Pilihan Marsel

Pilihan Marsel
08: Ultah Azizah


__ADS_3

Note author: maaf jika banyak kekurangan pada cerita, karena author masih pemula šŸ”°


.


Pov author


Setahun berlalu, seiring waktu berjalan umur pun bertambah


Hari ini adalah hari ulangtahun Azizah Nur Aini, Salma beserta Marsel dan Misella diundang dalam ulangtahun Azizah


'Pokoknya tante Salma bawa adek Sela sama abang Marsel ya, izah tunggu... '


Percakapan dari telpon, Salma mengiyakan undangan dari bocah kecil yang akan berumur 5 tahun itu, karena pagi pagi sekali mengundang Marsel dan Misella untuk turut hadir dalam ulangtahun


"Iya, nanti siang tante bakal ajak abang Marsel sama adek Misella nya ke sana ya, tapi abang Marsel nya mau sekolah dulu, sehabis pulang sekolah nanti abangnya bakal langsung ke sana"


'Yaudah ya tante, datang beneran yaaa.... '


"Iya izah, dadah, assalamu'alaikum"


Panggilan berakhir, Salma menaruh lagi telpon rumahnya dan ingin ke dapur untuk memasak makanan


"Mmmh, mamah, siapa yang telpon? "


Marsel keluar dari kamarnya, ia mengucek matanya dan memeluk Salma


"Adek izah nelpon mama barusan, dia ngundang kamu buat datang ke ulang tahunnya" jelas Salma


"Ohhh begitu... "


"Marsel mau datang kan? " tanya Salma


"Boleh mah, kado untuk adek izah ada? "


"Oh iya, mama sempat lupa, nanti sehabis nganterin kamu ke sekolah, mama sambil beliin kado buat adek izah"


Marsel menganggukan kepalanya, Salma mengiringinya untuk mandi dan bersiap siap ke sekolah, ia juga tak lupa membangunkan suaminya


"Mas... Mas, ayo bangun... "


Salma menggoyangkan tubuh Thomas, Thomas mengumpul nyawanya dan menatap Salma


"Ada apa sayang? "


Suara berat Thomas membuat Salma terpesona, tetapi dengan kekuatan seorang emak emak ia tidak lagi tergoda, melainkan dilawan oleh omelan


"Bangun, lihat Marsel aja udah mandi, kamu masih tidur, ayo bangun, nanti kesiangan! "


Thomas masih merenggangkan tubuhnya, ia menarik lengan Salma dan memeluknya


"Lanjut tidur aja lagi, badan mas rasanya capek... "


Salma menyadari sesuatu, tidak biasanya suaminya mengatakan capek sehabis tidur selain tanda tanda akan terserang demam atau tipes


"Demam ya kamu, mas? "


Salma memegang kening Thomas, ia merasa kening suaminya panas.


"Badan mas tuh capek... Mas mau lanjut tidur... "


"Mas lanjut aja tidur lagi, nanti aku bakal kasih tau sekretaris di kantornya mas kalau mas izin karena sakit, nanti minum parasetamol ya"


Thomas menanggapi nya dan menganggukan kepalanya di balik balutan selimut, Salma berjalan keluar kamar untuk menghubungi sekretaris kantor suaminya


'Mama... Ambilin handuk Marsel mah...! '


Suara panggilan dari kamar mandi, Salma merespon panggilan Marsel dan langsung mengambil handuk anaknya sembari ia mengerjakan pekerjaan rumah dan menelpon kantor suaminya


"Iya, saya minta izin untuk suami saya ya kak, soalnya badannya dirasa tidak sehat"


'Baik, semoga cepat sembuh dan bertugas kembali'


"Terimakasih"


Salma mematikan hpnya, ia melanjutkan memasak makanan untuk sarapan anaknya beserta makanan untuk suaminya


'Salma, ambilin mas minum, tolong.... ' panggil Thomas dari kamar


"Iya mas, sebentar ya... "


'Mama, dasi Marsel dimana...?! '


"Ada di dekat kursi, ambil sendiri ya... "


Pagi yang melelahkan bagi Salma, ia harus menyiapkan tenaga maksimal untuk membuat bekal dan sarapan anaknya, sementara juga merawat Thomas yang sedang sakit


"Marsel, tolong bangunkan Misella ya" 'Iya mah... '


Selesai dengan menyiapkan sarapan, ia membawa makanan dan air minum untuk suaminya


"Mas, ini minumnya, aku bantu buat duduk ya"


Salma menaruh nampan makanannya dan membantu suaminya untuk duduk, ia memberikan makanan tersebut untuk suaminya


"Suapin.... "


