Pilihan Marsel

Pilihan Marsel
11: Keramaian rumah nenek (Tahun baru 2)


__ADS_3

Note author: maaf jika banyak kekurangan pada cerita, karena author masih pemula šŸ”°


.


Pov author


"Akhirnya selesai juga... "


Marsel merenggangkan tubuhnya, ia melihat adiknya yang sedang bersantai, karena sangat menakjubkan sekali hasil kerja dari adiknya


"Hmmm, rapi juga tatanan sama hitungannya kamu, Sela, ini juga kertas corat-coret nya cuma sedikit juga coretan nya... "


Marsel memeriksa hasil kerja dari adiknya, memang Misella sudah bisa ia andalkan sebagai asisten, ya itupun kalau Misella tidak meminta imbalan darinya


"Iya lah, hitung hitung itu mudah, selagi gak bilang 'ihh, mitimitiki iti sisyih' " ejek Misella


Ucapan itu mengingat kan Marsel saat kejadian ia dimarahi oleh Thomas belajar matematika saat ia masuk SMA


"Kamu ngejek kakak ya? " tanya Marsel


Misella tanpa berdosa ia menjawabnya dengan iya, hal tersebut membuat Marsel mendekatinya dan mencubit hidung adiknya


"Kakak, sakit....! "


Misella berusaha melepas tangan kakaknya, tetapi Marsel tetap mencubit hidung nya dengan kuat, kemudian melepasnya dengan menariknya saja


"Aduh.... Sakit! "


Plak!


Lengan Marsel dipukul oleh Misella, ia tak tinggal diam disitu dan mencubit pinggang kakaknya


"Aakhh, s..sakit.... " ringis Marsel


"Rasain! Aku gak ngapa ngapain asal dicubit! " ucap Misella sambil mengelus hidungnya


"Halah cuma dicubit hidungnya sampe segitunya nyubit kakak, mana sakit juga"


"Bodoamat! "


Misella mencubit lagi pinggang kakaknya, ia kemudian berlari dari ruangan dan dikejar oleh Marsel


Di dapur, Thomas dan Salma disibukkan oleh persiapan bbq untuk malam tahun baru


Mereka berempat berencana untuk tahun baruan di rumah orangtua Salma, karena dari jauh jauh hari Maggie mengundang mereka untuk tahun baruan


"Anak anak dimana mas? Masih di ruang kerja? " tanya Salma pada Thomas yang sedang menaruh bahan-bahan di dalam wadah


"Kayaknya, tapi gak tau juga, gak lihat" ucap Thomas sambil mengangkat bahunya


Suara derapan kaki terdengar, Salma panik mendengar suara derapan tersebut sangat kuat


"Suara apa itu? " tanya Salma


Thomas dan Salma dikejutkan oleh Misella yang berlari ke arah dapur, disusul oleh Marsel


"Papa, lihat kakak! "


Misella berlari dan berlindung dibalik punggung Thomas, Marsel berhenti dan kakinya menendang sudut kaki meja


"Aduuuh! " teriak Marsel, ia langsung terduduk dan memegang kakinya yang tertendang sudut kaki meja


"Marsel! "


Salma dengan cepat mendekat ke arah anaknya, ia melihat kaki anaknya yang tertendang sudut meja


"Kok bisa sih? Aduh sampe biru gini juga.... " ucap Salma sambil mengoleskan gel pereda nyeri


Thomas dan Misella menatap Marsel dengan remeh, mereka menepuk pundak Marsel dan duduk


"Halah, sakit gitu doang, badan doang gede kamu, Marsel" ucap Thomas


"Biasa pah, kakak kan anak mama, makanya manja" ejek Misella


"Sakit tau! Ini semua gara-gara kamu, Sela" ringis Marsel


"Dih, duluan yang nyubit tadi, kalau ngga nyubit duluan kan gak bakal aku mau gangguin kakak" jawab Misella


"Udah udah, cuma berdua saudara aja ribut terus. Kamu juga Marsel, adek jangan kamu gangguin terus, ngalah dikit jadi kakak itu" omel Thomas, Misella yang baru saja mengejek juga kena


"Adek juga, kakaknya jangan di ganggu, jangan juga disakiti" omel Thomas pada Misella


"Ihh, kok Sela juga kena, pah? "


"Biar adil, gak berat sebelah... " ucap Thomas


"Kasian kena marah, mama gak bisa belain ya.... " ejek Salma, Marsel dan Misella saling menatap sinis


.


