
<Asmodeus adalah Raja Iblis Ambisius dan salah satu dari Tujuh Dosa Mematikan.
Asmodeus memiliki penampilan seorang wanita muda yang cantik dengan sosok mantul, kulit putih, rambut merah muda yang mencapai pinggulnya, dan mata hijau. Dia juga memiliki tanduk besar melengkung ke bawah yang menonjol dari kepalanya, yang mengarah ke belakang.
Dia terlihat mengenakan banyak pakaian, yang semuanya sangat elok nan indah. Pakaiannya yang paling menonjol terdiri dari atasan yang memperlihatkan bagian bawah melonnya sepenuhnya, serta rok yang sangat pendek, sepatu bot, dan sarung tangan. Baju renangnya memiliki pola menyilang dan hanya benar-benar menutupi beberapa bagiannya, membuat dirinya yang besar hampir menarik perhatian sepenuhnya, dengan tali kenja kecil berbentuk berlian menutupi beliungnya. Pakaian penari polosannya terdiri dari rok yang sangat pendek dan atasan yang membuat sebagian besar dirinya terbuka menyambut pengikutnya.
Sesuai dengan gelarnya sebagai Penguasa Ambisius, Asmodeus memiliki kepribadian yang sangat tidak bermoral. Dia bersenang-senang dalam ambisi yang penuh ambisius dirinya dan orang lain di sekitarnya, sering mengadakan pesta pora di pantai, atau menari tiang di klub untuk para pengikutnya.
Dia tampaknya menjadi seorang eksibisionis, karena dia mendapat perasaan luar binasa dari orang-orang yang menatapnya dan memotretnya dengan baju renangnya yang sangat terbuka nan indah, atau menonton tarian tiangnya. Karena itu, dia lebih suka mengenakan baju dalam jumlah minimal atau memperlihatkan kecantikan yang melebihi keindahan.>
Kematian Nuwa membuat kejutan batin untuk Pandora, yang ternyata dia tidak sengaja melihat Raja Iblis Belial memotong kepala dia dan mati mengenaskan. Pandora yang tidak punya pengalaman bertarung, dia segera menjauh dari keberadaan Belial. Pandora ingin melaporkan kematian Nuwa kepada Raja Solomon, namun dalam perjalanannya... Dia bertemu dengan Raja Iblis Ambisius, Asmodeus. Seketika Pandora langsung pingsan di hadapan Asmodeus, lalu dia membawa Pandora ke penjara Devil's Island yang terletak di dunia neraka. Yang dijaga oleh dua familiarnya, tanaman karnivora seperti Kantong Semar dan Venus Flytrap. Yang mana ukurannya sebesar ukuran manusia dewasa, bahkan dapat memakan manusia.
Pandora terbangun, mendapati dirinya berada di tempat tahanan. Tangan dan kakinya dilebarkan, dikunci dengan besi yang kecil melingkari pergelangan tangan dan kakinya, disudut ruangan terletak meja panjang kayu yang diatas nya ada sebuah parfum ruangan, parfum tersebut adalah parfum penyedap, sisi lain sudut ruangan terletak sebuah peti yang dilapisi besi yang di dalamnya berisi paku-paku tajam berlapis besi yang panas dan racun dibagian pintu ketika ditutup atau biasa disebut Iron Maiden. Samping peti Iron Maiden, ada alat penyiksa berbentuk balok besi yang dilapisi cairan asam membentuk segitiga, yang ditopang menggunakan dua batang besi dengan bagian runcing berada di atasnya atau biasa disebut dengan Riding Donkey. Disamping nya lagi ada alat yang memiliki bentuk piramid di atasnya, piramid nya menggunakan besi yang panas atau bisa disebut Judas Cradle. Dan terakhir ada sebuah peti harta karun yang dilapisi besi, yang didalamnya diisi dengan tanaman yang berbentuk tentakel-tentakel atau biasa disebut Mimic.
