
Mona dan Kiana melanjutkan perjalanannya dari Dawn Winery mengarah Wolvendom. Mereka berjalan melewati perkebunan anggur, lalu memetik bunga Sweet Flower dalam perjalanan.
"Ano... Mona, semalam kamu gimana? Apa menyenangkan kah?"
"Oh tentu saja Kiana, aku hanya main dalam pintu belakang. Sedangkan pintu depan aku masih tertutup rapat kok"
"Ohya? Hahahaha baru tahu aku, tapi yah.... baguslah kalau kamu senang"
"Yaaa Kiana, tarikannya juga lumayan membuat bertenaga si Diluc gak letoy macam Venti atau Kaeya"
"Oh...."
"Dan juga aku mendapatkan uang tambahan, kalau kita sampai di Pelabuhan Liyue nanti aku traktir kamu makan di sana"
"Oke Mona, begitu senang aku mendengarnya"
"Hehe..."
"Ngomong-ngomong, tadi kamu ngambil bunga apa?"
"Oh... ini bunga namanya Sweet Flower adalah bunga yang sangat harum. Karena wanginya, bunga ini sangat mudah ditemukan bahkab dalam kegelapan sekalipun. Sangat umum digunakan di Teyvat untuk membuat gula. Juga bisa dijual ke toko grosir dengan harga yang cukup untuk membeli nasi"
"Oh...."
Pada tengah perjalanan mereka, mereka menghadapi 3 monster Cryo Slime dan 2 Large Cryo Slime.
"Lihat! Ada 5 monster Slime di depan kita, mohon bantuannya Kiana"
"Oke Mona, serahkan padaku"
Kiana menembakkan panas api besar melalui dual pistolnya, langsung melelehkan dan membunuh 3 monster Cryo Slime. Lalu Kiana membalutkan panas api kedalam pedang besar nya, mengayunkan dan membunuh 2 Large Cryo Slime.
"Bagus Kiana, terima kasih"
"Sama-sama Mona, ayo lanjut lagi kita"
"Oke!"
Mona dan Kiana melanjutkan perjalanan mereka, namun muncul 2 monster Anemo Slime dan 1 Large Anemo Slime yang menyerang mereka secara mendadak dari belakang.
"Awas Kiana! Dibelakang kita ada monster!"
"Mundur dibelakang aku, Mona"
Perlawanan pun terjadi, dengan cepat menghabiskan 3 monster slime tersebut.
"Fuh... baru saja jalan sebentar sudah banyak monster menyerang"
"Iya Kiana, kita harus waspada"
"Ya tentu, Mona"
"Sebentar ya Kiana, aku mau mengambil bunga lagi"
"Silahkan"
Mona mengambil 4 tanaman bernama Small Lamp Grass.
__ADS_1
"Hmmm... yang ini bunga apa Mona?"
"Yaa ini namanya Small Lamp Grass adalah rumput liar yang memancarkan cahaya pada malam hari. Umumnya digunakan saat memasak untuk memperkaya rasa dari bahan masakan lain. Harumnya juga sama seperti harum bunga liar yang samar-samar tidak dapat menarik perhatian orang-orang, cahaya samar dari Lamp Small Grass juga tidak menarik perhatian orang-orang, bahkan di malam hari"
"Hmmm gitu ya"
"Iya Kiana, ayo lanjut kita"
Mereka tiba di perbatasan Liyue dengan Mondstadt di Stone Gate, berjalan sekitaran sungai melewati tebing bebatuan mengarah Wuwang Hill.
"Ngomong-ngomong, tadi monster slime nya ada yang warna hijau gitu. Monster apa itu Mona? Serangannya juga sedikit berbeda dari slime yang barusan aku lawan"
"Oh... itu namanya Large Anemo Slime, Kiana. Monster yang tercipta dari sedimentasi Angin yang tersebar di alam liar. Memiliki kemampuan melayang yang lebih kuat dibanding dengan Anemo Slime yang kecil itu, karena kekuatan elemen Angin yang lebih besar. Biasa monster para Hilichurl sering menggunakan mereka menjadi alat transportasi untuk mengangkut material dari sumber yang tidak diketahui"
"Oh pantesan"
"Lihat Kiana! Ada tanaman Lotus Head. Mau ku ambil dulu"
"Oke Mona"
Mona memetik bunga Lotus Head yang mengambang dan tumbuh di pinggiran perairan.
"Nah tanaman ini tumbuhan akuatik khas dari Liyue yang tumbuh dan mekar berpasangan. Satunya harum dan satunya pahit. Bisa dikatakan bagus menjadi pembuatan obat herbal"
"Iya yah, bisa dijual berarti"
"Yups kamu benar Kiana"
Mereka terus menerus berjalan sampai 2 monster Hilichurl Shooter menyerang mereka.
"Kiana! 2 monster Hilichurl menyerang kita"
Dan Kiana menembakkan dual pistol ke arah kepala Hilichurl, 2 monster Hilichurl mati seketika.
"Kali ini bawa panah, banyak sekali variansi monsternya"
"Iya Kiana, mereka itu penduduk primitif yang selalu mengembara di alam liar Teyvat. Hilichurl pemanah dengan busur sederhana terdapat ditangannya. Ini sebenarnya mereka Hilichurl sejatinya tidak memiliki keahlian yang dibutuhkan untuk membuat busut. Masih menjadi misteri persoalan itu Kiana, namun dengan kenyataan tersebut, orang-orang umumnya meyakini bahwa pasti terdapat sebuah organisasi yang mengontrol dan menjadi dalang dari aksi-aksi Hilichurl ini, dan mereka mempersenjatai para Hilichurl, menyediakan peralatan dan persediaan material. Mungkin saja para Abyss Mage yang sering berdampingan dengan para Hilichurl ini memang patut dicurigai juga"
"Iya mereka juga makhluk yang aneh"
Mona dan Kiana berjalan menyebrangi sebuah jembatan.... ditengah jembatan mereka disergap oleh 3 Geo Slime monster.
