Pilihan Terbaik

Pilihan Terbaik
1. PT - Dira Melody


__ADS_3

Langkah kaki yang tidak bersemangat menemaninya memasuki gerbang sekolah, bukan tanpa alasan dia berjalan seperti itu karna saat ini lagi dan lagi ia harus menurutu keinginan orang tuanya bersekolah di SMA X sedangkan sebenarnya bukan sekolah itu yang ia inginkan.


Dira memang selalu menuruti keinginan orang tuanya, bahkan yang tidak ia suka sekalipun akan ia lakukan semata-mata karna orang tua, namun jauh di dalam lubuk hatinya banyak hal yang ia pendam salah satunya keinginan memilih pilihan hidup apapun itu.


Disana ia bertemu beberapa teman baru, dia duduk disamping teman semasa SMP bernama Evan, Dira dan Evan berteman baik bahkan rumah merekapun berdekatan. Semenjak Dira sekelas dengan Evan, Evan selalu menjaga Dira dengan baik layaknya adik sendiri dan Dira pun tak menyangkal bahwa Evan memang selalu baik dan melindunginya.


Dua bulan berlalu dan hari ini ialah pemilihan ketua Osis, Evan menyalonkan diri sebagai calon ketua Osis, ada Levy kakak kelas mereka yang juga ikut menyalonkan diri, namun seketika salah satu guru Sejarah masuk ke kelas mereka namanya Buk Ros dan dia memanggil Dira.


"Dira persiapkan diri kamu, karna kamu saya tunjuk menjadi calon ketua Osis mewakili siswa perempuan" ujar Buk Ros dengan tegasnya, seketika membuat Dira terkejut dan ingin melolak.


"Tapi buk kenapa harus saya?" tanya Dira dengan muka bingungnya.


"Karna dari kebanyak murid kelas sepuluh, hanya kamu yang saya lihat memiliki bakat pemimpin" Buk Ros menatap Dira dengan senyuman.


Dira hanya mengangguk dan tersenyum mendengar ucapan Buk Ros, dengan segudang kegundahan Dira berfikir "apa yang akan aku katakan dan bahkan aku tidak membuat konsep tentang apa yang akan ku majukan di sekolah ini" gumamnya dalam hati.


Tepat pukul 08.00 WIB semua siswa memenuhi seisi lapangan dengan suara obrolan dan candaan mereka, seketika kedatangan kepala sekolah di tengah lapangan membuat mereka menghentikan obrolannya.


"Saya selaku kepala sekolah SMA X akan mendengarkan beberapa orasi dari calon ketua osis masa 2017/2018, saya harap semua siswa bisa mendengarkan dan memilih dengan baik calon ketua osis di sekolah kita" ujar kepala sekolah berbicara dengan di akhiri dengan senyuman.


Acara orasi ini dilanjutkan oleh Kepala Bidang Kesiswaan Bapak Budi "calon ketua Osis yang pertama Levy, untuk Levy di persilahkan."


Levy adalah murid kelas XI dia terkenal dengan pria pendiam dan cerdas, levy maju ketengah lapangan dan memulai orasinya hampir semua perempuan bertepuk tangan dan bersorak girang setelah orasi Levy.


"Dan calon ketua Osis yang ke dua Evan di persilahkan" ujar pak Budi.


Evan maju dengan penuh percaya diri, mulai berorasi dengan segala kemampuannya menuangkan pemikiran maju untuk di dengar para siswa dan sama seperti Levy para siswa bertepuk tangan dan memuji kepandaian Evan saat berbicara.


"Dan calon ketua Osis yang terakhir, satu-satunya wanita Dira Melody di persilahkan."

__ADS_1


Pak Budi memanggil Dira untuk maju ketengah lapangan, Dira berdiri dan memajukan langkah dengan parasnya yang cantik, tidak terlalu tinggi, kulit kuning langsat, bola mata yang hitam, rambut di bawah bahu dengan sedikit bergelombang di ujungnya berhasil membuat orang berubah mejadi fokus dengan dirinya.


Deg deg deg ada salah satu yang berpacu di dalam tubuh Dira, jantungnya berdegup kencang dan sampailah ia di tengah-tengah lapangan.


"Assalamualaikum dan semangat pagi, tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta, perkenalkan Nama saya Dira Melody Pradipta" para siswa siswi tertawa dan bertepuk tangan girang, ada senyum yang gelisah di raut wajah Dira.


