Phantasy The Animation

Phantasy The Animation
PENGUASA DOSA DAN NERAKA "KEMURKAAN"


__ADS_3

<Satan adalah Raja Iblis Kemurkaan, yang dikenal karena amarahnya yang mengerikan.


Satan memiliki rambut merah sepanjang pinggang dan dua tanduk panjang di sisi kepalanya yang melengkung ke tengah dan kemudian mengarah lurus ke atas. Dia mengenakan jubah merah panjang mengalir, bra merah, G-string merah, sarung tangan merah berornamen, sarung tangan hitam, sepatu bot bertumit tinggi setinggi paha hitam yang ditutupi oleh baju zirah merah dengan sayap pergelangan kaki logam hitam dan merah di sisi sepatu botnya. Senjatanya adalah hibrida kapak tombak merah besar yang bahkan lebih tinggi darinya.


Nyonya Satan selalu terlibat dalam pertempuran abadi melawan legiun malaikat, dan lebih menyukai perang daripada tiga kali makannya.


Dengan kepribadian yang mencemaskan detail kecil, dia berbahaya karena dia selalu kesal. Namun, mungkin bijaksana untuk tidak bersikap keras padanya. Dia memiliki kelemahan pada binatang lucu, dan satu lagi yang tidak memiliki pikiran jernih.


Satan dikenal karena temperamennya, yang dapat dikaitkan dan terlihat dalam kecakapan bertarungnya. Dia memimpin seluruh pasukan, yang merupakan pengikut dosanya. Daya tahan Satan luar biasa, membantunya bertahan dari pukulan yang biasanya akan membunuh siapa pun.


Keburukannya untuk memuja makhluk lucu membuatnya menjadi pelindung Beelzebub. Ironisnya, meskipun Raja Iblis Kemurkaan, Satan bisa berbelas kasih terhadap yang lemah, dan tentu saja berbelas kasih terhadap orang yang tidak bersalah yang muncul dalam perjalanan ke Gerbang Neraka karena kesalahan. misalnya, korban perempuan dari pembunuhan atau bunuh diri, tidak bersalah dan diizinkan.


Satan adalah Raja Iblis yang terkuat kedua, dibawah Raja Iblis Lucifer dan diatas Raja Iblis Belial.>


Pertarungan Satan melawan Manu sangatlah sengit, kedua belah pihak tidak yang mau mengalah. Terus menerus, berunglah kali mereka saling balas membalas serangan, saling balas membalas menangkis, saling membalas menghindar. Yang membuat gurun pasir yang mereka pijak menjadi berhampuran, bahkan panas api yang dimiliki Satan membuat suasana semakin tidak sejuk. Namun itu tidak membuat Manu menyerah begitu saja, Manu dianggap sebagai pelopor perintis agama tertua di dunia yaitu Hindu dan sebagai manusia pertama.


"Jadi hanya ini kekuatanmu?"


"Tidak, sangat disayangkan alam kau rusak. Makhluk yang malang"


"Haa!? Aku lebih suka bertarung daripada harus banyak bicara! Lawan lah aku, wahai manusia rendahan!"


"Hm..."


Satan memusatkan panas apinya pada tangannya mengarah ke Manu, menyemburkan menyerang Manu, namun Manu bisa memanipulasi alam dengan mengangkat gurun pasir ini menjadi perisai. Setelah itu Satan menerjang Manu dengan serangan beruntun, membuat Manu menangkis secara susah payah. Tak mau tinggal diam, Manu membentuk pasir gurun seperti tombak lalu melayangkan ke arah Satan. Kapak Satan mengibaskan apinya untuk menghalangi arah datangnya serangan Manu, lalu Manu melemparkan tongkatnya ke langit sampai keluar dari atmosfir bumi. Mengubah tongkatnya menjadi lebar selebar gunung Fuji, lalu menjatuhkan ke arah Satan berada dari luar angkasa. Satan meremehkan Manu yang membuang tongkatnya itu, sehingga dia tidak tahu akan ada serangan mengarahnya.


