Phantasy The Animation

Phantasy The Animation
PONDASI DUNIA DAN PETUALANGAN ANEH I


__ADS_3

Gadis kecil berjalan menjauh dariku dan dengan erat mengikat jinsnya. Ada sesuatu tentang wajah bermasalah Pria Ksatria Pedang yang jarang membuatku senang.


"Ya baiklah. Jika ada anak kecil di sekitar, kurasa bahkan kamu bisa bersikap baik"


Pria Ksatria Pedang hanya menjawab dengan "hmmm" saat gadis kecil itu terus melihat ke arahnya.


"Hei, tuan, siapa namamu?"


Dengan sinis nya Pria Ksatria Pedang mengabaikannya.


"Heeeey, siapa namamu?"


"Cih... Seiya."


"Oh! Saya Nina! Senang bertemu denganmu!"


Saya berharap saya memiliki waktu lebih banyak waktu untuk mengawasi pertukaran mereka, tetapi kita tidak perlu membuang-buang waktu.


Kami meninggalkan kota setelah mendapatkan beberapa peralatan berkualitas tinggi dan berkeliaran ke lapangan untuk mencari monster agar Seiya bertarung. Awalnya dia tidak setuju dengan gagasan itu, tetapi mungkin harga dirinya tidak akan mengizinkannya untuk menolak. Sekarang dia mengikuti saya tanpa banyak keluhan. Tak lama, saya menemukan apa yang saya cari. Sebuah bola lengkung biru langit bergoyang-goyang di bayang-bayang rumput tinggi di depan kami.


"Seiya, lihat! Itu monster!"


"Hah, sungguh aneh. Mungkin hasil manipulasi gen?"


"Itu adalah makhluk ajaib! Lendir! Pernahkah kamu melihatnya di video game sebelumnnya?"


Saya heran melihat dia menggelengkan kepalanya. Bodoh, dia tidak tahu apa itu lendir? Saya kira semua orang di Jepang tahu...


"Seiya, slime akan melompat ke arahmu dan menyerang saat mereka melihatmu. Lendir mereka dapat melelehkan kulit mu, tetapi tidak akan menyebabkan kerusakan terlalu banyak jika kamu segera membunuhnya. Mereka sangat lemah sehingga rata-rata orang dewasa bisa mengalahkan satu dengan Garpu Tanah. Tapi~~~ apa...?"


Mataku pergi bagaikan piringan bertebangan. Seiya menarik pedang baja dari sarungnya, lalu diam-diam menghembuskan nafas. Bilahnya mulai bersinar seolah bereaksi pada pernapasannya. Udara di sekitar terasa bergetar.


"Monster sialan! Atomic Split Slash!"


Pada saat berikutnya, Seiya mengarahkan pedangnya pada kapur dan tebasan. Gelombang kejut terdengar seperti ledakan, membelah tanah dimana lendir pernah disitu!


"Eeeeeeeeee....."


Saat angin kencang membuat rambutku berantakan, aku berteriak ke Seiya.

__ADS_1


"A-apa yang salah denganmu?! Itu hanya lendir! Kamu berlebihan!"


Tapi dia mengarahkan tangan kirinya ke reruntuhan tanah yang jelas kosong.


"Tidak....! Itu masih hidup!"


Setelah itu, tangan kiri Seiya dilalap api yang meraung.


"Api Neraka!"


Sekaligus, tembakan api magis darinya adalah tangan, menghanguskan ruang kosong. Dan dalam sekejap mata, seluruh bidang berumput menjadi abu.


"Sudah mati, sial! Kamu tidak perlu bertarung lagi! Slime sudah mati!"


Tapi teriakanku tidak berpengaruh.


"Tidak....! Masih terlalu berisiko untuk membiarkan pertahananku turun!"


Seiya mengambil sikap dengan pedangnya sekali mendapat keuntungan.


Apa....?! Tapi dia hanya memiliki dua keterampilan! A-apa yang dia rencanakan selanjutnya?!


"Atomic Split Slash!"


"Kamu menggunakan Atomic Split Slash lagi?!"


Gema ledakan mengaum di seluruh lapangan. Ada ledakan, gemuruh berat, dan tanah terbelah lagi. Rambutku diterpa angin kencang.


.....Setelah beberapa saat, Seiya dengan santai menyarungkan pedang nya. Aku berteriak:" Kenapa kamu menyerang lendir dengan semua yang kamu miliki?! Kamu membunuhnya begitu kamu menggunakan serangan Atomic Split Slash pertama kali!"


"Kecerobohan adalah musuh terbesarku"


"Ada batasan untuk semuanya, kamu tahu! Selain itu, bukankah kamu memiliki kemampuan Pindai?! Apakah kamu tifak memeriksa statistiknya?!"


"Aku hanya memastikan. Serangan dan pertahanannya berada di satu angka"


"Lalu kenapa kamu membongkar itu?"


"Tidak cukup hanya mengandalkan apa yang bisa kamu lihat di depanmu. Meskipun kita tidak bisa melihat lendir lagi, itu tidak berarti sudah mati"

__ADS_1


"..... Percayalah pada kemampuanmu !!!"


Aku menghela nafas panjang sambil memperbaiki rambutku.


