
Flash On . . .
Suasana di dalam kelas begitu hening padahal ada beberapa siswa yang sibuk dengan diri nya masing - masing, tak ketinggalan Briana yang masih tetap fokus pada buku nya sejak ia berada di dalam kelas.
#Uwleeeek . . . Uwlleeeek . . .
Terdengar suara yang bikin enek untuk di dengar, suara itu bersumber dari Anya yang duduk di belakang Briana. Semua mata tertuju pada Anya.
#Wuuuuuush.....
Bagaikan angin yang berhembus, Anya berlari menuju ke toilet karena sudah tak mampu menahan rasa mual yang sudah berada di kerongkongan nya.
"Si Anya kenapa Ray?'. Salah satu teman sekelas nya bertanya pada Raysa.
Raysa/" Lagi enggak enak badan dia, dari kemarin - kemarin sudah kayak gitu terus".
"Mungkin masuk angin dia itu".
Raysa melirik ke arah Briana yang keluar dari kelas/ " Mungkin, ya sudah, gue susulin Anya dulu ya, gue khawatir dia kenapa - kenapa".
"Iya Ray, abis ini elo bawa saja dia ke UKS atau pulang, entar makin parah dia nya".
Raysa mengangguk pelan. " Iya, ya sudah gue luan ya".
__ADS_1
#Uwleeek Uwleeeeek
Anya terduduk lemas di depan toilet dan menunduk kan sedikit kepala nya ke arah toilet. Tiba - tiba Anya menangis histeris sembari memegang perut nya yang rata.
#Kletek...
Anya dengan sigap menghenti kan tangisan nya lalu menyeka air mata nya ketika ia mendengar bahwa ada seseorang yang masuk ke dalam toilet. Anya berusaha berdiri dan merapikan diri nya. Dengan hati - hati ia membuka pintu toilet, ia berharap bahwa seseorang yang baru masuk tadi tidak melihat diri nya yang sedikit berantakan.
#Kletek...
Sentak Anya terkejut lalu berpura - pura merapi kan rambut nya di depan cermin. Ia melihat bahwa orang tersebut ialah Briana.
Sekilas Briana melirik ke arah diri nya yang berdiri tegak di depan cermin. Seketika mata Briana tertarik pada satu pemandangan yang terletak di lantai tepat nya berada tak jauh dari kaki Anya. Briana melihat sebuah tes pack yang bergaris dua tergeletak di lantai.
"Ck. . . .". Briana menyungging kan senyuman nya setelah ia melihat test pack tersebut, ia paham benar apa yang sedang terjadi pada Anya.
" Elo ngetawai gue?". Anya menghentikan langkah kaki Briana yang ingin keluar dari toilet.
Briana membalik kan badan nya lalu mendekati Anya.
"Elo pantas untuk di tertawakan". Tegas nya.
Anya mendorong bahu Briana.
__ADS_1
" Maksud elo apa? Ha. . .?, elo senang gue seperti ini?".
Briana memutar bola mata nya dan tidak menjawab pertanyaan Anya.
#Kletek . . .
Empat mata melirik ke arah pintu yang akan di buka kan oleh seseorang yakni Raysha. Tanpa menghiraukan mereka, Briana keluar dari toilet meninggalkan mereka.
"Elo enggak apa - apa kan Nya? Gue antar loe ke UKS ya?". Raysa mendekati Anya yang masih emosi karena Briana.
"Enggak usah, gue enggak apa - apa. Gue cuma masuk angin saja". Anya menolak tawaran Raysha sebab ia takut ketahuan sama orang lain bahwa ia sedang mengandung.
Tanpa sengaja Raysa melirik pada lantai, ia juga melihat test pack tersebut lalu memungut nya. Ia melihat tanda garis dua pada test pack, itu menunjukkan bahwa hasil nya positive.
"Ini. . .?". Raysa menyodor kan nya pada Anya. Sentak mata Anya terbelalak, ia shock karena ketahuan oleh Raysa. Wajah Anya semakin pucat pasih, ia bingung harus menjawab apa?.
Raysa/" Ini punya elo?".
Anya/ "Ha. . . Enggak. . . Itu bukan punya gue, mungkin punya siswi lain kali". Sangkal nya.
Tapi Raysha tidak percaya begitu saja.
Raysha/ " Hmmp, berani banget tuh orang ngebuang sembarangan ini benda sensitive, enggak takut apa kalau entar kedapatan sama guru di sekolahan, bisa - bisa entar satu sekolah bakalan di geledah, mau nyarik tahu ini punya siapa".
__ADS_1
Anya/ "I iya, sembarangan banget tuh orang he he he, untung kita yang nemuin, iya kan? Mending kita buang saja ketimbang entar kedapatan sama yang lain terus kita juga yang repot harus di periksa he he he". Anya jadi gelagapan dan secepat kilat ia membuang nya ke dalam tong sampah.
" Hmm". Raysha melirik wajah Anya yang terlihat jelas gugup nya.