"Mas, kamu makan sendiri dulu ya, aku mau anter anak anak ke sekolah, kan Misella masuk PAUD sekarang"


"Iya, makasih ya sayang"


Salma berjalan ke arah lemari, ia mengambil celana dan sweater, dengan baju daster nya dan sweater nya menampilkan wanita mungil yang sangat mendalami jiwa emak emak nya yang ingin mengantarkan anak anaknya ke sekolah setiap paginya

__ADS_1


"Marsel, Misella, kalau sudah ayo kita berangkat.... "


Marsel dan Misella menyahuti panggilan mamanya, mereka mengambil barang barang mereka


"Bekal, air minum, uang jajan, buku buku, topi... "


Salma mengabsen barang barang yang akan dibawa oleh anak-anak nya, untuk memastikan tidak ada yang ketinggalan


"Sudah mah...! " sahut kedua adik kakak tersebut. Salma menyuruh mereka berdua naik ke dalam mobil, ia membantu anak anaknya kemudian ia naik dan mulai menjalankan mobilnya menuju ke sekolahan anaknya


.


Pov Salma


"Dadah mah.... "


Aku melambaikan tanganku dari jendela mobil pada si bungsu, ia berlari kecil ke arah guru PAUD nya dan bersalaman


Tak terasa, kedua anak anakku sudah besar semua, cepat sekali waktu, terasa kemarin baru melahirkan dan menimang mereka, kini sudah pada besar besar semua


Aku akan selalu merindukan masa masa itu, syukurlah


Di perjalanan aku mengingat sesuatu, kado untuk Azizah!


Aku menyusuri setiap toko toko mainan dan mencari mainan yang cocok untuk Azizah, kulihat boneka panda besar, mungkin cocok untuk Azizah


"Ini berapa pak? "


"Ukuran semeter 189 ribu" Aku merasa ragu, aku mulai tawar menawar pada penjual boneka ini, gila aja harganya 189 ribu. "150 gak bisa pak? " tawarku, wajahnya mulai kayaknya. "Gak bisa bu, 170 lah ya" "150 lah pak, itung itung rezeki buka pintu, nanti bantu do'a" "165? " jawabnya. "150... " Tak mau mengalah aku, pedagang itupun sama juga, akhirnya aku memilih untuk beralih tempat saja. "Bu, ibu, 160 aja lah ya? " teriaknya memanggilku, aku menoleh lagi dan mulai menawarkan harga lagi. "155, deal? " Akhirnya sepakat, aku menerima boneka tersebut dan memberikan uang pada pedagang tersebut, ku masukan bonekanya ke dalam mobil dan aku masuk ke mobil untuk pulang.


.


Pov Thomas


Salma kemana sih? Kok lama sekali dia pulang? Kulihat jam di dinding, sudah hampir sejam lebih dia belum pulang sama sekali, apa dia mampir dulu ke rumah mama dan papa mertua? Aku berusaha berdiri, tetapi rasa sakit kepala ku menghambat niatku untuk melihat keadaan di luar. Suara mobil dari luar, aku merasa itu adalah Salma. "Assalamu'alaikum, mas... " Aku berusaha berdiri, tetapi masih saja terasa sakit. "Mas, kalau sakit gak usah banyak bergerak, istirahat lagi" Omelan nya membuatku rindu saja, Salma sangat perhatian jika aku sakit, rasanya ingin sakit saja terus biar selalu diperhatikan oleh nya.


"Kamu dari mana aja sih? "


"Oh ya, maaf ya mas lama, aku baru aja beli boneka panda, buat kado untuk Azizah, dia hari ini ulang tahun"


"Anaknya pak Djarot sama bu Rahma ulang tahun? Kapan dikasih tau nya? "


"Tadi pagi, Azizah nelpon aku, dia minta aku sama anak anak hadir di ultah nya. Sayangnya, mas lagi sakit, jadinya nanti aku kasih tau sama Azizah nya kalau cuma bisa kirim hadiah aja... "


Aku melihat wajah istri ku, terlihat lelah dan muram, terlihat sekali wajah yang kelelahan dan bingung, sepertinya aku menarik keinginanku untuk sakit terus agar diperhatikan


"Ya sudah, kalau begitu pergilah dengan anak anak... "


Salma menatapku, ia terkejut sepertinya


"Aku pergi sama anak anak? Jadi, mas gimana? Aku harus jagain mas loh, gak mungkin mau aku tinggalin aja"


Aku berusaha meyakinkan Salma, tak mungkin saat ia sudah janjian tidak ia tepati


Salma berdiri dari kasur, sebelum menjauh, aku menarik tangannya dan kupeluk dia


"Mas... "


"Tidur lagi aja, lihat wajahmu udah kelelahan gitu, mas mau tidur sama kamu, kerjain rumah nanti aja"


"Tapi mas... "


Aku menutup mulutnya dengan jariku, ia berhenti berbicara


"Pejamkan matamu, mas pengen istirahat sama kamu"


Akhirnya kami tertidur, kupeluk Salma dengan erat agar aku bisa tertidur pulas untuk beristirahat


.


