
Note author: maaf jika banyak kekurangan pada cerita, karena author masih pemula š°
.
Pov author
Hari demi hari, tahun berganti tahun, terlihat wanita parubaya dengan rambut sebatas bahu sedang asik memasak sendiri
"Marsel, Misella, cepat makan...! "
Wanita tersebut adalah Salma, ia sudah terlihat tua karena dimakan oleh waktu, tetapi aura keibuan dan seorang wanita membuatnya selalu terlihat tetap cantik dan awet muda
"Wiiih, mama tau aja selera Marsel hari ini, papa lagi gajian ya mah? "
Marsel datang dan mendekati Salma yang sedang memasak makanan, ia yang sudah beranjak dewasa tetapi masih saja tetap manja terhadap Salma
"Kebetulan aja, mama juga inget request makanan yang kamu mau kemarin, makanya mama bikinin buat kamu" ucap Salma
"Makasih ya mah, tambah sayang Marsel sama mama"
"Berarti kalau gak diturunin request nya, gak sayang gitu sama mama? "
"Gak gitu juga deh mah, Marsel kan cuma muji aja"
"Yaudah, mana adekmu? Panggil lagi, suruh makan bareng"
Marsel berdecak malas, ia hanya duduk dan berteriak memanggil Misella
"Sela, yok makan"
"Coba disusuli ke dalam kamar, Marsel"
"Males mah, palingan dia juga lagi telponan sama pacarnya"
Salma berdecak, ia kemudian duduk dan mengambil piring beserta nasi dan lauk pauk
"Mah, itu piring siapa? "
Salma hanya berjalan ke arah luar dapur, ia membawa piring berisi nasi dan lauk ke arah kamar anak gadis nya
"Sela, ayo makan dulu"
Salma membuka pintu kamar anak gadisnya, Misella yang asik memainkan HP dengan earpod yang menancap di telinganya, membuat ia tidak mendengar panggilan mamanya
"Mama"
"Pantes aja gak denger, gak usah pake earpod lagi, pendengaran mu rusak nanti"
Salma mengantongi earpod milik Misella, ia menyerahkan piring yang berisi nasi dan lauk pauk nya kepada Misella
"Nugget nya mana, mah? "
"Kakakmu yang gak ngasih, susul sana ke meja makan"
Misella bangkit dari kasurnya dan berlari ke luar kamar, ia menyusul ke arah dapur dan melihat Marsel sedang menikmati makanannya
"Minta nugget nya, kak"
Marsel menutupi piring berisi nugget, Misella mengerutkan keningnya dan berusaha melepas tangan kakaknya
"Kak, aku mau nugget....! "
"Gak, gak boleh, punya kakak ini, salah sendiri gak ambil posisi nugget"
Kedua kakak beradik itu berebutan, Misella menepuk-nepuk wajah dan mencubit lengan kakaknya, sedangkan Marsel menahan sakitnya
"Sudah, makan makan aja, gak usah berebut! " tegas Salma
Marsel dan Misella terdiam, Marsel melepaskan tangannya dari piring kemudian pinggangnya dicubit oleh adiknya
"Sakit dek"
"Biarin, gak peduli"
"Makan tinggal makan aja kok pake ribut, sama papa kena omel kalian berdua"
Misella menatap kakaknya dengan sinis, sedangkan Marsel tertawa kecil
"Mama tumben masaknya banyak, ada acara arisan? " tanya Marsel
"Adek adek mu kan mau datang Marsel, mereka sebelumnya udah janjian mau mampir dan main ke sini"
"Gak bisa besok mah? Marsel ada kerjaan kantor soalnya sama tugas kuliah"
__ADS_1
"Maunya sih gitu, tapi kamu taulah dua adek angkatmu itu orangnya gak mau tunda tunda kalau mau ketemu kamu"
Marsel hanya menarik nafas panjang dan menghembuskan secara kasar, sedangkan Misella tersenyum senyum sendiri
"Gayanya kakak, tapi masih aja disambut baik sama kakak sendiri"
"Ya namanya sama orang itu mau seneng gak seneng harus senyum, sela. Kakak kan gak kayak kamu, julid"
"Ih, gak ya, sorry amat"
Misella melanjutkan makannya, mereka bertiga makan dengan tenang sebelum bala bala datang untuk berkunjung
Entah itu mampir untuk main, atau memang niatnya ingin bertemu Marsel
.
