
Note author: maaf jika banyak kekurangan pada cerita, karena author masih pemula š°
.
Pov Marsel
Lebaran sudah lewat beberapa hari yang lalu, tetapi Misella masih saja merajuk tak jelas padaku ataupun pada pacarnya sendiri, Raka
Bukannya disambut baik seperti dulu, malah kemarin nyuruh aku yang sambut si Raka, emang rata rata cewe itu aneh bin ajaib
"Marsel, ini sarapannya sudah siap"
"Oh iya mah, taruh aja di meja, nanti Marsel makan"
Mama datang membawa nampan berisi sarapan untukku, hari ini kebetulan libur, jadi ku sempatkan untuk beristirahat di rumah
"Gak ada rencana mau liburan gitu, Sel? " tanya mama
"Gak dulu lah, pengen istirahat aja di rumah, tuh si Sela merajuk, kurang seru liburan gak ngajakin dia" jawabku
"Ohh, merajuk gara-gara lebaran kemarin ketemu sama Raka ya? "
"Ya jelaslah, Misella juga gak seharusnya kayak gitu sih sama Raka. Marsel juga tau, habis pulang dari tes harusnya Raka harus istirahat dulu, ini dia malah nekat berusaha mau lebaran ke rumah kita buat ketemuan sama Sela" ucapku
"Iya juga sih, tapi usahain dong bujukin dia, biar gak merajuk lagi gitu"
Apa? Mama menyuruh ku? Kan itu Misella sendiri yang merajuk tidak jelas, kok harus aku yang bantu bujukin dia
"Gak lah, dia sendiri yang merajuk gak jelas, biarin aja dulu, nanti bosen sendiri dia. Mama kan tau cewe muda jaman sekarang"
"Ya bantuin lah bujukin dia, masa mau liat muka jutek dia terus, sekalian bantuin aja Raka sama Misella nya baikan, diajak jalan gitu atau camping... "
Terbesit ide setelah adanya saran dari mama, bagusnya mungkin berkemah bersama sama saja, biar bisa merasakan suasana malam dengan api unggun di tengah-tengah tenda, terasa seperti nostalgia di masa SMA saja
"Hmmm boleh juga idenya mah, selagi bisa kumpul kumpul sama adek adek, boleh juga tuh kemah. Toh, Marsel juga jarang mendaki gunung lagi sama temen-temen kayak masih kuliah dulu, mayanlah ada tenda buat pelengkapnya" ucapku
"Udah, kasih kabar gih sama Raka atau temenmu, biar mama siapin bumbu dan dagingnya"
"Istimewa banget bawain daging mah, kami bisa beli yang instan aja kok, misalnya mi instan gitu" ucapku
"Dih, kamu kira kamu sama adek adekmu aja yang kemah? Mama sengaja bawain daging ya buat mama sama papa juga lah, kan bisa sekalian liburan juga, udah lama banget soalnya gak liburan"
Ohh, ternyata ada tujuan lainnya juga toh, ya gak papa lah, lagian kami sekeluarga jarang sekali liburan, paling liburan kerjaannya santai santai saja dirumah
"Okelah mah, yuk siapin dari sekarang aja, masalah Sela nanti bisa Marsel aja yang ngakalin nya"
Mama keluar dari ruangan, kubuka kunci layar hpku dan langsung ke aplikasi chat untuk mencari nomor Raka
Aku mulai menelpon, menunggu nya untuk mengangkat panggilan dariku
'Halo kak... '
"Halo ka, kamu masih istirahat di rumah kan? "
'Iya kak, ada apa ya? '
"Mau kemah sama sama ngga? Yang lain juga ngikut, termasuk tante Salma juga"
Terdengar dengung dari telpon, sepertinya Raka sedang berpikir
"Ayolah ka, nanti sambil baikan sama Sela, mau kan? " tanyaku
'Seriusan nih kak? '
"Kapan gak serius gua, Raka, lu tinggal mau atau ngga? Simpel"
'Okelah kak, aku ikut, nanti bantuin aku ya kak buat baikan sama Misella.. '
"Beres lah itu, jangan lupa besok kita pergi, gua jemput lu, biar kita sama-sama barengan perginya"
'Oke oke kak, makasih sebelumnya, aku bakalan siap siapin barang barang dulu'
Pip! Panggilan berakhir, aku menginformasikan hal ini ke grup yang sempat dibuat oleh Misella, ada ada saja anak muda, bikin grup tapi kalau bermasalah sama satu orang di keluarkan
Jangan tanya ulah siapa, yang pasti Misella yang kesal dengan Raka dan ditendang keluar dari grup
.
