Pilihan Terbaik

Pilihan Terbaik
29. Perasaan Angga


__ADS_3

Setelah rapat kepemilikan saham selesai, Dira bergegas ingin meninggalkan hotel tapi tiba-tiba salah satu karyawan disana mendekatinya.


“Nyonya Varash mohon maaf tuan menunggu anda di kamarnya” Ucap lelaki itu.


“Tapi saya taka da waktu, bilang saja nanti” Jawab Dira


“Mohon Nyonya saya bisa dipecat jika tak berhasil membawa anda ke kamar tuan”


“Dasar lelaki pemaksa” gumamnya dalam hati “Baikla no berapa kamarnya” ucap Dira dengan malas.


“111, mari saya antar Nyonya”


Dibalas anggukan dari Dira.


Sesampainya didepan kamar itu dengan ragu ia membuka pintu dan menemukan sosok Angga menyender dengan ponsel ditangannya.


“Ada apa” ucap Dira


“Aku ingin bicara” jawab Angga

__ADS_1


“Bicarala, aku akan mendengar”


“Bisakah lebih mendekat”


“Tidak, cukup disini”


“hem… Dira istriku aku tahu masih ada lelaki itu didalam hatimu dan aku pun tak bisa memaksakanmu untuk menerimaku karna aku tak ingin ada keterpaksaan dengan semua ini.” Ia diam sejenak.


“Aku ingin kita pulang ke Jakarta memberikan keterangan yang sebenar-benarnya dengan orang tua kita”  ucap Angga dengan suara memelas.


“Nggak, aku gak mau Papa dan Mama malu” ucap Dira.


“Biarkan ini berjalan, dan aku tahu bahwa kau mencintai pacarmu dan berencana menikahinya sekarang aku tak masalah”


“Ngomong apa kamu”


“Memang iya, aku lihat kok dari 2 hari dulu kamu sibuk menghubunginya”


“Apa-apaan aku bukan lelaki seperti itu, jika aku ada wanita lain kenapa juga aku ingin dinikahkan denganmu”

__ADS_1


“Sudahla Ngga aku tahu”


“Dira !” ucapan Angga marah dengan mata yang sudah merah mendekati Dira, seketika tubuh Dira gemetar ketakutan, Angga datang mendekat kearah dira dengan marahnya ia mencengkam kasar tangan Dira.


“Apa aku harus dalam kondisi marah menceritakan padamu, kau selalu membuat emosiku naik dengan segala tuduhanmu. Asal kau tahu setelah wanita sialan yang pernah mencuri hatiku dan ia berhianat sampai saat ini aku belum pernah berpacaran atau berdekatan dengan wanita lain selain dirimu. Aku sejauh ini menahan seluruh hasrat untuk istriku, sampai aku tak bisa menjalankan syarat untuk tak dijodohkan dan takdir menjodohkan aku dengan mu. Wanita yang pernah aku tolong dari kelakuan jahat seseorang tapi ia meninggalkanku lari tanpa meminta penjelasan kenapa aku menolongnya. Wanita yang membuat seakan bumi berhenti berputar dengan tindakannya kabur untuk menghentikan perjodohan ini dan bodohnya aku malah khawatir dan mencarinya sampai ke Belitung. Wanita yang membuatku tenang dan damai jika aku memeluknya, vmendekapnya setiap malam, bahkan ia merengek jika aku ke kamar mandi sekalipun membuat aku rindu ketika ia memutuskan untuk pergi meginap di cotec padahal aku suaminya sangat membutuhkan kehangatkannya. Kau bagai candu yang Tuhan kirimkan dari penantianku yang lama. Dan bodohnya kau masih tak bisa melihat ada cintaku didalamnya, dan bodohnya aku masih mencintai mu setelah tahu sifat asli mu”


Ia diam sejenak dengan air mata yang sudah menetes membasahi pipinya, Dira terdiam kaku tak bersuara hanya ada air mata yang keluar tanpa henti dan ia tertunduk lemas mendengar segala penjelasan Angga saat ini, ia


terkejut jika saat ini rupanya Angga sudah menaruh hati padanya. Ia mengutuk Dirinya sendiri saat ini. Memaki dirinya yang bodoh dan tak bisa melihat ketulusan didalam diri Angga.


“Dan sekarang baiklah aku akan lakukan keinginanmu, pergilah” ucap Angga dengan suara serak  tak bertenaga.


Dira masih diam tertunduk menangis. “maaf kan aku” ucapnya dengan suara memelas.


“Sudahlah, taka da yang perlu meminta maaf” jawab Angga.


“Maafkan aku Ngga”


“Pergilah Dira, tak apa”

__ADS_1


Dira hanya menggelengkan kepala dalam tangisannya.


__ADS_2