Pilihan Terbaik

Pilihan Terbaik
26. Pernikahan Mendadak


__ADS_3

Dua hari sejak bertemu dengan Eggi,


belum terlalu banyak berubah dari Dira, ia masih merasa takut walau Angga


selalu membujuknya untuk melupakan dan menenangkan Diri. Angga pun tak


diperbolehkannya kemana-mana, terkadang ia hanya mendekap diri di dada bidang


Angga hanya seperti itu ia lebih tenang.


Entah setan apa yang merasuki Dira,


apa mungkin ia belum sadar siapa lelaki yang mendekapnya sekarang. Tapi


dipikirannya sekarang ia cukup tenang dan sudah dua hari ini ia tidur dikamar


Angga, walau Angga memilih tidur disofa ia takut imannya goyah.


Pagi itu Dira membuka mata, dan


menuju sofa tempat Angga terlelap. “Maaf aku merepotkanmu, sunggu ada rasa


takut ketika melihanya kembali. Ngga aku akan pulang terimakasih” gumamnya


dengan suara kecil.


Tiba-tiba tangan Angga menggenggam


tangan Dira seraya membuka mata “tetaplah disini bersamaku” ucapnya memohon.


“Tidak, maafkan aku harus pergi”


ucapnya.


Tok Tok Tok ceklekk


“Astagfirullahhaladzim Yah coba


lihat anakmu dan calon mantuku sudah tidur sekamar, tak bisa dibiarkan ini


harus cepat kita nikahkan Yah”


“Iya ma, ayo ayo segerah jangan


sampai membuat aib keluarga” Ucap Ayah Ali.


‘Ta ta pi Om , tante kita tak


melakukan apa-apa”


“Kamu ya Dira bikin malu, dank au


Angga berani-beraninya kalian tidur berdua” Ucap Pada sedikit Emosi.


“Pa tapi aku dan Dira sungguh tak

__ADS_1


melakukan apapun”  ucap Angga jujur.


“Sudah sudah Mama gak ingin


berlama-lama ayo Dira”


Dira hanya bingung “Bagaimana ini Ya


Allah batulah Dira” gumamnya dari hati.


Orang tua mereka seperti melakukan


sandiwara, agar kejadian tadi seolah-olah Angga dan Dira lah yang salah.


 ***


Dengan balutan kebaya putih


diiringinya Wina dan Kak Eka memimpinnya mendekati tempat Pernikahan, desiran


ombak menambah indahnya pemandangan akad nikah mereka.


“Saya nikahkan dan kawinkan anak


saya Dira Melody Pradipta dengan anda dengan maskawin seperangkat alat sholat


dan sebentuk cincin berlian dibayai tunaiii”


“Saya terima nikah dan kawinnya anak


bapak Dira Melody Pradipta dengan maskawin tersebut tunai”


“Alhamdulillah” ucap keluarga yang


menghadiri pernikahan mereka.


Keluaga dan


rekanan hotel ikut meramaikan acara tersebut, memang acara pernikahan dadakan


ini dilakukan dihotel milik Angga jadi akan lebih mudah untuk Ayah dan Ibu


Angga mempersiapkannya.


“Dira


tersenyumlah” disela-seli sesi foto Angga berbisik padanya.


“hem” hanya


dibalas deheman dari Dira.


Dan setelah


pesta usai, ia dan Angga memasuki kamar yang sudah dipersiapkan Mama dan Ibu.

__ADS_1


Dekorasinya sangat bagus sesuai dengan selera Dira. Ia menatapi satu persatu


dekorasi kamar itu dengan heran, “mengapa kejadian ini begitu mendadak tapi ini


sungguh indah” gumamnya.


“Malam ini


kau tidur disofa” ucap Dira


“Ada apa


dengan mu ? apa kau lupa kita sudah menjadi suami – istri ?” jawab Angga penuh


amarah.


“Kalau tak


mau tak apa, aku yang akan tidur disofa”


“Dira… aku


bingung padamu apa kau amnesia 2 hari yang lalu, melupakan bahwa sedikitpun aku


tak boleh pergi dari dari mu, bahkan untuk ke kamar mandipun kau merengek


padaku !”


“em emm itu,


kau bukan bersama diriku, ia adalah sisi lain dari ku” ucapnya asal.


“aggrhhh”


Sebenarnya Dira


hanya berbohong ia tak sanggup jika harus tidur beduaan dengan pria yang


mungkin belum ia cintai saat ini dalam keadaan sadar wal afiat. 2 hari yang


lalu memang ia tidak ingin jauh dari lelaki itu tapi saat itu dirinya memang


dalam keadaan takut setakut-takutnya. Ia takut dan khawatir Eggi akan datang


dan memaksanya kembali dan ia takut teror-teror kemarin kembali mengintainya.


Memang dekapan


Angga waktu itu jauh menenangkannya. Sikap Angga yang selalu melindungi membuat


ia bisa bernafas lega apalagi setelah Angga meyakinkan bahwa Eggi tidak akan


berani mendekati Dira lagi.


“Dibalkon

__ADS_1


kamar juga tidak buruk” gumam Dira sambil bersender di kursi.


__ADS_2