"Kiana! Tolong aku"
"Terima ini monster sialan!"
Kiana mengayunkan pedang besarnya membunuh 3 Slime dan berhasil lolos dari sergapan monster.
"Awww, baju jadi sedikit robek dibagian selah paha aku"
"Um... maafkan aku Mona"
"Ah... gak apa-apa Kiana, di depan sana nanti kita akan istirahat sambil aku membetulkan pakaian ku"
"Baiklah Mona"
Mereka tiba di kamp militer Liyue, mereka istirahat sambil meminum teh dan memperbaiki pakaian Mona yang robek.
__ADS_1
"Akhirnya kita bisa istirahat. Kiana, kamu tunggu di kedai teh ini dulu ya"
"Oh oke Mona, emang kamu mau kemana?"
"Ah hanya sebentar kok, mau membayar pajak masuk perbatasan wilayah Liyue"
"Baiklah Mona"
Mona pergi ke perkemahan yang berisi tentara Liyue di dalamnya, Kiana merasa curiga mungkin saja Mona terjadi suatu hal... memutuskan untuk membuntuti Mona dari kejauhan.
"Mau apa Mona kesitu?! Aneh sekali"
Mona masuk ke dalam tenda, Kiana secara was-was mencoba untuk menguping dan mengintip Mona.... Di dalam tenda terlihat 5 tentara Liyue, yang 1 kapten dan 4 lainnya prajurit biasa.
"Aku, Mona si Astrolog dari Mondstadt mau pergi ke Pelabahuan Liyue. Izinkan aku dan temanku melewati perbatasan ini"
"Oh... Mona ternyata, seperti biasa ya. Kamu harus membayar dengan tubuh kamu, ayo kita mulai langsung. Sudah lama kita tidak menjamu, hahaha..."
"Iya, dari belakang yah. Jangan dari depan masuk nya"
"Oke Mona, tapi 4 orang lainnya juga ingin ikut. Gimana?"
"Eh...?! Tapi..."
"Ayolah, nanti kita buat persepakatan kalau kamu bisa lewat perbatasan sampai 4 bulan. Gimana?"
"Hm... okelah, aku setuju"
"Mantap! Ayo semuanya! Kita nikmati sekarang"
"Siap kapten! Hahaha, kapten sungguh luar biasa!"
4 prajurit lainnya bersorak dan memuji si Kapten, dan mereka langsung menjamu Mona di dalam tenda. Kapten langsung memberikan dan masuk dari pintu belakang Mona, 1 prajurit membiarkan masuk kedalam bantalan Mona. Mona terkejut kalau 1 prajurit lainnya juga ingin ikut masuk kedalam pintu belakang bareng si Kapten, sempat Mona memberontak tapi 2 prajurit lainnya memaksa membungkam mulut Mona dengan masuk kedalam sekaligus 2. Dan mereka memulai pesta perjamuan mereka di dalam tenda, Kiana yang melihat hal ini sedikit terengah, namun segera Kiana menjauh dari tenda itu daripada nanti ketahuan malahan jadi ikut disambut juga oleh mereka.
Kiana lalu kembali ke kedai teh dan menunggu kedatangan Mona, disana Kiana menunggu sampai 4 jam. Mona datang di kedai teh, meminta Kiana untuk melanjutkan perjalanannya lagi mengarah ke Penginapan yang ada di Dihua Marsh. Kiana mengabaikan yang dilakukan Mona di dalam tenda, karena mungkin itu hal yang tabu untuk dipertanyakan. Mereka meninggalkan kedai teh dan menuruni jalanan menuju jembatan bebatuan, Mona membuka perbincangan mengenai drop item yang diambil dari mengalahkan Hilichurl Shooter.
"Kiana, lihat ini. Firm Arrowhead adalah ujung anak panah yang keras dan kokoh. Terlihat biasa saja, tetapi kekuatannya tidak dapat diremehkan, dapat menjadi senjata mematikan apabila digunakan dengan tepat. Aku sempat menjual kepada mereka yang ada di tenda, Kiana"
"Oh begitu ya, dapat lumayan kah?"
"Ya tentu Kiana, bisa buat bayar penginapan di Dihua Marsh"
"Baguslah kalau begitu Mona, kalau ada monster lagi serahkan aja padaku"
"Hehe terima kasih, Kiana"
Mereka singgah sebentar tepat berada di depan jembatan bebatuan, terlihat sosok pria bertopi jerami layaknya petani ulung.
"Tunggu ya Kiana, aku mau menjual tanaman obat kita temukan dijalanan itu. Dia orangnya, bernama Zhuyu si Pengumpul Tanaman Obat"
"Oke Mona"
Mona menghampiri Zhuyu untuk menjual tanaman obat, mereka melakukan transaksi... dan sepertinya Mona sudah selesai menjualnya.
"Gimana Mona, sudah selesai kah?"
"Iya sudah kok, ayo lanjut lagi"
__ADS_1
"Oke Mona"
Mona dan Kiana melanjutkan lagi perjalanannya menyebrangi jembatan bebatuan dan tiba di Dihua Marsh, lalu berlanjut jalan mengarah Wangshu Inn.