidur mereka di dalam kemah. Kemudian, pagi hari menyingsing menyambut kehidupan baru. Ahmad terbangun dan lekas segera pergi ke Aula kota Mekkah yang mana disitu memiliki suara pengeras yang dapat diumumkan ke penjuru kota Mekkah, bahkan suara tersebut juga tersambung pada suara pengeras yang ada di Masjid.


Tibalah Ahmad di Aula tersebut, lalu segera mengumumkan kepada mereka dengan...

__ADS_1


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh !!!"


Para penduduk kota Mekkah tersanjung atas salam tersebut lalu mencoba mendengarkan nya...


"a lam tara kaifa fa’ala rabbuka bi`aṣ-ḥābil-fīl"


Para penduduk masih mendengarkan....


"a lam yaj’al kaidahum fī taḍlīl"


Elaina terbangun dari tidurnya, lalu mendengar suara tersebut kalau suara itu milik Ahmad. Segeralah Elaina menyusul Ahmad berada dengan menggunakan sihir "Teleport" nya. Tibalah Elaina dibelakang Ahmad, akan tetapi...


"Saya bermimpi! Di dalam istana kerajaan Himyar sudah terjadi peristiwa yang sangat tidak manusiawi. Banyak saudara kita meninggal disana, wahai saudara saudari sekalian! Dengarkan aku!"


Mungkin dalam benak penduduk Mekkah menganggap Ahmad sudah menjadi gila namun hampir semua mimpi yang Ahmad ceritakan adalah Kenyataan, Elaina ingin sekali menghentikan Ahmad namun mungkin saja inilah yang terjadi pada masa lalu...


"Wahai saudara saudari! Pasukan bergajah dibawah pimpinan Raja Abrahah, membawa 50 ribu pasukan menuju Mekkah! Mereka berniat menghancurkan Ka'bah!"


Kepanikan pun terjadi, namun tidak mengarah ke hal negatif. Justru mereka yang mendengarkan segera menyebarkan berita ini kepada saudara saudari mereka, untuk segera mengungsi ke Mekkah dan membuat pertahanan mutlak melawan pasukan bergajah. Berita tersebut didengar oleh Tetua Quraisy, mereka pun meminta bantuan kepada bangsa Persia untuk melawan Abrahah.


3 hari berlalu setelah Ahmad menyampaikan mimpinya, para orang Arab semua nya mengungsi ke Mekkah. Sedangkan bangsa Persia mengirimkan banyak pasukan sekisar 30 ribu pasukan untuk melawan Abrahah. Dan terjadilah beberapa pertempuran yang dilakukan oleh kedua belah pihak, Persia melawan Abrahah. Akan tetapi pasukan bergajah lebih unggul daripada pasukan Persia, membuat banyak kekalahan pada setiap pertempuran, penyergapan, penyerangan, pertahanan. Pasukan bergajah pun sama sekali tidak berkurang jumlah nya, seolah-olah mereka abadi.


Abrahah semakin yakin dengan pasukan bergajah nya itu tidak tertandingi, sekelas pasukan elite Persia saja sangat mudah dihancurkan. Kemudian pasukan bergajah terus menerus melaju mengarah ke Mekkah. Raja Persia sangat geram dengan kekalahan yang menimpa mereka. 30 ribu pasukan mati begitu saja, membuat Persia semakin kendor atas militer mereka.


Elaina menemui Ahmad, meminta Ahmad untuk berjuang dan memimpin pasukan di garis depan.


"Ahmad, aku tahu ini menyakitkan untuk dikatakan. Akan tetapi, berjuanglah kamu! Kamu pasti bisa mengalahkan Abrahah"


Elaina tersenyum setelah mengatakan hal seperti itu, membuat Ahmad percaya diri lalu mengambil tombak dan menaiki onta ke gerbang kota Mekkah. Meninggalkan Elaina yang mana segera itu Elaina menghilang.


Keesokan hari, pagi hari yang sangat terik matahari, padang pasir yang sangat panas, udara yang sangat berdebu. Pasukan bergajah tiba di depan gerbang masuk kota Mekkah. Lalu Abrahah berdiri dari singgasananya, diatas pundak gajah lalu berkata.