.


Malam harinya adalah malam persiapan untuk menyambut tahun baru, keluarga Thomas datang sesudah usai maghrib, mereka berempat sampai ke rumah Phillip


"Sudah semua kan barang barangnya? "

__ADS_1


"Sudah pah, tinggal angkut lagi"


Marsel dan Thomas mengangkut barang-barang yang berat, sedangkan Salma dan Misella mengangkat bahan bahan makanan yang sudah disiapkan tadi siang


"Nenek, kakek...! "


Marsel dan Misella memanggil Maggie dan Phillip, Maggie merespon panggilan cucunya dan menyambutnya


"Marsel, Misella, aduh kalian pas banget datangnya, ayo duduk dulu... "


"Iya nek, mau salam sama kakek dulu"


Marsel dan Misella mendekat ke arah Phillip yang sedang menghidupkan perapian, mereka mencolek bahu kakeknya, itu membuat Phillip meresponnya


"Siapa? " tanya Phillip


"Kakek, masa gak kenal sama cucu sendiri... " ucap Misella, Phillip menyipitkan matanya


"Pake kacamata nya, bang... " ucap Maggie sambil memberikan Phillip kacamata


Phillip memakainya, ia melihat Marsel dan Misella di depannya


"Oh cucu cucuku, kalian akhirnya datang juga, terutama Marsel, hahahahaha.... "


"Iya kakek, sesuai janji ya kan, ajak kakak juga" ucap Misella, Phillip menganggukkan kepalanya, ia bertanya sekali lagi untuk meyakinkan jawaban Misella


Misella mengulanginya, ia tau bahwa pendengaran kakeknya Phillip sudah mulai mengurang, apalagi pengelihatan nya yang mulai semakin merabun


"Ya sudah, kalian duduklah dulu, sekalian ikut bakar bakaran tidak apa" ucap Maggie


Salma mengeluarkan bahan-bahan yang telah ia bawa dari rumah, sedangkan Thomas membantu Phillip untuk mengatur bara api


"Assalamu'alaikum"


Suara salam dari luar gerbang, Misella berlari menyambutnya, itu adalah Raka dan Azizah


"Raka, kebetulan banget datangnya sama kak izah, ketemuan dimana? " tanya Misella


"Maaf ya Sela, tadi aku ketemu sama pacarmu di depan gang, dia tau aku juga mau menuju kesini, jadinya nebeng" jelas Azizah


"Oh gitu ya, yaudah ayo masuk, udah mulai nih"


Misella mempersilahkan Azizah dan Raka untuk masuk, mereka bertiga masuk ke dalam


"Wah udah tambah rame nih, ayo sini duduk dulu, sekalian lihat jagung, ayam sama ikannya dibakar langsung" ajak Thomas


"Assalamu'alaikum bang Marsel" ucap Azizah, Marsel menjawab salam dari Azizah


.


Pov Marsel


"Tumben gak barengan sama Arinska, zah? " tanyaku iseng


"Rumahnya izah kan gak samaan sama si Arinska, bang" jelasnya


Aku menganggukan kepalaku, aku dipanggil oleh papa untuk mengatur bara api lagi


Setelah kupikir pikir baguslah cuma Azizah aja yang datang, setidaknya tidak ada keributan, malu saja di depan nenek sama kakek mereka berdua berantem soal sepele


Dan juga mustahil juga Arinska ingin datang, dia pasti tahun baru bersama mamanya ke Singapura atau ke Vietnam, ya karena gak mungkin juga dia mau ikut bakar bakaran seperti ini selain menatap kembang api spesial dan makan malam mewahnya di luar negeri itu


Tin!


