PHOBIA (TRAUMA)

PHOBIA (TRAUMA)
BAB 25


__ADS_3

Perlahan Briana membuka kedua mata nya, ia mengerutkan dahi nya ketika ia menatap kesekeliling ruangan, meski terlihat samar tapi ia yakin bahwa ia bukan berada di dalam kamar nya. Briana merasakan bahwa tangan nya sedang di genggam oleh seseorang, sentak ia bangkit dari tidur nya dan melihat Ryo yang masih tertidur pulas sambil menggenggam tangan Briana.


Ryo pun tersadar dari tidur nya.


"Hoaaaammm. . .". Ryo merenggangkan tubuh nya yang sedikit pegal akibat tidur di kursi.


" Ehh elo sudah bangun?". Ia bertanya setelah ia melihat Briana yang sudah duduk di atas tempat tidur.


"Gimana keadaan loe, sudah mendingan?". Ryo melepaskan genggaman nya lalu menyentuh dahi Briana untuk mengecheck suhu badan nya.


"Kenapa gue bisa di sini sama elo?". Briana menepis tangan Ryo.


Ryo/ " Mmm... Tadi malam elo pingsan di taman belakang sekolah, enggak tahu entah kenapa loe bisa ada di sana padahal kan gue sudah nyuruh loe untuk tetap duduk di bangku taman depan dan enggak kemana - mana, pas gue balik, elo nya sudah ngilang terus gue cariin, elo nya sudah pingsan di taman belakang sekolah".


Briana terdiam sejenak, ia berusaha mengingat kejadian tadi malam.


"Sshhh aaaah". Rintih nya sembari memegang kepala nya yang terasa sakit.


Ryo/ " Elo kenapa? Kepala loe sakit?".


"Gue enggak apa - apa. Terus kenapa gue di sini?". Briana melihat sekeliling ruangan.


Ryo/ " Gue bingung mau bawa elo kemana, mau gue bawa loe ke klinik, semua klinik pada tutup karena kemarin pas hari libur, mau gue bawa loe ke rumah sakit, gue takut masuk ke rumah sakit, mau gue bawa loe pulang, gue enggak tahu dimana alamat rumah loe, mau gue bawa loe ke hotel, enggak mungkin, itu sama saja gue ngejatuhi harga diri gue dan harga diri loe. Maka nya gue mutusi bawa elo ke rumah gue, itu pun tanpa sepengetahuan nyokap gue he he he".

__ADS_1


Briana/ "Itu bukan nya sama saja ya, apa beda nya elo bawa gue ke hotel sama elo ngebawa gue ke rumah loe? Bukan nya itu ngejatuhi harga diri gue. Gimana kalau ketahuan sama nyokap loe kalau elo diam - diam bawa seorang gadis ke rumah nya ke dalam kamar nya malah, bukan nya itu merusak kehormatan gue juga?".


Ryo tertawa getir sambil menggaruk kepala nya.


"He he he, abis nya gue bingung, gue sudah kalang kabut karena khawatir sama loe, di tambah lagi tadi malam loe demam tinggi, apa enggak makin panik gue nya".


Briana menarik nafas nya menatap wajah polos Ryo.


#Tok tok tok...


" Ryo. . . .". Tiba - tiba sang bunda mengetuk pintu kamar nya.


"Ma*p*s nyokap gue". Ryo jadi panik sedang kan Briana hanya diam santai.


"Iya Bun. . .".


Ryo menepuk jidat nya dan melihat jam sudah pukul 07 pagi, ia ingat bahwa ia kesiangan dan telat untuk sholat subuh.


" Belum bun, Ryo kesiangan, ini mau sholat".


Bunda/ "Ya sudah di segera kan cepat, entar kalau sudah siap, kamu turun ke bawah, bunda sudah siapin sarapan untuk kamu. Bunda mau keluar karena tiba - tiba ada urusan bentar di kantor, mungkin bunda bakal malam pulang nya"


"Iya bun...". Teriak nya.

__ADS_1


Bunda/ " Kalau kamu mau keluar, kamu telpon atau sms bunda ya, terus kalau kamu mau makan kamu pesan saja di luar, jangan lupa kamu sholat nya".


Ryo/ "Iya bun, ya sudah bunda hati - hati di jalan, kapan Ryo mau sholat nya kalau bunda masih ngajakin Ryo ngomong?".


Bunda/ " Hmm iya sudah, bunda pergi ya nak".


Ryo/ "Iya bun hati - hati"


"Fuuhhht". Ryo menghelakan nafas nya lalu berlari menuju kamar mandi. Sedang kan Briana hanya melihat diri nya yang kepanikan.


Tak lama Ryo keluar dari kamar mandi, ia sudah mengganti pakaian nya yang rapi serta memakai sarung dan peci di kepala nya.


" Gue sholat dulu, elo kalau mau ke kamar mandi, itu kamar mandi nya". Ryo menunjukkan posisi kamar mandi tersebut, tiada respon dari Briana, ia hanya menatap Ryo.


Mata Briana tak sedikit pun berpaling selain menatap Ryo sejak awal Ryo memulai sholat hingga selesai.


"Kenapa loe ngeliatin gue sampai segitu nya?, gue terlihat cakep ya kalau lagi kayak gini he he he". Ryo tersenyum kepedean karena ia sadar kalau Briana sejak tadi memperhatikan nya.


Briana memutarkan bola nya.


"Ck, keluar loe dari kamar, gue mau mandi". Briana berusaha untuk berdiri, ia mendorong tubuh Ryo keluar dari kamar nya lalu mengunci kamar nya.


" Lah.. Itu kan kamar gue, kenapa jadi dia yang ngusir gue keluar dari kamar gue sendiri??". Ryo menggelengkan kepala nya.

__ADS_1


"Bri.... Kalau elo butuh pakaian ganti, elo pakai saja baju gue, elo pilih saja di dalam lemari yang mana menurut loe cocok, terus kalau elo sudah siap, elo langsung saja turun biar kita sarapan". Teriak nya.


Briana hanya mendengarkan nya. Ia kembali melihat sekeliling kamar Ryo yang terdapat banyak nya buku - buku pelajaran dan beberapa foto nya. Briana membuka lemari pakaian Ryo, ia melihat pakaian - pakaian itu tersusun rapi dan bersih. Tanpa memilih Briana mengambil sebuah t shirt putih milik Ryo lalu membawa nya ke dalam kamar mandi.


__ADS_2