"Apa kamu sudah menyerang?"


"Apa kamu tidak melihat ke atas?"


"Apa maksud kamu?"


Satan melihat ke arah langit yang gelap, lambat laun terlihat tongkat kayu yang lebar itu jatuh mengarahnya membuat dia kaget dan diam tak berkutik, sampai dia pipis di celana....*duar...*


"Argh!!!! Ah... ah... ah... walaupun manusia rendahan, tapi lumayan serangannya"


Satan terkapar di gurun pasir, membuat dia tak berpakaian karena menerika serangan langsung dari Manu.


"Ugh...!"


Dan Manu memuntahkan darah merah yang keluar dari mulut dan hidung, lalu menutupinya.


"I-ini... wow... punya kamu besar juga, boleh aku sentuh?"


"Ah... ah... apa kamu tertarik dengan tubuhku?"


"Iyaaa hanya saja...."


"Kalau begitu, kalahkan aku maka kamu bisa menikmati tubuhku. Aku tidak peduli dengan tubuhku, asalkan aku bisa menikmati yang namanya pertarungan maka disitulah aku hidup"


Manu melemparkan kain dan meminta Satan untuk mengenakan kain itu.


"Apa maksud kamu? Aku lupa memberitahu, kalau aku masih perawan walaupun aku sudah milyaran tahun"


"Apa kamu sudah cukup? Hanya berbicara sajakah?"


"Hooo... inilah yang kusuka, ayo!!!"


Satan mengenakan kain yang dilemparkan oleh Manu, lalu langsung menyerang lagi. Kali ini dengan kepalan tangan, meninggalkan kapaknya tergeletak begitu saja. Manu menjawab dengan menjatuhkan juga tongkatnya, Manu melaju ke arah lajuan Satan berada. Adu jotos pun terjadi, tangan kanan Satan melayang ke bagian rahang Manu, sedangkan Manu melayangkan tangannya ke bagian rahang Satan. Terus menerus berulang kali, mereka saling membalas adu jotos....


"Hu... hu... hu... sekali lagi!"


Manu menghajar Satan, lalu ditangkisnya. Satan menghentikan tangan Manu, lalu kepala Satan membenturkan ke arah kepala Manu. Dan sedikit merasa pusing, Manu berusaha melepaskan genggaman dari tangan Satan, dengan melompatkan diri, lalu menghantam perut Satan dengan lutut kedua kakinya. Membuat Satan hilang kendali dan kewalahan, tangan Manu berhasil dibebaskan.


"Ugh...! Uh... uh... itu sangat sakit"


Satan bangkit lagi, dengan mengepalkan jari tangannya lalu menghajar habis muka Manu sampai membuat dia melayang berputar-putar sejauh 5 meter.


"Geh! Ini tidak seberapa! Ayo berdiri! Kita lanjut ke ronde selanjutnya!"


Manu mencoba berdiri tegak tapi kewalahan, lalu menahannya dengan kedua tangan pada pangkalan sikut kakinya. Karena pukulan Satan yang ia lontarkan sangatlah berefek.


"Hmmm... mau apa selanjutnya kita?"


"Gimana kalau sekarang kita adu kekuatan jarak jauh lagi?"


Satan dengan tatapan sinisnya, membuat bola api yang sangat besar sekali yang panasnya seperti suhu matahari. Lalu melemparkan ke Manu yang masih kewalahan...


Secara tiba-tiba bola api padam begitu saja, yang dipadamkan oleh Musa dengan mengeluarkan gelombang Tsunami.


"Sudah cukup!"


Musa berteriak ke mereka, dia berdiri diatas tongkatnya yang sedang melayang.


"Siapa kau!?"


"Apa boleh aku bergabung? Ha.. ha... ha..."


"Oh... silahkan!!!"


