Pilihan Marsel

Pilihan Marsel
13: Kucing


__ADS_3

Note author: maaf jika banyak kekurangan pada cerita, karena author masih pemula šŸ”°


.


Pov author


"Meowww.... "


Misella menatap ke bawahnya, seekor kucing kecil yang sedang menggigil akibat hujan yang sangat lebat


"Meong, astaga kamu kedinginan.... "


Misella membelai kucing tersebut, ia mengambil kain di dalam tasnya dan langsung merangkul kucing tersebut dengan kain itu


"Hangat ya meong? " ucap Misella


Kucing tersebut hanya mendengkur dan membelai tangan Misella yang menyentuh nya, kemudian timbul suara meong nya yang kecil


"Sela, kamu gak takut? Itu kucingnya nanti nyakar loh" tanya Azizah, Misella hanya menggeleng kepalanya


"Ngga kok, kak izah, kucing nya masih kecil begini kok, gak bakalan dia mau gigitin aku, iya kan meong? "


Misella membelai kucingnya lagi, kucing tersebut mendengkur keras, menandakan ia bahagia


"Lepasin aja, Sela, takut nanti dicariin sama majikannya loh... " ucap Azizah


"Kayaknya ngga deh, aku mau melihara nya! " ucap Misella dengan bahagia


"Diizinin gak? Nanti kamu bawa pulang, gak diizinin sama papa mama kamu, Sela" tanya Azizah meyakinkan Misella


"Akan kuusahakan, kak izah! "


Tak lama kemudian, angkot sampai, Misella mengajak Azizah untuk naik angkot


"Kak, kayaknya gak sempat deh kalau naik bus, kita naik angkot aja ya? "


"Okelah, ayo kamu duluan naik.... "


Azizah dan Misella akhirnya naik ke angkot, mereka mencari tempat duduk paling dalam dan duduk ditempatnya masing-masing


Misella menatap kucing kecil yang tertidur dipangkuan nya, ia membelai kepala kucing tersebut


"Kasihan ya kak, sekecil ini gak ada induknya" ucap Misella


"Iya, dosa banget buat orang yang nelantarin kucing sekecil ini, gak ada indukan nya juga" jawab Azizah


.


.


Memakan waktu yang lama, akhirnya Misella sampai di depan gang rumahnya, ia mengembangkan payungnya dan berjalan menuju ke rumah


"Kak Azizah, aku duluan ya... "


"Iya Sela, assalamu'alaikum"


Misella menjawab salam dari Azizah, ia berjalan sambil menggendong kucing kecil yang tertidur dibalik balutan kain


Di teras rumah, Salma sedang menyapu terasnya yang basah dan kotor, ia melihat anaknya yang sudah pulang


"Assalamu'alaikum, mama, tolong bukain gerbangnya.... "


Salma berlari ke arah gerbang, ia membuka gerbang dan menyuruh anaknya masuk ke teras


"Bawa apa kamu itu? "


Salma tampaknya menyadari apa yang dibawa oleh anaknya, ia bertanya dan Misella menghadapnya


"Kucing kecil mah, lucu banget, dia kedinginan loh" ucap Misella dengan menatap sedih ke kucing tersebut


"Dapat darimana? Ada indukan nya ngga? " tanya Salma


Misella tampak panik, ia mulai menangis


"Sela dapatnya dari pos ronda deket kampus, mah, jangan dibuang.... "


Misella menangis, Salma kebingungan dengan anaknya yang menangis


"Loh, jangan nangis dong, mama cuma nanya aja... "


"Tapi Sela takut mama gak kasih izin buat melihara kucing nya, masa Sela harus kembalikan nya lagi ke pos nya.... " isak tangis Misella


"Masih kecil gini, di buang sama pemiliknya, gak ada indukan nya, kasihan kalau ditelantarin mah.... " sambung Misella

