Pilihan Marsel

Pilihan Marsel
35: Hari pernikahan LaMar [End]


__ADS_3

Note author: maaf jika banyak kekurangan pada cerita, karena author masih pemula šŸ”°


.


Mendekati H-3 pernikahan, Wulan dan Marsel telah bersiap siap, begitupun dengan para keluarga.


Wulan yang sedang mengurus adik adik panti nya dikejutkan oleh suara dering telpon, ia melihat layar hpnya, itu adalah Marsel.


Wulan tersenyum melihat layar hpnya tertulis nama Marsel yang menelponnya, ia kemudian mengangkat telponnya.


"Halo bang, ada apa? " tanya Wulan.


'Wulan, kamu lagi sibuk ngga? Abang mau mampir ke panti nanti sore ya, kita masakin makanan buat adik adik panti yuk? ' ajak Marsel dari telpon.


"Boleh kok bang, nanti Wulan bilang sama adik adik sama kakak kakak panti buat siap siap bantu masak masak nanti sore, Wulan gak sibuk kok hari ini... " ucap Wulan.


'Oke, nanti kalau ada pickup atau mobil yang nganterin bahan makanan diterima ya, nanti abang langsung kesana bareng Misella, ya itu kalau Misella nya mau... ' ucap Marsel.


"Iya bang, gak papa, tinggal datang aja ya nanti... " ucap Wulan.


Pip!


Panggilan berakhir, Wulan lanjut mengurus adik adik pantinya, dan juga ikut mengajak adik adik pantinya untuk belajar.


.


.


Siang harinya, mobil pickup yang dimaksud oleh Marsel datang, Wulan mengajak anak anak panti yang remaja dan dewasa untuk mengangkut bahan bahan makanan yang ada di mobil, hal tersebut dilihat oleh bu Santi.


"Ini kiriman dari siapa, Wulan? " tanya bu Santi.


"Oh iya, maaf ya bu Santi Wulan gak ngasih tau sebelumnya, ini kita dapat kiriman bahan makanan dari bang Marsel, katanya buat dimasak disini terus dibagi bagiin sama adik adik panti disini, bang Marsel juga bilang jangan kasih tau dulu sama ibu, katanya mau kasih kejutan... " jelas Wulan.


Bu Santi tersenyum, ia kemudian mendorong bahu Wulan, Wulan hanya tersenyum.


Beberapa jam kemudian, Marsel dan Misella datang, mereka kemudian disambut oleh anak anak panti kemudian diajak bersama sama di lapangan.


"Waduh, udah disiapin tenda tenda seperti ini buat masak masak, sebelumnya makasih ya buat semuanya... " ucap Marsel.


"Sama sama, kak Marsel... " ucap anak anak panti bersamaan.


Mereka akhirnya memasak makanan bersama, dengan kekompakan dari anak anak panti yang membuat suasana tidak terlalu hambar, malah membuat suasananya menjadi menyenangkan.


Marsel dan Misella dibantu oleh anak anak panti remaja, mereka ikut mengaduk makanan yang sedang dimasak di dalam kuali besar tersebut.


"Nah, sudah jadi ini, ayo sekarang berbaris sama piring piringnya masing-masing ya, biar kebagian... " ucap Marsel.


"Siap kak...! " sorak bersamaan anak anak panti.


Satu persatu makanan disendokkan ke dalam piring masing-masing anak, dengan perasaan senang mereka menerima masakan tersebut dan memakannya dengan lahap.


Melihat suasana tersebut, Marsel menjadi senang, begitupun dengan Misella, mereka juga ikut makan masakan mereka sendiri dengan bersama sama bergabung dengan anak anak panti.


"Masakannya enak sekali, kamu pandai sekali meraciknya, mas Marsel... " puji bu Santi.


"Tidak terlalu kok bu, lagipula bumbunya bumbu giling langsung jadi, diracik sama mama saya, jadinya bisa seenak ini masakannya... " ucap Marsel.


"Wulan, kamu sudah ziarah ke makam orangtuamu sebelum hari acara nikahan kalian dilaksanakan? " tanya bu Santi.