"Saya berasal dari kelas X A saya berdiri di sini mewakili suara siswa perempuan sebagai satu-satunya calon ketua Osis perempuan di Sekolah ini, Visi saya memajukan prestasi dari segala bidang menjadikan SMA ini dikenal dengan siswa yang multi talent, Misi Saya yaitu akan lebih bergerak kepada eskul di bidang kesenian baik itu senam, tari, musik dan segala eskul yang sebelumnya belum terselenggarakan di sekolah ini. Akan lebih menjunjung tinggi kebersihan, musyawarah dalam memecahkan masalah, kedisiplinan, dan cara menjaga nama baik di luar sekolah. Saya harap teman teman sekalian bisa mendukung program saya dan melaksanakannya jika saya terpilih, sekian Orasi saya pagi ini, semangat selalu Wassalamualaikum wr wb" hufft Dira menghela nafas akhirnya satu lapangan ini berhasil dikuasai oleh dirinya.


Sorak gembira tepuk tangan memenuhi suara di lapangan dia tetap berdiri dan kedua calon ketua Osis tadi maju di berdiri di samping Dira, para siswa mulai menulis nama pilihannya di kertas yang sudah di sediakan.


"kamu hebat Dira" ucap Evan dengan semangat, karna walaupun menjadi saingan setidaknya Evan senang karna temannya ini mampu bersaing secara sehat.


"tapi aku tidak sehebat mu Van, aku yakin kamu yang menang" ucap Dira dengan senyuman kembali menyemangati temannya itu, dan Levy pun ikut tersenyum serta memperhatikan Dira seperti terhipnotis dengan gadis itu.


Setelah kurang lebih 1 jam perhitungan suara pemilihan ketua Osis, akhirnya selesai dengan total suara :


Evan : 180


Dira : 177


Akhirnya Evan resmi menjadi Ketua Osis, Dira menjadi wakil 1, dan Levy menjadi wakil 2, "selamat Van, aku akan selalu mendukung mu dalam setiap programmu" ucap Dira yang sangat senang akhirnya temannya itu menjadi ketua, karna jujur saya Dira memang belum begitu ingin di posisi itu.


"akupun begitu" ucap Levy yang sembari bersalaman dengan Evan dan Dira.


"Terimakasih untuk suport nya, yuk Dira kita ke kelas ada yang ingin ku bicarakan" ucap Evan dengan menarik tangan Dira meninggalkan Levy yang bermuka kebingungan.


Karna kuatnya Evan menarik Dira, Dira yang sedikit berlari menabrak seorang laki-laki lebih tepatnya kakak kelas mereka, sontak Dira terkejut dan merasa sakit di bahunya


"Awh, Evan! kenapa kamu menarikku, dasar aneh" celoteh Dira dengan muka masamnya sambil memegang bahu yang tertabrak kakak kelas itu.

__ADS_1


Di jarak yang hanya satu meter, laki-laki yang ia tabrak juga memegang bahunya merasa sedikit sakit "awh, maaf apakah sakit?" tanya lelaki itu seraya khawatir dengan gadis yang ia tabrak.


"Tidak usah minta maaf kak, aku gak apa-apa yang salah dia nih (sambil menujuk Evan) menarik-narik tanganku" ucap Dira yang saat itu memang sedikit sakit namun masih bisa ia tahan namu rasa malu justru lebih besar.


"Maaf ya kak, aku sangat terburu-buru" ujar Evan dengan muka memelas.


"Tidak apa-apa lain kali hati-hati" ucap kakak kelas tadi seraya tersenyum kepada mereka.


Dira berjalan di belakang Evan, laki-laki tadi seperti terhipnotis melihat Dira tanpa berkedip sedikitpun sampai punggung Dira tak terlihat dan dia tetap terseyum.


Hari ini Dira rasanya ingin marah pada temannya itu, Evan memang seperti itu Heboh kalau kata Dira, dan apapun itu yang ia lakukan selalu dengan terburu-buru.


"Ada apa sih Van?" ucap Dira dengan muka yang kesal.


"Aku kagum dengan mu, kau berhasil membuat Levy kakak kelas yang terkenal cuek itu seperti terhipnotis memperhatikan mu" ujar Evan dengan gaya hebohnya.


"Kalau cuma mau bilang itu gak usa tarik-tarik dong, aku juga tahu" jawab Dira.


"Tapi teman-teman bilang dia selalu cuek, dingin, dan tak memperdulikan orang yang suka dengannya" celetuk Evan.


"Masa bodo" jawab Dira seraya meninggalkan Evan di kelas dan pergi menuju kantin.


📚


Hai readers Novel ini dalam tahap revisi karna beberapa Bab akan di gabung menjadi satu,


jangan lupa kasih Vote dan tinggalkan jejak,


salam manis author.

__ADS_1


Indie Q


Ig : Nindi.indi


__ADS_2