"Kalian semua binasa! Tidak ada yang bisa mengalahkan ku! Bangsa Persia yang terkuat pun hanyalah omong kosong belaka! Ka'bah harus dihancurkan!"


Perkataan Abrahah tidaklah membuat orang Arab ketakutan melainkan terpicu kemarahan mereka, akan tetapi Ahmad mencoba menenangkan mereka.


"Wahai saudara ku, jangan kalian terpancing dengan kemarahan atas perkataan Abrahah! Kita fokus dalam pertahanan untuk mempertahankan Ka'bah! Ka'bah ada dibelakang kita! Jangan gentar! Allah Subhanahu wa ta'ala dan para malaikat ada disamping kita membantu kita! Allahu Akbar!"


Para orang Arab membalas dengan sorakan yang sangat keras "Allahu Akbar !!!" Sampai terdengar ke sepenjuru kota Mekkah dan pasukan bergajah.


Dan pertempuran pun dimulai...


Pasukan bergajah maju berbaris serentak, perlahan lahan menyerang dengan ganas, membuat pasukan onta banyak terbunuh atas pijakan kaki gajah yang sangat dahsyat ini. Dan lagi, membuat Abrahah semakin yakin kalau dirinya menganggap sebagai Tuhan. Lebih daripada Tuhan Yesus itu sendiri, bahkan Abrahah menganggap Yesus bukanlah Tuhan, Allah juga bukanlah Tuhan, justru Abrahah adalah Tuhan.


Dengan kedahsyatan pasukan bergajah, membuat Ahmad dan pasukan nya mundur ke tebing, yang mana tebing tersebut adalah jalur satu-satu nya masuk ke Ka'bah. Disini Ahmad benar-benar kewalahan, sempat dirinya sangat ingin maju sendirian untuk membunuh Abrahah. Akan tetapi niat nya Ia urungkan, karena Ahmad memegang kendali atas moral pasukan nya dan demi mencegah pasukan bergajah masuk ke Ka'bah.


Tibalah pasukan bergajah bersama Abrahah di depan tebing, jalur masuk ke Ka'bah.


"Kalian sudah lihat sendiri! Allah yang kalian sembah tidak menolong kalian! Kalian dibohongi oleh yang kalian sembah! Hahahahahaha! Dasar belatung!"


Kali ini, perkataan Abrahah menjatuhkan moral pasukan pimpinan Ahmad. Ahmad sendiri pun juga ikut turun moral nya, namun Elaina dari kejauhan membisikkan kepada Ahmad melalui sihir "Telepathy" .


"Ahmad! Jangan menyerah! Sejujurnya, aku adalah seorang Penyihir. Seorang yang dapat mengeluarkan kekuatan aneh, seperti halnya sihir ini yang dapat berbicara dengan kamu dari kejauhan. Aku ada di atas tebing sebelah barat, kamu dan mintakan pasukan kamu untuk melihat ke langit! Lihatlah! Aku akan mengeluarkan sihir Maha dahsyat! Kubantu kamu mengalahkan Abrahah!"


Ahmad terdiam sejenak, namun Ahmad menuruti perkataan nya, meminta pasukan nya melihat ke arah langit. Kemudian Elaina menyiapkan sihir Maha dahsyat "Holy Light Sword Judgement"....


Sesaat Elaina hendak meluncurkan sihir Maha dahsyat nya, mendadak keluar burung yang berbondong-bondong dari Ka'bah melintasi jalur masuk tersebut. Burung tersebut membawa batu yang berisi panas api yang sangat membara, para gajah bersujud setelah para burung datang, lalu melemparkan batu-batu itu ke arah pasukan bergajah.


"Ti-tidak mungkin....! Ini... Mu-mustahil....! Aku adalah Tuhan !!!"


Dan Abrahah mati begitu saja setelah menerima lemparan batu dari para burung. Pasukan bergajah berhasil dikalahkan dan Ka'bah berhasil diamankan, Elaina takjub melihat Keajaiban Sang Maha Kuasa benar-benar terjadi, namun bisa saja Dewi Eris yang mengirimkan para burung tersebut.

__ADS_1


Tiba-tiba muncul portal dibawah kaki Elaina, memindahkan Elaina ke tempat lain.


__ADS_2