
*krik.... krik... krik...*
Decitan suara jangkrik menyambut pagi hari yang sunyi nan gelap di suatu pedesaan yang banyaknya ladang sawah... Di dalam rumah, ruang kamar seorang pria muda yang diisi banyaknya figure karakter anime jepang, serta dua layar komputer yang sedang menyala yang mana memainkan suatu game di dalamnya...
"Sip!"
Seorang pria muda berambut pendek warna coklat muda, mengenakan jaket berwarna hijau dan bercelana panjang hijau, sedang mempersiapkan diri untuk pergi keluar rumahnya...
"Biasanya aku mengurung diri di rumah. Tapi, khusus hari ini, kuputuskan untuk pergi keluar"
Dia menarik reseleting jaketnya keatas, dia sudah siap dan lalu dia beranjak pergi dari ruangan kamarnya dengan merangkul sebuah tas dibelakang punggung dan pada lengan kanannya...
"Demi mendapatkan barang edisi terbatas"
Lalu dia menutup pintu kamarnya...
"Dari game online populer yang dijual hari ini"
Lalu dia berjalan ke tempat halte bus untuk menunggu kedatangan bus, lalu pergi mengarah ke tempat yang dia tuju....
Pada pagi hari menjelang siang hari, dia turun dari bus yang artinya dia sudah selesai membeli barang tersebut yang dia inginkan.
"Perjuang selama 5 jam! Syukurlah aku berhasil mendapatkannya"
Dia berdiri di samping jalanan, sembari memegang dan memandangi barang yang sudah dia beli...
"Resmi atau tidak, mau di toko khusus mana pun, mereka semua culas"
Terik matahari pagi semakin menyengat memanas, menyinari si pria muda itu...
"Sinar matahari ini adalah musuh terberatku setelah empat hari begadang"
Dia mengangkat tangannya sambil menutupi arah sinar matahari yang begitu menyilaukan nan panas...
"Saatnya pulang dan memainkan game ini"
Kini dia akan kembali ke rumahnya, berjalan mengarah ke tempatnya, lewat satu mobil melewati dirinya, dia juga berpapasan dengan seorang gadis muda berseragam sekolah, gadis itu sedang berjalan sambil memainkan ponsel genggamnya...
"Siswi dari sekolahku, ya?"
Dia melirik gadis sekolah itu, merasa kalau gadis itu adalah siswi satu sekolahan dengannya... akan tetapi, secara mendadak.... dia melihat sebuah truk akan menabrak gadis sekolah itu, lalu dia ingin mencoba menyelamatkannya...
"Awas!"
Teriak pria itu dalam hatinya...
"Truk itu..."
Lalu berlari kencang menyelamatkan gadis sekolah itu dengan mendorong keras agar gadis itu terselamatkan...
"Kenapa di saat seperti ini, aku melakukan hal yang berlawanan dengan sifatku?"
Dan pria itu mengakhiri riwayatnya demi menyelamatkan gadis sekolah itu, sungguh malang sekali...
Di dalam ruangan dengan sedikit pencahayaan, pria muda itu terbangun dari... dia mencoba memahami situasi dirinya, dia terduduk diam dan bengong di kursinya, yang juga di depan dia ada kursi kosong berhadapan dengannya...
"Satou Kazuma!"
Seorang gadis berambut panjang warna biru muda cerah, berpakaian warna biru gelap dengan selendang berwarna merah muda yang cerah....
__ADS_1
"Selamat datang di alam baka"
Sedang berjalan di dalam ruangan reinkarnasi, menuju singgasananya yang ada di depan pria Satou Kazuma...
"Kamu sudah meninggal beberapa saat yang lalu"
Satou Kazuma menatap dia dengan penuh perasaan terkejut, lalu dia duduk di singgasananya...
"Meski kamu belum hidup lama..."
Terhening mendengar ucapannya, si Satou Kazuma....
"Namun saat ini, kamu sudah mati"
Gadis itu berkata sambil memberikan senyuman sinisnya...
Lalu Satou Kazuma dengan penuh rasa gelisah, menjawab perkataan gadis itu...
"Aku ada satu pertanyaan..."
Keheningan menyelimuti ruangan reinkarnasi hanya sesaat lalu...
"Bagaimana dengan gadis yang kutolong itu?"
Satou Kazuma tertunduk merenung setelah memberikan pertanyaan soal itu kepadanya...