Pov author
Keesokan harinya, Marsel, Thomas, Salma dan Misella sudah bersiap siap untuk berkemah ke puncak, Thomas dan Salma akan berangkat duluan, sementara Marsel dan Misella menjemput teman teman mereka yang ingin ikut
"Sela, jangan cemberut terus, nanti ketemu sama Raka gak bagus loh kalau dibawa cemberut.... " ucap Marsel
"Peduli amat, muka muka aku, diri diri aku, untuk apa dia mau lihat Sela senyum terus?! Bodoamat" acuh Misella
Marsel menggeleng kepalanya, tampaknya Misella benar-benar masih marah dengan Raka
Rumah pertama menuju ke rumah Azizah, kebetulan sekali Azizah akhirnya diizinkan untuk pergi berkemah, karena bu Rahma telah mempercayai Marsel dapat menjaga anaknya
Marsel turun dan membantu Azizah mengangkat barang barangnya ke dalam mobil, ia meletakkan barang barang milik Azizah di bagasi mobil
"Ibu, Azizah pergi dulu ya, assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam, nanti kalau sudah sampai kasih kabar ya... "
__ADS_1
Setelah beberapa kilometer dari tempat tinggal Azizah, mereka datang ke kostan Wulan, Marsel turun lagi untuk membantu Wulan mengangkat barang barang milik Wulan
"Eh bang, gak usah... " ucap Wulan
"Gak papa, lagian juga cewe gak boleh ngangkat berat berat, langsung aja kamu ke mobil, masalah barang barang kamu biar aku yang bawa" jelas Marsel
Mendengar hal tersebut, Wulan merasa terbawa perasaan, ia menganggap Marsel benar-benar peduli padanya
Rumah ketiga yaitu menuju ke rumah Raka, Raka yang sudah siap siap di depan teras rumahnya langsung mengangkut barang barangnya ke dalam mobil, tak lupa juga Marsel ikut membantunya
"Gak usah kak, Raka bisa ngangkutin barang barangnya Raka sendiri" ucap Raka
"Okelah, nanti langsung naik ya ke mobil" ucap Marsel
Selesai menjemput semua orang yang telah dituju, mereka akhirnya langsung pergi ke puncak untuk menyusul Thomas dan Salma yang telah pergi duluan ke puncak
"Sela, tuh ada Raka di belakang, sambut dong dia nya, masa didiemin aja" goda Marsel
"Gak, gak mau" tolak Misella
"Ada apa, Sela? Tumben kamu gak sambut si Raka? " tanya Azizah
"Ada pokoknya, yang terpenting sekarang Sela gak mau" jawab Misella
Marsel melihat raut wajah Raka dari kaca spion, tampaknya Raka tak tau lagi cara untuk berbaikan dengan Misella
.
.
.
Sesampainya di puncak, Marsel memarkirkan mobil di parkiran mobil yang telah disediakan, ia kemudian turun dan mengangkut barang-barang yang ada di dalam bagasi
Marsel mengeluarkan satu satu barang yang ada di bagasi, secara tiba-tiba Misella mengambil langsung barang barangnya sendiri, berusaha agar Raka tidak membantu nya
"Aku bisa sendiri, gak usah" ucap Misella
Misella pergi duluan, sedangkan yang lain menyusul, masing-masing membawa barang barangnya sendiri
Terlihat Wulan kelelahan membawa barangnya, ia merasa bersalah sendiri karena banyak membawa barang barang, seperti selimut tebal dan tipis
"Sini kubantu, keberatan kayaknya" ucap Marsel
"Gak usah bang, lagian juga abang bawa tas yang digendong, keliatannya juga berat kayaknya" tolak Wulan
"Sini, gak usah takut, bisa kok"
Marsel mengangkut satu barang milik Wulan, ia yang hampir terjatuh dengan tasnya seketika ditahan dari belakang oleh Wulan
"Oke... "
Akhirnya setelah perjalanan yang sulit mereka semua sampai, mereka bertemu dengan Salma dan Thomas yang sedang memanggang daging
"Oh hai anak anak, udah sampe nih? " tanya Salma
"Iya mah, capek soalnya jalan terus ngangkat barang barang" ucap Marsel
"Loh mobil di mana, Sel? " tanya Salma
"Dibawah mah, ditempat parkiran, kok mama sama papa bisa bawa panggangan nya kesini? "
"Iyalah bisa, tuh mobilnya ada disana"
Salma menunjuk ke arah tempat mobil diparkir, tak jauh dari tempat ia menaruh tenda.
"Yah, tau tadi samaan aja parkirnya, mama gak kasih aba aba sama Marsel sih" keluh Marsel.
"Loh, kamu gak lihat HP kamu emang? Mama udah kirim pesan sama kamu, kamunya aja yang gak baca pesan dari mama" ucap Salma.
Marsel merogoh kantongnya dan melihat layar hpnya, betul Salma sudah mengirimkan pesan bahwa parkir mobilnya masuk saja sampai ke tengah puncak.
"Yaudah lah, besok bisa bisa Marsel ngakalin nya gimana tuh mobil" ucap Marsel sambil memasukkan hpnya ke dalam kantong.
Mereka semua memasang tenda, tak lupa juga Marsel membantu mereka.
"Izah suka kemah ya? Ini sampai punya tendanya sendiri" tanya Marsel sambil memasang tenda milik Azizah.
