
Tepat pada malam prom, semua siswa - siswi serta para guru berduyun - duyun memasukin gedung sekolah dengan mengenakan costume yang sudah tetapkan pada tema acara tersebut. Beraneka ragam costume anime jepang yang mereka kenakan. Ada yang berperan sebagai sailor moon bahkan ada yang mengenakan costume doraemon dan masih banyak lagi keunikan mereka masing - masing.
Ryo yang sudah tiba sejak sore hari masih sibuk mengkoordinir acara tersebut, ia begitu tampan mengenakan style sebagai pemeran prince charming yang ada di komik - komik jepang membuat yang lain nya pangling melihat nya tak seperti biasa nya yang terlihat sedikit cupu.
Mata Ryo liar melihat seisi gedung sekolah, ia mencari sosok yang ia tunggu - tunggu sejak tadi, yang tak lain ialah Briana. Ryo sama sekali tidak melihat batang hidung cewek blasteran itu.
"Woi. .. Elo nyariin siapa sih? Dari tadi gue perhatiin mata loe lihat sana lihat sini". Dimas menepuk pundak Ryo, ia penasaran sejak ia melihat Ryo celingukan mulu. Ryo melirik Dimas yang mengenakan costume yang menurut nya aneh untuk di lihat. Rambut yang di cat warna kuning menyala plus jigrak - jigrak bagaikan di setrum listrik. Belum lagi dengan pakaian nya yang berwarna serba orange. Itu membuat tingkat kenorakan nya naik 100%.
" Elo pakai costume apaan tuh? Kok enggak jelas gitu bentukan nya?". Ryo melihat penampilan Dimas dari ujung rambut hingga kaki. Rasa nya mau ketawa tapi takut dosa.
__ADS_1
Dimas/ "Masa elo enggak tahu sih, ini tuh costume ala ala naruto".
Ryo terlihat getir/ " Kayak nya naruto enggak senorak ini lah heh heh".
Dimas/ "Jadi menurut loe gue norak?".
Ryo mengangguk sembari menahan tawa nya.
Ryo/ "Haiiiih terkenal tuh karena prestasi atau potensi yang kita miliki, bukan terkenal karena sensasi, yang ada mempermalukan diri sendiri, paham?".
__ADS_1
Dimas/ " Hmm iya iya yang mentang - mentang terkenal karena prestasi nya".
Ryo/ "Sudah aah, enggak usah bahas enggak penting. Elo lihat Briana sudah datang atau belum?".
Dimas/ " Gue enggak ada lihat, mungkin dia belum datang, cuma gue tadi ngeliat si Raysa sudah datang tapi dia sendiri terus si Anya datang sama cowok nya. Kalau Briana enggak ada keliatan".
Ryo/ "Hmm, kalau itu gue juga lihat. Ya sudah deh mending loe siap - siap sana bentar lagi acara drama nya mulai, elo kan bakal berperan jadi kurcaci nya".
Dimas/ " Alah masih lama lagi, tenang saja. Oh ya gue heran kenapa sih drama nya cerita putri salju kan harus nya cerita dari kartun jepang sesuai dengan tema, kenapa jadi enggak nyambung gitu sih?".
__ADS_1
Ryo/ "Entah gue enggak ngerti, gue juga heran, terus lagi waktu panitia drama memutuskan main drama ini tiba - tiba mengajukan Briana yang jadi pemeran putri salju nya padahal kan Briana bukan anggota theatre trus dia juga enggak pernah mau ikut - ikutan kayak begini, bukti nya acara akhir sekolah saja dia enggak nongol - nongol juga sampai sekarang dan mungkin dia enggak bakalan datang".
"Siapa bilang dia enggak datang?". Dimas menepuk pundak Ryo dan mengarahkan pandangan Ryo pada pintu utama gedung sekolah.