"Belum bu, mungkin besok Wulan akan kesana barengan sama bang Marsel, sudah lama kayaknya Wulan ziarah ke sana... " jawab Wulan.


"Iya bu, tenang saja, besok kami akan datang ziarah ke makam orangtuanya Wulan, saya besok akan menjemputnya pagi pagi untuk ke makam" ucap Marsel.


Bu Santi menganggukan kepalanya, mereka kemudian menikmati kembali makanannya.


.


.


Keesokan harinya, Marsel menjemput Wulan menggunakan motor Misella, Wulan kemudian naik ke motor dan berboncengan dengan Marsel.


"Sudah siap, Wulan? Sudah izin bu Santi? " tanya Marsel.


"Sudah bang, Wulan sudah izin, ini juga bunga sama airnya sudah Wulan bawa" jawab Wulan, mereka berdua kemudian pergi menuju ke makam.


Memakan waktu hampir 20 menit, akhirnya Wulan dan Marsel sampai, mereka menaruh motor mereka di dalam dekat gerbang masuk ke makam.


Wulan menggenggam tangan Marsel, ia berjalan sambil menunjukkan dimana tempat letak makam orangtuanya.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum, abah, emak... " salam Wulan, salam tersebut diucapkan juga oleh Marsel.


Wulan dan Marsel membersihkan makamnya, rerumputan yang ada juga ikut mereka cabut, agar makamnya tidak terlihat rimbun.


"Abang bisa pimpinan do'a? " tanya Wulan.


"Bisa lan, abang yang pimpin do'a ya" jawab Marsel.


Wulan memberikan posisi untuk Marsel, Marsel memimpin doa, kemudian mereka berdua berdo'a untuk kedua orangtuanya Wulan.


Selesai berdo'a, Marsel dan Wulan menabur bunga dan menyiram makam milik kedua orangtuanya Wulan, selesai dari itu semua mereka menatap sejenak makamnya.


"Abah, emak, hari ini Wulan datang kesini, tetapi Wulan ingin kasih tau kabar baik buat emak dan abah. Ini yang disamping Wulan adalah calon suaminya Wulan nanti, Wulan yakin, kalian pasti senang Wulan bisa punya pasangan hidup yang nantinya bisa jagain Wulan... Abah sama emak tenang aja ya di sana, Wulan yakin, calon suami Wulan yang bernama bang Marsel ini akan jagain Wulan sebaik mungkin... Wulan sama bang Marsel pamit dulu ya, abah, emak, assalamu'alaikum... "


Wulan kemudian berdiri, begitupun dengan Marsel, mereka berjalan meninggalkan makam kedua orangtuanya Wulan.


Di saat berjalan, Wulan merangkul lengan Marsel, ia kemudian menahan tangisnya yang ia tahan dari tadi.


"Lan, kamu kenapa nangis? "


"Wulan hanya berpikir saja, gimana nanti saat nikahan kita bang, disaat kedua orangtuanya abang ada dipelaminan, sedangkan yang mewakilkan Wulan pastinya bu Santi... Itu yang bikin Wulan sedih nanti, bang... " isak tangis Wulan.


Marsel merangkul bahu Wulan, ia mengelus punggung Wulan dengan halus.


"Yang sabar ya Wulan... Memang nantinya kedua orangtuanya Wulan gak ada, dan bu Santi yang akan mewakilkan. Tapi abang yakin, bahwa orangtuanya Wulan pasti bakalan hadir dan melihat Wulan yang sudah jadi pasangan abang nantinya. Kita gak bisa melihat mereka, tapi yakin aja, kedua orangtua Wulan pasti bangga Wulan bisa menjadi pasangan hidupnya abang... Yakin aja... " hibur Marsel.


Wulan menganggukkan kepalanya, mereka kemudian naik ke motor dan memutuskan untuk pulang.


.


.


Akhirnya yang ditunggu telah tiba, itulah hari dimana Marsel dan Wulan akan meresmikan hubungan mereka menjadi sepasang suami-istri.