Pov author


Lama tertidur, Salma terbangun dari tidurnya, ia melihat jam yang ada di dinding dan terkejut


"Mmmhh, kenapa sayang? "


"Telat! Aku telat jemput anak anak! "


Salma panik, ia bergegas lagi untuk pergi ke sekolahan anak anaknya


Tin!


Suara klakson mobil terdengar dari luar, Salma membuka pintunya dan melihat mobil putih


"Mamaaa.... "


Marsel dan Misella berlari bersamaan, mereka memeluk Salma


"Maafin mama ya sayang sayangnya mama, mama tadi ketiduran, maaf ya... "


"Gak apa mah, tadi Marsel ketemu om Brian sama tante Arina, itu aja ketemu sama Sela... "


Salma memeluk anak anaknya, Arina kemudian keluar dari mobil dan masuk kedalam


"Salma, kenapa bisa lupa lagi? " tanya Arina


"Maaf rin, aku tadi ketiduran... "


Tak lama, dibelakang Salma keluarlah Thomas, Arina menatap Salma dengan mengerutkan matanya


"Tidur sama suami kah? "

__ADS_1


"Hehehehe, ketiduran, tapi serius ngantuk banget tadi, maka nya baru kebangun sekarang.... "


"Oh gitu, kukira itu, ingat ya sal, dua anak cukup" jelas Arina


"Ish iya iya"


Marsel berlari kedepan, ia menarik daster Salma, Salma meresponnya


"Kenapa Marsel? "


"Gak jadi pergi ke tempat adek izah, mah? "


"Oh iya, mama minta maaf sebelumnya, kita gak bisa pergi, papa kalian lagi sakit... "


"Yaahhhh.... "


Salma menatap wajah sedih anaknya, ia hanya bisa diam dan menenangkan anaknya


"Pergi tempat Azizah juga? Yaudah barengan aja" ucap Arina, Salma terkejut mendengarnya


"Loh... "


"Dapat undangannya dari Azizah, jadinya Arinska mau ikut, asalkan ada Marsel"


Marsel dan Misella menatap kagum, mereka tersenyum senyum


"Gak merepotkan, rin? Maaf ya gak bisa ikut, suamiku lagi sakit soalnya"


"Gak kok, ayo siap siap, kita perginya bersama"


Setelah bersiap siap dan naik ke mobil, Salma membantu Marsel mengangkat boneka nya


"Dadaah mah... "


Marsel melambaikan tangannya ke jendela, Salma membalas lambaian tangannya pada Marsel


"Adek iska dimana tante arin? "


"Itu, dia tidur dipangkuan papa nya, papa nya lagi nyetir dia malah tidur"


Marsel menganggukan kepalanya


.


.


Sesampainya di kediaman keluarga pak djarot, mereka berlima turun dan masuk ke dalam


"Iska, bangun yok, kita udah sampai"


Brian yang menggendong Arinska sesekali mencolek pipi anaknya, akhirnya Arinska terbangun dari tidurnya


"Selamat datang, ayo duduk dulu... "


Azizah berlari ke arah Marsel, ia menarik tangan Marsel


"Ada apa, adek izah? "


"Abang Marsel sama izah aja ya? Nanti izah kasih kue yang banyak untuk abang"


Marsel hanya menganggukan kepalanya, ia duduk disamping Azizah


Di depannya, Arinska menatap tidak suka, ia ingin marah tetapi akan ditahan oleh papanya. Sampailah pada saat nyanyi dan tiup lilin, Arinska telah berdiri paling depan


Tiup lilinnya


Tiup lilinnya


Tiup lilinnya sekarang juga


Sekarang juga


Sekarang juga


Sebelum Azizah meniupnya, Arinska meniup duluan, hal tersebut membuat Azizah kecewa dan menangis


"Rasain, bweeee"


Azizah berlari ke arah Arinska, ia mengejar Arinska dan ingin memukulnya, orang tua mereka kewalahan melihat kedua gadis kecil tersebut selalu berkelahi setiap bertemu.


'Gimana kalau besarnya mereka mereka ini? Kecilnya aja sering perang, gimana nanti gedenya? '


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa tinggalkan jejak šŸ‘£šŸ‘£šŸ‘£


__ADS_2