
"Brianaaaaaa". Ryo berlari menghampiri nya lalu menggendong nya menuju ke parkiran mobil. Secepat kilat Ryo melarikan Briana keluar dari gedung sekolah tak lupa ia berpamitan dengan pak satpam yang tengah berjaga di pos nya.
" Bri... Sebenar nya apa yang terjadi sama loe?". Meski Ryo merasa panik namun ia tetap fokus pada jalanan dan sesekali melirik ke arah Briana yang tak sadarkan diri.
Ryo mencari klinik 24 jam yang ada di sekitar namun tak satu pun ia menemukan nya, semua nya sudah tutup mengingat pada hari itu tepat tanggal merah libur. Ryo menghentikan mobil nya ke pinggir jalan.
"Kenapa di saat kayak gini enggak ada satu pun yang buka klinik nya. Kalau di bawa ke rumah sakit enggak mungkin, gue saja takut nginjak rumah sakit. Mau gue antar pulang, gue enggak tahu dimana rumah nya, mau gue bawa ke hotel, apa kata orang, yang ada gue ngejatuhi harga diri gue dan Briana. Haaaaa.....". Ryo mengusap wajah nya, ia bingung mau di bawa kemana Briana dengan kondisi nya seperti itu.
Ryo menghidupkan mesin mobil nya, ia sudah memutuskan untuk membawa Briana ke rumah nya meski ia merasa takut dan ragu.
Setiba nya di rumah, ia melihat rumah nya begitu sepi berhubung waktu sudah larut. Ia menggendong Briana masuk ke dalam rumah dengan mengendap - ngendap seperti maling. Ia melihat tiada tanda - tanda kehidupan di dalam rumah nya, alias sunyi.
Ryo melangkahkan kaki nya pada anak tangga yang terhubung menuju lantai dua.
__ADS_1
"Ryo... Kamu sudah pulang?". Tiba - tiba terdengar suara wanita paruh baya yang bersumber dari ruang tv. Suara iu mengagetkan Ryo dan menghentikan langkah nya.
" I. . . Iya Bunda". Ryo berpasrah diri jika ia ketahuan diam - diam membawa seorang gadis ke dalam kamar nya.
"Kok kamu pulang?, bukan nya kamu tadi bilang kamu enggak pulang ya?". Suara itu masih bersumber dari ruangan itu tidak menghampiri nya.
Ryo/ " Ia bun, kepala Ryo mendadak sakit maka nya Ryo pulang ninggalin acara nya".
"Tuh kan apa bunda bilang, kamu itu jangan memporsir tubuh kamu, kan jadi kecapekan. Bunda ambilin obat ya untuk kamu?".
"Ya sudah, kalau kamu butuh apa - apa bilang sama bunda".
Ryo/ " Iya bun, oh ya bunda juga jangan lama - lama nonton tv nya, sudah malam".
__ADS_1
"Iya nanggung, film nya lagi seru, ya sudah kamu pergi sana istirahat".
" Iya bun". Secepat kilat Ryo melarikan Briana masuk ke dalam kamar nya lalu mengunci pintu.
"Huuuuuh. . . . Untung saja enggak ketahuan sama bunda, kalau sampai ketahuan gue bawa Briana kesini bisa di penggal kepala gue". Ryo bernafas lega berkat film favorit bunda nya, beliau tidak begitu melihat Ryo membawa Briana.
Ryo meletakkan Briana di atas tempat tidur nya. Dengan hati - hati ia membuka sepatu dan jaket yang Briana kenakan lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh Briana.
Usai dia membersihkan diri nya dan mengganti pakaian, ia menarik kursi belajar nya di dekat tempat tidur nya. Ia memandangi wajah Briana yang terlihat lusuh, perlahan Ryo memberanikan diri untuk menyentuh wajah Briana, spontan ia terkejut karena ia merasa kan panas pada wajah Briana, ia mengecheck kembali suhu tubuh Briana dan benar, Briana demam. Sesegera mungkin ia keluar dari kamar nya untuk membuatkan kompres. Kali ini Ryo benar - benar aman, sang bunda sudah masuk ke dalam kamar nya dan tidak mengetahui kalau Ryo tengah panik membuat kompres untuk Briana.
Ryo kembali ke kamar nya tak lupa membawa semangkuk air dingin dan handuk kecil. Dengan hati - hati ia meletakkan kompres pada dahi Briana. Di dalam bawah alam sadar Briana, tiba - tiba ia meneteskan air mata nya. Dengan lembut Ryo menghapus air mata yang mengalir pada pipi Briana.
"Mom... Dad....". Lirih nya dan air mata nya masih mengalir.
__ADS_1
" Seperti nya begitu banyak kesedihan yang elo rasakan Bri, sampai - sampai elo menangis dalam ketidaksadaran elo seperti ini. Meski gue enggak tahu kesedihan apa yang elo rasain, gue janji gue akan membantu elo untuk menghapus kesedihan loe itu". Ryo paham benar bahwa Briana sedang menutupi kesedihan nya selama ini, ia menggenggam tangan Briana dan kembali menghapus air mata Briana yang masih mengalir di pipi nya.