Suara klakson mobil terdengar dari luar gerbang rumah nenek, Misella yang tugasnya memang menyambut berlari ke depan untuk melihat siapa yang datang


'Kak Arinska?! Kakak beneran datang? '


Sudahlah, haduh baru saja lega, sudah ada saja yang akan datang nantinya


"Halo semua, selamat tahun baru"


Arinska melambai anggun pada kami semua, asistennya seperti membawa barang barang, mungkin tak jauh dari keperluan milik Arinska itu sendiri


"Kakak Marsel, selamat tahun baru ya.... "


Seperti biasa, pasti saja Arinska memelukku, ia juga mencium pipiku dan meninggalkan bekas lipstik nya


"Jangan dihapus, itu lipstik nya mahal ya" ucapnya padaku


Nenek dan mama hanya tertawa melihatku, ingin marah tetapi dia juga termasuk adikku, ah sudah lah


Terdengar lagi suara motor, sepertinya aku mengenal suara ini


'Kak Enrico, selamat datang kak, kakak cari kak Marsel ya? '


Akhirnya temanku datang, kukira Enrico tidak akan datang kesini karena kesibukannya mengurus perusahaan miliknya


"Hello bro, kebetulan datang"


Aku memberi tos padanya, Enrico menyambut ku dengan baik, tampaknya ada tujuan lain juga selain ingin bermain ke sini


"Halo iska, kakak Enrico datang.... "


Sudah kuduga, Enrico senang sekali menggoda Arinska, Arinska terlihat kesal saat melihat temanku menggodanya

__ADS_1


"Kenapa sih datang? Gangguin mood gue aja" ucap Arinska dengan sinisnya pada temanku


Aku hanya terdiam melihat mereka berdebat, lebih tepatnya Arinska yang berdebat dengan Enrico


"Ada yang mau dibantu? "


"Gak usah bro, udah lu duduk aja, temenin adek adek gue, nanti lu masalah makan sama biaya aja"


"Aman, berapa aja siap gue"


Kami semua mulai bakar bakaran, Azizah pastinya ingin ikut bakar bakaran, ia ikut membantu mama untuk membakar jagung serta memberi bumbu pada ayamnya


.


Pov author


Maggie menatap mereka semua, ia merasa senang bisa berkumpul tahun baru bersama keluarga beserta teman teman dari cucunya


"Jagung bakar siap... "


Tampak dari teras, kaum yang muda muda tidak sabar ingin mencicipi jagung bakar tersebut, kecuali Arinska


"Apa kayak gini ya bakar bakaran yang sering ada di jalan? " tanya Arinska


"Iya, adek iska, sering banget kayak gini kalau dijalan jalan, kakak Rico sering lihat kok" jawab Enrico


"Gua gak nanya sama lu" judes Arinska, Raka dan Misella terkikik kikik melihat kelakuan teman Marsel


"Semangat kak Enrico, kak iska mah cuek cuek bebek, nanti juga dia suka.... " goda Raka, Enrico tersenyum


"Solid kali lu dalam mendukung gue, bocil"


"Sipp kak, aku siap jadi comblang nya" ucap Raka


"Apasih Raka, berisik aja lu! "


Arinska yang tampak kebingungan melihat jagung tersebut, Marsel membantunya untuk membelah tongkol jagung tersebut menjadi dua agar mudah dimakan


"Makasih kakak Marsel, makin sayang deh.... " puji Arinska, Marsel tersenyum dan melanjutkan makan jagungnya


Tak mau kalah, Azizah juga berpura-pura susah memakannya agar bisa seperti Arinska


"Loh, kok gak dimakan, izah? Gak enak ya? " tanya Marsel


"Eh, ngga kak, cuma masih panas aja... "


Marsel mengetahuinya, daripada terjadi keributan, ia juga ikut membelah kan jagung milik Azizah persis seperti jagung milik Arinska


"Makasih ya bang... " ucap Azizah, Marsel menganggukan kepalanya dan melanjutkan nya lagi


.


.


Menunjukkan pukul 11 malam menuju jam 12, para tetangga maupun keluarga Phillip mulai bersiap siap untuk melihat malam pergantian tahun, mereka bersama sama berkumpul


Sebagian sudah terkepar dan tertidur, terutama Raka, Misella dan Thomas yang tertidur di kursi sofa


"10... 9.... 8...."


Melihat Marsel yang senggang, Azizah dan Arinska memeluk lengan kanan dan kirinya, mereka berdua juga ikut menghitung pergantian tahun tersebut


"3... 2.... 1..."


Dor!


Dor!


Dor!


Suara petasan kembang api terdengar, para tetangga maupun orang yang ada di kediaman Phillip bersorak gembira, mereka bertepuk tangan melihat hamparan langit malam dengan petasan kembang api tersebut


"Selamat tahun baru.... "


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa tinggalkan jejak šŸ‘£šŸ‘£šŸ‘£


__ADS_2