Pilihan Marsel

Pilihan Marsel
06: Enrico


__ADS_3

Note author: maaf jika banyak kekurangan pada cerita, karena author masih pemula šŸ”°


.


Pov author


Sesampainya di depan rumah, Salma menyambut Arina dan Arinska, ia kemudian mengajak mereka berdua untuk masuk ke dalam


"Lama ngga nunggunya tadi? "


"Lumayanlah, gak dijamu nih akunya? "


"Oh, bentar, aku ambilin, Sela main sama kakak Arinska ya"


Misella mengajak Arinska untuk bermain mainan yang ada dikotak, kemudian menebarkan nya di karpet


"Ain, ayo... "


"Ayo"


Arina menemani anak nya bermain dan sesekali memantaunya, sedangkan ia duduk di sofa dan berbaring menaikan kakinya


"Cieee sofa baru, baru beli ya? " tanya Arina yang sedang menikmati ke empukan sofa baru milik Salma


Salma yang membawa nampan berisi minuman merespon pertanyaan Arina sambil meletakkan nampan tersebut ke atas meja


"Udah lama kok, itu seminggu yang lalu mesan nya sebelum pindahan, sampainya barusan tadi pagi... " jawab Salma


"Ohhh, coba dilepasin, bakalan tau aku.... " saran Arina


Salma menggelengkan kepalanya, ia duduk disebelah Arina dan menyenderkan tubuhnya


"Gak dulu deh, anak anakku masih kecil, tau lah kalau dia kalau bawa makanan sama minuman atau spidol mainan di atas sofa kayak gimana jadinya nanti siapa yang bakal ngomel"


"Pasti kamu yang bakal ngomel" tebak Arina, Salma kemudian menggelengkan kepalanya


"Ngga, aku gak pernah ngomel, yang sering ngomel itu suami ku, rin... "


"Hah? Om Thomas? Masa sih, orang yang kalem gitu sering ngomel? " tanya Arina dengan raut wajahnya yang tidak percaya


"Ya, dia aja keliatan kalem, tapi kalau barangnya rusak atau hilang ngomel dia, bunga Anggrek tebu nya yang dipetik aja gak bisa tidur semalaman dia"


"Kok gak bisa tidur gara-gara anggrek doang? "


"Dia nahan emosi nya, ya karena si bungsu yang metik nya, jadinya dia harus bisa nahan sampai gak bisa tidur"


Salma menjelaskan nya sambil menggelengkan kepalanya, sedangkan Arina tertawa.


"Lucu banget si om Thomas ya"


"Heh, lucu mukanya aja kan? Humornya sama mulutnya gak ada lucu lucunya kalau kamu tau dia yang sebenarnya"


"Hahaha, bisa aja kamu, Salma"


"Ya bisa lah, yaudah, sambil nunggu anak sulung ku pulang, yuk kita masak masak kayak masih SMA dulu"


"Oh boleh juga, ayo"


Salma dan Arina pergi ke dapur, mereka mulai menyiapkan bahan bahan masakannya masing-masing


"Ma, au mutis? "


Salma menatap ke arah Misella yang berada di depan pintu dapur, ia merespon permintaan anaknya dan segera mengambil smoothie yang ada di kulkas dan memberikannya pada Misella


.


.


Dua jam lamanya di dapur, Salma dan Arina selesai memasak masakan mereka, yaitu ayam rica-rica dan capcay seafood beserta minuman jus buah


"Lama juga ya masaknya"


"Iya, oh kini udah jam berapa? "


Salma berjalan ke arah ruang makan, ia terkejut melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 11 siang

__ADS_1


"Sial! "


Suara teriakan tersebut membuat Arina terkejut, Arina segera datang mendekat ke arah Salma


"Ada apa, Salma? "


"Lupa jemput Marsel, rin! "


Salma berlari ke arah kamar, ia mengambil sweater dan berlari


Suara mobil dari luar rumah, membuat Salma langsung melihatnya, ia melihat anaknya turun dari mobil dan bersamaan dengan anak laki-laki


"Mama... "


Salma menyambut Marsel, ia memeluk anaknya dan menyambut teman anaknya


"Halo nak, kamu temennya Marsel, ya? "


"Iya bu, salam kenal, namaku Enrico"


Salma kagum dengan perkenalan teman anaknya, ia tersenyum dan menatap pada laki-laki tua yang dibelakang Enrico


"Pak, masuk dulu, saya bikinin air minum untuk bapaknya Enrico...."


