Pilihan Marsel

Pilihan Marsel
26: Terasa sepi


__ADS_3

Note author: maaf jika banyak kekurangan pada cerita, karena author masih pemula šŸ”°


.


"Arinska dan Enrico... Hah?! Jadi kakak.... "


"Mohon do'a restu dan kehadiran kalian ya di acara pernikahan kami berdua, kami bakalan nungguin kalian datang... " ucap Arinska dengan semangat.


Kemudian muncul Enrico dari sebelah Arinska, ia kemudian merangkul bahu Arinska dan mencium pipi Arinska.


"Datang ya, nanti kami kasih tempat duduk VIP buat kalian, jadi bukan keluarga aja yang dapat, kalian juga bisa dapat pokoknya... " ucap Enrico.


Marsel, Misella, Raka dan Azizah hanya menatap kedua pasangan tersebut, mereka kemudian memberi tepuk tangan untuk kedua pasangan tersebut.


"Selamat ya, kak Arinska dan kak Enrico, kalian sebentar lagi bakal jadi kedua pasangan yang menjadi satu, kami bakal datang deh" ucap Raka.


"MasyaAllah, selamat ya Arinska, maaf yang sebelumnya ya, Azizah minta maaf" ucap Azizah mendekati Arinska.


"Ya gak papa izah, selamat ya, kamu nanti bisa perjuangin kak Marsel, kamu yang bakal jadi pilihan kak Marsel nantinya, jaga kak Marsel ya.... " ucap Arinska dengan tersenyum.


Azizah merasa tidak enak, ia kemudian memeluk Arinska dengan erat.


"Iska, aku bakalan rindu masa masa kita dulu sering rebutan kak Marsel, nanti kalau kamu udah nikah semua itu bakalan jadi kenangan terindah buat kita berdua, jaga diri ya.... " ucap Azizah dengan suara serak akibat menangis.


"Iya izah, tenang aja, aku bakalan siap buat jagain bestie kamu ini, kamu perjuangin tuh si Marsel ya, jangan buat kita berdua kecewa... " ucap Enrico.


"Aihhh kalian.... Aku lagi sedih loh kalian mau pergi secepat itu, ngumpul ngumpul pasti jarang nanti, bakalan rindu masa masa itu... " ucap Azizah.


"Yaudah, sini izah, kami peluk aja, biar kangennya kamu bakal berkurang.... "


Arinska dan Enrico sudah membentang kedua tangan mereka, meminta Azizah untuk datang ke pelukan mereka.


Azizah dengan tidak ragu langsung memeluk kedua pasangan tersebut, Arinska dan Enrico memeluk Azizah dengan erat.


Suasana menjadi sendu, Raka dan Misella menangis melihat kesedihan Azizah, sedangkan Marsel hanya bisa menatap suasana sendu itu.


"Lihatlah yang, ada orang yang gak peka sama keadaan, mau sedih mau marah dia tetap diam aja, lama-lama bisa jadi patung dia" sindir Misella.


"Kamu nyindir kakak, Sela? " tanya Marsel.


"Siapa bilang? Aku nyindir orang lain, aku juga gak nyebut namanya, tapi dia sadar akhirnya dia ngeh dengan apa yang disebut. Harusnya bertindak lah ya, bukannya diam aja menikmati makanan nya" jawab Misella.


Marsel merasa tersinggung dengan ucapan adiknya ia langsung mendekat ke arah Arinska dan Enrico kemudian memeluk keduanya.


"Selamat untuk kalian berdua, kami bakalan datang ke sana nanti.... " ucap Marsel sambil memeluk kedua pasangan tersebut.


"Makasih kakakku... " ucap Arinska.


Arinska memegang pipi Marsel kemudian menciumnya, begitupun dengan Enrico.


Marsel yang terkena cium pipi dari Enrico segera menyingkir, ia merasa jijik ketika dicium Enrico.


"Apaan sih ric?! Jijik tau gak?! " ucap Marsel dengan nada kesal.


"Ohhh, berarti kalau Arinska yang cium gak papa ya? Wah, parah lo, Sel" ucap Enrico.


"Masalahnya, Arinska tuh masih tetap jadi adek gua, lah elu, sahabat gua, cowok juga, gimana gak geli gua dicium sama elu? " tanya Marsel.