Musa memanggil gelombang tsunaminya yang membentuk megalodon, menyerang Satan namun dia mengarahkan satu tangannya ke arah tsunami dengan mengeluarkan panas apinya, memblokir gelombang itu. Lalu Musa terjun dari tongkatnya ke permukaan...

__ADS_1


"Apa kamu baik-baik saja, Manu?"


"Ha...hu... aku baik-baik saja, terima kasih Musa"


"Nah... Satan! Biarkan aku menjadi lawan kamu"


"Oh... ayo! Kalian berdua maju ayo!"


"Ha... ha... ha... kalau si Manu memulihkan kondisinya, kamu bisa melanjut lagi melawan dia bahkan berdua. Bukannya akan menyenangkan, nah Satan?"


"Okelah! Ayo kakek tua! Lawan aku!"


"Ha... ha... ha... saya suka gadis enerjik"


Musa mengeluarkan gelombang besar membentuk tombak, menerjang ke arah Satan. Lalu Satan menarik kapaknya, dan menghempaskan laju tombak itu.


"Ho... ho... ho... kali ini lawan yang berat"


Keluarlah dua gelombang besar, lalu Musa mengapitkan menyerang Satan. Namun Satan menangkalnya dengan menyemburkan panas api melalui kedua tangannya.


"Apa hanya ini, kakek tua?!"


"Coba yang ini!"


Musa merapalkan ajian, memanggil gelombang besar dan membentuknya seperti robot gundam, memerintahkan gelombang gundam untuk menyerang Satan. Adu ketangkasan dimulai antara Robot Gundam melawan Satan yang menggunakan kapaknya.


*tang... tung... tang... tung...*


*byur... byur... byur...*


*bum....! syuut... byur... bum...! tes...*


Akhirnya Robot gundam dikalahkan oleh Satan...


"Ha... ha... ha... mengontrol gelombang transformasi memang susah, tapi kamu beneran hebat Satan"


"Ini tdak seberapa, kakek tua. Ayo lanjut lagi! Hibur aku sampai puas!"


"Seandainya di dalam keranjang, sudah saya pastikan menghibur kamu selama 24 jam tanpa henti. Ha... ha... ha..."


"Oh... kalau begitu, coba kalahkan aku sekarang! Maka aku akan menikmati hiburan yang kau bicarakan itu, kakek tua!"


Giliran Satan memutar-mutarkan kapaknya yang diiringi balutan api neraka, menghempaskan panas api yang dibalut dari kapaknya, mengarah Musa dan Manu berada. Serangan Satan berhasil dihalau oleh Musa dan...


"Musa, kondisi aku sudah pulih. Aku bisa melanjutkan pertarunganku melawan dia, kamu bisa pergi dan menghalau yang lainnya"


"Ho... ho... baiklah, tapi saya hanya menyingkir dan menonton pertarungan kalian. Mungkin akan lebih menyenangkan"


"Oh terima kasih, Musa"


"Satan! Kini giliranku, apa kamu siap?"


"Kapan saja siap, lawan aku!"


Manu membuat pusaran angin membentuk tornado...


"Ini baru menyenangkan, aku suka ini! Hahahahahahaha"


Lalu mengontrol tornado angin menghempaskan tubuh Satan, mengangkat ke udara, memutar-mutar, dan dijatuhkan ke permukaan dengan sangat cepat.


"Gakh....! Ah... ah... uh..."


"Apa kamu baik-baik saja Satan?"


"Oh... walau aku ini musuh kamu, tapi mengkhawatirkan aku. Hahaha... aku tidak apa-apa..."


Satan bangkit lagi, kali ini dengan ekspresi seriusnya dia perlihatkan. Menancapkan ujung kapak dan berdirikan, Satan di depan kapak besarnya, lalu menepuk kedua tangannya, keluarlah perubahan Satan versi kedua.... tubuhnya dibalut dengan api neraka yang menjadi pakaian tempurnya, Kapaknya menjadi diselimuti dengan api neraka, lalu keluar sebuah peti kotak besar dengan segudang senjata dari berbagai macam bentuk senjata, keluar tepat di belakang Satan. Serta Satan memanggil familiarnya, bernama Cerberus, anjing berbadan besar, berbulu lebat nan hitam, berkepala tiga dan bertanduk seperti tanduknya Satan.


