
Pagi hari tiba, Kiana terbangun dari tidur di penginapan Mondstadt. Kemarin Kiana mendengarkan Puisi Musik nan indah dari Venti menceritakan tentang Raiden. Kini Kiana hidup di dunia Raiden Ei berada, ini terbilang aneh bagi Kiana. Semua yang ada di dunia ini sangatlah berbeda apa yang pernah diceritakan oleh Raiden Mei kepada Kiana. Venti pernah kasih tahu ke Kiana kalau dia sudah pensiun menjadi Penguasa Angin, mandatnya diberikan kepada Eula Lawrence, seorang gadis muda bertubuh tinggi nan mantul. Ini membuat Kiana kaget, sedangkan Penguasa Tanah bukan lagi orang yang bernama Zhongli melainkan Hu Tao. Pada Inazuma masih sama Penguasa Guntur adalah Raiden Ei, tapi kepala pemerintahan diserahkan kepada Sangonomiya Kokomi, bukan lagi Raiden Shogun. Ini memang terbilang sangat aneh, Raiden Ei bersama 2 bonekanya yaitu Raiden Shogun dan Scaramouche kini hidup berdampingan di dimensi Plane of Euthymia, Yae Miko juga ada di sana meninggalkan Inazuma dibawah kendali Kokomi. Bahkan Raiden Ei juga menciptakan boneka baru yang dinamakan Magatsu Mitake Narukami no Mikoto atau disingkat Raiden Mikoto. Kini Raiden Ei mempunyai 3 bonekanya yang hidup berdampingan di Plane of Euthymia dan satu familiarnya atau sahabat somplaknya di sana.
Kiana kembali ke Guild Adventure untuk mengambil misi harian dan misi pengawalan ke Pelabuhan Liyue.
"Selamat jalan Kiana Kaslana! Semoga berhasil dalam menyelesaikan misi! Ad Astra Abyssosque!"
Kiana memburu misi harian bernama "Menjaga Keamanan" yang mana diminta menghancurkan 2 menara Hilichurl dan membasmi monster Mitachurl dan Hilichurl yang ada di dekat menara. Kiana bergegas keluar dari kota Mondstadt menuju provinsi Windwail Highland, distrik Springvale. Kiana tiba di Springvale yang mana langsung menuju tempat menara Hilichurl berada di bangun, yang terletak di barat laut desa Springvale. Kiana melihat 2 monster Blazing Axe Mitachurl membawa kapak besar berbalut panas api, dan 3 monster Hilichurl Fighter yang lagi joget hula-hula gak jelas dengan pentungan satpam nya.
........
.........
.............
Kiana mengendap-endap kesana, lalu menembakkan dual pistolnya menghancurkan 2 menara sekaligus *duar*... 2 Blazing Axe Mitachurl merespon serangan itu, 3 Hilichurl Fighter juga dan menyerang langsung ke Kiana berada. Kiana mundur dan mengambil jarak, menembakkan lagi dual pistolnya membunuh 2 Blazing Axe Mitachurl *dor dar dor dor dor*... Kiana maju berlari kencang ke arah laju 3 Hilichurl Fighter, Kiana menembakkan 1 monster *dor* menendang 1 monster lainnya dan menembaknya *dor* lalu Kiana memijak kepala monster lainnya dan menembakkan dual pistolnya ke arah kepalanya *dor dor*.
Dan begitulah Kiana Kaslana beraksi dalam menumpas monster di dunia Teyvat. Kiana kembali ke kota untuk melaporkan misi hariannya di Guild Adventure.
"Selamat datang, Kiana"
"Ini misi harianku sudah selesai, tolong konfirmasikan dan hadiahnya"
"Baik, mohon tunggu sebentar"
Katheryne mengonfirmasikan misi harian itu, lalu memberikan hadiah berupa 120 ribu mora dan secarik kertas misi pengawalan.
"Selamat Kiana! Ini hadiah atas penyelesaian misi harian kamu. Apa kamu tertarik mengambil misi pengawalan ke Pelabuhan Liyue?"
"Mengawal? Pelabuhan Liyue?"
"Iya, kamu akan mengawal seorang astrolog yang menyebut dirinya sendiri sebagai (Mona si Astrolog Hebat), dan memiliki kemampuan yang sesuai dengan julukannya. Kepandaiannya setara dengan keangkuhannya. Gadis muda bertubuh ramping, berpakaian Flowing Fate, rambutnya berkepang dua berwarna biru kegelapan."
"Oh... jadi aku mengawal gadis muda yah... terus Pelabuhan Liyue itu apa?"
"Yaa, Pelabuhan Liyue adalah tempat wilayah kediaman Adeptus dan kediaman Penguasa Tanah. Tempat yang menjadi pusat perekonomian dan kepadatan penduduk negeri Liyue, saat ini Penguasa Tanah dimandatkan oleh Hu Tao. Apa kamu mau menerima misi ini?"
"Baiklah, aku akan menerimanya. Dimana tempat berkumpulnya?"
"Mona sekarang ada di desa Springvale, kamu bisa kesana sekarang untuk menjalankan misinya serta berikan kertas ini. Jangan lupa berikan kertasnya ke Guild Adventure Liyue"
"Oke! Sampai jumpa!"
__ADS_1
"Selamat berjuang Kiana! Sampai jumpa lagi!"
Kiana bergegas kembali ke desa Springvale.... di sana, Kiana bertemu Mona yang sedang membaca buku dan gerobak yang bermuatan buku-bukunya.
"Hai! Apa kamu seorang astrolog benama Mona?"
"Hmmm? Ah... iya, aku Mona. Ada apa yah?"
"Ini!"