Misella, Raka dan Azizah yang awalnya menangis, berubah menjadi tertawa, karena mereka melihat kerandoman dari Marsel dan Enrico.


"Yaudahlah Sel, anggap aja itu cium pipi yang terakhir sebelum gua ganti status, semoga nyusul sama Azizah ya Sel.... " ucap Enrico dengan nada mengejek.


"Berisik lu, udah ayo masuk dulu" ucap Marsel.

__ADS_1


"Gak usah Sel, gak usah repot repot, lagian juga kita mau ke tempat lainnya lagi buat kirim undangan, soalnya kalau nitip sama orang gak bisa amanah kecuali kita sendiri yang anter, mayan lah bisa sambil jalan jalan sama calon istri... " ucap Enrico.


"Oh iya, ya kalau begitu hati hati ya di jalan, selamat berganti status hari sabtu nanti.... " ucap Marsel.


"Daaaah... " ucap Enrico dan Arinska bersamaan, mereka kemudian pergi dari rumah keluarga Thomas.


Marsel kembali duduk dan menikmati nugget nya, mereka sunyi sebentar dan Raka yang memulai pembicaraan.


"Gak nyangka ya, kemarin kak Arinska yang suka datang nyari kak Marsel, sekarang udah mau jadi istrinya kak Enrico, bakalan sepi tongkrongan kita nanti karena berkurang dua orang... " ucap Raka.


"Aihhhh Raka, gak usah ngomong kayak gitu lah, aku nanti jadi kangen sama Arinska... " ucap Azizah dengan nada sedih.


"Iya beb, aku juga bakalan kangen sama kak Arinska, apalagi pas dari dia SD sampai kemarin yang suka ngejar ngejar kak Marsel, jadi saingan terus sama kak Azizah sampe kemarin akhirnya itu terakhir kak Arinska jadi saingan kak Azizah. Ingat kak izah, perjuangin kak Marsel... " ucap Misella.


"Sela, sekarang bukan waktunya buat perjuangin itu, tapi waktunya untuk merindukan masa masa bersama Arinska, ihhh jadi pengen nangis lagi deh... " ucap Azizah dengan suaranya yang menahan tangis.


"Udah, cup cup, jangan nangis lagi ya kak, nanti kita dateng ke tempat nikahan kak Arinska nya ya kak, sabar ya... " ucap Misella.


.


.


Setelah beberapa minggu berlalu, semua orang yang diundang sebelumnya sudah siap.


Marsel, Misella, Raka dan Azizah menaiki satu mobil bersama, mereka menuju ke tempat pernikahan Arinska dan Enrico.


Misella tampak menelpon seseorang, tetapi tidak sama sekali dibalas, maupun telponnya diangkat.


"Nelpon siapa kamu, Sela? " tanya Azizah.


"Nelpon Wulan, kak izah, beberapa minggu ini, udah hampir sebulan, Wulan gak kasih kabar sama Misella. Di kampus aja Wulan udah ngambil jam malam untuk kuliahnya, jadinya mungkin Wulan sengaja buat ngindarin Misella sementara waktu deh, kak izah... " ucap Misella dengan nada sedih.


"Itu semua gara gara yang ngemudi mobil di depan tuh, udah hampir sebulan gak ada niatan mau minta maaf sama temannya Sela, kak izah, kalau bukan orang dekat, udah aku remas tuh mukanya! " sambung Misella dengan nada kesal.


"Iya, nanti kakak bakalan minta maaf sama temanmu, Sela... " ucap Marsel yang fokus berkendara.


Sesampainya di tempat yang telah tertera di surat undangan, mereka berempat keluar dari mobil, kemudian menuju ke dalam.


Hiasan yang tersusun cantik, serta suasana pernikahan yang berada di outdoor, ditambah cuaca yang indah membuat acara pernikahan Arinska dan Enrico terkesan natural tapi elegan.


Mereka berempat melihat Arinska yang tampil beda, menggunakan gaun pengantin berwarna biru laut, ditambah lagi dengan riasan wajah dewasa namun natural, membuat Arinska menjadi pusat perhatian siapapun yang melihat nya.


"Kak iska... "


Arinska yang mengobrol seketika terhenti, ia mendengar seseorang memanggilnya, itu adalah Misella yang berjalan ke arahnya.