"Aku sudah siap! Bagaimana dengan kamu, Manu?"


Manu bertekuk lutut, menghadap ke langit yang gelap, angin menyelimuti tubuh Manu yang membuatnya menggigil lalu berucap...


"Om Ksantavyah kayiko dosah, ksantavyo vacika mama, ksantavyo manaso dosah  tat pramadat ksamamsva mam


Musa dengan rasa cemasnya yang mendalam, berteriak kepada Manu untuk segera kabur karena menandakan tanda sangat berbahaya dari Satan...


"Manu!!! Satan sudah mulai serius! Berdirilah kamu, kita harus kabur dan melaporkan kepada bocah Solomon! Cepat!"


Satan dengan kapaknya bersama Cerberus menerjang menyerang Manu yang sedang bertekuk lutut...


"Om Atma tatwatma Suddhamam Swaha. Om Dewa Suksma Parama Acintya ya Nama Swaha"


"Manu!!!"


Manu masih mengabaikan teriakan Musa... lalu secara tiba-tiba datang Cahaya Tapak Tangan yang sangat besar melalui dari langit-langit gelap menjadi terang, mengarah ke laju Satan berada dan menghantamkan secara sangat keras...


"Gakh...!!!"


Satan merasakan kesakitan yang mendalam dari serangan mendadak itu. Tergeletak di gurun pasir, matanya memandang ke arah langit-langit, melihat 2 sosok yang satu pria dewasa tampan mengenakan kaos lekton yang bertulisan 'Aku Suka Kelinci Kecil'. Dan yang satunya gadis muda mungil nan imut dengan pakaian pelayan ala barat, yang ternyata adalah Beelzebub. Mereka melayang di langit-langit...


"Cih...! Satan sudah mulai serius, mudah-mudahan penyamaranku tidak diketahui"

__ADS_1


"Ho... ho... ho... ternyata bocah Buddha! dan..."


Lalu mereka turun membantu Manu dan Musa.


"Hm... bukannya dia Raja Iblis Beelzebub, kenapa dia bersama bocah Buddha?"


"Apa kalian berdua baik-baik saja?"


"Ya aku baik-baik saja, tapi Manu..."


"Paman Manu, bagaimana dengan anda?"


"Sepertinya bocah Buddha tidak tahu kalau gadis mungil ini adalah Raja Iblis, bernama Beelzebub. Sebaiknya ku diamkan dan awasi dia"


"Ya Gautama, aku baik-baik saja. Terima kasih sudah menolongku"


"Sepertinya dia masih tergeletak dan tidak berdaya, sebaiknya kita harus kembali ke Solomon dan melaporkan hal ini"


"Ya benar juga, aku juga sudah kehabisan tenaga"


"Ayo kakek Musa! Kita kembali!"


Mereka meninggalkan Satan yang tak berdaya di gurun pasir yang gersang dan tandus ini....


"Beelzebub...! Aku harus menyelamatkan Beelzebub...! Tunggu aku, Beelzebub... jangan pergi...!"


Mengangkat tangannya mengarah kepergian mereka dan menutup matanya, lalu pingsan begitu saja.


Disisi lain Leviathan yang mengenakan busana seperti pakaian pantai ala barat, sedang mencari-cari si Kakek Sialan itu. Namun dia merasakan aura yang begitu familiar dan aura itu sangat kejam dan menyeramkan. Aura itu berasal dari pertarungan Satan melawan Manu, yang ditinggalkan para Raja Iblis. Leviathan merasakan aura itu kalau auranya adalah milik Satan kalau dalam perubahan versi keduanya.


"Hm... aura ini... bukannya aura dari Satan? Apa yang sedang terjadi di sana?"