Pov Marsel
Kerjaan numpuk, tugas kuliah pun juga sama, kadang nyesel aja sih ngambil kerja sambil kuliah
Tapi ini salahku juga sih, mama sudah melarang ku saat aku lulus SMA untuk kerja sambil kuliah
"Kak, aku... "
"Eh udah ya, kamu jangan minta lagi arahan bikin proposal, kakak sibuk"
Aku melarang Misella untuk memintaku membuatkannya proposal, dia sangat malas jika sering dibantu bantu terus
"Ck, ngga loh, itu ada kak Azizah sama kak Arinska, yang jelas juga ada Raka"
"Kamu, giliran ada Raka aja mau keluar kamar, bilang aja kakak lagi sibuk"
Aku masih berfokus pada laptopku, tetapi Misella tetap saja memaksaku dan menarik narik tanganku
"Kak, nanti sepakat 700 rasain, belum gajian kan? "
Misella mengancamku, nah dia tau sekali aku belum gajian dan jika menolak tawaran atau permintaannya, bisa dikuras uangku 700 ribu untuk beli kosmetik ataupun bajunya
"Ck, iya iya, kakak nyusul"
Mau tidak mau harus mengikuti Misella, secara tiba tiba ada suara menyusul ke dalam ruang kerja, ya benar itu suara Azizah dan Arinska
"Kakak sibuk ya? Jangan terlalu sibuk dong kak, nanti sakit loh"
"Iska, gak boleh loh peluk peluk sembarangan begitu, bukan mahram kamu"
"Dih kenapa? Iri ya gak bisa meluk kak Marsel? "
"Ngga, aku cuma ngingetin kamu aja kok"
Bukannya berhenti, malah makin erat memelukku, mau disingkirkan takut merajuk dan ngadu sama mama, hahhh
"Ada Misella? "
Raka juga tiba-tiba muncul ke ruang kerja, seperti biasa pasti Misella datang dan menyambut nya
"Kyaaaa, Raka, kamu ini paling so sweet seeh, gak pernah ingkar janji kalau mau datang, gimana tugas Fisika sama Biologi nya? Sulit kan masa masa SMA"
"Gak terlalu juga, tapi aku pengen cepat cepat nyusul Sela, kenapa juga harus beda 4 tahun kita ya? "
Aku hanya menatap kedua bucin itu sambil menggeleng kepala ku, ada saja pilihan Misella, dia sangat suka sekali pria di bawah umurnya
"Ihhh gak papa kok, nanti juga bakal lulus kamu Raka, udah lulus kita langsung nikah ya? "
"Udah, keluar yuk, jangan main di ruang kerja, nanti ada berkas berkas hilang, bisa bisa kakak yang dimarahi papa"
Aku menyuruh mereka semua untuk keluar, karena papa akan marah jika ruang kerjanya berantakan atau ada barang barang yang hilang, pastinya akan berimbas padaku terus
.
Pov author
"Kalian dari ruang kerja ya? " tanya Salma, Marsel menganggukkan kepalanya
"Iya mah, tapi bakalan pindah ke ruang keluarga kok"
Marsel menampakkan senyum yang kesal, Salma menyadari arti senyum anaknya dan hanya tersenyum
"Yaudah, kalau lapar makan ya, mama udah masakin makanan buat kalian semua tadi"
Arinska mendekat dengan rasa gembira, ia memeluk Salma dengan erat
"Makasih tante, ngerepotin aja deh kami datang ke sini, nanti Iska suruh papa buat beliin paket lengkap kosmetik buat tante" tawar Arinska
__ADS_1
"Ah gak usah, cuma masak doang kok, kalian kalau lapar makan ya, capek tidur aja di kamarnya Misella" ucap Salma
"Raka boleh ikut tiduran di kamar Misella, mama Salma? " tanya Raka sambil senyum senyum jahil
"Kalau kamu mau kena ini, silahkan Raka" ucap Marsel sambil mengacungkan kepalan tangan
"Jangan galak galak, kak Marsel, Raka cuma iseng aja, hehe"
"Jangan galak galak nak, yaudah mama mau pergi dulu ke toko, jaga rumah ya"
"Siap mah"
Mereka akhirnya berjalan ke ruang keluarga, Misella menyediakan camilan dan menghidupkan televisi
.
.
"Kakak Azizah, ini bantal sama kain kalau mau tiduran"
"Makasih Misella"
Azizah mengambil bantal dan kain yang diberikan oleh Misella, ia menyenderkan tubuhnya di sofa dan menutupi kakinya dengan gamis dan kain
Marsel mengambil posisi ia duduk, ia kemudian ditindih oleh Arinska dan dipeluk oleh Arinska
"Iska, jangan kayak gitu"
"Iska kan sayang sama kakak Marsel, dulu kan iska sering dipangku sama kakak" manja Arinska, Marsel hanya menggeleng kepalanya dan mengangkat Arinska untuk duduk di sebelah nya
"Cieee kakak, kan Arinska udah kasih kode kode kok kakak gak peka sih? " goda Misella
Marsel terkejut dengan pernyataan adiknya, ia hanya menggelengkan kepalanya, ucapan Misella membuat kedua gadis tersebut menatap ke arah Marsel
"Kakak ini, udah ada dua cewe yang naksir sama kakak kok ditolak? " ucap Misella
Marsel terkejut lagi, Misella menggeleng kepalanya, ia heran karena kakaknya yang tak mengambil kesempatan untuk mendekati kedua gadis yang mengejarnya
"Kak, pilih aku! Aku kan cantik, body ku juga bagus gitu! " ucap Arinska
Tak mau kalah, Azizah juga ikut merebut Marsel
"Tidak, bang Marsel, pilih aku aja! " ucap Azizah
Marsel hanya menatap kebingungan, ia mengerutkan keningnya dan memijat nya sekali kali
Misella dan Raka tertawa melihat Marsel yang kebingungan, sedangkan Arinska dan Azizah adu mulut untuk menjadi pilihan nya Marsel
"Ayo kak, mumpung kesempatan, hihihihi"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Halo semuanya
Apa kabar? semoga selalu sehat ya
Sebelumnya author minta maaf gak update, terakhir update tanggal 15 kemarin, karena tugas sekolah yang selalu membantai author (mengeluh juga akhirnya š )
Author juga akan mengusahakan bahwa cerita ini update terus di bulan Februari ini, terimakasih buat yang masih setia atau masih bolak balik cerita ini āŗ
Semoga kalian masih merindukan cerita ini dan author nya juga š
.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak š£š£š£