Phantasy The Animation

Phantasy The Animation
PENGUASA DOSA DAN NERAKA "KETAMAKAN"


__ADS_3

<Mammon adalah Raja Iblis Ketamakan dan salah satu dari Tujuh Dosa Mematikan.


Raja Iblis Ketamakan yang mencoba menggunakan setiap kesempatan untuk membuat kemenangan, mengkhususkan diri dalam real estat dan penjualan ramuan ajaib buatan sendiri. Ketamakannya sebagian disebabkan oleh tindakan suaminya, yang membebani dia dengan 500.000 anak dan beban hutang di pundaknya.


Mammon adalah Raja Iblis Ketamakan, yang dikenal karena pencapaian kekayaan yang luar biasa melalui berbagai cara.


Mammon adalah seorang wanita muda yang menggairahkan dengan ukuran payudara terbesar di antara semua raja iblis, bersama dengan rambut pirang sepanjang pinggang dengan dua tanduk melengkung besar mengarah ke bawah, dari belakang dan atas dan tengah kepalanya dihiasi dengan ikat rambut berornamen. Dia memiliki sepasang sayap merah dan hitam yang tumbuh dari punggungnya yang kecil, yang berfungsi seperti setengah rok, bersama dengan setengah rok aslinya yang terlihat seperti sayapnya, untuk menutupi pantatnya, dan dia dapat menarik sayapnya ke belakang. sembunyikan mereka. Dia mengenakan atasan tanpa lengan hitam berornamen dengan pelindung leher dan jendela dada besar, dan ****** ***** thong hitam dengan logo hati. Di lengannya, dia mengenakan sarung tangan opera tanpa jari berornamen, dan di kakinya, dia mengenakan sepatu bot bertumit datar setinggi paha. Seperti iblis lainnya, dia juga memiliki hati/ekor berujung sekop, yang juga dapat dia tarik untuk menyembunyikannya, tetapi dia hampir tidak pernah menunjukkannya karena suatu alasan. Pengikutnya sendiri mengatakan bahwa dia memiliki proporsi tubuh paling sempurna di antara sesama iblis, terutama di *********** yang besar.


Dia mencampur ramuan dan obat mujarab, kemudian menjualnya dengan harga tinggi. Untuk mitra dagang, dia tidak membeda-bedakan antara setan, manusia, atau malaikat, karena bagaimanapun juga dia menghancurkan mereka semua. Namun, karena dia memiliki atribut sial yang langka, rumor mengatakan bahwa hidupnya tidak mudah.


Karena Mammon sendiri adalah seorang ibu, dia memiliki kecenderungan keibuan terhadap sesama Raja Iblis, terutama yang termuda seperti Belphegor, Beelzebub, Astaroth, dan Leviathan.


Selain itu, dia memiliki aksen yang unik, seperti halnya Belial dan Astaroth.


Dari manipulasi obatnya, sepertinya dia memiliki pengetahuan dalam alkimia. ASInya yang dia campurkan di sebagian besar obatnya memiliki sifat hipnotis dan ilusi, halusinogen. Saat dikonsumsi, pikiran dengan cepat menjadi mangsa bidang penglihatan yang terdistorsi yang biasanya terkait dengan keinginan orang tersebut.


Mammon juga memiliki pengetahuan tentang bahan kimia korosif, dan dikombinasikan dengan pengetahuannya tentang alkimia, itu membuktikan bahwa dia cerdas dan memiliki pikiran yang berpusat pada sains. Banyak dari serangannya melibatkan pembuangan bahan kimia tersembunyi dari belahan dadanya.


Mammon, bersama dengan Astaroth, Belphegor dan Beelzebub, relatif lebih ramah sebagai Raja Iblis. Dalam kasus Mammon, sifatnya yang masuk akal dan pengertian adalah daya tarik utama bagi pelanggannya.


Jika dibandingkan dengan Raja Iblis lainnya, Mammon kemungkinan besar adalah yang tertua kedua setelah Belial, dan lebih tua dari Lucifer.