__ADS_1


"Yaudah, kamu jangan nangis, niat kamu udah baik kok mau nolongin kucing tanpa induk, mama gak marah... " ucap Salma menenangkan anaknya


"Sela takut papa gak suruh pelihara kucing mah... Nanti kakak juga kayak gitu, gak suruh juga.... "


Salma mengerti maksud dari Misella, anaknya takut jika suaminya akan membuang kucing yang ditemukan oleh anaknya


"Udah jangan nangis lagi, gak papa kok, niatmu baik, nanti mama bilang sama papa biar kamu bisa urus kucing nya ya? Jangan nangis lagi... "


Misella menganggukan kepalanya, ia menatap kucing kecil itu dan sedikit tersenyum


"Udah, kita cari kardus sama kain bekas di gudang dulu ya, biar kucingnya hangat" ucap Salma


"Iya mah... "


Salma mencari kardus yang ada di gudang, ia menaruh kain bekas dan menyuruh Misella untuk menaruh kucingnya di dalam kardus tersebut


"Mama janji ya bilang sama papa buat kasih izin peliharanya.... " ucap Misella


"Iya Sela, nanti mama kasih tau papa, yaudah kamu mandi dulu terus makan, biar kucingnya tidur dulu"


"Iya mah"


Misella menganggukan kepalanya, ia berjalan ke arah kamar dan membersihkan dirinya


.


.


Beberapa lama kemudian, suara klakson mobil terdengar dari luar, Salma berlari untuk membuka pintu dan gerbang rumahnya


Misella dari dalam sudah merasa cemas, ia takut jika tidak akan diizinkan dengan Thomas untuk memelihara kucing kecil yang ia temukan


"Mas, udah pulang? " tanya Salma


"Gak, mau otw lagi" jawab Thomas dengan tersenyum


Salma merasa tidak lucu candaan dari suaminya


"Gak lucu mas"


"Hahahaha"


Thomas melihat Misella yang menatapnya dengan cemas


Misella langsung memeluk kaki Thomas, Thomas terkejut melihat anaknya yang memeluk kakinya


"Papa... Sela mau pelihara kucing... "


Misella menangis lagi, Thomas terkejut menatap anaknya yang menangis secara tiba-tiba


"Ya gak apa apa, kok kamu malah nangis? " tanya Thomas


"Dia takut mas gak nyuruh terus buang kucing nya, makanya dia nangis" jelas Salma


"Sela, udah berdiri sekarang"


Misella berdiri dan mengusap air matanya, ia menatap kucing kecilnya yang sedang tertidur di kardusnya


"Ya gak papa Sela mau melihara kucing, asal Sela mau tanggungjawab buat ngerawat nya, rajin rajin ganti tempat buang kotorannya, papa gak ngelarang, asal jangan sampai dia buang kotoran sembarangan. Nanti ajarin aja kucingnya buat buang kotorannya diluar rumah, mana kucingnya? " tanya Thomas


Misella menunjukkan kucingnya, Thomas melihat kucing tersebut dengan teliti


"Kedinginan dia kayaknya, diselimuti aja biar dia hangat, papa ambilin lampu buat jadi penghangat nya"


Thomas berdiri, ia berjalan kegudang untuk mengambil lampu yang ia maksud


Thomas kembali lagi ke kardus kucing, ia menaruh lampu tersebut untuk menghangatkan kucing kecil tersebut


"Susu buat kucingnya udah ada? "


"Belum pah, Sela belum sempat beli"


"Nanti ajak kakak buat beli susu buat kucingnya, sekarang siapin aja nasi buat makannya, nanti kalau udah beli susunya baru dikasih sama kucingnya ya"


"Iya pah"


.


