
Note author: maaf jika banyak kekurangan pada cerita, karena author masih pemula š°
.
Pov Marsel
Suara samar samar yang sangat berisik sekali, aku terbangun dan suara itu tidak berasal dari kamarku
Kuambil hp ku dan melihat jam di layar ku dan terkejut melihat jamnya
Aku langsung berlari ke kamar Misella, tepat sekali suara alarm itu dari kamarnya
"Sel, Sela, bangun! "
Aku menggedor gedor pintu kamar Misella, lama sekali dia menjawab ku
"Apa kak? "
Matanya yang masih ia kucek kucek dan menatapku sambil menguap, ia heran dengan ku
"Kita terlambat loh! Lihat ini jam! "
Misella menatap layar hpku, ia juga ikut terkejut
Pagi begini kami sibuk berlari larian untuk mengejar waktu, menyesal juga begadang karena santai sekali malam tadi masih kepikiran malam tahun baru yang sudah lewat beberapa hari yang lalu
"Kenapa pagi pagi udah ribut ribut begini? "
Mama keluar dari kamar, ia tampak juga baru bangun tidur
"Terlambat mah! Kami terlambat! " panik ku, mama hanya berjalan santai ke dapur
"Salah kalian sendiri, udah tau begadang, habis subuh kan jadinya ngantuk kalian"
Ucapan mama memang benar, kali ini memang kami berdua yang ceroboh
"Yaudah, sekarang kalian berdua siap siap, mama bakal buatin roti panggang buat kalian, nanti dikantor atau dikampus usahain buat makan lagi" ucap mama padaku dan Misella, kami menjawab bersama sama
.
Pov author
"Cepetan dek, kalau gitu makan nya di mobil aja! " perintah Marsel pada Misella
Salma ikut membantu keperluan Misella yang tertinggal, ia membawa tas beserta barang barang lainnya
"Gak ada yang ketinggalan lagi kan? " tanya Salma
"Ngga mah, makasih, kami pergi dulu ya, assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam, hati hati di jalan" Marsel menjalankan mobilnya, ia mempercepat laju mobilnya, Misella memakan rotinya sambil memasang sepatunya
Sesampainya di kampus, Misella mengangkat barang barangnya, ia bersalaman pada kakaknya kemudian masuk ke dalam
Marsel mempercepat laju mobilnya menuju ke kantor, ia melihat jam tangannya dan waktu terus berjalan
Sesampainya di kantor, Marsel berlari sekencang kencangnya, ia juga hampir menabrak orang-orang yang ada di lorong kantor
Suara gaduh dari meja Marsel, semua orang melihat ke arah Marsel dan melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing
"Tumben terlambat, alasan macet lagi? " tanya senior
"Maaf, saya terlambat karena bangun kesiangan... " jawab Marsel
"Lanjutkan pekerjaan mu, jangan sampai kamu ngulang lagi untuk awal tahun seperti ini"
__ADS_1
Marsel melanjutkan pekerjaannya, ia kelabakan mencari barang barangnya
Tring!
Suara telpon dari HP Marsel, Marsel menatap telponnya dan mengangkat nya
"Halo, ada apa Sela? "
'Kak, ada tabung gak dalam mobil tadi? Tolong anterin dong kak.... '
Marsel menepuk kening nya, ia menghela nafas berat
"Gak, kakak gak bisa anter ke sana, nanti kakak suruh ojek online yang anterin ke sana"
Marsel mematikan ponselnya, ia fokus lagi terhadap pekerjaan nya dulu sebelum menyewa ojek online untuk mengantarkan tabung yang dimaksud adiknya
.
.
