
Note author: maaf jika banyak kekurangan pada cerita, karena author masih pemula š°
.
Pov author
Sebulan berlalu, bulan suci Ramadan tiba, kali ini keluarga Thomas disibukkan dengan membangunkan anggota keluarga yang masih tertidur pulas
"Sela, Misella, bangun, ayo kita sahur dulu... "
Marsel menggoyangkan bahu Misella, Misella melempar bantal guling nya ke arah Marsel
Marsel yang tak tahan dengan hal tersebut mulai menyeret kaki Misella, menyebabkan Misella terkejut dan terjatuh dari tempat tidurnya
"Aduh, kakak! " teriak Misella, Marsel dengan tidak peduli keluar dari kamar adiknya kemudian berjalan menuju ke dapur
"Adekmu udah bangun, Marsel? " tanya Salma
"Udah, tapi dia tidur lagi, seret aja kakinya sampai jatuh dari kasur" jawab Marsel dengan cuek
"Mama, kakak narik kaki aku dari kasur! Punggung aku sampai sakit! " ngadu Misella
"Jangan tarik tarik gitu, Marsel, bisa bahaya kalau kena tulang ekor adekmu" ingat Salma
"Iya deh mah, lainkali tuh siapin alarm, biar gak dibangunin terus" ucap Marsel
"Iya bawel, kakak ini badan aja gede sama gagah, mulutnya lemes abis" omel Misella
"Biarin"
"Udah, kini sahur dan masih pagi, berenti buat keributan di pagi hari gini, terutama kamu Marsel" tunjuk Thomas ke arah Marsel
"Loh, kok Marsel pah? " tanya Marsel
"Sudah, sekarang makan, kamu Misella bantu mama nanti cuci piring, dan kamu Marsel bantu mama nyapu rumah, ngerti? " tegas Salma
"Pfffttt, mampus kalian kena marah mama.... " ejek Thomas
"Mas juga, bantu aku jemurin baju sebelum mas siap siap ke kantor" ucap Salma
Marsel dan Misella merasa puas, akhirnya Thomas juga kena untuk ditugaskan membersihkan rumah
.
.
Selesai sahur, mereka akhirnya mengerjakan tugas yang telah dibagi oleh Salma
"Piring nya" ucap Misella
Salma membereskan piring yang sudah dicuci oleh Misella dan menyusunnya ke rak piring
"Mah, semua ruangan udah disapu nih, aku lanjut mau kerja ya" ucap Marsel
"Iya, makasih" ucap Salma
Selesai mengerjakan tugas rumah, mereka semua melaksanakan shalat subuh berjamaah
"Dek, kamu seriusan mau tidur lagi? Nanti telat ngampus loh" tanya Marsel
"Ngantuk, aku mau tidur lagi, nanti bakalan bangun kok" ucap Misella dengan menguap, ia beralih ke kamar dan menutup pintu kamarnya
Marsel menggelengkan kepalanya, ia tidak yakin kalau adiknya bisa bangun pagi tanpa dibangunkan olehnya atau mamanya
.
Pov Marsel
Akhirnya pekerjaan ku sudah selesai, aku melihat jam tangan ku dan menunjukkan jam 6, bergegas aku bersiap siap untuk berangkat ke kantor
Tetapi ada hal yang aneh, katanya bakalan bangun pagi, kenapa belum bangun sama sekali?
Ah sudahlah, kalau terlambat kan urusan dia sendiri, dia sendiri yang janji ingin bangun pagi sendiri
"Marsel, tumben bangunnya pagi? " tanya mama
Aku berpapasan dengan mama, mama enak saja bilang aku hari ini bangunnya pagi, padahal aku sama sekali tidak tidur
"Aku gak tidur, makanya aku bangun pagi, mah" jawabku
"Ohh, adikmu mana? Kok dia gak barengan bangunnya sama kamu? " tanya mama lagi padaku
"Gak tau, dia bilang mau bangunnya pagi pagi, kini gak tau dia memang bangun pagi atau ngga sama sekali, alias masih nyenyak tidurnya" jawabku
__ADS_1
"Yaudah ya mah, aku mau mandi dulu, kalau dibangunkan Misella duluan bisa bisa kami rebutan kamar mandi nanti"
"Oh iya, kamu yang pertama, nanti adikmu mama aja yang bangunin"
Aku menikmati air hangat shower ini dengan tenang, memang ini yang kubutuhkan untuk meredakan syaraf syaraf otakku yang tegang karena bekerja dan sedikit tidur tadi malam
'Kak..... '
Samar samar kudengar suara yang memanggilku, tidak mungkin itu Misella, si kerbau itu dapat dibangunkan sekali oleh mama itu mustahil
'Kaaak...! '
Brak!
Pintu kamar mandi di dobrak, aku menutupi aset berharga ku dan berteriak menatap ke pintu
"Sela! Kakak lagi mandi ini! Hampir saja tau! "
"Lama! Kakak itu mandinya lama! Mana polos juga, gak pake dalaman! "
Misella mendekat ke arahku, aku menunjuk pada dia untuk berhenti mendekat
"Mundur gak? Atau kakak tunjukkin? "
"Apaan?! Cepat dikit makanya, aku tuh udah lama nunggu! " omel Misella padaku, tak tahan ku lempar sabun ke arah nya
"Ihhh! Kakak cabul! Mama! "
Aku menyadari, sial, Misella sudah melihat nya, segera kututup pintu kamar mandi dan segera bergegas untuk menyelesaikan mandi ku
Selesai bersiap siap, aku melihat Misella baru keluar dari kamarnya, wajahnya pucat saat berpapasan denganku
"Kenapa kamu? " tanyaku
"Ih, iihh! "
Misella berlari ke luar, ku susul dia dan kami bertemu dengan mama yang sedang menyusun pot di teras rumah
.