Mammon memiliki ukuran payudara terbesar dari semua Raja Iblis>


Mammon meninggalkan Raja Iblis lainnya ketika dia melihat seorang manusia muda yang takut atas serbuan Raja Iblis. Dia menghampiri bocah laki muda itu yang sedang bersembunyi dibalik bangunan batu nan kosong, melihat kedatangan Mammon membuat ketakutan menyerangnya.


"Permisi... mengapa kamu bersembunyi?"


"Hiks... ku... ku mohon jangan bunuh aku"


"Iya, tidak akan. Apa kamu baik-baik saja?"


"To-tolong tinggalkan aku sendiri"


Perlahan-lahan Mammon menghampiri bocah laki yang ketakutan itu.


"Jangan begitu...."


Lalu dia memeluk erat bocah laki yang ketakutan itu, bagaikan memeluk seperti anaknya sendiri. Menenangkan bocah laki, membuat menghilangkan rasa ketakutan kepadanya, sambil mengeluskan kepala bocah laki secara perlahan dan halus.


"Cup... cup... cup... tidak usah takut... tidak usah khawatir, tenangkan dirimu... semua pasti baik-baik saja"


Bocah itu terdiam seribu bahasa, melegakan hatinya dan suasana menjadi sejuk.


"Iya.... terima kasih"


"Apa kamu sudah makan? Atau mau minum?"


"Aku... aku sudah makan"


"Bagus, apa kamu terpisah dengan orang tua kamu?"


"Iya, aku terpisah saat melarikan diri bersama ibuku. Dan aku tidak berani keluar dari sini untuk mencari ibuku"


"Ayo keluar bersamaku, kita mencari ibu kamu bersama"


"A-apa gak apa-apa kita keluar sekarang, kakanda?"


"Ara~~~ manggil aku kakanda"


Mammon merasa senang dipanggil kakanda sama bocah itu, mungkin berasa menjadi muda lagi, lalu memelus kepalanya lagi.


"Jangan khawatir, kakanda pasti melindungi kamu. Nama kamu siapa?"


"Sungguh kak? Namaku Eva. Kakanda siapa namanya?"


"Oh namanya bagus juga, Eva. Kakanda namanya Mammon"


Sambil memperlihatkan senyum Mammon.


"Apa kakanda Raja Iblis?"


"Iyah... kakanda Raja Iblis dan Penguasa Neraka, ada apa emangnya?"


"Yah... tidak ada apa-apa"


"Apa kamu merasa takut sama kakanda?"


"Bu-bukan itu, kak"


Mengelus lagi kepala bocah manis ini, sambil memperlihatkan senyumannya.


"Bagus, kamu hebat yah... Apa sekarang kamu mau keluar mencari ibu kamu?"


"Iya! Aku mau sama mamahku, aku mau pulang"

__ADS_1


"Bagus, kamu anak pemberani! Ayo!"


Mammon dan bocah itu beranjak keluar dari bangunan batu ini, pergi untuk mencari ibu si bocah.


Berjalan-jalan diatas gurun gersang, yang serbuan Raja Iblis sedang berlangsung, bahkan angin kencang silih berganti di dalam kota. Mereka mencari-cari si ibu bocah, yang sangat disayangkan belum ditemukan juga.


"Bagaimana kalau kakanda mengantarkan kamu ke rumah, Eva? Mungkin ibu kamu sudah pulang"


"Iya kak, lewat sini"


Mereka mengubah arah menuju ke rumahnya Eva, yang mungkin ibunya menunggu atau mungkin bersembunyi di sana. Hingga akhirnya mereka tiba di kediaman Eva seperti pondok dengan atap jerami dan tembok batu. Lalu mengetuk dan membuka pintu masuk... yang ternyata kosong dan sang ibu tidak ada.


"Aku pulang! Mamah!?"


"Hmmm... apa mungkin ibunya Eva sudah...."


