
Setelah perseteruan yang hebat itu Angga membawa Dira ke mobilnya dan meminta sekretarisnya mengurus client yang ia tinggalkan di jam makan siang tadi, ia juga meminta Wina untuk ikut dan mendampingi Dira saat ini. Di sisi lain ada sedikit rasa senang setelah pertengkaran tadi karna saat ini Nina sudah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. karna kebenarannya hanya Eggi lah yang masih menyimpan perasaan bukan Dira.
Akibat kejadian tadi kini Dira makin sadar seberapa besar cinta suaminya, saat mereka sampai dan memasuki ruangan kerja Dira semua karyawan memberi hormat pada Tuan dan Nyonya mereka, sesampainya di ruangan Wina lebih memilih ke pantry membuatkan kopi untuk Dira, dan di sana terlihat kegelisahan serta kekhawatiran Wina terhadap sahabatnya karna ia yang melihat jelas bagaimana Nina mecoba mempermalukan Dira.
“Ngga, maafkan aku” ucap Dira dengan wajah memelas.
“Hei Bby untuk apa minta maaf, semuanya kesalahan wanita itu yang tak melihat siapa lawannya” jawab Angga.
“Ngga, (sambil memeluk Angga) i know what i feel now."
Angga membalas pelukan Dira dan tersenyum pada istrinya itu, ia merasakan bahwa tak ada lagi yang perlu ia khawatirkan sekarang, bahkan Dira pun sudah menjadi seutuhunya milik Angga.
Tok tok tok
Wina masuk dengan secangkir kopi, sedikit tersenyum melihat sahabatnya yang tak ingin melepas pelukan pada tubuh suaminya, “hei nyonya, minumlah dulu agar pikiranmu tenang tak ada yang berani merebut suamimu sudahlah jangan posesif seperti itu” gurau Wina.
“Hei Nona, urusan kita belum selesai setelah aku selesai beristirahat panggil Sam keruanganku” ucap Dira tersenyum.
“Tidak, tidak akan aku panggil” ucap Wina sembari keluar dan menutup pintu kembali sedangkan Angga mengerutkan dahinya melihat istrinya yang senyum-senyum mengejek Wina.
“Ada apa Bby?" tanya Angga bingung.
“Haha kak Eka bilang Sam dan Wina sering kepergok jalan berduaan."
“Sudahlah sayang, biarkan mereka mendekat dengan sendirinya” ucap Angga sambil mengelus rambut Dira.
“Aku hanya memastikan saja Ngga, sahabatku bersama orang yang tepat."
“Baiklah up to you Bby” jawab Angga.
***
Diruang kerja Dira seusai istirahat “halo Abangku, apa kabarmu?” ucap Dira sambil berjabatan tangan dengan Sam.
“Seperti yang kau lihat, Abangmu ini baik-baik saja dan apakah pernikahanmu menyenangkan?” tanya Sam.
“Ah nanti-nanti duduklah jangan tanyakan itu, ada sesuatu yang lebih penting."
“Penting?" tanya Sam dengan bingung.
“Ya, aku sudah tahu kedekatanmu dengan temanku Wina, stop jangan berbicara dan jangan mengelak atau aku akan marah” ucap Dira yang menghentikan ketika Sam ingin protes dengan pernyataan itu ketika sedang berlangsungnya jam kerja.
“Bisakah kita bicarakan nanti, mengingat ini masih jam kerja."
“Tak masalah, aku bosnya."
“Baiklah akan ku jawab, ya aku dan Wina memang sering bersama tapi sejauh ini kita belum ada memiliki hubungan lebih dari teman dan rekan kerja” jawab Sam dengan santai.
__ADS_1
“Apa kau tak mau berusaha bang?” tanya Dira.
“Adikku kau tahu bukan aku bukan lelaki yang bisa merayu."
“Apa kau butuh bantuan ku?" goda Dira.
“Ah jangan, biarkan ini berjalan semestinya."
“Ayolah aku ingin membantumu dalam hal ini."
“Ti tidak nanti aku bisa dimarahi Angga karna merepotkan istrinya."
“Hei suamiku tidak sekejam itu, baiklah kalau kau tak mau aku bantu, bulan depan gajimu akan kupotong 30%."
“Hei kenapa jadi begitu” jawab Sam dengan bingung.
Dira masih tak membuka suara dengan muka yang tidak bisa di baca lagi, akhirnya Sampun luluh mana bisa ia melihat adik kecilnya ini bermuka tanpa ekspresi seperti itu.
“Baiklah, tapi harus berhasil” ucap Sam dengan senyuman “dan jika Angga marah, aku akan bilang bahwa kau yang memaksa."
“Deal” ucap Dira bersemangat.
Setelah keluarnya Sam dari ruangan Dira, Dira hanya terkikih geli dengan Abangnya itu “masa’ nembak cewek aja gak bisa, hemm gak romantis sama tu kayak Angga” gumamnya dalam hati sambil menggelengkan kepalanya.