Pov author
"Ehh, udah siap semua, mau berangkat ya? " tanya Salma
"Mah, Misella batal puasa aja ya hari ini" ucap Misella
"Loh kenapa? Tiba-tiba bulanan ya? " tanya Salma
"Bukan, Misella lihat barangnya kakak tadi, bikin batal puasa aja" ucap Misella, Marsel melotot dengan wajah merah
"Loh, barang kakak apaan yang bikin kamu pengen batal puasa? " tanya Salma sekali lagi
"Sosis, sosis kakak"
Salma terkejut, begitupun dengan Marsel
"Yaudah ya mah, aku pamit duluan mau pesen taksi online aja, gak mau sama kakak, bikin keinget terus"
Misella bersalaman dengan Salma, ia kemudian pergi dan berjalan ke depan gang
"Marsel, kok adek kamu bisa liat? Jangan cabul kamu sama adekmu"
"Bu... Bukan gitu mah, Sela sendiri yang dobrak pintu kamar mandi, ya aku lagi polos juga keliatan sama dia, kirain dia tau kalau aku yang ada di kamar mandi.... " ucap Marsel dengan wajah memerah
"Lainkali tutup pintu kamar mandi kalau lagi mandi, kebiasaan kamu gak tutup pintu kamar mandi, kan kamu sendiri yang akhirnya malu" ucap Salma
"Yaudah ya mah, aku berangkat, bentar lagi mau masuk kantor nih, assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam, hati hati... " jawab salam dari Salma
.
.
Setibanya di kantor, Marsel tidak fokus dengan pekerjaan nya, ia masih teringat saat adiknya tidak sengaja membuka pintu kamar mandi
"Agh! Bulan puasa gini gak seharusnya kejadian absurd kayak gitu terjadi....! " kesal Marsel
Tiba-tiba Enrico datang dan menepuk pundak Marsel, Marsel menatap Enrico dan menaikkan kepalanya dengan lemas
"Wei, baru setengah hari puasa udah lemes aja lu bro, gak sahur kah? "
"Bukan gitu, gua keinget hal absurd tadi pagi, bikin gua malu sendiri, sial... "
__ADS_1
"Lah, emang apaan? "
"Gak perlu tau lah, nanti lu ketawa lagi.... " ucap Marsel, Enrico berdecak kesal
"Gaje lu, yaudah lah, lanjutin kerjaan lu, nanti langsung lapor sama gua di ruangan"
Marsel fokus lagi dengan pekerjaan nya, ia melanjutkan pekerjaannya dan berusaha menghilangkan pikirannya yang absurd
.
.
Selesai bekerja, Enrico lagi lagi datang ke meja Marsel, sepertinya ingin mengatakan sesuatu
"Bukber bareng kuy, kebetulan adek lu yang ajak semalam" ajak Enrico
"Sejak kapan lu dikabarin sama dia? " tanya Marsel
"Banyak tanya lu, ayo lah, mau pulang dengan perut kosong gitu? " tanya Enrico
"Ck, iya iya, ayo lah"
Marsel berdiri dari kursinya, mereka akhirnya memutuskan untuk bergegas ke restoran yang sudah ditujukan oleh Misella
Di tempat lain, para wanita-wanita muda telah berkumpul, mereka adalah Misella, Azizah, Wulan dan Arinska, sedang menunggu pesanan yang telah dipesan dan juga menunggu kedua laki laki yang telah mereka undang
"Hai, lama gak nungguin kami berdua? " sapa Enrico
"Waalaikumsalam, gak kok, kami juga sambil nunggu pesanan kita datang, ayo duduk... " ucap Azizah, Enrico dan Marsel duduk bersama
"Minumannya mana sih, kok lama banget! " ketus Arinska
"Sabar iska, nanti datang kok... " ucap Azizah
Tak lama kemudian minuman mereka sampai, dan tak lama juga azan berbuka telah berkumandang
"Alhamdulillah, yuk baca do'a dulu sebelum buka, bang Marsel ya yang mimpin do'a nya... " ucap Azizah, Marsel menganggukkan kepalanya, ia memimpin doa berbuka
"Amin... "
Mereka semua meminum minuman yang sudah disiapkan, kemudian menikmati makanan yang telah dipesankan
"Arinska, hari ini puasanya lancar? " tanya Azizah
"Emmm, gimana ya, lancar dong, masa ngga demi menuhin syarat kamu dua hari yang lalu itu... " jawab Arinska
"Emang apa itu syaratnya, Azizah? " tanya Wulan
"Jadi gini lan, kalau Arinska penuh puasanya, dia boleh deketan terus sama abang Marsel sepuasnya selama sebulan, kalau ngga ya berarti gak boleh"
Marsel tersedak, ia terkejut karena dijadikan bahan taruhan Azizah untuk membuat Arinska bisa berpuasa penuh
"Kok abang yang jadi taruhannya, izah? " tanya Marsel dengan tidak percaya
"Maaf ya bang Marsel, ini demi iska biar bisa puasa penuh, selama ini si iska keliatan puasanya gak full kan? " tanya Azizah
"Gak papa kalik, kak Azizah, wajah wajah kak Marsel kan cocok buat bahan taruhan, gak perlu izin bisa kok, aku yang izinin" ucap Misella
Enrico tertawa, begitupun dengan yang lainnya, sedangkan sang korban si Marsel hanya menggaruk garuk kepalanya
"Kenapa aku terus yang kena ya? "
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak š£š£š£