"Ngomong-ngomong, kamu pasti merasa sedikit lebih percaya diri sekarang kan? Kamu sangat kuat, jadi mari kita mulai menuju kota berikutnya. Menurut informasi yang aku dapat dari Dewi Besar, kita harus menemukan yang pertamamu disana...."


Tepat saat aku meletakkan tangan pada bahu Seiya, aku merasakan kehadiran aura yang kejam, sadis, seram dan jahat yang membuat bulu-bulu di bagian belakang leherku berdiri.


"A-apa?"


Aku berbalik dan menemukan seorang gadis perlahan berjalan di jalan kami. Rambut nya merah, bertanduk seperti tanduk sapi jantan, dan dia berpakaian gaun yang sangat indah, dengan warna yang berkilauan. Dengan satu tangan, dia membawa senjata berbentuk Kapak yang sangat besar dan setinggi dia, membuat tindakan itu terlihat mudah. Dia tampak seorang pejuang, akan tetapi tampak seperti iblis karena bertanduk, namun aura yang dikeluarkannya sungguh menyeramkan adalah bukti bahwa dia bukan manusia biasa. Gadis itu memberi Seiya senyuman yang memikat, sembari menyapa kita berdua.


"Itu adalah beberapa keahlian pedang yang luar biasa. Kaulah itu? Tidak salah lagi, aku yakin itu kamu. Yang menyebabkan suara-suara ledakan yang terdengar sampai ke kota Edona"


"S-siapa kamu?" Tanyaku disamping Seiya, menyebabkan bibir gadis itu melengkung tersenyum menjadi seringai setan.


"Ooh... Aku adalah Itsuka Kotori, saya berasal dari negara Kekaisaran Dantalian Raya. Apakah kalian pernah mendengar negara Kekaisaran Dantalian Raya? Aku adalah salah satu dari Penjaga Roh Dunia, Roh Ifrit. Kalian siapa? Mengapa kalian mengeluarkan magis-magis aneh untuk membunuh Slime yang sudah terbunuh?" Jawabnya dengan penuh pertanyaan.


Dengan suasana yang sudah tercairkan, gadis anggun memperkenalkan diri:" Namaku Risarte, Dewi Pembimbing Pahlawan, Dewi Penyembuh. Dan disampingku adalah Pahlawan yang ku pilih menjadi penyelamat dunia S-Gaebrande"


Masih acuh, Seiya tetap mengabaikannya namun Risarte memperkenalkannya kepada Itsuka Kotori:" Hahaha... Maaf ya, dia sedikit malu-malu. Nama dia Seiya, Ryuugunin Seiya adalah Pahlawan Penyelamat Dunia S-Gaebrande"


"Oh.... wow, jadi saya berada di dunia S-Gaebrande. Jadi saya benar-benar masuk ke dunia ini, sungguh aneh! Tapi terima kasih, sudah memberiku informasi penting ini" gumam Kotori dengan penuh ekspresi lega.


"Heee.... tunggu! Apa kamu berasal dari dunia lain? Ini pertemuan yang aneh, darimana kamu berasal? Apakah kamu seorang Dewi? Aku tidak pernah melihat kamu di Surga" rasa penuh heran terpenuhi didalam hati Risarte, lalu Seiya dengan kuda-kudanya mencoba untuk menyerangnya.


"T-tunggu! Seiya! Mau apa kamu pasang kuda-kuda?!"


"Dia mengakui dari dunia lain, dan membuktikan dia memiliki tanduk yang menjadi ciri khas ras Iblis, sudah pasti dia Iblis Jahanam!" Seruan Seiya membuat Itsuka Kotori ikut waspada.


"B-bukan berarti kamu seenak jidat ingin menyerang! Belum tentu kamu dapat mengalahkan nya! Lihat statistiknya ! Penuh dengan 'tanda tanya' !" Risarte mencoba menghentikan Seiya, yang akhirnya kesalahpahaman pun berakhir.


"Hoho, ku kira kalian akan melanjutkannya. Hahaha...." canda Kotori mengubah suasana menjadi adem.


"Maaf kan Seiya, ya Kotori. Dia memiliki phobia tingkat akut akan Kewaspadaan, jadi mohon maklum. Ngomong-ngomong di dunia ini tidak ada negara Kekaisaran Dantalian Raya, aku juga kurang tahu tentang itu dan tentang negara-negara di dunia ini" Risarte dengan harap memberikan sedikit informasi kepada Itsuka Kotori.


"Ya, kurasa begitu. Aku tidak merasakan kehadiran aura sang Kaisarina Agung dan Ratu Agung, kurasa harus pergi bersama kalian akan menyenangkan" menawarkan bantuan untuk membantu grup Pahlawan Seiya.


"Wah... sungguh? Itu bantuan yang tak terduga, sebab statistik kamu miliki benar-benar melebihi dari ekspetasi. Kita dengan senang hati menyambut kamu, Kotori" Risarte tanpa basa-basi menyambut Itsuka Kotori bergabung menjadi tim Pahlawan Seiya, namun Seiya masih menganggap Itsuka Kotori adalah Iblis, musuh yang harus dibunuh.

__ADS_1


Lalu mereka bertiga kembali ke kota Edona.


__ADS_2