Mammon melihat wajah Eva menjadi sedih karena mungkin ibunya tidak ada di rumah.


"Ada apa, Eva? Jangan nangis..."


"Mamah gak ada di rumah, Kakanda..."


"Yah... jangan bersedih, kamu tunggu saja di sini. Biar kakanda yang mencari ibu kamu, disini kamu pasti aman dan sambil menunggu ibu kamu pulang, yah?"


"I-iya kakanda, terima kasih"


"Tunggu yah... jadi anak yang baik yah, jangan keluar dan jaga rumah oke!"


"Ya kak, hati-hati dijalan"


"Kakanda pergi dulu yah, sampai jumpa lagi!"


"Sampai jumpa, kakanda"


Mammon melangkahkan kakinya meninggalkan kediaman Eva yang sudah di dalam, berharap menemukan ibunya sesegera mungkin. Tapi Mammon malahan bertemu dengan seorang manusia wanita muda, dengan tubuh mungil, tidak beralas kaki, berkulit putih indah dan berbaju seperti pakaian pendeta orang Cina, berwarna hitam cerah dan bermata bulat merah serta rambut berwarna coklat kehitaman cerah berhias susuk konde.


"Jadi, apa kamu masih mencari ibu dia?"


"Siapa kamu? Kenapa bisa tahu!?"


"Aku sudah melihatnya dari kejauhan, karena kamu Raja Iblis. Jadi aku bisa merasakan aura kamu"


"Oh begitu, apa mau kamu?"


"Uh.... ya mungkin, karena aku mungkin merasa kasihan melihatnya"


"Oh... merasa kasihan? Benar, kamu memang gak cocok jadi Raja Iblis"


"Entahlah, sudah yah... aku mau mencari ibunya Eva lagi"


"Tunggu sebentar! Sebaiknya kamu tidak usah mencarinya lagi..."


"Hmm... kenapa begitu?"


"Ha.... ini lah mengapa... ikut aku bentar sini!"


"Yah..."


Mammon dan gadis muda itu pergi ke suatu tempat...


"Omong-omong, nama kamu?"


"Hm? Aku? Aku Nuwa. Kamu pasti Mammon kan?"


"Oh Nuwa, kamu salah satu dari Manusia Bijak bukan?"


"Ya mungkin, aku juga tidak tahu hal itu"


"Uh... tapi kamu juga termasuk manusia pertama menurut ajaran Tao dan Konghucu"


"Kita sudah sampai!"


Mereka tiba di tempat seperti pemakaman gitu.


"Ini, dimana? Apa maksud kamu?"


"Ha... Ibunya Eva sudah mati, dia dibunuh saat terkena gelombang besar"


"Oh jadi begitu, karena ini yang menjadi aku tidak bisa mendeteksi tanda kehidupan ibunya Eva. Apa kamu yang memakamkan nya?"


"Iya aku, hadeh... kamu memang aneh ya... mengapa kamu meneteskan air mata?"


"Loh... kok bisa? Aku tidak tahu kenapa"


Mammon menangis mendengar kalau ibunya Eva sudah meninggal, membuat pukulan keras ke dalam hati Mammon. Karena mungkin Mammon punya sifat keibuan, jadi mungkin dia merasakan yang namanya kehilangan.

__ADS_1


"Nah... ini tisu, usapkan lah"


"Ah, terima kasih"


Nuwa memberikan tisu untuk Mammon menghapus air matanya yang berlinang.


"Jadi, apa yang akan kamu lakukan sekarang?"


"Aku tidak tahu, mungkin kembali pada Eva dan memberitahu dia..."


"Memberitahu soal ibunya gitu? Apa dia tidak terpukul mendengarnya? Apa kamu tega mengucapkan nya? Yah itu terserah padamu, Mammon"


"Tapi tidak bisa, Eva harus tahu hal ini dan harus bisa menghadapi kenyataan yang pahit ini"


"Ya aku tahu itu, apa setelah itu kamu akan meninggalkannya begitu saja?"


