Pilihan Marsel

Pilihan Marsel
18: Berenang


__ADS_3

Note author: maaf jika banyak kekurangan pada cerita, karena author masih pemula šŸ”°


.


Pov author


"Arinska....! "


Marsel dan Misella keluar dari persembunyiannya, mereka mendekat ke arah Enrico


"Sabar ya, Enrico, bukannya gak mau bantu, itu udah jadi pilihan Arinska sendiri" ucap Marsel menabahkan perasaan sahabatnya


"Iya, gak apa apa, Marsel dan Misella, makasih udah bantuin aku sampe di titik ini, mungkin lain waktu aku bakal berusaha mendekati dia lagi... Yaudah, sesuai janji tadi, kalian pesanlah makanan, nanti soal bayaran aku yang bakal bayar... " ucap Enrico dengan nada lemah


Marsel dan Misella menolaknya, tetapi Enrico tetap memaksa mereka untuk makan bersama


"Ayolah, aku juga ikutan makan sama kalian, ayo duduk disini aja" ajak Enrico, mereka memesan makanan dan bersama sama makan dengan lahap


Selesai makan, Enrico menawarkan Marsel dan Misella untuk diantarkan sampai kerumah, tetapi Marsel menolaknya dan memilih untuk memesan taksi online


"Sabar ya bro, lainkali gua yakin, lu bisa taklukkan hati Arinska... " hibur Marsel


"Thanks ya bro, mau gua tunggu? " tawar Enrico


"Gak perlu, langsung pulang aja, istirahat lah dulu dan berusaha untuk balikin semangat lu yang dipatahkan sama Arinska tadi... " ucap Marsel


Misella langsung mencubit lengan kakaknya, Marsel meringis kesakitan dan melihat mata Misella yang melotot ke arahnya


"Omongannya.....! " ancam Misella dengan suara bisik bisik tetapi tetap tegas


"Gak papa, Misella, ucapan kakakmu bener kok... " ucap Enrico dengan suara lemas


"Duluan ya, makasih bantuannya tadi... " ucap Enrico dengan menundukkan kepalanya sedikit


Marsel membalas tundukkan kepala tersebut, Misella tetap melihat sinis pada kakaknya


"Kan, jadinya gak enak sama kak Enrico. Kakak kalau ngomong gak bisa disaring dikit apa?! " marah Misella, Marsel meminta maaf pada adiknya


"Maaf deh, iya juga, tadi salah ngomong... Niatnya mau hibur dia, eh malah kakak satir sama dia... " ucap Marsel dengan nada yang diinterogasi oleh adiknya


Taksi online mereka sudah sampai, Marsel menyuruh Misella masuk duluan dan akhirnya ia yang masuk ke dalam mobil taksi tersebut


Sesampainya di rumah, Marsel dan Misella turun, mereka masuk ke dalam rumah dan melihat Salma yang sedang membaca buku


"Kalian dari mana saja? Kok gak kasih kabar dulu? " tanya Salma


"Bantu comblangin kak Enrico, mah" ucap Misella


"Tapi gagal, Arinska gak mau sama Enrico, lagian juga asal nembak aja gak pake romantis, ditambah lagi salah bawa bunga, ya jadinya ditolak lah" jelas Marsel


"Ohhh, kasihan ya, jadi gimana lagi sesudah itu? " tanya Salma


"Pulang dengan kekecewaan, karena harapan tak seindah kenyataan... " ucap Marsel dengan nada puisi


"Kakak, jangan kayak gitulah, nanti telinga kak Enrico berdengung.... " tegur Misella


"Ya maaf, salah terus dari tadi perasaan... " keluh Marsel


"Kalian gak nyoba hibur dia? Kasihan juga lihatnya, mama yakin dia kecewa sama malu pas ketemu sama Arinska" saran Salma


"Oh iya juga ya, coba kita ajak kak Enrico berenang, Sela kemarin ada rencana mau berenang sama temennya Sela di kampus, kebetulan juga kak Azizah traktir kami karena ada kupon gratis ke kolam renang, bagus gak? " tanya Misella


"Hmmm bagus juga tuh, jadi kakak sama Enrico nanti bayar sendiri gitu? " tanya Marsel


"Iyalah, kakak kira aku mau gitu? Ogah banget" ucap Misella, Marsel menoyor kepala Misella dan membuat Misella meringis kesakitan


"Sakit! " bentak Misella


"Biarin, emang kakak peduli? " ejek Marsel


"Hmm, ayoo, sekalian tuh kepala adukan aja, tiap hari ribut mulu, padahal cuma berdua di rumah" ucap Salma dengan kesal


.