Ia keluar ruangan dan berpapasan dengan Wina dan kak Eka yang sedang asik ngobrol sambil berjalan menuju ke luar kantor.
“Kak, emm malam ini aku dan Angga mau kumpul-kumpul bareng keluarga di café Xtas 1 kakak ikut ya” ucap Dira mendekat dan memepetkan tubuhnya ke kak Eka dan mencolek punggung kak Eka dari belakang, kak Eka yang mengarti maksud Dira langsung mengiyakan .
“Kamu juga ikut ya Win, awas kalo gak dateng dandan yang cekep itung-itung ngerayain kepulangan aku sama Angga” ucap Dira dengan muka gemasnya.
“Iya deh gue pasti dateng, ngerayain orang yang abis ngambek ni ceritanya” ucap Wina sambil terkekeh geli mengingat awal ketidak setujuan Dira di jodohkan dan sekarang temannya itu menjadi wanita yang manja dan posesif.
“Apaan deh, ga je banget Wina” jawab Dira dengan cemberut.
“Udah ah aku mau pulang ayo kak” ajaknya ke kak Eka, padahal kakaknya sendiri baru saja tiba di kantor dan mau tak mau kak Eka mengikuti Dira karna tangannya sudah di tarik paksa oleh Dira.
Di dalam mobil, Kak Eka mulai bingung dengan Adiknya ini yang senyum-senyum sendiri dan menyuruh kakaknya mempersiapkan segela hal untuk nanti malam, mulai dari memesan buket bunga, dekorasi seperti makan malam romantis dan setelah sibuk menelpon beberapa orang untuk mengurusnya, Dira pun menelpon Sam melalui headsetnya.
“Hallo Abangku, malam ini datanglah ke resto Xtas 1, di meja no 3 bagian atas sudah ku urus semuanya. Kau tinggal menghapalkan teks yang sudah ku kirim ke ke emailmu. Ingat datanglah dengan penampilan yang sangat tampan dan jangan gugup” ujar Dira menelpon Sam dengan panjang lebar.
“Dira emm kenapa begitu cepat, aku aku banyak kerjaan malam ini” jawab Sam di ujung telpon.
“Datang atau Wina aku kenalkan dengan teman ku yang lain, bagaimana?" ancam Dira.
“Jangan, baiklah aku akan mempersiapkan diri dan em satu lagi doakan aku.”
“Hahaha kau seperti ingin maju ke medan peperangan” ucap Dira terkekeh geli.
“ Dira (dengan suara menggeram) sudah ya bye” lalu mematikan telponya.
Kak eka makin bingung dibuat adiknya ini, dan ia mulai mencoba bertanya.
“Dek ada apa ini sebenarnya?” tanya kak Eka bingung.
__ADS_1
“Aku akan membatu Sam menembak Wina malam ini kak."
“Tapi kau seperti memaksa” jawab kak Eka sambil menaiki alisnya.
“Haha sudahlah kak kalau tak seperti itu takkan berani Sam mengungkapkannya, ia terlalu kaku” ucap Dira sambil tersenyum.
“Lebih mending Sam terlalu kakuh, dari pada terlalu bodoh” jawab kak Eka mengejek.
“Ihh kakak , aku turunin ni disini."
“Haha bercanda sayang."
***
Di resto Xtas 1 di sana sudah tertata satu meja dengan dua kursi berhadapan di luar ruangan resto dekat pantai di temani lilin-lilin yang menambah romantisnya malam itu. Datanglah Sam dengan dengan kemeja berwarna biru cerah, melihat Sam berpenampilan dengan baju cerah membuatnya bukan seperti Sam yang biasa, karna biasanya Sam akan lebih memilih menggunkan pakaian berwarna gelap dan ia sangat terlihat tampan malam ini duduk di kursi yang sudah di sediakan sembari membuka email di handphonenya.
Selang beberapa menit datanglah wWna dengan dres berwarna putih tulang dan baby blue bermotif abstrak. Cantik sekali dengan rambut yang di gerai panjang, bermakeup tipis mendekati meja Sam. Ada sedikit kebingungan di wajahnya setelah mengetahui tak ada Dira dan keluarganya disana namun hanya ada Sam yang berdiri menyambutnya dengan tersenyum manis.
Setelah mengajak Wina duduk di kursi depannya, Sam masih terlihat gugup dan jantungnya berdegup lebih cepat namun ia sembunyikan dengan mencoba tersenyum tenang, gurat keheranan di wajah Wina sungguh terlihat ia sangat bingung dan gugup dengan keadaan sekarang.
“Kak Sam ada apa ini ?” ucapnya memulai percakapan.
📚
Hai readers Novel ini dalam tahap revisi karna beberapa Bab akan di gabung menjadi satu,
jangan lupa kasih Vote dan tinggalkan jejak,
salam manis author.
Indie Q
Ig : Nindi.indi
__ADS_1