Pandora melihat hal itu, membuat dirinya terbirit-birit akibat banyak menghirup parfum ruangan, dan pasrah begitu saja. Raja Iblis Asmodeus, dikenal akan dosa Ambisius, dia menyimpan peralatan ini yang biasa digunakan untuk dirinya dan juga pengikutnya, pernah juga dipakai oleh Mammon saat melawan Lucifer yang membuat Lucifer pingsan dan dijatuhi hukuman dengan alat-alat tersebut. Asmodeus memasuki ruangan Pandora berada...
"Haaaiiii... apa kamu sudah bangun?"
Pecah suara Asmodeus yang menggelitik gendang telinga...
"apa yang akan kamu lakukan?"
Pandora membalas dengan pernapasan yang terengah-engah, seperti wanita yang melahirkan. Di dalam ruangan sangatlah panas, akibat dari parfum penyedap juga menghasilkan panas udara.
"Iyyahh... ah... suara kamu begitu mempesona.... tidak ada maksud tertentu. Hanya saja aku ingin kamu menjadi mainanku"
" terserah padamu Asmodeus!"
"Jah... pertama-tama kita, akan menaru kamu diatas papan besi Riding Donkey ini... lalu dibalut pemberat batu di kedua kaki kamu, terus mengikat tangan kamu ke belakang, aku nyalakan Riding Donkey ini menjadi bergetar. Kamu akan merasakan perasaan mendalam"
"sebelum itu, apa Astaroth baik-baik saja?"
"Yahh... dia bersama Levy dan Satan, dia baik-baik saja. Ayuh kita mulai..."
"Yah... terima kasih aku senang dia masih hidup"
Asmodeus memulai penyiksaan untuk Pandora di dalam penjara, penyiksaan ini membuat Pandora menjadi Raja Iblis dengan menaungi 2 dosa besar yaitu wujud Putus Asa kebalikan dari wujud Harapan, dan satunya adalah Malapetaka.
Dewa Zeus geram melihat Pandora menjadi Raja Iblis, dan mengutuk tindakan Asmodeus. Dewa Zeus meminta tolong kepada Dewi Eris untuk menyelamatkan Pandora, namun Dewi Eris bersabda kepada dewa Zeus:
"Wahai anak dari Kronos, ZEUS! Kita bisa menyelamatkan Pandora, tapi kita tidak bisa mengembalikan Pandora seperti sedia kala. Apa yang akan kau lakukan Zeus?"
"Ti-tidak mungkin! Pandora ku yang malang"
__ADS_1
Dengan amarah dewa Zeus memuncak, Dewi Eris bersabda kembali:
"Relakan dia, Zeus! Dia sudah memilih jalan takdirnya, dan kau harus menerima kenyataan yang ada"
"Ba-baiklah, terima kasih Dewi Eris"
Dewa Zeus merelakan kepergian Pandora yang menjadi Raja Iblis penguasa dosa Putus Asa. Disisi lain, Leviathan, Satan, dan Astaroth mulai bergerak menuju istana Solomon.
"Yosh! Kondisi aku sudah pulih, ayo Levy! Ayo Astaroth! Kita hancurkan Solomon!"
"Ya, kau benar Satan! Ayo! Aku juga tidak sabar bertemu sama kakanda Lucifer di sana"
"Yaaaa... ta-tapi..."
"Haaaa!? Apa Astaroth?!"
Tensi Satan memuncak karena semakin semangatnya untuk membalas dendam kepada Buddha.
"I-iyah... tidak ada apa-apa"
Mereka bertiga memulai terbang mengudara ke arah Lucifer berada. Disisi lain, terjadi pertempuran Lucifer melawan Manu dan Musa.
"Ha... ha... ha... tambah oke juga dirimu, Lucifer"
"Yooo.... kakek sialan! Gimana kabarmu? Apa masih enerjik tongkatmu itu, kakek panggang?!"
Lucifer mengeluarkan tombaknya...
"Hahahaha, senang melihat kamu enerjik kakek kamvret! Ja... saatnya kau mati!"
Lucifer menerjang dengan tombaknya menusuk mengarah jantung Musa, namun mendadak serangannya ditangkis oleh Manu dengan tongkat kayunya, lalu memukul keras perut Lucifer sehingga dihempaskan sejauh 3 meter.