Di kampus, Misella tampak resah, tabung yang ia maksud adalah tumbler milik temannya yang sempat ia pinjam 4 hari yang lalu
"Gimana tumbler nya? Jadi dianterin? " tanya teman Misella
Misella hanya bisa berkata untuk bersabar, ia yakin kakaknya akan mengantarkan tumbler milik temannya
"Sela... "
Misella menatap ke sampingnya, Azizah menegurnya dan membuat Misella bersalaman pada Azizah
"Assalamu'alaikum kak... "
"Waalaikumsalam, kamu ngapain disini, bukannya masuk kelas? " tanya Azizah
"Ini kak, lagi nunggu tumbler punya temenku, tadi ketinggalan di mobilnya kakak Marsel" jawab Misella
Misella menghela nafasnya, ia hanya bisa membujuk temannya untuk menunggu nanti saja
"Fan, kayaknya nanti aja ya aku balikin tumbler nya, soalnya kakakku pasti gak sempat buat anterin sekarang.... " ucap Misella
"Ya mau gimana lagi? "
Teman Misella berjalan ke arah kelas, Misella pamit pada Azizah dan mengikuti temannya dari belakang
Di kantor, Marsel membuka aplikasi ojek online, ia menyewa salah satu driver ojek untuk mengantarkan tabung dan makan siang tersebut
"Tolong ya pak, ini uangnya"
Marsel menyerahkan sejumlah uang, ojek tersebut langsung berjalan ke arah yang dituju
Jam istirahat pun tiba, kelas pun selesai, Misella membereskan barang barangnya kemudian berusaha menyusul ke depan untuk menunggu kakaknya
"Ada si bule? " teriak salah satu cowo, yang disebutnya adalah Misella
"Sel, dicariin tuh kamu"
"Ah, ada apa ya? "
Misella beranjak dari tempat duduk nya, ia menghampiri cowo tersebut
"Ada apa, Gani? " tanya Misella
"Nih ada titipan, katanya dari kakakmu, kebetulan ada penjaga yang lagi jaga ngasihin ini ke aku" ucap teman Misella
"Wah makasih ya gan, Fani, ini tumbler nya, makasih ya... "
__ADS_1
"Oke, sama sama, aku duluan ya"
Misella melambaikan tangannya, ia melihat totebag tersebut berisi makanan
"Ini pasti kakak yang nyuruh anterin tumbler sekalian makanan, kakak memang yang terbaik deh"
Sore harinya, hari tampak mendung, menandakan hujan akan sampai
Misella menatap ke arah langit, cuaca mendung sudah ia duga akan turun hujan nantinya
"Kamu langsung, Sela? "
Suara tersebut dari belakang, Misella menatap Azizah yang sedang berjalan di belakangnya
"Iya kak, langsung cari taksi online atau bus sebelum hujan... "
Tak lama setelah berjalan, tetes hujan terasa, mulai lama mulai deras, hal tersebut membuat Misella dan Azizah cepat cepat berlari untuk berlindung diri dari hujan lebat
"Aduh, rencananya langsung ke halte, malah harus berteduh di pos ronda" dumel Misella
Azizah tampak membersihkan gamisnya yang kotor, Misella ikut membantu Azizah membersihkan gamisnya
"Kak, gak kebasahan kan? " tanya Misella
"Gak kok Sela, cuma dikit aja kok basahnya, nanti juga kering... " jawab Azizah
Misella menatap langit, hujan malah makin deras, ia mengambil hpnya dan menelpon kakaknya untuk datang
"Halo, Halo kak, anterin aku dong, hari hujan lebat banget loh.... "
'Sela, kan kamu tau, jam segini kakak belum pulang, lagi terjebak hujan juga tambahannya, gak bisa langsung ke mobil'
"Iya deh, kakak nyebelin sumpah! "
Pip!
Misella mematikan ponselnya, ia menatap hujan kembali
'Meoww... '
Samar samar suara kucing, Misella merespon suara tersebut, begitupun dengan Azizah
"Kucing ya? Kayak suara kucing ini..." tanya Azizah, Misella menganggukan kepalanya, ia ikut mencari sumber suara tersebut, sedangkan Azizah hanya kebingungan dengan suara ngeongan tersebut
"Meoww... "
Suaranya makin jelas, Misella menatap ke bawahnya
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa tinggalkan jejak š£š£š£