"Ya mungkin, tapi bisa aja aku mengadopsi dia menjadi anakku"


"Hahaha... jangan bodoh Mammon, mana mungkin Raja Iblis bisa mengadopsi anak manusia, dan apalagi Raja Solomon tidak mengizinkan hal itu"


"Ya terus harus apa lagi? Gak mungkin dibiarkan begitu saja, walaupun Solomon tahu hal itu tetap saja Solomon akan membiarkan dia sendirian"


"Hem... ya Mammon, apa kamu akan berhenti menyerang Raja Solomon?"


"Kalau itu tidak bisa, Nuwa. Karena aku sebagai Raja Iblis, juga menginginkan Solomon mati. Dan menguasai Dunia Manusia, kamu memang gak tahu kalau Tuhan akan Mendatangkan Hari Akhir Bagi Umat Manusia dan Bangsa Iblis"


"Oh... Apa itu benar, Mammon?"


"Ya itu benar, keputusan Tuhan adalah Mutlak!"


"Kalau begitu... tapi tenang, dengan kekuatanku. Aku akan menambal langit dan menghalangi tentara langit ke bumi, meminta mereka untuk kembali dan memberikan kesempatan lagi untuk kehidupan manusia. Orang-orang langit akan mengerti hal itu, Kaisar Langit selalu berpihak kepada manusia"


"Itu tidak mungkin bisa dilakukan, Nuwa"


"Jika itu gak bisa... kita lihat saja nanti pada saatnya tiba, Mammon. Aku akan membantu juga untuk menyelamatkan bangsa Iblis"


"Nuwa...."


"Hem... apa?"


"Uh... tidak jadi, ya mungkin kamu benar. Tapi sekarang aku harus memberitahu Eva!"


"Baiklah, Mammon. Aku tidak akan menghentikan kamu"


"Terima kasih, Nuwa"


"Ya sama-sama, aku pergi dulu. Dan kutunggu kamu di istana Raja Solomon!"


"Uh..."


Nuwa menghilang begitu saja, mungkin Nuwa pergi ke istana Suci. Lalu Mammon beranjak dari peratapannya, bergegas menemui Eva di rumahnya. Yang mencoba memberitahu ibunya sudah meninggal, dan Mammon mencoba ingin mengadopsi Eva.


"Eva! Gawat!"


"Apa itu, Kakanda?"


"Ibu kamu, sudah mati Eva. Maafkan kakanda, tidak bisa menolong ibu kamu"


"Mamah! Mamah!! Mamah!!!"


Isak tangis si Eva menggema ke seluruh ruangan, sembari Mammon memberikan sandaran dadanya, memeluk erat Eva...


"Nah, Eva. Kamu mau gak, aku menjadi ibu kamu?"


"Hiks... hiks... kakanda Mammon, mau menjadi mamahku?"


"Iya, aku mamah kamu"


"Tapi... apa mamah akan bersama ku? Tidak pergi ke dunia neraka kan?"


"Iya Eva, tenang saja mamah akan selalu bersama kamu selamanya mulai sekarang"


Mammon melihatkan senyuman keibuan, yang menandakan kehangatan akan untuk mengadopsi Eva.


"Hiks... yah... mamah janji!"


"Yah... Eva, mamah janji!"


"Mamah mau pergi menemui Raja Solomon dulu yah, istana kerajaan memanggil mamah. Mamah pasti pulang ke sini!"


"Oke mamah, Eva dukung mamah! Hati-hati mamah!"


"Terima kasih, Eva!"


Mammon meninggalkan Eva dan pergi menuju ke Istana Suci. Disisi lain Beelzebub yang makan bersama Buddha di istana Solomon, mereka masih di sana masak memasak hidangan. Sedangkan Astaroth bertemu dengan penyair wanita muda, yang sedang bernyanyi sembari memainkan alat musik seperti lyre harp, melantunkan melodi-melodi indah.

__ADS_1


__ADS_2