"Tidak usah nona, saya hanya ingin mengantarkan tuan muda dengan anak nona, selebihnya saya akan menunggu tuan muda"


Salma terkejut, ia salah penyebutan pada supir teman anaknya


"Pak Yoko, nanti aku yang akan telpon mami, pak Yoko pulang saja"


"Baik tuan, saya permisi"


Supir tersebut pergi dari rumah, sedangkan Salma mengajak anaknya dan teman Marsel masuk ke rumah


'Kenapa disekeliling pertemanan anakku anak anaknya pada sultan semua ya? Aku kapan ya bisa jadi sultan? ' ucap Salma dalam hati, ia menggelengkan kepalanya untuk sadar dari haluannya


Salma kemudian menyiapkan minum untuk anak anak dan berbagai makanan ringan untuk anak anak yang ada dirumah


"Marsel, itu siapa? "


"Itu Arinska, anak temen mama, dia adeknya Marsel juga... "


"Main bareng sama dia, yuk? "


"Boleh, Rico bantu Marsel buat angkat bongkar pasang robotnya ya"


Marsel dan Enrico mendekat ke arah Arinska dan Misella, mereka menaruh bongkar pasang robot tersebut ke lantai kemudian melanjutkannya lagi


Terlihat Enrico ingin berkenalan dengan Arinska, ia mendekat ke arah Arinska dan menyodorkan tangan


"Halo, aku Enrico, kamu siapa? "


Arinska hanya diam, Arina kemudian mendekat dan memegang tangan Arinska untuk berjabat tangan pada Enrico


"Nama adek Arinska, kakak, kita main sama sama ya... " ucap Arina yang bersuara untuk berkenalan pada Enrico, tetapi Arinska langsung menarik tangannya


"Udah ah, iska mau main sama kakak Marsel"


Arinska mengambil mainannya, ia mendekat ke arah Marsel dan bermain, tak sengaja menghancurkan bongkar pasang robot tersebut


"Kakak Marsel! "


Marsel yang melihat bongkar pasang robot nya hancur ia terkejut, ia hanya diam melihat bongkar pasang robot nya hancur


"Adek Arinska, Marsel tadi susah pasangnya, kok dihancurin? " tanya Enrico


"Iska gak sengaja! Abang ciko jangan ribut! "


"Iska, jangan marah marah gitu sayang, kan kak Rico nya ngasih tau"


"Gak mau dengernya mah... "


Arina hanya menggelengkan kepalanya, Salma hanya senyam senyum melihat keempat anak anak kecil itu bermain, ia kemudian bergabung dan membantu Marsel memperbaiki bongkar pasang robot nya lagi


.

__ADS_1


.


Lama bermain, membuat satu satu keempat anak anak tersebut tertidur karena kelelahan bermain, Salma telah menyiapkan kasur di ruang keluarga tak jauh dari tempat anak anak bermain, mereka tertidur karena kelelahan bermain


"Semua pada tidur, Salma? "


"Iya rin, jangan berisik ya, nanti pada bangun riweh mereka"


Arina menganggukan kepalanya, mereka berjalan ke arah dapur dan memilih untuk mengobrol serta makan di dapur agar tidak mengganggu anak anak yang sedang tidur


Tin!


Suara klakson dari luar rumah, Salma meresponnya dan berjalan ke arah pintu depan


"Assalamu'alaikum, permisi, ada Enrico? "


"Mamanya Enrico ya? Iya, Enrico nya ada di dalam, silahkan masuk, jangan berisik ya bu, lagi tidur semua soalnya... "


Mama Enrico masuk, Salma menunjukkan dimana keberadaan Enrico dan kemudian menggendong Enrico


"Makasih ya udah ajak Enrico nya main, maaf kalau merepotkan Enrico nya"


"Iya, sama sama bu, Enrico nya pintar, gak nakal kok dia"


"Saya permisi ya, assalamu'alaikum"


"Waalaikumsalam"


Salma masuk kembali, ia kemudian melihat satu satu anak anak yang tidur tadi terbangun


"Mama, Rico nya pulang ya? "


Marsel bertanya sambil mengucek matanya, Salma menganggukan kepalanya


"Abang ciko nya pulang ya? Bagus lah... "


Salma merasa heran, ia kemudian bertanya pada Arinska


"Kok bagus, iska? "


"Iya bagus, tante, soalnya abang ciko nyebelin, iska mau main sama kakak Marsel dianya yang bawel.... "


Salma heran dengan ucapan Arinska, bocah sekecil itu bisa berbicara tentang anak lain


"Iska cuma sayang sama kak Marsel, gak mau sayang sama abang ciko bawel itu... "


Arinska kemudian memeluk Marsel, Salma dan Arina bersorak kemudian tertawa dengan kelakuan Arinska


"Bahaya kalau gini nih, hahahahahaha"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak šŸ‘£šŸ‘£šŸ‘£

__ADS_1


__ADS_2