Pov Marsel


Malam harinya, seperti biasa, tidak bisa tidur secepatnya, karena selalu saja kerjaan menunggu untuk dikerjakan


"Kak, kakak.... "


Misella memanggilku dari luar ruangan, aku menyuruhnya untuk masuk agar tidak menganggu ku dengan suaranya


"Hmm, ada apa, Sela? " tanyaku tanpa menatapnya


"Kak, kata kak Enrico dia mau ikutan berenang besok... " jawab Misella


"Bagus, kamu udah tunjukkin di mana lokasinya? " tanya ku pada Misella


"Di dekat kakak sering latihan basket sama main skateboard dulu pas kakak masih SMA itu loh, tapi beberapa meter lagi tempatnya" jelas Misella padaku, aku kemudian mengingat tempatnya

__ADS_1


"Di dekat gedung itu kolamnya? Memangnya teman temanmu mau? " tanyaku


"Bawel banget, ya maulah, siapa yang gak mau kupon gratis buat berenang"


Aku menganggukan kepalaku, ku usir Misella dari ruang kerja agar aku bisa fokus kembali bekerja


"Yaudah, pergi sana, kakak mau lanjut kerja dulu" usir ku


"Kerja terus, nanti bisa mati muda karena fokus kerja terus! "


Aku terkejut dengan perkataan Misella, aku kemudian mendekatinya dan menoyor keningnya


"Omongan kamu bisa dijaga gak? Kamu kayak ngedoain kakak kalau kayak gitu... "


"Gak kak, Sela juga terlanjur ngomong nya, maaf ya kak, Sela gak mau kehilangan kakak secepat itu... "


Misella memelukku, sepertinya dia salah omong tadi soal diriku yang sibuk bekerja


"Apalagi kakak masih jomblo, kasihan kalau keduluan belum ngerasain indahnya pernikahan.... " sarkas Misella, aku menjewer telinganya dan dia meringis kesakitan


"Sakit kak! "


"Kalau ngesarkas, gak usah kayak gitu, kamu tau kan kenapa kakak belum rencana buat nikah sekarang? " tanyaku


"Belum dapat jodoh? Nanti Sela comblangin sama temannya Sela, Sela yakin kakak pasti suka sama dia" ucap Misella meyakinkan ku


"Gak usah comblang comblangin orang, kakak gak suka" ucapku


"Dih, yaudah, bye bye jomblo"


Misella berlari dari ruangan, dia sengaja berlari dari ruangan kerja agar tidak kukejar, yang ada papa akan memarahiku


.


.


Keesokan harinya, aku dan Misella sudah bersiap siap, kami pamit dengan mama untuk pergi berenang


"Kami pergi dulu ya mah"


"Iya, hati hati di jalan"


Kami berdua pamit dan naik ke mobil dengan barang barang yang sudah kami siapkan, aku menghidupkan mobil ku dan mulai berjalan menuju ke kolam renang


.


Pov author


"Halo, maaf ya kalau nunggunya lama" ucap Marsel


"Waalaikumsalam, ngga kok bang Marsel, ini kami juga baru sampai" ucap Azizah


"Oh iya, ini siapa ya? " tanya Marsel


"Saya Wulandari Ningsih, teman kampusnya Misella, salam kenal"


Marsel menyodorkan jabat tangan, Wulan dan Marsel saling berkenalan, dengan gaya Marsel yang terkesan dingin saat bertemu orang baru


"Hello guys, sorry for late, tadi barusan cari tempat ganti baju yang bersih sedikit, cukup lama soalnya cari tempat ganti baju... "


Itu adalah Arinska, dengan menggunakan baju kimono dan kacamata yang terlihat mahal di kepalanya, membuat mereka berempat menatap Arinska


"Mau berenang kan? Ayo kita masuk ke dalam.... " tawar Arinska


Marsel, Misella, Azizah dan Wulan masuk ke tempat berenang, disaat ingin memberikan kupon gratis berenang, Arinska menyodorkan sejumlah uang kertas dalam jumlah besar pada penjaganya


"Tidak perlu, Azizah dan Misella, biar aku bayarin buat kalian semua.... " ucap Arinska


Sesudah membayar, mereka berlima masuk ke dalam, melihat kolam renang pengunjung nya yang lumayan banyak, membuat suasana bertambah ramai


"Iyuuuh, ternyata disini ya kolam renang umum? Tau tadi bayar aja sekalian buat booking nih tempat! " ucap Arinska


"Tidak perlu kak Arinska, kalau sepi tempatnya gak seru"


"Huh, it's okay, silahkan duluan ya berenang nya, aku mau duduk santai di kursi ini"


Arinska melepaskan baju kimono nya, terlihat sekali pakaian renang seksi yang dipakai oleh Arinska, bahkan lekuk tubuhnya terlihat


