
Flash Back...
Anya dan Raysha berjalan di tengah - tengah hutan yang begitu gelap. Mereka melarikan diri sebentar dari acara akhir sekolah untuk menemui Chiko. Seperti nya mereka sedang merencana kan sesuatu, yang pasti rencana itu adalah rencana buruk untuk Briana.
" Loe yakin Nya bakal ngelakuin rencana loe sama Chiko di sini??". Raysha menggandeng tangan Anya sembari berjalan dengan modal sebuah senter di tengah - tengah hutan yang gelap di malam hari.
Anya/ "Ya yakin lah. Lagian ini waktu yang tepat buat gue dan Chiko buat ngelakui nya, kapan lagi coba kalau bukan sekarang. Percuma donk si Chiko sudah mengupayakan acara kelulusan nya di ruangan outdoor gini kalau kita sampai enggak jadi ngelakuin nya".
"Sudah deh, mending gue balik saja deh, gue serem sama rencana loe berdua". Raysha berusaha melepaskan gandengan nya namun di tahan oleh Anya.
" Nanti dulu donk Ray, tunggu sampai Chiko datang ke sini, lagian loe penakut amat".
"Ahh enggak mau gue, nanti gue juga ikut - ikutan berkasus sama kalian. Mending gue gabung sama yang lain". Raysha berhasil melarikan diri dari Anya.
"Ray..... Dasar penakut, gaya loe saja yang kayak lakik tapi tetap saja nyali loe nyali perempuan". Anya meneriakin Raysha yang sudah jauh meninggalkan nya.
"Sorry gue lama". Tiba - tiba Chiko muncul dan mengagetkan Anya.
__ADS_1
" Ahh elo ngagetin gue saja". Anya menepuk pundak Chiko yang bidang.
Chiko/ "Sorry sorry. Jadi gimana? Sudah sesuai rencana kita enggak?".
Anya/ " Sudah, loe tenang saja semua nya sudah gue atur. Si Briana juga kayak sudah minum minuman yang sudah gue campur sama obat tidur dan obat pera**sa*g".
Chiko/ "Mantap, gue suka cara kerja lo he he he, eh tapi itu enggak bakal ngebahayain nyawa dia kan?".
Anya/ " Enggak, tenang saja loe. Terus loe sudah nyiapin yang lain nya enggak?".
Chiko/ " Kalau itu loe enggak perlu khawatir, justru dari tadi pagi gue sudah menyiapkan tempat yang special u@ntuk kami berdua he he he".
Chiko mengacungi jempol nya sembari tersenyum licik nya.
" Oke siiip, jangan lama - lama loe. Gue sudah enggak sabar ingin menik**ti diri nya dan membuat dia mengemis sama gue seumur hidup nya ha ha ha".
Seluruh siswa menikmati acara akhir sekolah tahun 2017. Di tengah - tengah kegembiraan mereka, Briana merasa sedikit pusing dan merasa enggak nyaman pada tubuh nya. Anya dan Raysha melirik diri nya.
__ADS_1
Anya/ "Loe kenapa Bri?".
Briana menggelengkan kepala nya sembari berusaha memelekkan mata nya.
" Gue enggak apa -apa". Briana merasa sempoyongan.
Sebelum yang lain melihat kondisi Briana, dengan sigap Anya menuntun Briana ke tempat yang sepi. Briana sudah tidak berdaya, ia sudah tak sadar kan diri. Anya sempat mengajak Raysha namun Raysha menolak nya. Dengan kegigihan nya Anya memapah Briana yang bertubuh lebih tinggi dari diri nya. Ia membawa Briana ke tempat yang sudah di sedia kan oleh Chiko, dimana tempat itu ialah sebuah gubuk kecil dengan lampu yang remang - remang.
Chiko membantu mengalihkan Briana dari Anya. Kini Briana berada di gendongan Chiko. Anya dan Chiko tersenyum kemenangan melihat Briana sudah berada di tangan mereka.
"Loe balik sana cepat, nanti ketahuan sama yang lain, bisa berabe kita". Chiko mengusir Anya.
" Iya iya, enggak sabar amat loe". Cibir nya.
"Iya donk. Sudah lama gue menanti - nanti hari ini, jadi jangan sampai ada yang merusak malam indah gue ha ha ha". Chiko menyentuh wajah Briana yang lembut dan sempat ia menyentuh bibir Briana.
" Ya sudah gue balik. Selamat bersenang - senang". Anya pun pergi meninggalkan mereka.
__ADS_1
Sungguh kejam makhluk Tuhan yang satu ini, demi keuntungan nya dia tega mencelakai hidup serta masa depan orang lain.
Chiko sudah tidak sabar untuk mencumbui Briana. Ia pun berjalan menuju ke gubuk kumuh itu.