"Iya bang Marsel, dulu jaman SMA suka kemah sama temen ke luar kota buat mendaki gunung, kini aja gak lagi, soalnya sering ikut pengajian sama ibu ke masjid sama sering ngikut tahfidz, mana juga sama kuliah juga" jelas Azizah.
.
.
Selesai membereskan tenda, mereka berkumpul untuk memasak makanan yang telah dibawa, mereka duduk melingkar dengan api unggun yang ada di depan mereka.
"Wih enak banget nih masakannya tante, bikin nagih banget" puji Raka.
"Hahaha, itu si Sela juga bantuin tante racik bumbunya, enak kan racikan nya? " tanya Salma.
"Iya, Sela, enak banget masakan kamu loh" puji Raka, Misella melihat itu merasa bersalah, karena telah mendiamkan Raka sampai berhari-hari.
Malam harinya mereka mulai bergegas untuk masuk ke tenda, Wulan merasa kebingungan, ia ingin menumpang di tenda mana, sedangkan Azizah dan Misella berdua, dan tendanya tidak muat untuk tiga orang.
"Kenapa Wulan? "
__ADS_1
Wulan membalikkan pandangannya, ia merasa malu ingin menyatakan yang sebenarnya.
"Wulan gak punya tenda, bang, sama Azizah dan Misella tendanya gak muat untuk bertiga" ucap Wulan dengan menahan malu.
"Oh, kalau gitu kamu pakai aja tenda punya abang"
"Loh, kalau abang.... "
"Gak papa, paling nebeng sama Raka, udah pake aja tendanya, barang barangnya langsung aja ditaruh di dalam tenda nya" ucap Marsel.
"Makasih ya bang, maaf ngerepotin" ucap Wulan.
"Ya, santai aja, dah malem ayo segera tidur"
Mereka akhirnya masuk ke dalam tenda, sebagian langsung tidur, sedangkan Wulan yang berada di dalam tenda milik Marsel tersenyum senyum sendiri kemudian tidur.
.
.
Menunjukkan pukul 11 malam, Misella terbangun dari tidurnya, ia melihat Azizah telah tidur dan ia memutuskan untuk keluar dari tenda untuk mencari angin malam sejenak.
Diluar tenda, ia menemui Raka yang sedang memainkan gitar, dengan api unggun yang masih menyala di tengah.
"Yang... "
Raka menoleh ke belakang, ia menyuruh Misella duduk di kayu balok.
"Kok belum tidur, beb? " tanya Raka pada Misella, Misella duduk dan memegang tangan Raka.
"Yang, maafin aku ya untuk beberapa hari ini, aku gak menghargai kamu yang lagi berjuang ngejar cita cita kamu selama ini... " ucap Misella.
Raka menaruh gitarnya di tanah, ia kemudian menggenggam tangan Misella.
"Harusnya aku yang minta maaf, karena habis lulus SMA gak ngasih tau kamu dulu kalau aku tuh mau ngikut tes TNI dari kemarin, karena kak Marsel bilang takut aku ngeganggu kamu yang lagi sibuk ujian di kampus. Jadinya aku langsung ikut tes tanpa izin dan ngasih kabar sama kamu kemarin, dan juga kamu tau Sela? Aku lulus tes... " jelas Raka.
"Seriusan ka?! Congrats ya! " ucap Misella.
"Sekali lagi maaf ya ka, udah diemin kamu kemarin, memang bener aku harus dukung kamu, karena dulu sempat janji bakal dukung kamu ke hal yang positif, tapi karena merajuk gak jelas jadi kamu kayak gini.... " sambung Misella.
"Gak papa, aku juga minta maaf ya.... "
Misella dan Raka tersenyum, mereka berbaikan dan berpelukan.
Di tengah puncak, mereka melihat ada dua pasangan, Raka dan Misella merasa penasaran dan mereka melihat dari kejauhan.
"Sela, itu cewe sama cowo ngapain ya? " tanya Raka.
"Gak tau, tontonin aja dulu kalau gitu... "
Secara tiba-tiba mereka melihat kedua pasangan tersebut berciuman, Raka dan Misella menjerit geli dan tertawa melihat nya.
"Wah gila! Ciuman dong mereka! " ucap Raka.
"Hahahaha, kocak! " ejek Misella.
Mereka berdua tertawa, hingga mereka akhirnya saling bertatapan.
"Mau kayak mereka, ka? " tanya Misella.
"Eeh... " ragu Raka.
"Mumpung gak ada yang lihat, lagipula untuk first kiss kita... "
Raka dan Misella bertatapan, mereka berdekatan dan saling memuji.
"Makasih ya ka, udah bertahan sama sikap aku yang kayak gini, i love you" ucap Misella.
"Makasih juga Sela, udah mau sama aku, walaupun kita beda umur... "
Mereka akhirnya berciuman untuk yang pertama kali, hari itu dan malam itu akhirnya Raka dan Misella berbaikan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak š£š£š£
__ADS_1