Pilihan Terbaik

Pilihan Terbaik
30. Si Manja


__ADS_3

“Kau tak salah Ngga, aku yang terlalu bodoh memahami ini semua. Ketika masih ada nama lelaki itu walau ia


juga dijebak tapi aku seharusnya paham kalua bukan cinta namanya jika didalamnya rasa kekecewaan semakin kuat, rasa amarah tak bisa padam. Begitu bodohnya aku masih memikirkan jika itu cinta dan akan baik-baik saja, sedangkan aku dikhianati melebihi batas” Dira diam sejenak menari nafas dan menyeka air matanya.


“Terimakasih sudah menyadarkan kuuntuk hal ini. Dan tentang kita aku juga berterimakasih walau aku belum paham apa yang aku rasakan saat ini dan aku juga tak ingin membohongi diriku bahwa aku merasa nyaman di dekat mu, walau kadang emosi mu bisa membuat aku bertindak dengan hal-hal aneh, sekali lagi maafkan aku” ucapnya masih tertunduk tak berani menatap Angga.


Didalam lamunannya Angga terdiam apa perasaan senang ketika Dira jujur tentang keadaan dirinya. Ingin rasanya ia mendekap Dira saat ini tapi masih ia tahan karna ia tak ingin Istrinya berubah pikiran dan berubah perasaan setelah ini.


“Buat aku jatuh cinta padamu” ucap Dira seketika menatap lamunan Angga. Dibalas tatapan oleh Angga dan berjalan mendekat Dira juga memeluknya. Dira tak membalas pelukan itu yang dirasakannya sekarang ialah kehangatan dan ketenangan. Mereka menghabiskan siang itu dengan saling memandang satu sama lain.


***


 


“Bby kita pulang ke Jakarta besok ya, aku masih ada pekerjaan disana” ucap Angga.


“Gak mau, kamu aja yang pulang aku masih pengen disini” jawab Dira manja


“Sayang, nanti setelah kerjaan selesai aku janji kita bakal kesini lagi atau mau keluar negri bulan madu”


“iihh, Angga aku masih pengen disini” rengeknya.


“Baiklah aku akan bilang ke Sam, untuk membatalkan beberapa kontrak pekerjaan mu disana biar kamu berlibur dulu disini”

__ADS_1


“Ahh jangan, baiklah aku pulang” ucapnya malas.


Dira kini jauh lebih manja, dia selalu merengek jika menginginkan sesuatu, sejujurnya berat untuk ia


meninggalkan pulau ini. Disini sangat tenang dan damai, apalagi kerjaannya kalau bukan bolak balik beberapa pulau kecil untuk diving dan berjemur tak heran sekang kulitnya semakin eksotis. Suaminya selalu menuruti setiap keinginan wanita itu terkadang harus pintar membagi waktu untuk pekerjaan dan istrinya.


Hari ini mereka kembali ke Jakarta, segudang pekerjaan sudah menunggu mereka di perusahaan masing-masing. Disana beberapa orang kerpercayaan merekalah yang menhendel pekerjaan tersebut. Namun pagi ini dari mulai sampai di Jakarta sampai waktu menunjukkan pukul 22.00 Wib Angga dan Dira masih berkutat di depan laptop dan tumpukan berkas.


 


Tok Tok tok


 


“Bby ayo pulang, sudah malam” ucap Suaminya.


“Masih belum selesai Ngga” Jawabnya.


“Besok dilanjut ya”


“Hemm, baiklah Ayo”


Di dalam mobil tak henti-hentinya Angga melirik Istri cantiknya itu. Menatap istrinya yang masih mencuri-mencuri

__ADS_1


waktu mengecek beberapa email yang masuk dan membalasnya. Ia sangat kagum dengan Dira, jika kebanyakan wanita diluar hanya menikmati harta suaminya namun Dira malah marah ketika Angga memberikan sahamnya untuk Dira.


Mungkin Allah membalas doa nya dengan mengirim wanita pekerja keras ini agar Angga tahu bahwa tak semua wanita itu sama seperti mantan kekasihnya yang rela menikahi pria berumur demi kekayaan semata.


“Kamu kenapa senyum-senyum ?” Tanya Dira


“Emm Enggak, cuma senyum aja apa gak boleh” jawab Angga


“Ya gapapa si takut aja kamu mikir yang aneh-aneh”


“Aneh-aneh juga gapapa, kan sama istri sendiri”


“ihh dasar …. Mesum” ucap Dira kesal dengan mecubit lengan Angga.


“Bby aku lagi nyetir .. sabar ya nanti di Apart ya”


“ihh Angga ngeselin, mau pulang kerumah Papa ajah”


“Pulang ke Apart aku ya, kasian nanti Papa udah tidur”


“Sok tahu kamu”


Angga hanya terkekeh geli, dan sesekali mencium tangan Istrinya.

__ADS_1


__ADS_2