Marsel, Misella, Azizah dan Wulan berenang bersama, mereka membawa bola dan bermain lempar bola di kolam renang, sedangkan Arinska berjemur menikmati sinar matahari


Di dekat Arinska, para laki laki muda maupun yang sudah parubaya melihat keindahan lekuk tubuh Arinska seperti model, tubuh ramping dengan lekuk tubuh yang mendukung, ditambah lagi dengan kaki ramping seperti kaki rusa


Tak lama kemudian, sebuah jaket terpasang di tubuh Arinska, Arinska terkejut dan melihat seseorang di sampingnya, yaitu Enrico


"Pergi gak lo semua, gak usah liat liat badan adek gua"


Para laki-laki yang melihat Arinska pergi setelah mendengar ancaman Enrico, Arinska merasa sebal dan melempar jaket milik Enrico


"Lo ngapain lagi sih kesini? Mau godain gua lagi? Sorry, gak open bucin, hati gua udah gua kunci untuk kak Marsel, Enrico! " tegas Arinska

__ADS_1


"Gak, jangan gitu, Iska, Enrico mau gabung ikut berenang sama kita, kan semua bisa ikut selagi mau, nih ada temen nya si Misella datang ikut berenang" jelas Marsel


Arinska menatap sinis Enrico, ia kemudian beralih ke arah Wulan


"Lu siapa? Mau jadi saingan gua buat jadi miliknya kak Marsel? " tanya Arinska dengan nada menginterogasi


"Tidak, saya temannya Misella, kebetulan Misella kemarin ada jadwal untuk liburan bersama, tapi masih bingung mau kemana...." jelas Wulan


"Oh ya? Oke, pegang omongan lo, siapa nama lo? " tanya Arinska


"Wulandari Ningsih, salam kenal"


Arinska kemudian menganggukan kepalanya, ia melanjutkan berjemurnya dan bersandar kembali


"Iska, coba pakai baju yang sopan sedikit, bisa menutup aurat kamu, tadi aja belahan kamu dilihat sama cowo cowo disana sebelum kak Enrico nutupin badan kamu pake jaketnya" nasehat Azizah


"Ya suka suka gue lah, Azizah, it's my body, it's my choice. Mama sama papa gue aja gak protes, mereka bebasin gue buat pake baju apa aja, itu namanya fashion. Kalau lo mau, nanti gue suruh asisten gue beliin buat lo" ucap Arinska


"Ngga usah ah, aku mau pake baju panjang aja, makasih niat baiknya"


"Dih bukan baju renang kayak gue gini, maksudnya gue itu gue mau beliin baju renang khusus buat lu yang panjang gitu, biar gak pake tuh rok sambil berenang"


"Gak usah, Arinska, makasih niat baiknya, sudah cukup aku pake baju begini aja buat berenang, soalnya udah tau model baju yang mau kamu kasih untuk aku itu bahannya ketat"


"It's okay, kamu gak mau, lo mau? " tanya Arinska pada Wulan


"Tidak, terimakasih atas penawaran nya.... "


"Huh, okay.... "


Mereka melanjutkan aktivitas mereka di kolam renang, merasa ada yang kurang, Azizah dengan iseng memercikkan air di kolam renang ke arah Arinska yang sedang bersantai


Arinska terkejut, ia melihat baju renang nya yang basah


Merasa ingin iseng, Marsel dan Enrico naik ke permukaan kolam, mereka mengangkat Arinska dan menghitung aba aba untuk dilemparkan ke kolam renang


"Satu... Dua.... "


"Kak Marsel! Enrico! " teriak Arinska


"Tiga....! "


Byurrrr!


Arinska terlempar ke arah air, mereka tertawa bersama sama melihat rambut Arinska yang lepek, sedangkan Arinska berteriak kesal melihat rambutnya yang lepek


.


.


Menunjukkan pukul 3 sore, mereka bersiap siap untuk pulang


"Kami duluan ya, daaah.... " ucap Azizah dan Wulan, Marsel dan Misella melambaikan tangan mereka, disusul oleh mereka yang ingin pulang ke rumah


"Seru juga ya kak ngerjain kak Arinska tadi, dia ampe teriak teriak kesel gitu loh gara-gara kakak sama kak Enrico lempar dia ke kolam renang" ucap Misella


"Iya, masa dia gak ikut berenang, sedangkan dia yang bayar uang masuk kita buat renang" ucap Marsel


"Lainkali kita cari waktu yuk, buat ngumpul ngumpul kayak tadi... " ucap Misella


"Cukup bagus, tapi lainkali ya" ucap Marsel yang sedang fokus mengendarai mobil


"Ihhh, harus dong... "


"InsyaAllah... "


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak šŸ‘£šŸ‘£šŸ‘£

__ADS_1


__ADS_2