
Briana hanya diam dengan pandangan kosong.
" Elo mau gue antar pulang atau mau jalan - jalan lagi ke suatu tempat? Atau loe mau gue bawa loe ke rumah gue lagi?".
Briana/ "Antar gue pulang saja".
Ryo/ " Tapi kan gue enggak tahu alamat rumah loe dimana he he he".
Briana melirik Ryo, lalu merogohkan tangan nya ke dalam tas kecil nya. Dahi nya mengerut dan mengeluarkan isi yang ada di dalam tas.
Ryo/ "Loe nyari apa? Kok sampai di keluarin gitu isi tas nya?".
" Ponsel gue". Briana masih mencari dan mengecheck ke semua mobil nya.
"Kemarin loe waktu bawa gue ke rumah loe, loe ngeliat ponsel gue enggak?".
Ryo menaikkan alis mata nya sebelah, mengisyaratkan bahwa diri nya sedang mengingat.
" Kayak nya enggak ada deh, gue cuma nemuin tas loe saja yang tinggal di bangku taman depan dan gue juga enggak tahu ponsel loe ada atau enggak nya di dalam"
Briana mencoba mengingat nya kembali namun ingatan nya tak sampai kesana sehingga terasa sakit pada kepala nya.
Ryo/ "Mungkin jatuh di sekolah atau mungkin jatuh nya di rumah gue. Apa kita cari saja ke rumah gue? Mana tahu ponsel loe jatuh di kamar gue".
Briana mengangguk.
" Ya sudah, kita coba cari di rumah loe".
Sebuah nada dering terdengar dari ponsel Ryo. Ryo merogohkan saku celana nya lalu mengangkat panggilan tersebut.
"Assalamualaikum Bunda, ya bun".
Briana melirik nya.
" Waalaikumussalam, Ryo kamu masih di rumah nak?".
Ryo/ "Ryo sudah di luar bun he he he".
" Hmm kebiasaan banget ya kamu nya enggak bilang dulu ke bunda".
Ryo/ "He he he maaf bun, tadi Ryo buru - buru karena mau nolongin teman".
__ADS_1
" Hmmp, ya sudah lah, rencana nya bunda mau minta tolong sama kamu, belikan bunda makanan karena teman - teman bunda mau datang ke rumah".
Ryo/ "Lho bukan nya bunda pulang nya malam ya?".
" Iya tadi rencana nya gitu, eh bunda baru ingat kalau bunda ada janji sama teman arisan bunda kalau hari ini mereka mau ke rumah"
Ryo/ "Ouh gitu, tapi Ryo lagi di luar bunda, enggak bisa bantu bunda. Gimana nih? Apa Ryo pesan kan saja melalui online? Bunda tinggal kirim saja sama Ryo list yang mau di beli".
" Enggak usah deh, biar bunda saja yang beli, bunda coba cari di depan komplek, mana tahu ada yang jual makanan enak di sana".
Ryo/ "Hmm maaf ya bunda, Ryo enggak bisa bantu bunda he he he".
" Iya enggak apa - apa. Kamu jam berapa pulang nya nanti?".
Ryo/ "Masih belum tahu bun, nanti kalau Ryo enggak pulang Ryo pasti kabari kok ke bunda".
" Ya sudah, tapi kamu jangan macam - macam ya, apa lagi macam - macam sama perempuan".
"He he he iya bun, Ryo janji enggak akan macam - macam, Ryo cukup satu macam saja". Ryo melirik Briana yang juga melirik diri nya.
" Hmm ya sudah bunda tutup telpon nya, kamu hati - hati kalau di jalan".
Ryo/ "Iya bun, bunda juga hati - hati bawa mobil nya".
"Waalaikumussalam". Ryo mematikan panggilan nya dan menyimpan kembali ponsel nya ke dalam saku celana.nya.
Ryo/ " Bri kayak nya kita enggak bisa sekarang deh ke rumah gue, soal nya nyokap gue sama teman - teman arisan nya bakal ngumpul di rumah gue. Jadi gimana Bri apa kita nunggu acara mereka selesai baru ke rumah gue atau gue saja yang balik ke rumah nyari ponsel loe??".
Briana mengendus pelan.
"Gue pinjam ponsel loe bentar".
Briana mengambil ponsel yang di sodorkan oleh Ryo.
" Pasword ponsel loe?". Briana menyodorkan nya kembali.
Ryo/ "Loe ketik saja , gue agak susah ngetik nya sambil nyetir gini. Pasword nya nama loe".
Briana mulai mengetik, tapi...
" Pasword salah".
__ADS_1
Ryo/ "Salah, perasaan gue enggak ganti pasword lah, elo sudah benar kan pengetikan nya?".
Briana memutar bola mata nya.
" Ya benar lah, gue sudah ketik pasword yang loe bilang, nama loe kan pasword nya?".
Ryo menepuk jidat nya sembari tertawa geli.
"Buah ha ha ha ha".
" Kok loe ketawa?".
Ryo/ "Ya iya lah gue ketawa, abis nya loe lucu banget. Gue bilang pasword gue nama loe, ehh loe malah ngetik kata nama loe ha ha ha. Maksud gue itu nama loe, B R I A N A, Briana bukan di ketik nama loe ha ha ha".
Briana/ " Ya kali gue kepedean".
Ryo masih tertawa melihat Briana.
Ia mengetik nama nya sendiri pada ponsel Ryo dan ponsel berhasil terbuka. Briana mengutak - ngatik ponsel itu lalu memberikan nya pada Ryo.
"Nih, kita ke rumah gue saja, loe ikutin saja apa kata si mbak ini". Mbak yang di maksud Briana itu suara cewek yang ada di google.
" Hmmp oke siap princess hi hi hi".
Briana melirik sinis.
"Kenapa pasword ponsel loe pakek nama gue?".
" Biar gue selalu ingat loe setiap saat. Ha ha ha". Ryo malah menggombal Briana.
"Elo mau kita mati di tengah jalan?".
Ryo memanyunkan bibir nya.
" Ya elah Bri, gue kan bercanda doank, biar enggak tegang kali suasana nya kayak di sekolah tadi he he he".
"Enggak lucu".
Ryo/ " Oh ya elo mikir enggak sih kayak nya ada kesamaan nya deh sama kejadian Anya dan kejadian Chiko setahun yang lalu? Dari kesimpulan yang gue dengar dari pak satpam itu sama persis sama kejadian Chiko. Karena gue sempat lihat mayat nya Chiko kayak gitu juga, gantung diri tapi ada sayatan benda tajam di leher nya. Menurut loe sama enggak sih? Dan lagi ini tanggal.....". Ryo mencoba mengingat.
"Ya ampun, ini tanggal 20 bulan may, sama tanggal nya sama kejadian Chiko". Ryo kaget mengingat tanggal yang sama dan kejadian yang hampir sama.
__ADS_1
Sedangkan Briana hanya terdiam dan berusaha menutupi tangan nya yang kembali bergetar.