Panggung pelaminan, tamu tamu, keluarga, teman kerja dan kuliah semuanya ikut hadir.


Para penghulu, saksi dan mempelai laki-laki sudah duduk menanti kedatangan mempelai perempuan.


Rasa campur aduk, cemas, panik, gelisah dan grogi sedang dialami oleh Marsel, karena baru saja tadi malam ia mendapat tantangan dari grup anak mudanya itu untuk menantangnya mengucapkan ijab kabul dengan satu tarikan nafas saja, jika kalah, ia akan dilempari 30 telur disaat setelah selesai acara pernikahannya.


Secara bersamaan para tamu memalingkan pandangan mereka, membuat Marsel ikut memalingkan pandangan.


Marsel dan Wulan akhirnya duduk bersama, mereka saling melempar senyum dan berfokus dengan penghulu yang ada di depan mereka.


"Semua sudah siap? Pengantin juga sudah siap? " tanya penghulu, Marsel dan Wulan menganggukkan kepala mereka, ijab kabul segera dimulai dengan do'a dan bermacam wejangan dari penghulu.


Tiba di saat Marsel dan penghulu saling berjabat tangan, Wulan merasa grogi, begitupun dengan Marsel.


"Bismillahirahmanirahim, dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih maha penyayang, disini saya selaku penghulu dari kedua calon mempelai hari ini... Saudara Queretta Marsel, saya nikahkan dan kawinkan engkau, saudara Queretta Marsel bin Queretta Thomas, dengan saudari Wulandari Ningsih binti alm Raisman Al Azhar dengan mas kawin berupa sertifikat rumah dan juga seperangkat alat sholat dibayar tunai... "


"Saya terima nikah dan kawinnya Wulandari Ningsih binti alm Raisman Al Azhar, dengan mas kawin sebuah sertifikat rumah beserta rumah seperangkat alat sholat dibayar tunai! "


"Bagaimana saksi, sah? "


Dengan perasaan deg degan menunggu ucapan resmi dari tamu, Marsel dan Wulan merasakan grogi yang amat parah, mereka menunggu jawaban dari para saksi dan tamu yang ada disana.


"Sah!" ucap saksi dan tamu bersamaan.


Marsel dan Wulan merasa lega, akhirnya detik itu juga mereka sudah menjadi kedua pasangan yang sah.


Penghulu kemudian berdo'a, selesai berdo'a tibalah di saat pemasangan cincin nikah yang ada di meja.


Marsel memasangkan cincin untuk Wulan, kemudian Wulan bersalaman padanya.


Wulan juga memasangkan cincin untuk Marsel, Marsel kemudian mencium kening Wulan dengan lembut.


Sorak bahagia, tangis haru, semua terdengar di acara pernikahan Marsel dan Wulan, mereka kemudian menunjukkan buku nikah dan cincin yang telah dipasang.


Selesai ijab kabul, Marsel dan Wulan digiring untuk sungkeman kepada orangtua mereka, Wulan sudah mengeluarkan air matanya terlebih dahulu, ia hanya bisa sungkeman kepada pengurus panti nya saja, tidak dengan kedua orangtua nya layaknya seperti Marsel.


"Berbahagialah anakku Wulan, ibu yakin, Marsel adalah pria yang baik dan bisa bertanggungjawab kepada kamu, bahagia terus ya nak... "


Wulan menganggukkan kepalanya, ia memeluk bu Santi dengan erat sambil menangis.


Selesai dengan semuanya, alunan lagu mulai terdengar, tamu tamu yang sedang makan ikut menikmati alunan lagu merdu yang dinyanyikan oleh penyanyi jalanan yang sekarang sedang menjelma menjadi MC acara pernikahan Marsel dan Wulan.


Marsel dan Wulan tersenyum sambil menyambut tamu, mereka kemudian bertemu dengan teman teman seperkumpulannya, siapa lagi kalau bukan Arinska-Enrico, Arifin-Azizah, dan sayangnya Misella yang sedang sendirian tanpa Raka, karena Raka sedang dinas ke luar kota sangat lama.