"Gadis itu masih hidup"
Tiba tiba, Satou Kazuma merasa lega mendengarnya...
"Syukurlah"
"Itu berarti kematianku tidak sia-sia"
Akan tetapi gadis yang merangkap jadi seorang dewi merasa kebingungan, walau begitu dia menutupi rasa kebingunan itu dengan menawarkan sesuatu kepada Satou Kazuma...
"Ya! Gadis itu baik-baik saja kok, kamu tidak perlu cemas. Kelakuan kamu sangat mulia, jadi aku ingin mempersembahkan sesuatu kepada kamu"
Satou Kazuma terdiam sejenak, lalu...
"Eh? Sungguh?"
"Ya! Namaku adalah Aqua, Aku seorang dewi pemandu manusia yang mati muda ke alam baka"
Lalu Aqua beranjak berdiri menghampiri Satou Kazuma, sembari menjelaskan tawaran yang akan Aqua berikan...
"Kamu punya dua pilihan..."
Satou Kazuma terdiam seribu bahasa...
"Kamu bisa memulai hidup kamu lagi dengan terlahir kembali, atau kamu bisa naik ke Surga dan tinggal di sana seperti orang tua"
Lalu Aqua dengan penuh semangat untuk meyakinkan si Satou Kazuma, sembari membisikan sesuatu tentang Surga...
"Jujur saja ya, Surga bukanlah tempat impian seperti yang kamu bayangkan..."
Sontak Satou Kazuma sedikit kaget...
"Eh?"
__ADS_1
"Ya, jangankan TV, game dan komik pun tidak ada. Bahkan kamu tidak punya wujud fisik, jadi kamu tidak bisa melakukan hal zina"
Dan Satou Kazuma semakin kebingungan mendengar perkataan tersebut...
"Di sana kamu hanya bisa melongo, selama lamanya"
"Eeehhhhh....?"
Wajah Aqua mendekati wajah Satou Kazuma yang tampak tersipu malu dan gelisah...
"Kamu pasti tidak ingin pergi ke tempat membosankan seperti itu, kan?"
"Ah, ya..."
"Di lain sisi, memulai kembali hidup kamu dari awal juga tidak menyenangkan. Karena itu, aku punya tawaran bagus untuk kamu"
"Etto..."
"Kamu suka game, kan?"
"Eh?"
Lalu si Aqua menjelaskan lagi dengan nuansa dan suasana dramatis agar Satou Kazuma merasa tersanjung...
"Ada sebuah dunia yang dulunya damai, kini terancam oleh pasukan Raja Iblis!"
Satou Kazuma sedikit kelelahan memahami situasi akan dirinya...
"Kehidupan yang dijalani susah payah oleh para penduduknya kini dinjak injak oleh monster"
Lalu Aqua menceritakan tentang dunia itu dengan sangat dramatis banget, sembari mempraktekan gerakannya...
"Mereka diliputi ketakutan akan kekejian pasukan Raja Iblis!"
Lalu muncul mendadak cahaya terang yang menerangi akan dirinya berdiri di sana...
"Keji!"
*glek...*
Satou Kazuma menelan ludahnya karena mendengar cerita itu, lalu Aqua...
"Gegara hal itu, seluruh penduduk yang sudah mati tidak mau dilahirkan kembali, dan populasi pun semakin menyusut"
Lalu Satou Kazuma menjawab hal itu...
"Oh begitu yah..."
Akan tetapi, Aqua berbincang lagi...
"Kami pun memutuskan, (Bagaimana kalau kita kirim kan orang yang sudah mati dari dunia lain ke dunia itu secara seutuhnya?)"
"Buat apa aku ke sana kalau akhirnya bakalan dibunuh?"
Aqua memandangi Kazuma dengan penuh curi perhatian, lalu berkata...
"Kamu tidak perlu takut, kamu akan mendapatkan bonus hadiah berupa kekuatan dahsyat yang akan kelak kamu miliki. Kamu juga akan dilahirkan kembali di kota yang sangat amat, kota khusus para pemula sebagai Petualang. Jadi gimana menurut kamu? Tentu saja, kami para Dewa-Dewi akan memberikan dukungan penuh untuk setiap langkah kamu"
"Etto ne... jadi apa yang harus aku lakukan sekarang?"
__ADS_1
Lalu mereka berpindah tempat yang mana diisi sepulang catatan tentang kekuatan dahsyat, dan Kazuma mencoba memilih salah satunya....