"Uhuk...! Sial! Gak aku lihat ada Manu, dimana Solomon berada oii kakek bawang?!"
"Ha... ha... bocah Solomon yang jelas tidak ada disini, lewati kita berdua maka kamu akan tahu sendiri"
"Hoooo... intinya kalian berdua harus mati dulu, barulah Solomon bergerak. Tapi sayang sekali!"
"Hoooo?!"
Lucifer memerintahkan guntur, membalut tubuhnya dan tombaknya, membuat kuda-kuda, menyerang Manu dan Musa dengan menyambarkan guntur kilat ke mereka.
"Agh...!"
__ADS_1
"Manu!"
Manu terluka parah akibat menerima serangan langsung dari Lucifer, Musa membuat perisai dengan gelombang ombaknya lalu memanggil Buddha untuk menjemput Manu agar dia bisa disembuhkan.
"Bertahan Manu! Aku sudah memanggil Buddha, jangan khawatir! Aku sudah terbiasa melawan Lucifer"
"Hahaha... rasakan itu! Dasar manusia gak guna! Apa Solomon sudah mulai keluar kah?"
"Ho... ho... mana mungkin bocah Solomon kemari, ayo Lucifer! Gimana kalau kita bertaruh?"
"Hmmm... bertaruh kah? Menarik juga tawaran kau, kakek ompong!"
"Ho... ho... yang kalah harus menuruti semua perintah yang menang selama 1 hari penuh. Contoh kalau aku menang kamu Lucifer harus menuruti semua perintah aku, apa kamu sanggup 24 jam menanti di karungin?"
"Ho... menarik juga, jika kau masih hidup setelah menerima seranganku, dasar kakek tua!"
Lucifer tanpa basa-basi lagi menyerang Musa dengan serangan penuh, kedua belah pihak menjadi sangat sengit pertarungan nya yang mana Buddha berhasil mengamankan Manu dari pertempuran mereka.
"Paman Manu! Tunggu, aku akan merawat kamu. Beel, tolong jaga Paman Manu. Paman mau ambil sesuatu untuk dia makan dan obat pulihkan dia."
"Oke Paman, Beel awasi dia!"
"Terima kasih Beel"
Buddha meninggalkan Beelzebub bersama Manu, namun perasaan Manu mengenai Beelzebub sudah tahu kalau dia adalah Raja Iblis.
"Lakukanlah terserah padamu, Beelzebub si Raja Iblis Kerakusan"
"UmU... bagaimana kamu tahu, aku ini Raja Iblis?
"Kamu bisa menipu Gautama, tapi tidak dengan lainnya. Musa lebih tahu awal, kedua adalah aku. Nampaknya Gautama belum tahu tentang kamu, aku harap kamu tidak mengecewakan Gautama"
"UwU... aku hanya suka masakan hidangan dia, tidak ada yang lain. Kamu mungkin gak tahu, Satan sudah dikalahkan sama Buddha. Dia Satan akan membalas kekalahannya dengan membunuh Buddha, aku tidak ingin Buddha mati. Apa kamu bisa membantu aku menyelamatkan Buddha?"
"Umm... boleh saja, apa itu Beelzebub?"
"Aku ingin menukarkan nyawa Buddha dengan nyawa kamu Manu, kepada Satan yang akan datang ke ruangan ini. Apa kamu bersedia?"
"Sudah aku bilang, lakukanlah terserah padamu Beelzebub. Tapi, baiklah jika kamu menyelamatkan Gautama dengan menukarkan nyawa aku, kurasa itu sudah cukup. Kamu harus menyakinkan Satan untuk tidak membunuh Gautama"
"Aku janji akan mencegah Satan membunuh Gautama, jika memang aku harus menjadi lawan dia"
"Terima kasih, aku ingin istirahat dulu. Aku senang melihat kamu Beelzebub, ternyata Raja Iblis masih ada kebaikan di dalam lubuk hatinya"
__ADS_1
"Aneh kamu, Manu"
Manu tertidur dengan damai.... Buddha nampaknya tidak tahu kalau Manu sudah meninggal.