"Sela... "


Arinska dan Misella berpelukan, begitupun dengan Azizah yang datang dan ingin memeluk Arinska.


"Aihhhh, kak Arinska cantik banget dehh, gak sabar pengen nyusul.... " ucap Misella sambil menatap Raka.


Tiba-tiba datang Marsel, ia memegang kepala Misella dan sesekali menjitaknya.


"Auhh! Sakit! " ringis Misella.


"Apaan mau nikah nikah, selesaikan dulu kuliah kamu, baru kamu bisa nikah. Dan juga, kamu gak boleh langkahin kakak, apalagi kakak kan cowok, bisa aja kakak minta yang macam macam sama Raka" ucap Marsel.


"Makanya nikah! Aku gak mau nungguin kakak terus! Mama papa juga gitu, gak mungkin nunggu kakak mau nikah. Kakak gak normal ya? " tanya Misella.


"Hahahaha, sabar Sela, kakakmu bukannya gak normal, tapi memang seleranya mahal" jawab Enrico sambil menggandeng bahu Arinska.


"Apaan sih ric, jangan gitulah... " ucap Arinska.

__ADS_1


"Yaudah deh, eh kalian makan dulu lah, nanti kita foto foto" ucap Enrico.


Marsel, Misella, Raka dan Azizah segera ke prasmanan, mereka mengantri dan mengambil makanan yang ada di prasmanan.


Di saat makan, Enrico dan Arinska dipersilahkan untuk dansa bersama, kedua pasangan tersebut menaiki panggung dan lagupun dimulai.


Dansa yang pelan nan anggun, membuat Enrico dan Arinska menjadi selaras, mereka berdansa dengan indah dengan ritme lagu yang seirama dengan dansa mereka.


"Jadi kangen sama mereka nantinya deh, udah berkurang aja anggota kumpul kumpul kita. Nanti siapa lagi ya yang nyusul? " tanya Azizah.


"Kak Marsel aja yang duluan, kalau kita yang duluan dia gak bakal mau nikah, aku yakin kak Marsel sengaja nunggu kita yang duluan, biar dia gak ditanya tanya terus sama kita kapan dia mau nikah" jawab Misella sambil menikmati es biru nya.


"Sindir terus, daritadi perasaan nyindir aku terus" kesal Marsel.


"Hahahaha, sabar ya beb, denger kata kak Enrico, kak Marsel bukannya gak normal, memang seleranya kak Marsel itu mahal, jadi kita cari cewek kaya buat kak Marsel" ucap Raka.


"Gak mempan, buktinya kak Arinska juga cewek kaya, gak ada sama sekali kak Marsel mau ngejar dia" ucap Misella.


"Kalian semua, ayo sini.....! " teriak Enrico dari pelaminan.


Marsel, Misella, Raka dan Azizah berdiri dari kursi mereka, mereka kemudian mendekati kedua pengantin tersebut yang mengajak mereka berfoto bersama.


"Ayo semua berbaris rapi.... Ya, satu, dua, tiga.... "


Jepretan dari kameramen, mereka berenam berbaris rapi.


"Gaya bebas ya boleh, satu, dua, tiga..... "


Marsel, Misella, Raka, Azizah, Enrico dan Arinska memulai gaya bebas mereka, ada yang bergaya konyol, romantis, ada juga yang hanya diam seperti batu, contohnya Marsel.


"Udah ya, kami ngejar waktu buat pulang ke rumah, jangan sampai terlalu sore kami pulangnya... " ucap Misella.


"Kok gak lama lama? Biarin aja lah sampe sore, kalian nginep aja di hotel, masalah bayarin nya biar kami yang atur" ucap Arinska.


"Gak lah, makasih ya kak, kak Enrico jagain kak Arinska baik baik ya, awas kalau ngga" ancam Misella.


"Tenang aja Sela sayang, kakakmu ini akan kakak jaga sebaik baiknya, jangan khawatir... " ucap Enrico.


"Kami pulang ya, makasih, jaga diri baik baik ya... " ucap Azizah.


"Dadah... " ucap Arinska dan Enrico bersamaan.


Misella, Raka dan Azizah membalas perpisahan tersebut, mereka kemudian menuju ke mobil untuk pulang.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa tinggalkan jejak šŸ‘£šŸ‘£šŸ‘£


__ADS_2