"Wihhh selamat ya bro, akhirnya lo gak jadi bulan bulanan kita lagi, soalnya udah ada pawangnya... " ucap Enrico, Arinska mencubit pinggang Enrico dengan gemas.

__ADS_1


"Kamu pih, gak boleh ejek ejek kak Marsel sama Wulan, bilang Wulan pawangnya kak Marsel. Kamu kira kak Marsel apaan harus dipawangin? " tanya Arinska.


"Ya, makhluk berbahaya bagiku, mih, makanya ku bilang Wulan pawangnya Marsel.... " jawab Enrico.


"Yahahaha, itu yang lagi mode jomblo ngapain? Kasihan sang bebeb nya dinas... " ejek Marsel.


Azizah dan Arifin datang ke atas pelaminan, mereka hampir tidak mengenal Azizah yang sekarang menggunakan cadar.


"Barakallah ya bang Marsel, Wulan, akhirnya kalian sudah menjadi mahram yang sempurna... " ucap Azizah.


Marsel dan Wulan tersenyum, mereka kemudian bersalaman bersama.


Saat fotografer datang, Marsel memanggil fotografer tersebut, ia meminta fotografer tersebut memotret kebersamaan mereka bersama.


"Wih gokil, pas banget, ayo lah kumpul bareng bareng kita cuyy" ucap Enrico.


Dengan posisi berbaris yang rapi, akhirnya sekumpulan anak muda tersebut berfoto bersama.


Dengan pose bebas hingga formal, mereka dengan kompak menunjukkan kesolidaritasan mereka.


Selesai berfoto, Enrico dan Arinska memeluk kedua pasangan tersebut, Enrico secara sembunyi sembunyi memberikan seamplop amplop yang berisi sesuatu untuk Marsel, sedangkan Arinska berjanji dengan Wulan akan memberikan tas tas branded khusus untuk Wulan dan akan diantarkan setelah 2 hari.


.


.


Malam harinya, Wulan dan Marsel memasuki kamar mereka, Marsel membaringkan tubuhnya, sedangkan Wulan sedang mandi di kamar mandi.


"Abang, abang gak mandi? " tanya Wulan.


"Ngga, abang besok aja mandinya, lagian belum bau juga... " jawab Marsel.


Wulan dan Marsel duduk dipinggir ranjang, dengan perasaan grogi dan sunyi tanpa suara, hanya bisa mendengar kesunyian malam itu.


"Lan... " panggil Marsel.


Percakapan dimulai dari Marsel, Wulan merespon Marsel dan menatapnya.


"Iya bang, kenapa? " tanya Wulan.


"Boleh abang sekarang cium kamu? " tanya Marsel.


"Bo... Boleh kok, kemarin kemarin aja kita kan.... "


Dengan cepat Marsel langsung mencium Wulan, Wulan terdiam dan menatap Marsel.


"Emm, boleh sekarang Wulan yang cium abang? " tanya Wulan.


Marsel menyerahkan pipinya kepada Wulan, ia mencium dengan lama pipi suaminya itu.


Marsel menatap Wulan dengan seksama, tampak ada ketertarikan dengan kontak langsung mata mereka, mereka kemudian berpelukan dan mulai berciuman.


Mereka menikmati malam mereka, dengan suara yang tenang tanpa mengganggu.


.


.


Saat itu, akhirnya sudah terjawab, sudah lama menebak, tetapi masih juga ada pertimbangan untuk memilih pasangan Marsel.


Dan pada akhirnya, pilihan tersebut jatuh pada Wulan, Wulan adalah wanita pertama, dan sekaligus menjadi Pilihan Marsel.


[Tamat]


.


.


.


.


Hai semua


Akhirnya sudah taukan siapa pilihan Marsel?


Nah, kali ini author akan mengumumkan bahwa akan sekuel season 4 dari mereka berdua, akan tayang tanggal 8 April 2022


__ADS_1


Semoga tertarik dan terimakasih untuk dukungan nya selama ini 😁


__ADS_2