Pov Marsel


Sudah menunjukkan pukul 6 malam, sudah waktunya magrib, aku membereskan semua barang barangku dan langsung pergi


Sudah sepi sekali saat menjelang malam begini, palingan cuma beberapa karyawan lagi yang ada di kantor, entah sedang mengerjakan tugas-tugas atau urusan lainnya

__ADS_1


Aku berjalan ke arah parkiran, ku masukkan berbagai barang barang di jok belakang dan naik ke mobil


Jalanan yang macet, sepertinya bakalan sampai lama ini, aku menunggu lama dan akhirnya terlepas juga dari kemacetan yang ada


Sekarang aku menginginkan makanan yang hangat, dan kebetulan juga ketemu tempat bakso di pinggir jalan, beli aja ah buatku dan buat papa, mama dan Sela di rumah


"Baksonya 4 bungkus ya pak, tolong pisah dari mie nya, bungkus"


Sambil menunggu, aku melihat ke arah dalam tempat makan bakso tersebut, tampak sangat menikmati setiap gigitannya di kala sehabis bekerja ataupun berjalan jalan


"Ini ya, mas bule"


"Oh ya, ini uangnya, terimakasih"


Aku melanjutkan perjalanan lagi menuju ke rumah, dengan kecepatan stabil sambil menikmati suasana petang menuju malam


.


Pov author


Sesampainya di depan rumah, Marsel memasuki mobilnya ke dalam rumah, ia memarkirkan nya dan menutup gerbang rumah yang sempat terbuka tadi


"Assalamu'alaikum"


Marsel membuka pintu rumahnya, ia membawa plastik berisi bakso dan memanggil Thomas, Salma dan adiknya Misella


"Marsel, udah pulang kamu, nak? " tanya Salma


"Iya mah, dimana papa? "


"Ada di dalam, itu dia sama adekmu... "


Marsel masuk dan melihat Misella sedang memegang sesuatu di dalam kardus


"Kamu megang apa Sela? " tanya Marsel


"Nah kebetulan, Marsel, nanti kamu temenin adekmu beli pasir sama susu kucing ya? Ini adek mu ketemu kucing di jalan, dia mau rawat"


"Ih melihara kucing, kucing siapa itu? Kamu asal pungut ya? " tanya Marsel


"Ish apaan sih kakak ini, aku gak pungut dia, aku adopsi dia" jawab Misella dengan wajah cemberut


"Apanya kucing kayak gitu dek, kasih ke orang aja, nanti dia buang kotoran sembarangan, kita marahin kita juga berdosa"


"Ihh apaan sih kakak! Aku yang mau melihara dia! Kakak jangan provokator deh! " tegas Misella


"Sudah, Marsel, kamu temenin aja adekmu beli apa yang papa sebutin tadi. Masalah kucing, Sela udah yakin dia yang mau melihara nya, kamu jangan bikin dia sedih lagi, susah bujukin nya" ucap Thomas


"Tapi kan tau sendiri Misella pah, burung sama kelinci yang dia pelihara dulu aja sempat hampir mati, masa kucing sekecil itu mau dia pelihara" bantah Marsel


"Udahlah Marsel, biarin aja adekmu rawat kucingnya, nanti juga ngerti kok kucingnya... " ucap Salma


"Udah, gak usah protes lagi! Aku yang punya kucing, jadi itu keputusan ku! Kakak pikirin aja buat cari jodoh, kasihan mama papa udah nunggu cucu atau anak dari kakak! "


Marsel menghela nafasnya, ia menyetujui nya dengan terpaksa


"Yaudah, oke, ini makanlah, aku tau gak bakal menang debat aku sama Sela"


"Tau aja sehabis hujan pengen yang hangat hangat, selain kehangatan dari mamamu, Marsel... " goda Thomas


"Apalah mas ini, yaudah, makasih ya Marsel, ayo kita panasin dulu, nanti kita sama sama makan terus pergi ke dokter hewan buat tau kondisi kucingnya" ucap Salma


Mereka berempat berjalan ke arah dapur untuk makan, Misella juga sambil membawa kucing tersebut kedapur, agar bisa ia pantau saat makan


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak šŸ‘£šŸ‘£šŸ‘£


__ADS_2