Berjalan-jalan sambil mencari pakaian yang ada disekitar, untuk menutupi busananya. Lalu dia menemukannya dan memakaikan, dia langsung bergegas pergi ke arah aura itu berada. Disisi lain, Astaroth yang sedang bersantai juga merasakan aura itu. Astaroth berdiri dan pergi mengarah ke aura itu berasal.


Leviathan tiba di lokasi, menemukan dan melihat Satan terbaring nan tak berdaya di gurun pasir. Leviathan langsung menghampiri Satan berada...


"Satan! Woi! Apa kamu baik-baik saja, Satan!?"


Leviathan mencoba membangunkan Satan, tapi tidak berhasil dan dia masih pingsan. Tubuh Satan dipenuhi luka-luka dari pertarungan dahsyat itu, Leviathan mencoba memulihkan kondisi Satan.


"Bertahanlah Satan! Aku akan menyembuhkan kamu!"


Lalu Astaroth datang dan dia melihat ada Leviathan sedang menyembuhkan Satan yang tak berdaya dan dipenuhi luka serius.


"Levy, Satan kenapa? Apa dia baik-baik saja?"


"Oh... Astaroth ternyata, untuk sementara dia hanya pingsan, Astaroth"


"Bagus lah, aku senang mendengarnya"


"Astaroth, bantu aku mentransfer energi kamu ke aku. Energi ku masih kurang cukup untuk menyembuhkan Satan"


"Oke, baik"


Astaroth memegang leher belakang Leviathan, lalu mengirimkan energi untuknya agar dia bisa menyembuhkan Satan. Lalu 1 jam kemudian, dan waktu pertarungan sudah berlalu... Tubuh Satan berhasil disembuhkan, Leviathan dan Astaroth sampai kelelahan tapi mencoba untuk membangunkan dia lagi.


"Satan! Bangunlah Satan! Satan!"


Perlahan Satan membuka matanya, melihat Leviathan dan Astaroth ada di sampingnya. Dan dia membuka mulutnya...


"Uhuk.... Levy... Astaroth..."


Astaroth dan Leviathan merasa bahagia, karena Satan sudah pulih.


"Satan, apa yang sudah terjadi? Kenapa kamu babak belur gitu?"


Leviathan mencoba membangunkan Satan dan merangkul tubuh Satan agar tidak jatuh karena stamina nya masih belum pulih total.


"Sah... aku kalah dalam pertarungan"


Leviathan terkejut mendengarnya...


"Haaaa...!? Manusia rendahan seperti dia mengalahkan kamu, Satan!?"


Satan merasa sedikit kesal atas teriakan itu...


"Cih! Jangan berteriak di dekat telingaku! Aku melawan Manu dan kakek Musa, lalu aku dihajar habis oleh Buddha"


"Heeee... jadi si kakek kampret ternyata menghilang ke sini"


"Uhuk... uhuk..."


"Hey, apa kamu baik-baik saja, Satan?"


Astaroth mencemaskan kondisi Satan...


"Oh... Astaroth, maaf maaf. Aku hanya batuk saja, aku baik-baik saja"


"Syukurlah, lain kali jangan berlebihan yah Satan"


"Uhuk.... iyah, Astaroth"

__ADS_1


Lalu mereka membawa ke tempat aman, menjauh dari bekas tempat pertarungan itu. Lokasi pingsan Satan berada, sampai membekas yang membentuk Tapak Tangan di bidang gurun pasir itu. Dan inilah membuat kekalahan ketujuh kalinya Satan kalah dalam pertarungan.


Satan pertama kali kalah melawan Tuhan, kedua saat melawan Belial, ketiga ketika Lucifer mengambil mahkota Ketua Raja Iblis, keempat kalah melawan Leviathan saat di lautan lepas, kelima adalah menantang manusia pertama yaitu Adam, dan keenam karena memberontak kepada Kaisar Agung di dunia Dantalian.


__ADS_2