Kiana memberikan kertas misi kepada Mona.
"Oh jadi kamu yang akan jadi pengawalku menuju Liyue ya. Siapa nama kamu?"
"Yaa, nama aku Kiana Kaslana"
"Baiklah, kita akan berangkat malam hari jam 19:00. Kita nanti akan bermalam sekitaran Dawn Winery, jalur kita akan melewati pintu domain Valley of Remembrance. Apa kamu keberatan, Kiana?"
"Tidak keberatan"
.........
Tibalah malam hari, tepat pada jam 19:00. Kiana dan Mona memulai perjalanan mereka menuju Pelabuhan Liyue, mereka keluar dari desa Springvale yang kini sedang menuju ke domain Valley of Remembrance. Mona meminta Kiana berhenti sejenak untuk memetik beberapa bunga Calla Lily yang ada di sekitaran luar desa Springvale, dekat lembah kecil. Mona memetik bunga Calla Lily itu...
"Bunga apa itu, Mona?"
"Gunanya buat apa itu, Mona?"
"Um... ya, bunga Calla Lily adalah bunga yang tumbuh di dekat sumber air. Setelah dimasak, kelopaknya menjadi renyah dengan rasa manis dan sedikit pahit. Biasanya ilmu pengobatan modern telah menggunakan Calla Lily sebagai penawar racun, tetapi rasanya yang tajam membuat banyak orang tidak sanggup memakannya"
"Oh gitu yah"
"Yaa, kita akan memakan ini sepanjang perjalanan. Maaf ya, aku tidak membawa banyak mora. Jadi kalau kita makan, makanan yang hanya bisa ditemukan sepanjang perjalanan"
"Haaa?! Serius kamu?"
"Maaf ya, Kiana"
"Yaudah gak apalah, aku mengerti Mona"
"Terima kasih, Kiana"
Kiana tahu info karakter kalau Mona adalah seorang warga miskin yang serba kekurangan, bahkan dirinya pernah menjual diri di rumah bordil yang ada di kota Mondsadt. Informasi pernah didengarnya oleh cerita Raiden Mei. Lalu mereka melanjutkan perjalanannya, bahkan mereka sambil mengumpulkan beberapa buah seperti Apple serta buah Berry dan memburu beberapa burung Snow Finch. Mereka bahkan mengambil beberapa tanaman seperti Mint, dan beberapa jamur Mushroom.
Mereka tiba di sekitaran domain Valley of Remembrance, dalam perjalanannya terlihat ada genangan air yang mendadak muncul satu monster Large Cryo Slime.
__ADS_1
.....
"Awas Kiana, ada monster Large Cryo Slime!"
"Serahkan padaku, Mona!"
"Oke!"
Kiana mengeluarkan pedang beratnya dengan balutan api, mengayunkan dan membelah dua Large Cryo Slime....
"Keren! Kamu kuat Kiana! Hehe terima kasih"
"Hehehe, ini tidak seberapa kok. Ayo lanjut lagi"
"Oh oke, tapi tunggu dulu. Aku mau ambil drop itemnya, Slime Condensate"
"Yaa, silahkan... tapi apa itu, Mona?"
"Ah ini adalah Slime Condensate lapisan tebal yang ditemukan pada Slime dan bahan yang paling sering dijumpai di bengkel elemental. Bisa menjual disana dengan harga yang relatif lumayan buat beli sepotong roti"
"Oh... ayo kita lanjut"
"Oke, ayo..."
Mereka melanjutkan lagi perjalanannya... lalu mereka melihat bangunan megah dari kejauhan.
"Akhirnya kita sampai juga di Dawn Winery, kita akan bermalam di bangunan itu Kiana. Pemiliknya bernama Diluc, tempat pusat perkebunan anggur dan pembuatan Wine untuk negeri Mondstadt yang biasa dijual di kedai Angel's Share"
"Baiklah, Mona. Berapa emang per malamnya?"
"Oh... itu tidak perlu, aku bisa membujuk Diluc kedalam ranjang kok"
"Heeee... semoga menyenangkan Mona"
"Hehe iya, Kiana. Kamu tenang saja, ini sudah terbiasa bagiku"
Kiana melemparkan senyumnya... Kiana tahu, kalau ini benar-benar sangat berbeda apa yang pernah diceritakan. Mona Magistus, dia pernah diselamatkan oleh Kaisar Agung dari Kemiskinan dan Kehancuran Penelitian Astrolog nya. Kiana merasa kalau dunia Teyvat ini adalah dunia kebalikan atau paralel gitu, Kiana semakin waspada karena mungkin dirinya akan diajak untuk meranjang juga.
Mona berhasil membujuk Diluc untuk mempersilahkan kita bersinggah, aku dan Mona tidur dalam satu kamar. Aku merebahkan diri diatas kasur, Mona keluar dari kamar tidurnya. Lalu Kiana mencoba mengintip kemana Mona pergi, dan ternyata Mona masuk ke dalam kamar Diluc.
"Cih! Mereka sudah mulai ternyata"
Suara grusak grusuk pun terdengar, tempikan oleh Mona terdengar sampai luar kamar mereka. Telinga Kiana Kaslana yang mendengarkan hal itu, menjadi membuat dirinya ikut terpesona dan mencoba menyamankan diri sambil mengintip sedikit pintu kamar Mona dan Diluc berada. Yang terjadi memang terjadi, mereka melakukan hal tak terduga bahkan tidak bisa dibayangkan begitu saja.
__ADS_1
...........
Keesokan harinya, pada jam 06:30 pagi hari. Mereka, Kiana dan Mona melanjutkan perjalanan mereka menuju Wolvendom.