
Setelah kejadian malam itu bebrapa hari ini Angga makin sibuk dengan kerjaannya. Kadang juga ia selalu pulang malam ke Apartemen. Dira makin gusar dibuatnya, awalnya ia masih bisa memaklumi pekerjaan Angga tapi dalam 1 minggu ini Angga sudah banyak berubah. Kadang juga Angga lebih memilih makan siang bersama clien atau teman-temannya dibanding dengan Dira.
Malam itu Angga pulang pukul 01.00 dinihari, Dira yang sebenarnya belum tidur namun berpura-pura tidur dan memejamkan matanya. Sudah 2 hari ini dira tak datang ke kantor, suasana hatinya sangat tak baik. Dan sampai saat ini pun Sam belum juga memberikan kabar tentang apa yang diperbuat suaminya diluar sana. Entahlah Dira sungguh bingung dengan keadaan ini.
Akhirnya disuatu pagi, ia tak menemui suaminya di kamar, dapar, kamar mandi dan ruang kerjanya. Ia berfikir
Angga sudah bangun dulu untuk pergi ke kantor. Dengan keadaan emosi yang memuncak ia mengemasi barangnnya memasukkannya kedalam koper, dan ketika ingin keluar dari Apartemen dengan koper di tangan kanannya. Ada sekelompok orang menyekapnya orang tersebut berpakaian serba hitam tapi mereka seperti perumpuan bukan laki-laki. Ada 3 wanita yang memeganginya dan mengangkatnya memasukkan Dira kedalam mobil.
Dira tak henti-hentinya bersorak, akhirnya mereka memberikan obat penenang tapi dengan dosisi sangat
rendah yang sudah mereka siapkan disapu tangan wanita tersebut. Setelah Dira pingsan dan tak tubuhnya melemas mereka membawanya kesebuah hotel dan menggotongnya menasuki sebuah kamar.
Didalam kamar tesebut Dira yang pingsan mulai di makeup dan di dandani layaknya seorang putri kerajaan. Setelah ia sadar Dira terkejut dengan keadaanya yang sudah menggunakan baju yang berbeda.
Ia juga bingung disana sudah ada dua wanita yang juga menggunakan baju yang sedana dengan dirinya. Mereka adalah Kak Eka dan Wina. Dira heran dengan apa yang diperbuat oleh kakak dan temannya itu.
Saat ia muali sadar Kak Eka dan Wina membantunya untu berdiri, mereka rapikan riasan yang ada di tubuh Dira,
namun anehnya mereka tak mengeluarkan sepatah kata apapun walau Dira bertanya ada apa ini sebenarnya. Dira sungguh takut Kakak dan temannya ini seperti seorang yang sedang disandra.
“Ya Allah kenapa aku seperti ini, apa aku mimpi? Gaun ini, riasan ini? Ada apa sebenarnya” gumamnya dalam hati seraya berdoa semoga ini hanya mimpi.
Setelah selesai Dira dituntun menuju suatu tempat yang sangat indah, disana sudah didekor dengan berbagai
macam bunga berwarna putih dan merah. Ia sungguh terpukau dengan dekorasi ini. Tak lama ada seorang laki-laki menggunakan baju tuxedo senada dengannya berdiri di depan pelaminan. Musik sudah mulai di mainkan.
"Hanya kamu di hatiku,yang mampu mengertiku
__ADS_1
Menjadikan diriku yang lebih baik
Aku menyayangi kamu
Kamu selalu setia menemani diriku
Dulu kita saling menyakiti dan hampir menyerah
Tapi kini kita ada tuk saling menyempurnakan
Ku berdoa untuk bisa hidup dan menua bersamamu
Dulu kita saling menyakiti dan hampir menyerah
Tapi kini kita ada tuk saling menyempurnakan
Ku berdoa untuk bisa hidup dan menua bersamamu
Dulu kita saling menyakiti dan hampir menyerah
Tapi kini kita ada tuk saling menyempurnakan
Ku berdoa untuk bisa hidup dan menua bersamamu”
Tri Suaka – Menua Bersamamu
__ADS_1
Seketika seisi ruangan menjadi haru dan air mata bahagia bisa terlihat di sana. Dira masih tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. Tubuhnya seketika kaku, mulutnya seketika bungkam dengan apa yang ia lihat saat ini.
Angga lelaki yang selama ini pendiam, cuek, dingin rupanya bisa seromantis ini. Dengan tampan dan gagahnya ia mendekati Dira mengeluarkan kotak kecil berwarna merah.
“ Dira Melody Pradipta,
kamu benar, aku bukan lelaki yang romantis
Maafakan aku yang menyibukkan diri seminggu ini
Aku menyiapkan semuanya untukmu
Istriku aku tahu awalnya cinta kita ini hanya sebuah pemaksaan
Tapi, sampai hari ini kau tetap membuat aku makin cinta
Sampai hari ini semuanya begitu indah
Jangan pernah tinggal aku dan kebahagiaan ini
Hiduplah abadi dan
Menualah bersamaku”
Dira terdiam dalam tangis bahagia, ia sungguh tak percaya ini terjadi sangat indah. Pemaksaan yang membuat mereka semakin tak bisa kehilangan satu sama lain. Dira mengangguk mengiyakan akhirnya satu buat cincin berlian tersemat dijari Dira.
Dan saat ini mereka sedang mengadakan resepsi pernikahan yang sempat tertunda, semuanya dipersiapkan dari Angga dari mulai gedung, dekorasi, catering, serta baju pesta. Mangkanya akhir-akhir ini ia sering pulang malam, bahkan tak sempat makan siang bersama istrinya karna ia sedang mempersiapkan kejutan untuk istri tercintanya.
__ADS_1